
Setelah selesai mentraktir killa dan linna kembali ke dalam kelasnya, karena sebentar lagi pelajaran olahraga dimulai.
Akhirnya semua siswa siswi unggulan berbondong-bondong keluar kelas dan menuju ruang olahraga raga untuk berganti pakaian.
"Aduh.. Alamat palsu ini! " Pekik killa.
"Kenapa loh killa? " Tanya linna.
"Itu gue lupa bawa baju olahraga gimana dong ini? " Tanya killa kebingungan.
"Iya terus gimana dong killa, anak anak yang lain sudah pada dilapangan. Gini saja deh loh pura-pura saja lagi sakit perut biar gak dihukum! " Ujar linna.
"Ta-tapi lin-"
"Sudah ah gak pakek tapi tapi sudah mau mulai tuh! Ayo cepat gue duluan ya! "
"Iya deh! "
Tiba-tiba Wildan datang menghampiri.
"Hei syakilla! ". Sapa nya.
" Eh kakak, kok ada disini kak? Apa gak ada pelajaran ya? " Tanya killa.
"Ada kok, gue cuma lagi melaksanakan tugas OSIS, ngecek setiap kelas saja! Tapi tunggu deh bukannya kelas loh ada pelajaran olahraga ,kenapa loh masih didepan ruang olahraga dan kenapa belum ganti? " Tanya Wildan.
"A-anu itu kak, tadi killa kelupaan gak bawa baju olahraga". Jawabnya dengan tertunduk.
" Oh begitu! Kenapa bisa lupa? Apa loh mau gue pinjamkan baju gue? "
Seketika killa pun langsung menatap Wildan.
"Apa emang bisa kak seperti itu? "
"Bisa kok dan kebetulan gue lagi bawa. Sebentar loh tunggu disini, gue ambilin bajunya! " Ujar Wildan dengan tersenyum lalu berlari meninggalkan killa dan mengambil bajunya.
Setelah beberapa menit Wildan kembali menghampiri nya dengan membawakan bajunya.
"Ini pakai saja? "
"Ah tapi kak.. " Jawab killa seperti ragu ragu.
"Sudah gak papa, loh pakek saja dulu! " Kemudian Wildan meletakkan baju itu ditangan nya sambil tersenyum.
"Ya sudah sekarang loh ganti bajunya, jangan lama lama nanti loh bisa dihukum! ".
" Ah iya kak Terima kasih, bajunya gue bawa dulu ya! "
"Ok, gue tinggal dulu ya bye.. "
"Aduh kak Wildan kenapa loh baik banget sih sama gue? Gue kan jadi susah hindarin loh.. Coba saja tadi yang datang ukasya pasti dia gak sepeduli ini! Jangan terlalu baik dong kak nanti gue bisa khilaf oleng ke loh kak! "Gerutunya.
Lalu dia segera masuk ke ruang ganti dan mengganti pakaian nya itu. Setelah selesai killa langsung berlari menuju lapangan. Karena pelajaran olahraga telah dimulai
jadi, Setelah sampai dilapangan killa langsung menghadap ke gurunya dengan nafas yang ngos-ngosan.
"Killa! Dari mana kamu, kamu telat 5 menit! "
"Mohon maaf Pak, saya terlambat tadi saya kekamar mandi dulu, karena sakit perut! "
"Iya sudah kalau gitu silakan kamu gabung dengan yang lain! "
"Baik Pak"
Killa langsung berjalan dan bergabung dengan yang lain.
" Eh killa katamu tadi lagi gak bawa baju dan ini baju siapa? Mana baju cowok lagi! "
"Ah loh kok tahu tapi emang bajunya apa berbeda ya cowok sama cewek? "
"Ya jelas bedalah zeyeng! Lihat ni baju cowok itu warnanya hitam dengan variasi biru dengan punyai dua garis putih sedangkan cewek cuma satu garis! " Jelas linna.
"Ah iya benar yang loh bilang! " Ujar killa menyadari.
"Ya sudah lah jangan dibahas lagi, ayo kita olahraga" Ucap linna.
"Anak-anak sekarang kalian bentuk dua regu tim yang beranggotakan 4 orang anak, karena hari ini materi kita adalah main bola voli! " Ujar pak guru.
"Baik Pak"
Akhirnya mereka segera membentuk tim. Dan kini killa satu tim dengan linna. Kemudian mereka memulai permainan nya sesuai dengan regu masing-masing. Dan saat ini diregu c killa mendapatkan giliran menservis bola, berhubung di sekolah lamanya dulu killa sudah ahli dalam voli makan ini tak sulit baginya.
Akhirnya killa menservis bola dan melambung tinggi, namun sialnya karena terlalu bersemangat bola itu justru melambung tinggi sehingga mengenai ukasya yang tengah lewat disana.
Buggg...
.
" Argh.. Sialan! Siapa tadi yang melemparkan bola ini ke arah gue? " Sungutnya.
"Bukan kita kita kak! " Seru yang lain.
Sedangkan kini killa merasakan takut yang menjalar ke sekujur tubuhnya dia menggigit bibirnya yang bawah, karena dia tidak menyangka bakal kena kepala ukasya.
Aduh mampus gue, kenapa disekolah sih? Kan gue gak bisa berkutik jadinya. Batinnya.
"Tadi yang lempar killa kak! Tuh orangnya" Celetuk alula sambil menunjuk ke arah killa.
"Hey nenek sihir temannya mak Lampir !(teriak linna) sini loh, apa apaan sih gak banget! " Ujar linna ketus.
" Lah kan omongan gue bener kali shelinna, kenapa loh sewot gitu? Emang loh mau dia ngamuk sama kita semua ? Kalau gue sih gak ya! "
__ADS_1
"Dasar loh nenek sihir! " Ingin sekali rasanya linna menjambak rambut nya namun diurungkan niatnya itu.
Akhirnya killa memberanikan diri maju ke arah ukasya, dengan gugup dan tangan gemetar dia mencoba mengambil bolanya ke arah ukasya yang kini emosinya meledak.
Ukasya menatap nya dengan tajam seakan-akan sedang mengintai mangsanya yang akan diterkam. Seketika ukasya menarik tangan killa dengan paksa.
"Ikut gue sekarang! " Teriaknya.
Sedangkan killa hanya nurut berjalan di belakang nya dengan tangan yang ditarik oleh ukasya.
Kemudian bola itu diberikan kepada hasan, lalu husen mengambil nya dan melemparkan bola tersebut kembali kearah mereka yang sedang olahraga.
Rasanya ingin sekali linna berlari menghampiri mereka dan menolong sahabatnya tapi dia tidak berani takut kena imbasnya.
"Ukasya sudah deh loh jangan mulai lagi, kasian itu anak orang jangan loh kasarin mulu. Lagian juga tadi kenanya juga pelan! Ujar husen
" Iya betul itu kata husen. Sudah lah lepasin saja, kasihan jangan kasar kasar " Tambah hasan.
Ukasya menghentikan langkahnya dan menatap tajam ke arah dua temannya itu " Bisa diam gak kalian berdua! Ini urusan gue sana kalian pergi saja! " Titahnya.
"Tapi kan...! "
"Gak ada tapi tapian, loh pergi sekarang atau mau loh gue h*b**i* juga! " Ancam nya.
Akhirnya mereka berlari meninggalkan ukasya dan killa sendiri an saja.
"Ayo ikut gue masuk ruangan olahraga! ".
" Mau ngapain kak, loh gak lagi pengen kunciin gue kan! Kak maaf" Tanya killa lalu menatap mata ukasya dengan memelas.
"Sudah ayo masuk sekarang! " Killa tak mampu berkata-kata lagi dan pergi masuk mengikutinya.
"Loh tahu apa kesalahan loh? "
Killa hanya menjawab dengan menggunakan kepalanya.
"Loh pasti sengaja ya lakuin itu ke gue! "
"Enggak kok kak! Sumpah".
" Heleh! "
"Jangan marah marah gitu dong, sini biar gue lihat mana yang sakit! "
Killa melihat ke arah kepala ukasya " Apa ini sakit? "
"Iya menurut loh? "
"Pasti sakit ya? Ya sudah nanti dirumah gue obatin lukanya ya. Gue minta maaf tadi beneran gue gak sengaja! "
"Enggak, gue mau diobatin sekarang! "
"Pliss, jangan sekarang nanti saja ya kak tolong gue masih ada kelas olahraga! "
Killa kemudian duduk disofa berdampingan dengan ukasya. Lalu ukasya meletakkan kepalanya miring diatas pangkuannya. Killa langsung membulatkan matanya terkejut.
"Kak tolong jangan kayak gini, nanti kalau ada yang masuk gimana? "
"Sudah jangan berisik, obatin saja! "
Kemudian ukasya memejamkan matanya, sedangkan killa merasa gugup dengan posisi seperti ini. Namun dia tidak bisa berbuat apa-apa, lalu dia memijit pelan kepala ukasya sedangkan ukasya kini bisa mendengarkan detak jantung killa yang begitu kencang. Ukasya kemudian mengulum senyumnya dan merubah wajahnya datar.
"Kakak, sudah ya! Killa mau balik lagi".
"Kak! " Panggilnya.
"Apa ini orang lagi tidur ya? Ah dasar enak kali gue capek capek pijitin dia malah tidur dipangkuan gue, bisa bisaan saja ni t**ul mencuri kesempatan dalam kesempitan. Padahal ya tadi kenanya juga pelan , paling sakit nya juga gak banget tapi sok drama sedangkan waktu itu dia digebukin b*"dit baik baik saja tuh! "Gerutunya.
Kini killa terdiam lalu menatap lekat wajah suaminya itu.Namun jantungnya kembali bergemuruh sehingga dia segera memegangi dadanya takut kalau kalau ukasya tiba-tiba bangun dan mendengarkan nya. Killa gak ingin ukasya jadi kepedean nanti.
Satu jam lamanya killa menemani ukasya disini yang sedang tertidur lelap. Dia tidak berani membangunkan ukasya, namun dia hanya merapikan rambutnya saja sambil tersenyum melihat suaminya yang terlelap di pangkuannya.
Kini jam pelajaran olahraga pun selesai namun ukasya tetap saja tertidur.
"Kak bangun kenapa? Mau sampai kapan kita disini kak, gue takut kalau ada yang lihat terus salah faham! " Keluhnya.
Tanpa dia sadari kini killa ikut tertidur juga. Dan kini tangan killa ditarik oleh ukasya kemudian di ciumnya lalu diletakkan di atas dadanya dan dipenggamnya dengan erat. Kini ukasya mengubah posisinya lalu memeluk killaa dengan erat. Sebenarnya ukasya sedari tadi belum tertidur hanya saja dia melakukan ini karena ingin berduaan dengan nya. Entah kenapa dia ingin melakukan itu tapi yang jelas dia merasa bahagia.
Beberapa menit kemudian diluar ada seseorang yang akan masuk kedalam namun karena mereka sangat berisik sekali sehingga killa jadi terbangun dari tidurnya. Dan di melihat kearah ukasya yang masih tertidur. Tiba-tiba dia merasa tersentak ternyata ukasya sedang tidur dengan memeluknya.
Dengan spontan dia menggoyangkan tubuh ukasya hingga terbangun.
"Ada apa sih berisik banget? Mengganggu saja! " Gerutunya.
"Kak ayo bangun itu ada yang mau masuk! "
Seketika ukasya langsung terbangun dari tidurnya dan melangkah ke arah pintu.
"Kak jangan dibuka kalau mereka curiga yang gak gak gimana? "
"Otak lo mesum! " Ketus ukasya.
Ukasya membuka pintu nya ternyata didepan nya adalah dito . Seketika bergidik nyeri bulu bulu dito. Spontan ukasya mencengkeram kerahasiaan bajunya membuat nyalinya ciut. Sedangkan killa hanya duduk terdiam karena kebingungan
" Mau ngapain loh! Cepat keluar sekarang! " Perintah ukasya kepada killa. Dengan cepat cepat killa kabur dari sana.
Sedangkan dito berusaha membuka mata nya pelan. Lalu dia menatap kearah ukasya dengan ketakutan.
Lalu dia mengatupkan kedua tangan "ma-maaf kak ukasya gue gak tahu didalam ada kakak! "
"Loh tahu tidak, tidur gue terganggu gara-gara loh! "
__ADS_1
"Maaf kak gue gak tahu maaf! "
"Sekarang gue tanya sama loh. Tadi apa saja yang telah loh lihat? "Tanya ukasya ingin memastikan.
" Gue gak ada lihat apa apa kak suer! Gue cuma lihat tatapan tajam mata loh! "Jawabnya dengan gemetaran.
" Mau apa loh kemari? "
"Gue cuma ingin kembali kan bola bola ini kok kak! "
"Iya sudah buruan loh letakan itu ke tempatnya setelah itu pergi loh dari sini dan ingat awas loh ganggu tidur gue! ' ancamannya.
" Ba-baik kak"
Ukasya segera meninggalkan ruangan itu. Sedangkan dito didalam masih gemetaran karena ketakutan.
Sedangkan killa yang telah didalam kelas di interogasi oleh linna.
"Hey kil, dari mana saja loh. Kok lama banget? Lo gak diapa apain kan sama kak ukasya? "
"Gue gak kemana-mana kok. Dan loh tenang saja gue aman kok gak kenapa napa! "
"Yakin loh gak papa kok loh pucat? "
Killa hanya terdiam tidak menjawabnya. Kini dito telah masuk kedalam kelas dan menatap killa dengan tatapan tidak dapat di artikan sama sekali.
Ya Tuhan gue harap dia tidak melihat apapun tidak. Batinnya.
"Killa gue omong sama loh! Kenapa loh bengong? Loh gak papa kan? "
"Eh iya gue gak papa kok"
"Eh bell sekolah sudah berbunyi yok pulang kil. Gue duluan ya! "
"Iya".
Untung bell sudah bunyi jadi linna gak akan tanya tanya lagi deh. Batinnya.
Kemudian dia berjalan dipotong sekolah sendirian.
Tiba-tiba " Hey kok sendirian? " Tanya Wildan dengan mengejutkan nya.
"Ah iya kak, btw kak bajunya gue bawa dulu ya soalnya kotor mau gue cuci dulu! "
"Iya gak papa loh bawa saja. Loh balikin kapan kapan saja! "
"Oh iya! Mau gue anterin pulang? "
"Ah jangan kak! Gak perlu dianterin, killa bisa kok pulang sendiri".
"Kenapa gak mau sih? Ayolah mau gue anterin kan hitung hitung loh balas budi tadi gue pinjamin!"
"Ah... Iya sudah deh boleh! "
Tanpa basa basi lagi Wildan langsung menggandeng tangan killa menuju ke parkiran.
Sesampainya diparkiran "sini gue pakaikan" Ujar nya sambil tersenyum kearah killa membuatnya jadi tersipu malu.
Sedangkan di ujung sana masih ada ukasya dan beberapa anak sekolah yang memperhatikan.
"Sial! B**n**ek loh Wildan berani banget bonceng bini gue lagi mana pakek acara gandengan ! Dan awas ya loh killa gue lama lama tungguin disini sampai karatan eh malah mau di bonceng turunan boneka cakky! "Sungutnya.
" Eh qailla, coba loh lihat deh bukannya itu Wildan ya. Terus itu siapa mesra banget? " Ujar nella.
"Ah sial berani banget cewek itu! Cari tahu soal dia dan besok langsung seret kehadapan gue! " Perintah nya.
"Oh itu ! Dia syakilla murid pindahan, dia sekelas dengan gue! Sebenarnya gue sudah pernah peringatkan dia sih, tapi entah. Mungkin dia lebih suka dikasih tahu dengan tindakan daripada dengan omongan! " Ucap alula
"Oh gitu! Ya sudah besok loh bawa dia ke rutof! " Perintah qailla.
"Siap".
Kini qailla and the gengs pergi duluan tinggalkan alula sendiri. Dia tersenyum sinis kearah killa , dia merasa tidak sabar dengan esok hari.
Kemudian Wildan melajukan motor nya itu. Sedangkan ukasya kini ikut melajukan mobilnya mengikuti killa dan Wildan pergi.
Sedangkan kedua temannya kini ditinggal oleh nya begitu saja.
"Ah sial ukasya, kencang sekali bawa mobil nya, mau teriak pun gak ada gunanya! " Ujar husen.
"Iya ni capek gue kejarnya". Ujar hasan.
" Iya sama.
"Hahaha kasihan betul si kembar upil dan upel ini di tinggal ya! Kasihan harus jalan kaki! " Ledek alula.
"Diem deh loh nenek sihir! " Pungkas husen.
"Idih enak betul lo bilang! "Sungut tidak Terima.
" Apa loh? Emang bener kan, lihat tuh dirimu masak semua serba hitam hitam , hidup loh suram ya gak berwarna! "Ledek husen.
"Husen loh gak boleh omong gitu kasihan tahu? " Ujar hasan
"Kenapa harus dikasihani? "
"Iya lah, lo gak lihat apa dia itu bukan kayak nenek sihir tapi kayak dukun hahaha" Timpal hasan.
"Loh itu ada ada saja, mana ada dukun yang seseram nenek sihir! "Lanjut husen.
"Bedebah kalian! Dasar lelaki mulut emak emak komplek! " Ketusnya kemudian memilih pergi meninggalkan mereka.
__ADS_1
Keduanya kini tertawa dengan keras dan pergi ke halte bus untuk mencari taxi