CINTA SETELAH HALAL "Perjodohan Anak SMA"

CINTA SETELAH HALAL "Perjodohan Anak SMA"
pov. Ruri (rayuan maut seorang hasan)


__ADS_3

Mereka terus terlihat perbincangan seru sampai tidak terasa, ternyata mereka sudah memasuki rumah mereka.


"Ya sudah sayang ceritanya di lanjut nanti lagi ok.sekarang sana kamu masuk kamar, lalu bersihkan badanmu dulu habis itu segera turun kita makan siang bareng-bareng ya! "


"Siap  bos hehehe". Sahut ruri. Kemudian berlarian kecil menuju kamarnya. Sedangkan Gita yang melihat tingkah anaknya yang menurutnya itu sangat lucu merasa heran dan hanya menggelengkan pelan Kepalanya, sebab masih tidak percaya ternyata putri kecilnya sudah menjadi gadis remaja.


"Dasar bocah! "


"Sekarang anak ku sudah mulai menjelma menjadi wanita dewasa! " Gumamnya.


Sedangkan ditempat lain ruri yang sedang rebahan diatas tempat tidurnya, sudah senyam senyum sendiri. Karena ketika dia sedang membuka ponselnya, ternyata ada pesan masuk dari kekasihnya itu.


(Hasan : Hai cantik, sekarang aku sudah sampai rumah loh! )


(Ruri : oh iya?)


(Hasan : iya darling, oh iya kamu lagi ngapain sekarang?)


(Ruri : lagi rebahan kak)


(Hasan : hmm..oh iya jangan panggil kakak terus dong! Kan kita sudah jadian! )


(Ruri : terus ruri harus panggil gimana dong?)


(Hasan : hmmm gimana kalau aku panggil kamu baby dan kamu panggil aku darling)


(Ruri : iya deh gak papa)


(Hasan : oh iya darling tadi aku lihat sepertinya ada seorang perempuan yang sedang mengintip kita di kaca jendela mu deh! Itu siapa?)


(Ruri : oh itu mama darling)


( hasan : apa mama kamu babe?)


(Ruri : iya kenapa memang?)


(Hasan: eh.. Eng-enggak papa kok be. Oh iya tadi mama gak marah kan kalau aku anterin kamu pulang? )


( ruri : ah gak kok)


"Ruri! " Teriak mama Gita.


"Kemana sih ni anak? Dipanggil dari tadi gak nongol nongol! " Gumam Gita.


Akhirnya Gita berjalan menuju kamar anaknya. Sesampainya disana Gita segera membuka pintu kamar ruri.


Ceklek...


"Ya Tuhan sayang, mama panggil dari tadi malah asyik mainin ponsel. Dasar ya kamu bener bener! " Omel gita.


"Hehehe maaf ma, ruri gak dengar! Emang ada apa sih ma? " Tanya ruri.

__ADS_1


"Ayo cepet turun, mama sudah siapkan makanan kesukaan mu loh. Ayo keburu dingin! " Ujar Gita.


"Ah iya ma, bentar lagi ruri turun kebawah! " Sahut ruri.


"Iya sudah kalau gitu, mama turun duluan ya. Dan kamu buruan nyusul, jangan lama lama! " Ujar Gita.


"Iya ma! " Sahut ruri.


Kini Gita sudah keluar dari kamar ruri.


(Ruri :  oh iya darling. Sudah dulu ya chattingannya soalnya mama sudah manggil tadi. Nanti aku kabarin lagi! )


(Hasan: ok)


Setelah selesai ruri segera meletakkan ponselnya tersebut diatas ranjang tidurnya. Lalu dia segera turun kebawah, sebelum orang tuanya nanti benar-benar murka kepadanya. Sebab daritadi ruri sudah ditunggu tidak kunjung datang.


"Hey ma! "


"Hay sayang, ayo cepat sini mama sudah masak makanan kesukaan kamu loh! " Ujar Gita.


"Yeay asyik.. Terima kasih ma! Mama emang  mama ter the best pokoknya! " Ujar ruri dengan sumringah.


"Pelan pelan sayang makannya, nanti tersedak loh! Masak anak gadis makannya lasak gitu, nanti kalau pacar kamu tahu kamu kek gitu bisa kabur dia! " Goda Gita...


" Is mama do'a nya jelek banget sih! "


"Iya salah sendiri kamu kapannya kayak gitu sih! " Ujar Gita.


"Habis masakan mama emang tidak ada duanya sih!  Siapa suruh masaknya enak! " Sahut ruri.


Ketika ruri akan segera tidur tiba-tiba ponselnya berdering. Dan ternyata ketika ruri melihat layar ponselnya terdapat tulisan hasan yang tengah menelponnya dengan video call.


"Oh ternyata kak hasan! "Gumamnya lirih.


"Hey babe! " Sapa hasan diseberang sana.


"Hey darling" Sahut ruri.


"Tumben belum tidur kamu, ini sudah malam loh? " Ujar hasan.


"Sebenarnya tadi mau tidur tapi ternyata kamu telpon darling, ya gak jadi deh! " Cerocosnya.


"Waaaa... Berarti aku ganggu nih be? " Tanya hasan.


"Ah.. Gak kok darling!  Oh iya, kita kan sekarang sudah jadian. Besok gimana caranya kita kasih tahu sama teman teman yang lain? " Ujar ruri seperti orang gelisah.


"Sudah tenang saja, nanti biar aku saja yang mengumumkan tentang hubungan kita sama anak anak, kamu jangan khawatir ya! " Ujar hasan..


"Ah iya! "


"Oh iya be, kamu tahu gak? Aku tuh kangen banget sama kamu! " Ujar hasan dengan tersenyum.

__ADS_1


"Ais.. Darling gombal deh! Perasaan tadi kita baru saja ketemu gitu! " Sahut ruri malu malu.


"Iya sih, tapi masih belum puas aku be. Jadi gak sabar pengen ketemu kamu. Kapan ya fajar akan muncul? " Ujar hasan.


"Sabar dong darling! " Jawab ruri.


"Be, aku gak bisa tidur nih! Temenin aku ya sampai aku tertidur. Kita video call saja jangan dimatikan ! " Perintah hasan.


"Ah iya! "


Beberapa jam kemudian karena saling asyiknya mengobrol lewat video call sampai mereka sama sama tertidur dengan lelapnya, dengan posisi video call masih menyala.


******


Keesokan harinya.


Jam menunjukkan pukul 06.00 pagi. Karena semalam ruri terus bergadang sampai larut malam membuatnya jadi kesiangan hari ini. Padahal jam pertama adalah jam pelajaran guru kiler.


"Mama ruri berangkat duluan ya? " Ujar ruri buru buru.


"Loh gak sarapan dulu nak? " Ujar Gita.


"Gak usah deh ma, ruri sudah kesiangan ini. Nanti ruri makan dikantin saja ma. Bye ma! " Ujar ruri kemudian mencium punggung tangan mamanya lalu segera berlari keluar.


Lalu ruri segera lari kejalan menunggu taksi online yang tadi sudah dia pesan.


Citttt....


"Selamat pagi mbk.. Apa benar ini dengan mbk ruri? " Ujar sopir taksi.


"Iya pagi pak. Iya benar pak, saya ruri! " Sahut ruri.


"Baik, ayo mbk silahkan masuk! "


"Iya Pak, langsung jalan saja pak ke lokasi yang seperti saya pesan kan lewat aplikasi! " Ujar ruri.


"Baik mbk! ".


Beberapa menit kemudian akhirnya ruri sampai di depan gerbang sekolah.


" Na sudah sampai mbk! " Ujar sopir taksi.


"Terimakasih ya pak! " Ujar ruri sambil menyodorkan uang pembayaran.


"Iya mbk... Ini uang kembaliannya mbk! " Ujar sopir taksi.


"Ah gak usah pak, buat bapak saja! " Ujar ruri.


"Terimakasih iya mbk"


"Iya sama-sama Pak! "

__ADS_1


Kemudian ruri segera berjalan masuk ke halaman sekolah. Kini dia berjalan menelusuri lorong koridor sekolah. Dia sengaja langsung berjalan menuju kelasnya karena takut nanti ketemu hasan dan bisa ketahuan sama teman temannya. Sebab dia belum siap bicara sama teman temannya itu.


Sesampainya didalam kelas ruri langsung duduk di kursinya. Tak selang beberapa lama kini bel masuk pun berbunyi. Semua siswa langsung masuk kedalam kelasnya masing-masing. Setelah menunggu beberapa waktu kini pak David pun sudah datang lalu memulai mata pelajaran nya


__ADS_2