
Seketika ukasya terbelalak matanya , kemudian segera brontok untuk melepaskan diri "ahhhh, sial! Mau apa loh ya, mencuri kesempatan dalam kesempitan ha? Gila loh mau renggut kesucian gue".ujarnya dengan segera berlari keluar dengan pipi yang merah seperti kepiting direbus.
"Hahahaha, mampus loh gue kerjain. Emang enak killa kok ditantang ya maju lah".Ujarnya kegirangan.
Namun tidak terlintas di dalam benaknya kalau ukasya akan menjadi salah tingkah seperti itu. Padahal tadi belum tentu juga syakilla lakukan. Tapi jika tadi ukasya meladeni nya mungkin killa sendiri yang akan meronta tidak Terima.
"Pokoknya dalam waktu dekat gue harus sudah diceraikan sama dia, gue udah gak sanggup lagi . Ini terlalu berat jangan gue yang menanggungnya biar saja loh yang menanggungnya. Biarlah gue masih muda sudah janda yang penting rasanya masih perawan. Ya gue gak akan rugi rugi banget lah kan tidak ada yang tahu selama ini gue udah nikah! "
Setelah selesai killa menggerutu dikamar nya, dia lalu mengikuti ukasya keluar kamar. Namun ternyata ketika killa mencari suaminya itu dari sudut ke sudut tidak juga menemukannya. Akhirnya dia memutuskan untuk ke lantai bawah, dan ternyata benar ukasya sedang berada di ruang makan bersama mamanya. Dia terus melihat kearah ukasya sambil menahan tawanya.
"Mamaku sayang" Sapanya.
Sebenarnya ingin rasanya killa meluapkan semua kekesalannya. Namun saat ini ada mama mertuanya yang begitu sayang padanya. Rasa hati tidak tega untuk melukai wanita parubaya itu menyeruak dipikiran dan dadanya. Karena baginya dia hanya punya masalah dengan ukasya. Jadi dia berusaha bersikap profesional.
"Hay sayang! Ayo makan dulu sini, kamu tenang saja ukasya sudah mama marahin tadi kamu tidak perlu cemas lagi ya sayang! " Ujar laiba.
" Ah mama, sudah tidak apa apa kok. Killa ngerti kalau ukasya pasti punya kesibukan sendiri yang tidak bisa ditinggalkan, killa bisa fahami kok ma. Tadi juga ukasya sudah minta maaf secara langsung sama killa . Bahkan dia juga kasih killa kejutan ma! "Ujar killa dengan tersenyum semanis gula.
" Wao yang bener kamu sayang. Dia lakukan itu? ".ujar laiba tidak percaya.
" Beneran mama, anak mama itu sangat so sweet banget tahu ma. Terimakasih ya mama sudah melahirkan dan merawat jodoh aku dengan baik".
"Uhuks... Uhuks... Ah sialan pakek tersedak pula! " Umpat ukasya kesal.
"Sudah sudah ini kamu minum dulu airnya. Makanya makan itu pelan pelan! " Ujar laiba sambil menyodorkan segelas air minum yang langsung di tenggak ukasya dengan habis.
" Tapi hari ini mama sangat bangga loh sama kamu ukasya, akhirnya kamu bisa berubah jadi suami yang baik buat menantu mama ini! "Ujar laiba dengan tersenyum kearah killa.
" Ahahahaha... I-iya ma pasti itu" Sahut ukasya dengan tertawa kikuk lalu melirik tajam ke arah istrinya itu.
Sedangkan killa tidak menghiraukan ukasya yang cari tadi pasti sudah mengumpatinya didalam hati sambil melirik tajam kearah nya. Dia terus memakan makanan nya itu dengan bodoamat seperti tidak terjadi apa apa.
Padahal tadi killa melihat muka lucu suaminya yang salah tingkah akibat ulahnya itu.
Memang enak loh. Killa kok dilawan.loh kira dengan loh menindas dan mempermainkan gue gampang apa kadal kok dikadalin yo ora iso hehehe...kalau loh pikir gue hanya mampu menangis aja ya sorry kali gue tidak selemah itu.rasain loh salah pilih lawan kan loh!.Batinnya.
Setelah selesai makan killa bersiap siap akan pergi keluar untuk ke minimarket dan ke toko buku. Laiba yang melihat menantunya sudah rapih dan berjalan sendiri, dia langsung segera menghampiri killa.
"Killa kamu mau kemana sayang kok rapih begitu? "
"Killa mau keluar sebentar ma ke minimarket sama ke toko buku buat materi tugas sekolah ma! "
"Loh kamu pergi sendiri sayang si ukasya kemana dia? "
"Ukasya lagi di kamar ma . Dia lagi istirahat katanya killa di minta pergi saja sendiri dengan naik taksi online! "Ujarnya dengan menunjukkan wajah sedihnya.
"Eh kok gitu, tunggu kamu jangan pergi dulu mama akan samperin itu anak bandel.. Masak istrinya disuruh naik taksi! "
"Sudah lah ma biarin saja mungkin ukasya lagi capek".
" Tidak tidak. Nanti kalau ada apa-apa sama kamu siapa yang jagain. Gak bisa kamu tunggu sebentar disini ya? "
"Iya deh ma ". Jawab killa .
Setelah laiba pergi membangunkan anaknya itu.
Killa mengumpat didalam hatinya. Hahahhaha rasain loH, hari ini loh gue kerjain terus emang enak. Gue jadi menang banyak karena dewi fortuna lagi memihak padaku. Batinnya.
Laiba kemudian membuka pintu kamar ukasya yang tidak terkunci, lalu dia menarik selimut ukasya hingga terjatuh ke lantai.
Seketika ukasya langsung terperanjat dari tidurnya karena terkejut ada mamanya.
"Apaan sih mama, kebiasaan banget deh! "
"Kamu ini kenapa. Ada apa dengan mu ukasya? Kamu enak sekali tidur sedangkan istrimu kenapa kamu suruh pergi sendiri ke minimarket sama toko buku ha... Kamu ini suami macam apa gagal rasanya mama didik kamu ukasya! " Teriak laiba sambil menarik tangan anaknya untuk bangun.
"Ih apaan sih ma? Tiba-tiba nuduh sembarangan saja mama itu jangan terlalu percaya sama dia, dia itu wanita ular yang berbisa. Dia loh daritadi tidak ada bicara apa apa sama ukasya ma! "Keluhnya.
"Ayo cepat bangun, atau mau mama telpon papa untuk segera pulang! "
"Ih mama selalu ngancam. Iya iya ukasya bangun. Tolong lah ma stop atur atur aku kayak anak kecil. Aku ini sudah dewasa, aku juga sudah punya istri ma bukan anak kecil lagi! "
"Salah sendiri kenapa susah sekali di bilangin! "
Ukasya langsung bangun dan mengambil jaket juga kunci motor nya , karena dia teringat tadi disekolah dia dibonceng wildan dengan naik motor sport nya itu.
__ADS_1
"Iya sudah mama tunggu didepan, kamu cepat turun! ".
" Iya mama".
Setelah dia keluar dari kamar dengan memakai jaket kulitnya yang berwarna hitam itu , dia langsung menghampiri killa yang sekarang tidak ingin menatapnya. Killa langsung mencium tangan mama mertuanya sedangkan ukasya sudah datang dengan motor sport nya.
"Eh kok pakek motor sih! "
"Biarin terserah gue lah... Kenapa memang? Bukannya loh suka ya tadi pagi dibonceng dia pakek motor nya hem? " Jawab nya dengan ketus.
"Kalau nanti ada yang lihat kita berdua bagaimana? ".
" Ya bodoamat. Seharusnya loh itu bersyukur bisa dibonceng cowok tampan dan sekeren gue! " Jawabnya dengan pede.
Killa memutarkan bola matanya dengan malas. Dia merasa sangat menyesal, kenapa tadi dia mengerjai nya segala? Kan sekarang dia sendiri yang menyesal. Dengan hati yang terpaksa killa akhirnya naik ke atas motor ukasya, namun ternyata ukasya tidak kunjung juga menyalakan motor itu.
"Kenapa tidak berangkat ? "
"Kamu ini bego atau gimana sih? Mana helm loh? "
"Gak ada. Mana punya gue? ".
"Ais... Dasar bodo banget! "Ukasya akhirnya turun lagi dari motor nya dan berjalan ke dalam membuat killa merasa aneh
"Kenapa sih tuh anak . Hidupnya selalu tegang banget sih tidak bisa santai marah marah mulu kerjaannya! ".
" Ini gue pakek in. Masak ginian saja gak ada! "
Killa hanya terdiam tidak menjawab ucapan ukasya, karena dia terpaku oleh sikap ukasya tersebut. Tanpa disadari senyum nya terbit dibibir mungilnya itu.
Kemudian ukasya menutup kaca helm dengan kuat..
Bruggg...
" Ih apaan sih loh gak iklas ya makekinnya? " Ujar killa karena terkejut.
Kemudian tanpa menggubris lagi ukasya melajukan motor nya dengan kecepatan sedang.
Emang bener ya, kalau gue sampai terpanah lagi pada sikap manisnya. Pasti langsung terkena musibah. Batinnya.
"Pegangan gue killa ! " Teriak ukasya.
"Tadi gue bilang. Pegangan gue! ". Ucapnya lagi.
" Issssh... Loh bicara apa sih? ".
Karena ukasya merasa kesal dengan killa yang terus tidak mendengar nya, akhirnya dia menarik tangan killa kedepan,. Hingga kini killa posisinya memeluk pinggang ukasya. Sontak saja killa terkejut karena dia merasakan gugup sekarang.
Ukasya tersenyum tipis, kemudian menambah kecepatan laju motor nya. Membuat killa sontak terkejut dan langsung mengeratkan pelukannya hingga kini tidak ada celah diantara mereka. Karena killa merasa ketakutan dia terus berkomat kamit mengucapkan doa untuk keselamatan nya.
"Ukasya kurangin laju motor nya, jangan kencang kencang gue takut banget! " Teriaknya setelah itu.
Namun ukasya justru mengerjai nya dengan mengatakan kalau dia tidak mendengar ucapannya.
" Apa? "
"Ih pelanin motor nya gue takut! " Teriaknya.
"Sorry gue gak dengar"
Killa merasa sangat kesal sekali dengan ukasya yang tidak mendengarkan dirinya bicara apa. Namun ukasya bukannya pelan justru dia semakin mengencangkan lagi motor nya terus menyalip kekanan ke kiri. Membuat killa jantung nya seakan mau copot dan mau tidak mau dia makin mengencangkan pelukannya dan menenggelamkan kepalanya ke punggung suaminya. Membuat ukasya semakin merasa bahagia.
" Ya Tuhan jika nanti hamba mati tolong jangan kau satukan lagi dengan pria ini di kehidupan kedua ku ya Tuhan" Killa mengucapkan doa dengan sungguh-sungguh dan segenap jiwanya.
Namun ketika ukasya mendengarkan nya
"Hahahahah.... Loh apaan sih, lebay banget? "
"Ukasya plisss pinggirin motornya gue mohon, gue takut kalau loh ngebut kayak gini, gue gak mau mati konyol mending gue naik taksi saja! "Pinta killa dengan memohon.
"Begitu saja takut cihhhh... Bukannya tadi loh yang ingin gue anterin hemm. . Sampai- sampai loh fitnah gue didepan mama kan. Ya sekarang rasakan pembalasan gue hahaha? " Ujar ukasya dengan tertawa menyeringai.
Ini ma senjata makan tuan ah.. Menyesal deh rasanya. Batin killa.
"Dasar ya, loh suami biadap... Gak peka banget sih ah... "
__ADS_1
Seketika itu raut wajah ukasya menjadi berubah dasar" Apa tadi loh bilang SUAMI?
Ada rasa senang didalam hatinya ketika killa menganggapnya suami. Tak bisa iya pungkiri walaupun dia belum timbul rasa cinta namun ketika killa katakan suami ada rasa bahagia tersendiri di hatinya.
Kemudian ukasya memperlambat laju motor nya itu , supaya killa bisa merasa tenang dan dapat bernafas dengan baik.
Namun karena tiba-tiba killa mencubit pinggangnya itu seketika membuat ukasya menjadi kesal padanya.
"Aww... Sakit! Gue ngebut lagi Ya? " Ujar nya dengan nada mengancam.
"Ya jangan dong, gue takut banget! "
"Gak papa pegangan gue saja ya... Gue mau balap lagi! ". Ujarnya.
Seketika killa langsung kembali tangannya memeluk erat pinggang suaminya tersebut.kemudian killa meletakkan kepalanya di puNdak ukasya dengan menghadap ke kiri. Ukasya yang merasakannya langsung tersenyum lalu melirik ke samping kiri sehingga wajah mereka menjadi sangat dekat.
Setibanya di minimarket mereka sama-sama turun lalu melepas helm nya. Kemudian mereka masuk kedalam minimarket bersamaan.
" Aku tinggal sementar ya beli minuman disana! " Ujar ukasya.
"Iya"
Ketika ukasya telah selesai mengambil minuman itu, dia lalu kembali menghampiri killa yang ternyata dia lagi kesulitan mengambil barang yang akan dibelinya.
" Ini, apa lagi yang ingin loh beli? " Tanya ukasya sambil memberikan barang yang tadi killa tidak bisa gapai.
"Ini saja "
"Ya sudah ayo kekasir sekarang! "
Setelah keluar dari minimarket mereka jalan ke arah toko buku yang kebetulan berada tepat di sebelah minimarket.
Dan setelah mereka telah memasuki toko buku akhirnya mereka berpencar.
"Gue mau kesanA dulu, dan loh cari buku yang loh mau. Nanti kalau sudah selesai buruan temuin gue di ruangan baca sebelah sana! "Titahnya.
Ukasya lalu menuju rak buku, dia mengambil salah satu buku kemudian duduk di kursi ruang baca yang sudah disediakan.
Sedangkan killa segera mencari buku yang akan dibelinya. Setelah dia menemukan nya dia langsung samperin ukasya yang sedang duduk sambil membaca.
"Hey gue sudah dapat buku nya yuk balik pulang! " Ajaknya.
" Oh iya , ayo". Ujar ukasya sambil berdiri. Kemudian dia segera mengembalikan buku yang tadi dibaca ke tempat nya semula.
Sedangkan killa menuju tempat kasir lalu membayarnya. Setelah selesai mereka kemudian segera mengendarai motor nya kembali pulang
Sesampainya dirumah killa langsung masuk kekamar nya . Lalu diikuti ukasya dibelakangnya.
Kemudian keduanya sama-sama merebahkan badannya diatas kasur yang amat empuk itu untuk istirahat. Beberapa jam kemudian ukasya terbangun , dia melihat ke sebelahnya ternyata killa masih juga tertidur dengan pulasnya.
Akhirnya dia berjalan menuju pintu kemudian membuka pintu kamar nya itu. Kemudian dia berjalan kebawah menuruni anak tangga . Dia berjalan menuju ruang makan, ternyata disana papa dan mamanya tengah duduk berdua akan segera makan.
"Loh killa mana ukasya kok tidak ikut makan? " Tanya laiba.
"Itu di kamar ma lagi istirahat". Jawabnya.
" Oh sana buruan panggil istrimu, ajakin dia turun untuk makan! " Perintah laiba.
"Iya mama" Jawabnya.
Ukasya langsung berdiri lagi lalu dia menaiki anak tangga menuju kamarnya. Sesampainya didepan pintu, ukasya langsung membuka pintu itu
Ceklek...
"Loh kemana dia, kok tidak ada ya. Apa ada dikamar mandi? ". Gumamnya sambil celingukan mencari keberadaan killa.
" Oh ternyata dia ada di balkon ngapain itu anak semedi atau gimana? ". Batinnya
" Hey loh, ngapain disitu? Dicariin mama, ayo turun kebawah. Kita sudah ditungguin mama sama papa diruang makan! "
"Iya duluan saja, nanti gue nyusul".
" Iya sudah terserah loh. Gue mau kekamar mandi dulu? " Ujar ukasya
"Hmm"
__ADS_1
Kemudian killa segera mengendap-endap menuju pintu kamar mandi.