
Beberapa saat kemudian, jam istirahat pun telah berbunyi. Kini semua siswa sudah banyak yang memasuki area kantin, bahkan disana juga sudah ada killa, ukasya, renita dan husen. Sedangkan linna dan ruri entah dari tadi belum kelihatan, begitu juga dengan hasan dari tadi pamitan ke toilet . Namun tidak kunjung datang ke kantin.
"Killa kita kekantin yuk, tadi kak husen sudah kirim pesan katanya kita sudah ditungguin sama kak husen dan kak ukasya! " Pinta Reni.
"Iya bentar lah, kita tunggu linna dulu ya".ujar killa.
" Ah gak perlu lah, nanti biar gue chat saja linna. Yuk kita duluan sudah lapar banget nih! " Ujar Reni.
"Tapi... "
"Sudah ayo! " Ujar reni kemudian menarik tangan killa keluar dari kelasnya.
Kini akhirnya killa dan renipun telah sampai didalam kantin dan kedua langsung duduk disamping pasangan mereka masing-masing.
"Hey, Kak!! "
"Hay hubby! "
Hey... Hey.. Ujar kedua pria itu bersamaan.
"Darimana saja kamu sayang, lama banget? Mas Sudah tungguin lo dari tadi! " Ujar ukasya.
"Ah gak kemana mana kok kak, kita tadi habis dari kelas kok, iya kan ren! "
"Iya bener kok kak kata killa! "
"Iya sudah , kamu mau makan apa biar mas pesankan! " Ujar ukasya.
"Killa pengen bakso level lima ya mas! "
"Apa? Gak gak, kamu gak boleh makan pedas pedasan . Ingat kamu lagi hamil bisa bahaya buat anak kita! " Protes ukasya.
"Sudah lah mas jangan terlalu overthinking deh, killa bisa jaga diri kok. Killa juga kuat kok, pasti nanti sibaby juga ikutan kuat kayak uminya! ".
" Gak... Gak boleh pokoknya. Bisa terbakar nanti lidah anakku gara-gara kamu susah dibilangin ".
" Iya sudah , iya aku mau bakso dengan level reguler! " Ujar killa kemudian memanyunkan bibirnya.
"Kok jadi begitu ekspresinya, marah ya? "
"Biarin.. Siapa suruh kakak mengganggu kesenangan ku! " Ujar killa ngambek.
"Sudah dong jangan ngambek sayang. Nanti mas ganti deh sepulang sekolah kita jalan jalan gimana? " Bujuk ukasya.
"Gak mau! "
"Terus maunya apa? "
"Hmmm killa mau kerumah mama ayumi boleh? Killa kangen banget sama mama boleh ya? " Pinta killa.
"Iya sudah, iya boleh! "
"Yey, terimakasih! "
__ADS_1
"Hmmm pagi pagi sudah diduguhi drama rumah tangga ni kita hon! " Ledek husen.
"Iya ni by, jadi pengen cepat cepat nikah ni! " Sahut Reni.
"Waaa yang benar hon, kalau gitu yuk kita nikah! " Ujar husen sumringah.
Seketika Reni langsung mencubit lengan husen karena merasa gemes banget dengar ucapan kekasihnya yang tanpa filter.
"Awww.. Sakit honey! Kenapa KDRT sih? " Keluh husen.
"Siapa suruh bicara tanpa di filter dulu. Nikah itu bukan mainan tahu! Aku juga masih pengen kuliah dan kerja! " Protes Reni.
"Hehehe iya iya maaf cuma bercanda kok hon. Jangan marah ya! "
"Hem! "
Beberapa saat kemudian ruri dan hasan pun datang mengejutkan mereka.
"Woy lagi pada ngapain nih? " Ujar hasan mengejutkan.
"Ck.. Emang dasar ya loh, saudara laknat! Hobby banget buat gue kaget! Kalau gue jantungan gimana? " Protes husen.
"Iya mati saja loh! " Timpal hasan dengan santai.
"Enak saja loh ya kak, kalau omong sembarangan saja . Cowok gue di suruh mati saja! " Sungut Reni.
"Iya ni, emang saudara gak tahu diuntung loh. Masak iya Reni belum gue kawinin sudah langsung jadi janda sembarangan kalau omong ! Mulut di filter! " Ujar husen kesal.
"Hehehe iya iya ma'af. Eh iya teman teman, gue mau kasih mengumumkan nih! " Ujar hasan sumringah.
"Gue sama ruri sudah resmi jadian! " Ujar hasan membuat ruri senyum senyum malu.
"Apa serius ni ri? " Tanya Reni.
"Iya serius, gue sama kak hasan sudah jadian kemarin! " Jawab ruri.
"Waaaa... Selamat ya ri gue seneng banget dengarnya! " Ujar killa kemudian memeluk ruri.
Lalu di ikuti Reni yang memeluk ruri. "Iya ri gue juga seneng banget, selamat ya! semoga kalian bisa langgeng! " Ujar Reni.
"Iya terimakasih ya teman teman! Eh tunggu deh sepertinya kita ada yang kurang ni! Eh iya mana shelinna , kok gak kelihatan batang hidungnya? " Ujar ruri.
"Oh linna ya entah, kita saja juga bingung dari tadi cari dia gak ada! " Sahut killa.
"Wa.. Ini ma gak biasa biasanya si linna menghilang kayak gini! ". Timpal Reni.
" Alah paling dia lagi di toilet kali! " Ujar ruri.
"Mana ada, ke toilet sampai tiga jam , mau ngapain? " Ujar killa.
"Boker kali dia hahaha" Timpal hasan.
"Ck.. Lihat tuh by saudara mu ma kebiasaan mulutnya gak bisa difilter apa? " Omel Reni.
__ADS_1
"Ala biarin lah, dia ma emang gitu gak usah ditanggapin! " Sahut husen.
Beberapa saat kemudian datanglah linna yang tengah bergandengan dengan Wildan.
"Hai teman teman! " Ujar linna.
"Hey dari mana saja loh? " Tanya ruri.
"Ada deh kepo banget! " Sahut linna.
"Eits tunggu.. Kok loh bisa sama kak wildan lin? " Ujar Reni.
"Iya apa jangan jangan kalian... "
"Hehehe iya gue sama kak wildan sudah jadian! " Sahut linna sumringah.
Sedangkan wildan dan ukasya sedaritadi sudah beradu pandang dengan sangat tajam.
"Waa selamat ya linna, kita semua ikut senang loh! " Ujar killa.
"Terimakasih teman-teman"
"Ck.. Sukur deh kalau loh sudah bisa move on dari killa! " Ujar ukasya sinis dengan memeluk killa.
Argh... Niat gue dekatin linna supaya bisa lebih dekat sama killa dan merebutnya dari loh tolol. Batinnya.
"Iya.. Gue cuma pengen buka hati gue buat orang yang benar-benar d
Sayang sama gue! "
"Ya bagus deh! "
Beberapa saat kemudian kini mereka semua telah kembali ke kelas masing-masing. Dan kini mereka sudah mulai mengikuti kembali mata pelajaran yang ada. Tak selang beberapa menit kemudian. Akhirnya bel pulang pun berbunyi. Kini ke empat gadis itu pergi pulang dengan dibonceng oleh pasangan mereka masing-masing.
Ya walaupun wildan menjalin hubungan dengan shelinna, akan tetapi hatinya masih menyimpan rasa dengan killa. Sebenarnya hatinya belum Terima kenyataan kalau killa sudah jadi istri orang lain makanya dia punya niat jahat yaitu memanfaatkan linna, supaya dapat mendapatkan kembali killa. Ya walaupun dia dasar bahwa perbuatannya itu sangat salah tapi karena dia sudah terobsesi dengan killa . Hingga membuatnya buta akan kebenarannya. Kini wildan dengan berat hati mengantarkan linna, namun itu harus dia lakukan supaya rencananya bisa berjalan dengan mulus tanpa ada yang curiga.
"Ini kemana dek jalanny? " Tanya wildan.
"Dari sini lurus saja kak, nanti ada perempatan belok kiri! " Ujar linna.
"Ok! "
Lima menit kemudian, kini wildan telah sampai didepan rumah linna. Akhirnya mereka segera masuk kedalam rumah linna.
"Yuk kak masuk dulu! " Pinta linna.
"Ah.. Sepertinya gak usah deh lin" Ujar wildan.
"La kenapa? "
"Gak papa kok, gue cuma gak enak kalau ketemu orang tua loh, lain kali saja ya! " Ujar wildan.
"Iya sudah deh, kalau gitu hati hati ya! "
__ADS_1
"Ok"