Cinta Nadhira

Cinta Nadhira
Bab 38 Di paksa nge-dance


__ADS_3

Hendri menghampiri salah satu temannya yang lagi latihan.


''Bro, badan lho sekarang lentur banget ya.'' Goda Hendri yang langsung mendapatkan tepukan di bahunya.


Hendri ngakak karena temannya kesal padanya, ''Jangan bro, yang ada cepat tua lagi.'' tambah Hendri dan lagi lagi mendapatkan tepukan dari teman yang di goda nya.


''Dari pada ngoceh nggak jelas kayak githu, mending lho juga ikutan latihan, sebentar lagi bakalan ada yang ngundang kita ke acaranya.'' Ujar Farel pada Hendri.


''Nggak ach, aku kesini bukannya mau ikut latihan, tapi membawa seorang cewek? siapa tau dia tertarik dan mau gabung di sini.'' tutur Hendri menunjuk Nadhira yang lagi ngobrol dengan fajar sang pemilik Studio.


''Cantik juga thu cewek bro, bolehlah lho kasih ke gue.'' Ucap Farel, Farel yang di pelototi hanya nyengir kuda.


''Adikku emang selalu cantik, namun tidak untuk buat cowok Playboy kayak lho ini bro.'' tukas Hendri pada temannya.


''Aku bisa baik kok bro, kalau sama gadis yang berhijab kayak adik lho itu?!'' tutur Farel mencoba menggoda Hendri, siapa tau Hendri memberikan sang Adik padanya.


''Sayang!!'' Panggil Hendri pada Nadhira.


''Bilangnya Adik, tapi manggil syang githu, bilang saja kalau itu pacar lho.'' celetuk Farel pada Hendri.


''Kenapa Mas?'' tanya Nadhira saat sudah sampai di tempat kakaknya, yang di ikuti oleh Fajar.


''Kenalin, ini teman Mas yang koplak nya kebangetan.'' Ucap Hendri, sedangkan yang di katain hanya melotot tak Terima di katain koplak.


''Enak saja ngatain orang koplak, gue ganteng bro? masak dapat julukan koplak sich.'' Seru Farel mencebik kan bibirnya kesal dengan sebutan barunya.


Semua orang yang ada di dalam Studio tertawa mendengar celotehan dari Farel.


''Kalian setuju nggak, kalau Farel di panggil koplak.'' tanya Hendri pada semuanya.


''Setuju banget bro, dia emang koplak kok orang nya.'' tambah Fajar yang membuat Farel makin kesal.


''Dari pada lho ngomong di sini nggak guna, mending lho nari di sono!'' Ujar Farel pada Hendri.


Hendri menatap Nadhira sang Adik.


''Adek ku sayang? bagaimana kalau kita nge-dance sebentar, biar nggak di ledekin sama cowok koplak ini.'' Ajak Hendri pada Nadhira Adiknya.


Nadhira sempat menolak ajakan Hendri kakaknya, namun karena bujukan sang kakak, dengan terpaksa Nadhira mengikuti kemauan Hendri.


Hendri dan juga Nadhira menuju ke tengah guna memperlihatkan tariannya.


Musik sudah di nyalakan oleh operator dengan cara acak, Hendri dan Nadhira tak menyangka musik yang di putar adalah lagu kesukaan mereka berdua.

__ADS_1


Karena sang pemain di film tersebut sang cowok sangat tampan, begitu pula dengan pemeran sang cewek yang begitu cantik mempesona, sehingga yang pernah melihat film tersebut akan menyukai lagu lagu yang mereka bawakan.


Dan dengan gerakan lincah mereka berdua mengikuti alunan musik yang begitu asik sekaligus suara yang sangat merdu sekali.


Yedil Ashiqana, Yedil Ashiqana.


Yedil Ashiqana, Yedil....


Dil celo kahe ye diwana.


Ye muhabbat kahe ye diwana.


Akene is pitum najana Hoooo.....


Yedil Ashiqana, Yedil Ashiqana.


Yedil Ashiqana, Yedil.....


Dil celo kahe ye diwana.


Ye muhabbat kahe ye diwana.


Akene is pitum najana Hooo.....


''Sudah Mas, Nadhira lupa gerakan lanjutannya.'' Bisik Nadhira pada Hendri.


Hendri mengangkat tanya-nya ke atas agar musiknya di matikan, dengan segera musik di matikan oleh sang operator.


Tepukan tangan begitu riuh saat Nadhira dan juga Hendri sudah berhenti dari tariannya.


''Wach, ternyata gadis yang di bawa Hendri sangat terampil ya, dan sangat jago menirukan gerakan gerakan yang waw menurutku, sangat seimbang dengan alunan musiknya.'' Tutur Fajar dengan lebaynya saat memuji Nadhira.


''Woii!! mujinya biasa saja kali, nggak usah lebay githu'' celetuk Hendri pada Fajar temannya.


''Orang muji salah, nggak muji juga salah terus gue harus gimana?'' tutur Fajar pura-pura sedih.


Semuanya tertawa, mentertawakan kekonyolan Fajar sang pemilik Studio.


''Nggak nyangka, bos kita juga koplak.'' Ucap Farel memberanikan diri.


''Lho baru tau kalau lho punya Bos yang koplak sama kayak kamu.'' Sahut Hendri pada Farel.


Farel mengangguk dengan cepat dan berkata.

__ADS_1


''Iya baru sekarang ini tau nya Hen.'' kata Farel lagi.


"Kapan lagi bisa ngatain bos kalau bukan sekarang." Gumam Farel pelan.


Hendri hanya tertawa mendengar gumaman Farel, yang tanpa sengaja ia dengar.


''Mas pulang yuck, sudah sore juga nich.'' Ajak Nadhira pada Hendri yang sbuk membully Fajar sang pemilik Studio.


Hendri mengangguk, ''Tapi kita manpir makan dulu sebelum pulang oke.'' Ucap Hendri yang langsung di angguki Nadhira.


Karena Nadhira sudah lapar dari tadi, namun dia malu memberitahu Hendri sang Kakak.


Sepulang nya dari Studio tadi, Hendri membawa Nadhira ke cafe.


''Lha malah kesini, aku kan lapar bukan mau ngopi.'' Bisik Nadhira pada diri sendiri.


''Ayo masuk Dek.'' Ajak Hendri merangkul Bahu Nadhira, dan di bawanya masuk.


Nadhira sempat salah sangka pada Hendri karena di bawa ke cafe bukannya warung makan.


''Sekali kali, nggak apa apalah Mas bawa kamu kesini.'' ujar Hendri pada Nadhira.


Kini pesanan Hendri sudah diantar ke mejanya, dengan macam macam makanan dan beberapa jus juga, karena Hendri belum begitu tau tentang Adik barunya, mungkin karena belum berkumpul satu rumah juga.


''Kirain Nadhira cafe cuma buat ngopi dan tongkrongan doang Mas, nggak taunya banyak makanan juga di sini toh?!'' Ucap Nadhira kagum, Nadhira melihat ke sekelilingnya, bangku bangku sudah terisi penuh oleh muda mudi yang lagi menikmati malam minggu bersama pasangannya, hanya untuk melepas lelah dan membuang rasa jenuh, karena rutinitas setiap harinya yang selalu di isi dengan mencari Cuan dan cuan.


''Yang pacaran juga banyak di sini.'' tutur Hendri memandang ke arah Nadhira, Nadhira seketika menoleh menatap Hendri dan bertanya bingung.


''Maksud Mas Hendri?!'' Tanya Nadhira yang emang tak mengerti ucapan Hendri barusan.


''Maksud Mas? yang lagi asik pacaran juga banyak di cafe ini Adikku sayang?'' Hendri mencubit pipi chubby Nadhira yang sebagian tertutup oleh hijabnya.


Nadhira cemberut, ''Mas Hendri sendiri kok nggak pacaran sama si do'i sich, malah ngajak Nadhira ke sini?!'' Ucapnya yang masih mode cemberut.


Hendri terkekeh mendengar nya.


''Mas nggak punya pacar kali Dek? Mas malas pacar pacaran, apalagi masih minta uang sama Abah dan juga Umi, kan malu Mas Hendri sama mereka.'' Hendri menimpali ucapan Nadhira.


''Iya juga sich? yang di omongin Mas Hendri ada benarnya juga, untung Nadhira ada di pesantren, jadi tak mau pacar pacaran.'' Kata Nadhira yang mendapatkan mata genit dari pengunjung lainnya, Nadhira merngut dan dengan segera menghabiskan makanannya dan juga minumannya, untuk menghindari mata genit itu lagi.


👉👉👉👉


Jangan bosan dengan karya receh ku ya kak, dan makasih buat yang sudah mampir🙏🙏🙏💕💕

__ADS_1


__ADS_2