
Akhirnya beberapa hari berlalu, linna dan Wildan terus menjalani hari hari mereka bersama-sama layaknya sepasang kekasih. Linna terus mencurahkan kasih dan sayang nya itu hanya untuk orang yang dia cintai yaitu Wildan. Namun ternyata lain halnya dengan Wildan dia justru masih sangat terobsesi ingin mendapatkan killa . Tiba-tiba hal yang menyakitkan itu terjadi di area sekolah..
"Syakilla!" Sapa Wildan ketika dia lewati taman dekat lapangan basket.
"Iya ada apa kak? " Tanya killa.
"Killa gue mau omong sesuatu! "
"Iya omong saja kak, ada apa? "
"Gue cuma mau omong, kalau gue masih sayang sama loh killa. Gue pengen loh tinggalin si ukasya! " Ujarnya.
"Maksud loh apa kak? "
"Gue suka sama loh dan perasaan ini dari dulu sampai sekarang masih sama ke loh killa! " Ujarnya.
"Maaf kak killa gak bisa, karena killa sudah punya kak ukasya". Ujar killa tegas lalu berdiri namun ketika akan beranjak pergi tiba-tiba Wildan menahan tangan killa.
" Emang apa sih kelebihan ukasya hah? Sehingga loh lebih pilih dia dari pada gue yang jelas jelas sayang sama loh gak kayak dia. Dia itu hatinya busuk loh harus tahu itu! " Ujar Wildan dengan emosi sambil menggenggam kuat tangan killa.
"Awww... Sakit kak lepaskan! Loh harus ingat kak ,loh sudah jadian sama sahabat gue shelinna dan gue juga gak bisa tinggalkan kak ukasya sampai kapanpun! " Ujar killa tegas.
"Ck.. Gue gak perduli dengan linna karena dari awal gue cuma suka sama loh! " Pungkasnya.
"Gila ya loh kak, linna itu beneran sayang sama loh. Tapi perbuatan loh kedia sungguh keterlaluan tahu. Lepaskan sakit! "
"Gue gak perduli killa karena gue sayang dan cinta sama loh! Lebih baik loh tinggalkan ukasya karena dia beneran gak sayang sama loh, dia cuma jadiin loh bahan taruhan tahu gak? " Pungkas Wildan.
"Gue gue gak perduli dengan kebenaran yang loh ucapkan barusan kak, karena gue tahu banget perasaan kak ukasya untuk gue. Dan ingat shelinna itu sahabat gue, gue gak mau dia sampai terluka gara-gara loh. Lebih baik loh sadar dan buka mata loh sekarang, shelinna itu wanita baik baik jangan buat dia terluka karena kebodohan loh kak! ". Sungut killa sambil terus berontak melepaskan tangannya dari genggaman Wildan
__ADS_1
Sedangkan linna yang daritadi terlihat sangat happy tiba-tiba langsung meneteskan air matanya, sebab dari tadi linna menyaksikan semuanya dari awal . Hati linna seperti teriris mendengarkan pengakuan dari Wildan itu. Namun dia tidak mampu membenci killa, karena killa tidak bersalah apa apa kepadanya. Yang bersalah adalah Wildan, linna percaya dengan semua orang killa dan tindakannya, karena dia tahu killa sudah menikah dengan ukasya dan sekarang pun dia juga tengah hamil muda. Jadi tidak mungkin sahabatnya itu menghianati dirinya.
Namun tiba-tiba ternyata ukasya yang tengah berkeliling mencari killa itu tiba-tiba berhenti sejenak ,dia juga melakukan hal yang sama dengan linna. Dari tadi terus memperhatikan jerak jerik killa dan Wildan yang mencurigakan, dia ingin tahu sebesar apa sekarang hati killa untuknya dan dia ingin tahu Wildan akan berbuat apa.
Hmmm... Gue yakin killa hanya mencintai gue.dan gue pengen lihat saja Wildan apa yang akan loh lakukan setelah ini . Sampai gue lihat dia sakiti killa habis loh. Batin ukasya.
Tiba-tiba killa berteriak kesakitan.
"Awww... Sakit lepaskan kak! " Ujar killa dengan meringis kesakitan karena Wildan terus menggenggam tangan killa dengan kuatnya. Ukasya yang melihat istrinya kesakitan itu sudah tidak tahan lagi akhirnya..
Bugh.. Bugh... Ukasya memukul Wildan hingga terdapat lebam dan keluar darah segar sedikit di ujung bibirnya.
"Brengsek loh sudah gue peringatkan jangan dekatin killa masih saja loh cari masalah lepaskan! " Sungut ukasya.
"Sudah kak sudah ayo kita pergi dari sini! " Killa menarik paksa tangan ukasya supaya mereka tidak jadi berantem dan berbuat masalah lagi.
"Lin-linna se-sejak ka-kapan loh disini? " Ujar killa dengan terbata bata.
"Sejak tadi kalian berbicara! " Ujar linna dengan enteng.
"Jadi loh sudah tahu yang sebenarnya? ".
" Iya gue tahu semua kok. Loh tenang saja killa, gue percaya kok sama loh. Loh gak bakal mungkin hianati gue karena kita adalah sahabat baik! " Ujar linna dengan tersenyum kecut , iya dia tidak bisa pungkiri sekarang ini hatinya lagi sakit tapi dia tidak bisa menyalahkan killa. Dia gak ingin persahabatannya hancur hanya karena masalah pria.
Akhirnya dia mulai berjalan maju menuju Wildan , dia menatap sinis sambil tersenyum miring ke arah Wildan yang sudah babak belur dibuat ukasya.
Plakkkk...
"Awww! " Rintih Wildan setelah linna melayangkan tamparannya kearah pipi Wildan, emosinya membara. Dia juga menatap Wildan dengan sangat tajam seperti memberikan isyarat akan terjadi peperangan.
__ADS_1
"Rasakan itu buat loh yang sudah menyakiti teman gue ! " Ujar linna dengan tegas.
Plakkk..
"Dan itu buat loh karena sudah menyakiti hati gue dan berubah menjadi pecundang! Mulai sekarang kita putus! " Ujar linna setelah memberikan satu tamparan lagi dipipi kiri Wildan.
Wildan hanya mampu terdiam dan menahan rasa sakitnya, sebab dia sadar , kalau yang dia lakukan adalah kesalahan. Dan dia juga pantas mendapat itu.
"Ayo killa, ayo kak ukasya kita pergi meninggalkan cowok pengecut sepertinya! " Ujar linna kesal.
Akhirnya kini mereka bertiga pergi meninggalkan Wildan sendirian di sudut taman sekolah. Wildan terus termenung.kini Dia mulai sadar kelakuannya sudah keterlaluan sekali. Dia juga telah faham sekarang cinta killa hanya untuk ukasya, dia akhirnya mulai belajar untuk iklas dan berusaha merelakan semuanya. Mungkin benar cinta itu tidak harus memiliki
"Gue benar-benar bodoh sekali, gue telah menyia nyiakan orang yang benar-benar mencintai gue dengan tulus! Gue harus melakukan apa? Gimana cara gue minta maaf kepada nya? " Gumamnya.
Sedangkan ditempat lain killa, ruri dan Reni berusaha menenangkan linna yang saat ini hatinya sedang tidak baik baik saja.
"Loh yang sabar ya linna!" Ujar Reni.
"Iya lin, sudah cukup loh jangan nangis lagi. Loh harus bangkit loh pasti bisa gue yakin kok! " Ujar ruri.
"Iya linna mereka benar loh harus tunjukkan loh baik baik saja, dan gue yakin habis ini pasti loh dapatkan yang jauh lebih baik dari pada kak Wildan, dia gak pantas buat loh dan gak pantas juga loh tangisin seperti ini! " Ujar killa berusaha menenangkan linna.
"Terimakasih ya teman teman , kalian emang sahabat ter the best buat gue! "
Kini mereka akhirnya berpelukan sambil tersenyum.
"Iya linna, kita akan selalu bersama. Karena kita adalah sahabat! " Ujar killa dengan masih memeluk linna.
Dua jam kemudian, kini mereka berempat segera ke parkiran sebab jam pelajaran mereka telah selesai. Sesampainya diparkiran semua teman teman linna segera pamit pulang duluan dengan pasangan mereka masing-masing. Sedangkan linna yang ditinggalkan sendirian diparkiran itu hanya diam terpaku disebelah mobilnya, dia merasakan senang melihat kebahagiaan teman temannya tapi dia juga merasakan sedih karena ketulusannya dinodai.
__ADS_1