
"Ok kak yuk"
Kemudian killa dan ukasya segera mendorong troli belanjaannya kearah kasir.
"is.. Kenapa antri banget, mana panjang kali! " Keluh killa lirih. Ukasya yang mendengar itu mulai tersenyum miring.
"Sabar sayang, kalau kamu capek ya sudah tunggu saja di dalam mobil, aku mau bayar ini dulu! " Ujar ukasya.
"Hemmm iya deh mas, killa kedalam mobil dulu ya! "
"Iya sayang ".
Kemudian killa segera melenggangkan kakinya menuju arah mobil ukasya. Dia menunggu dengan menyandarkan tubuhnya dibagian mobil ukasya, tiba-tiba wildan datang menghampiri killa.
" Hey killa, loh juga ada disini? " Tegur wildan.
"Hey kak wildan! I-iya kak, sedangkan apa kakak disini? " Ujar killa dengan gemetar.
"Gue tadi habis jalan jalan kebetulan lewat eh ternyata ada loh disini! " Tutur wildan sambil tersenyum.
"Oh... Gitu! "
"Eh iya btw... Loh sedang apa disini dan sama siapa? "
Aduh mampus gue harus jawab apa ini?. Batin killa dengan melamun.
"Hey killa kenapa bengong? "
Beberapa saat kemudian ukasya keluar dari minimarket dengan membawa barang bawaannya. Yang awalnya senyum senyum tiba-tiba berubah wajahnya menjadi seperti singa.
"Ck... Sial! Kenapa itu curut satu berani banget dekatin bini gue! " Gumam ukasya kesal kemudian ukasya segera mempercepat langkahnya menuju arah wildan dan ukasya.
"Hey curut, ngapain loh disini? " Tanya ukasya dengan menajamkan matanya kearah wildan.
"Sudah mas, jangan emosi ya. Tadi kita berdua gak sengaja kok ketemu disini iya kan kak? " Ujar killa menenangkan ukasya sambil melihat kearah wildan.
"Ck... Santai saja kali bro! Gue hanya kebetulan tadi lewat sini eh ketemu calon ayang gue! "
"****! Persetan dengan loh berani loh bilang istri gue seperti itu gue bunuh loh! "
"What? Istri! Tunggu tunggu, sebenarnya kalian ini ada hubungan apa? Dan kenapa tadi killa juga panggil loh mas,dan kok bisa kalian berdua ada disini ini kalian hanya kebetulan bertemu juga kan? " Tanya wildan kebingungan
"Ck... Pertanyaan loh banyak banget anak tuyul kayak reporter saja! " Ledek ukasya dengan tersenyum sinis.
"Argh... Jawab dulu dodol pertanyaan gue? " Ujar wildan kesal.
"Oh jadi loh pengen tahu ya, ok gue kasih tahu loh dan habis itu loh harus pergi sejauh mungkin dari sisi killa jangan lagi dekati dia! " Ujar ukasya sedangkan killa seketika langsung melotot mendengar ucapan suaminya itu.
Aduh mampus, tamat deh riwayat gue. Batin killa sambil memberi kode ukasya supaya tidak mengatakan hal yang sebenarnya.
"Ini ada apa sih? "
"Loh dengar baik baik ya wildan... Asal loh tahu gue sama killa kesini itu naik mobil yang sama, tujuan yang sama, dari rumah yang sama dan asal loh tahu gue juga memiliki ranjang yang sama! " Jelas ukasya dengan tersenyum tipis. Sedangkan killa hanya mampu memejamkan matanya sambil memegangi lengan suaminya
__ADS_1
"Ma-maksud loh? "
"Iya seperti yang loh ketahui sekarang ini, gue dengan killa sudah menikah! " Ujar ukasya dengan bangga penuh kemenangan.
"What loh hanya bercanda kan? Killa ini gak bener kan? "
"Maaf kak tapi yang dikatakan kak ukasya benar adanya! " Ujar killa dengan menunduk.
"Gak gak ini gak mungkin. Kalian pasti berbohong kan? "Ujar wildan sambil memegangi tangan killa.
"Ck .... Ngapain gue bohong. Emang tampang kita ada gitu berbohong, dia memang istri gue. Mau apa lagi loh pegang pegang istri gue , singkirkan tangan kotor loh dari tangan istri gue! " Ujar ukasya dengan menyeringai puas.
"Yuk sayang kita pergi dari sini! " Ajak ukasya sambil menggandeng tangan killa lalu membukakan pintu mobil untuk killa.
Setelah killa masuk kedalam mobil kini ukasya segera mengambil barang belanjaannya sambil tersenyum sinis kearah wildan dengan penuh kemenangan.
Sedangkan wildan sedaritadi hanya terdiam menatap kearah killa.
Setelah ukasya selesai memasukkan barang belanjaannya kedalam bagasi kemudian segera masuk kedalam mobil lalu melajukan mobilnya.
Sedangkan wildan hanya menatap kepergian mobil ukasya dengan mengacak-acak rambutnya dengan frustasi.
"Argh... Sial! Kenapa harus loh killa yang jadi istri dia?" Teriak wildan
"Kenapa hati ini sakit banget? " Gumam wildan.
Kemudian dia segera berjalan kearah motor sport nya lalu melajukan pergi.
Sedangkan kini ukasya dengan killa sudah berada di halaman restoran.
"Sudah kamu tenang saja, semua akan baik baik saja! Ayo kita keluar mobil! " Ajak ukasya setelah selesai memarkirkan mobilnya.
"Iya kak".
Akhirnya kini mereka berdua keluar dari mobilnya lalu berjalan masuk kedalam restoran.
"Kamu ingin makan apa sayang? " Tanya ukasya.
"Hemm samakan saja mas! "
"Ok"
"Kami pesan ini, ini, ini sama ini ya kak! " Ujar ukasya
"Baik silahkan ditunggu sebentar ya kak! " Ujar pelayan restoran.
Beberapa menit kemudian kini pesanan mereka ternyata sudah datang..
"Ini kak pesanannya silahkan dimakan! "
"Terimakasih kak! " Ujar killa.
"Iya sama sama! "
__ADS_1
Kemudian killa dan ukasya segera melahap makanannya.
"Hemmmm.... Enak banget mas makanannya! " Ujar killa dengan menikmati makanan nya.
"Kamu suka sayang? "
"Suka banget "
"Iya sudah makan yang banyak ya sayang" Ujar ukasya dengan tersenyum.
"Hmmm".
Setelah selesai makan kini mereka segera ke kasir.
" Ahhhhh.... Kenyang! "
"Alhamdulillah, yuk kita pulang! " Ajak ukasya.
"Iya ayo! "
Kini setelah mereka selesaikan pembayarannya. Mereka segera kembali pulang ke apartemen mereka.
Sesampainya di apartemen kini mereka segera meletakkan barang belanjaannya kedalam dapur, lalu mereka masuk kedalam kamarnya untuk istirahat.
Kini mereka berdua mulai terlelap didalam tidur nya. Dengan disinari cahaya rembulan menambah indahnya suasa dimalam hari.
******
Keesokan harinya kini killa terbangun lebih dahulu, dia segera masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri
Kemudian setelah selesai ia mandi kini segera bergegas ke dalam dapur untuk menyiapkan sarapan sebelum berangkat sekolah.
Karena tadi bangunnya agak kesiangan maka killa hanya bisa membuat sandwich saja.
Setelah selesai menyiapkan sarapan kini killa segera maduk kekamar untuk membangunkan ukasya.
" Mas bangun sudah pagi sayang! " Ujar killa sambil menggoyang goyangkan tubuh ukasya
Namun ternyata belum juga bergerak akhirnya killa segera menarik selimut ukasya hingga jatuh ke lantai.
Akan tetapi ternyata ukasya tetap tidak bergerak atau pun terbangun. Akhirnya killa memberanikan diri mendekati ukasya , untuk melihat apakah ukasya sudah membuka maka atau belum.
Tiba-tiba ukasya dengan cepat menarik tangan killa hingga dia jatuh menimpa dada bidang milik ukasya.
Brugg...
"Ah. . Mas ukasya ini ! " Pekik killa namun ternyata ukasya senyum.
"Argh... Mas ukasya kerjain killa ya? "
"Hehehe iya sebenarnya mas sudah bangun dari tadi sayang! " Sahut ukasya
kemudian dia menggulingkan killa ke sampingnya lalu ukasya mengukung tubuh killa dibawah.
__ADS_1