
"Mas killa sudahan ya! " Ujar killa terengah-engah sambil menata nafasnya.
"Kenapa sayang? Capek ya kamu? " Tanya ukasya.
"Iya mas capek banget! " Ujar killa sambil selonjorkan kakinya.
"Kasihannya istriku yang cantik ini! " Ujar ukasya dengan tersenyum sambil mengelap keringat killa di keningnya.
"Iya sudah kamu mau mas tinggal disini saja atau masih mau ikut mas lari sayang? " Tanya ukasya.
"Ya sudah lah mas lari saja sendiri gimana. Killa tungguin disini sambil lihatin cowok cowok yang kiyowo gimana? " Ujar killa sambil tersenyum jahil
Tiba-tiba..
Pletak...
"Awwww.... Sakit mas kenapa dijitak kepala killa? Tega bener ih, sudah sana killa gak mau lagi bicara sama mas jahat! " Ujar killa kesal dengan perbuatan suaminya itu.
"Ututututu... Istri aku yang cantik ini lagi ngambek nih ceritanya?" Ujar ukasya gemash.
"Awas ah sana. Killa sebel sama mas! "
"Iya deh maaf. Habis kamu sih tadi buat mas jadi emosi tingkat dewa... Masak iya kamu mas ajakin lari pagi kesini hanya duduk lihatin cowok lain. ya gak Terima lah mas sayang. Apa bagusnya mereka sih masih bagusan juga mas kemana-mana kan? " Ujar ukasya geram.
"Cie cemburu nih!!!!! Tadi kan killa cuma bercanda kenapa kakak jitaknya beneran, sakit tahu hemmm! "
"Iya iya mas minta maaf ya, tapi kamu jangan gitu lagi mas gak suka! "
"Iya iya... Killa juga minta maaf ya sayang".
Kruk.... Kruk... Kruk...
Tiba-tiba suara perut killa berbunyi.
" Kenapa sayang , sudah lapar ya? " Tanya ukasya.
"Hehehehe iya mas. Killa sudah laper banget! Tadi sarapan cuma sedikit terus ini tadi mas ajakin lari muter-muter sampai tiga kali putaran! " Keluh killa.
"Ululu... Kasihan bener istriku... Tapi kamu lebay dah sayang.. Baru juga satu putaran dibilang tiga puteran! Dasar kamunya saja yang gampang capek karena emang kamu orang nya males kalau diajakin lari pagi ,iya kan? " Ujar ukasya membuat killa tak mampu berkutik dan hanya tersenyum tipis karena malu.
Sebab yang dikatakan suaminya itu benar adanya hehehehe...
"Dasar kamu itu... Sudah ayo lari lagi! " Ajak ukasya.
"Capek mas, lemes! Nanti kalau aku jatuh gimana"
"Ah... Gak usah akting kamu sayang,nanti aku gendong. Ayo cepat lari lagi!" Ujar ukasya sambil menarik tangan killa yang ogah ogahan.
Akhirnya mau gak mau killa ikutin kemauan ukasya untuk lari kembali.
"Mas! " Ujar killa lirih namun gak digubris ukasya.
__ADS_1
"...ihhh mas! " Teriak killa lalu memanyunkan bibirnya.
Akhirnya teriakannya bisa membuat ukasya menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang.
"Kenapa sayang? "
"Jangan kenceng kenceng larinya. Aku capek kejar kamu! " Keluh killa karena kelelahan sehingga dia tertinggal lumayan jauh oleh ukasya.
Sehingga kini mereka sudah mencapai empat kali putaran, langsung killa meminta untuk berhenti karena sudah kelelahan dan menyerah.
Nafasnya terengah-engah tidak beraturan. Denyut jantung pun terpompa dengan kencang dan keringat nya pun mulai bercucuran membasahi tubuhnya.
Akhirnya ukasya menghentikan langkahnya setelah melihat istrinya dibelakang sana sudah terduduk di bangku taman.
Kemudian ukasya pergi ke sudut taman memberi sebotol minuman di sebuah toko pinggir jalan. Lalu dia berlari menuju istrinya.
"Sayang! Capek banget ya? " Tanya ukasya lalu dia duduk disebelah killa, sedangkan killa hanya menjawabnya dengan anggukan
"Iya sudah kita istirahat dulu disini! Dan ini minumnya! " Ujar ukasya sambil menyodorkan minuman.
Kemudian killa segera mengambil dan meminumnya.
"Ah... Seger! Terimakasih mas! "
"Iya sayang. Gimana sudah hilang belum capeknya, kalau sudah ayo kita lanjutkan lagi larinya! "
"Hah! " Jawab killa terkejut.
Apa lari lagi? Sudah gila nih mas ukasya... Tadi sudah puter sampai empat kali ditaman segede ini masih diajakin lari lagi, gue kan capek huhuhu. Batin killa.
Tiba-tiba ukasya menghentikan langkahnya karena menyadari istrinya tak kunjung beranjak dari tempat duduknya.lalu dia menoleh kebelakang.
"Sayang,Ayo! "
"Iya mas. Tunggu sebentar! " Akhirnya killa pun mau tak mau mengikuti ukasya lari lagi.
Tiba-tiba killa terjatuh karena tadi gak sengaja telah menginjak tali sepatu nya sendiri yang terlepas sebelah.
Bugh...
Suara killa terjatuh diatas jalan.
"Awww sakit! " Teriak killa kesakitan
Seketika ukasya langsung menoleh kearah killa
Kemudian ukasya segera menghampiri nya.
"Sayang, kamu gak papa kan? Mana yang sakit? " Ujar ukasya dengan panik.
"Hiks... Hiks.. Kaki ku...! "Ujar killa sambil berusaha menggerakkan kakinya yang terasa sakit.
__ADS_1
"Oh... Ini sepertinya terkilir deh sayang! "Ujar ukasya sambil mencoba memegang kaki killa yang katanya sakit.
Tiba-tiba...
" Awww... Sakit mas pelan pelan dong! " Ujar killa.
"Eh maaf sayang, sakit ya. Ini mas sudah berusaha pelan pelan sayang! "
"Ahhhhh sudah sudah jangan dipegang lagi! "
"Kamu sih sayang kenapa tadi gak berhati-hati sih? " Ujar ukasya kemudian segera menggendong tubuh killa dengan ala bridal style tanpa aba aba.
Kemudian ukasya meletakkan killa di dalam kursi mobil.
"Mas sakit banget hiks... Hiks! " Keluh killa.
"Sabar ya sayang. Kita pulang saja ya, nanti mas panggilkan tukang urut biar dibetulkan kaki kamu! "
Killa hanya menganggukkan kepalanya. Lalu ukasya segera masuk kedalam mobilnya, kemudian melajukan mobilnya pergi meninggalkan area taman.
Sesampainya di apartemen ukasya segera menghubungi teman temannya karena dia mulai panik karena killa terus menangis karena kesakitan.
Akhirnya mau gak mau ukasya bicara sebenarnya kepada mereka bahwa dia sudah menikah dengan killa sudah berjalan dua bulan lebih lamanya.
Dan satu jam lamanya kedua sahabat nya itu sudah didepan apartemen dengan membawakan tukang urut untuk killa.
"Hai bray kita sudah ada didepan apartemen loh ni cepat buka! " Ujar hasan menelepon ukasya.
"Iya tunggu bentar! "
Kemudian ukasya berjalan menuju pintu laku membukakan pintunya.
"Argh... Kalian lama kali sih! Gue tunggu dari tadi dodol, mana tukang urut nya cepat bawa masuk! "
"Sabar dong bray... Ni tukang urut pesanan loh! " Ujar hasan.
Ukasya langsung melirik dan menelisik seorang kakek kakek yang dibawa keduanya. Ukasya melihat dari atas sampai bawah penampilan nya.
"Yakin loh ini tukang urutnya? " Tanya ukasya tak percaya.
"Ya iya lah ukasya . Ini mamang jono pandai ngurutnya, iya kan mang? "
"Iya den, mana yang perlu diurut! "
"Didalam mang orangnya, yuk mari ikut saya masuk kedalam".
Kemudian ukasya mengantarkan pak jono dan kedua sahabat nya itu masuk kedalam ruang tengah.
" Ni mang istri saya katanya kakinya kesleo! "
"Oh yang ini ya. Sini neng mamang benerin kakinya! " Lalu mang jono segera memegang kaki killa namun tidak menggelengkan kepalanya dengan cepat.
__ADS_1