
dan kini keduanya sedang bercanda gurau selayaknya sepasang kekasih, ya walaupun awalnya fara merasa begitu canggung tapi melihat afgan begitu care dan baik juga tulus kepadanya, membuatnya terasa sangat nyaman. kini fara mulai terbiasa dengan semua perhatian dari afgan.
mereka berdua saling bercerita tentang kehidupan masing-masing. ya walaupun tidak semua diceritakan karena mereka masih menjaga privasi masing-masing sebelum adanya pernikahan.
namun tiba-tiba saat mereka sedang asyik berdua. ponsel afgan pun berdering.
"kenapa tidak diangkat? " tanya fara.
"ah.tidak apa-apa. paling juga tidak terlalu penting! " ujar afgan.
"benarkah? memang siapa yang telpon? " tanya fara kembali terlihat sangat penasaran.
"bukan siapa-siapa! "
tiba-tiba ponsel itupun berdering kembali.
"angkat saja sana. berisik banget! " pungkas fara.
"baiklah kalau gitu aku tinggal sebentar! " afgan lalu pergi kearah balkon kamarnya.
fara yang sedaritadi penasaran, akhirnya memutuskan untuk menguping membicarakan afgan dengan seseorang didalam telpon. terlihat jelas afgan begitu serius menanggapinya.
beberapa saat kemudian afgan langsung menutup telponnya karena ternyata dia menyadari kalau fara tengah menguping membicarakan nya dibalik tembok.
dengan perlahan namun pasti kini afgan berjalan menuju arah fara sembunyi. kemudian dia segera meraih tangan faradinelis lalu membawa fara dalam pelukannya.
"Hai sayang! apa yang tengah kamu lakukan disini? kamu tengah memata mataiku ya? " tanya afgan dengan menaikan sebelah alisnya.
"ah... a.. nu... itu. hmmm tidak kok, tadi aku cuma penasaran kenapa kamu telpon pakek acara menjauh dariku? katamu itu tidak penting! lalu apa yang sudah kamu lakukan tadi? " ujar fara dengan gugup dan menunduk.
afgan yang mendengar hal itu langsung tersenyum penuh kemenangan. lalu dia memegang dagu fara dan mengangkat nya hingga kini posisi mereka saling menatap satu sama lain.
"sayang apakah kau tengah cemburu? ". tanya afgan
__ADS_1
" tidak. siapa bilang? " sahut fara kemudian memalingkan pandangannya.
afgan yang melihat ekspresi fara yang malu malu meong meong itu semakin gemas. ingin sekali dia mencium bibir yang mengerucut tapi menggemaskan baginya itu.
"hahahha... sungguh menarik sekali! kamu itu sangat menggemaskan sekali sih sayang. ingin rasanya aku makan kamu sampai habis! " godanya. membuat fara langsung menatapnya tajam kemudian membelakangi afgan.
tiba-tiba. grep.. afgan segera memeluknya dari belakang. lalu dia segera mencium nya. kini ciuman itu semakin menjadi dan menuntut. dan akhirnya terjadinya pergulatan sengit diantara mereka ya. walaupun belum sampai membobol gawang pertahanan dari seorang faradinelis arasya.
setelah selesai dan mereka mendapatkan pelepasan masing-masing. kini afgan memeluk fara hingga wajah mereka sangat dekat tanpa ada jarak.
"sayang percayalah. aku hanya mencintaimu dan sampai kapan pun hanya kamu ratu dalam hidup ku! " ujar afgan.
"apakah itu benar? lalu tadi siapa yang menelponmu? " tanya fara kemudian membenamkan wajahnya kedada bidang milik afgan.
"oh itu. itu adalah sahabat ku sekaligus orang kepercayaan ku. dia namanya Rionel glow atmajaya. dia adik ipar dari hilma! kami sudah berteman semenjak beberapa tahun lalu ketika orang tua garel datang kemari dan berniat ingin menjodohkan garel dengan hilma! " ujar afgan.
"oh begitu! "
...----------------...
Flash on...
seketika emily tertawa dengan keras.
"hahaha.. selamat kamu dapat nilai 100.tebakanmu emang benar sekali Rionel glow atmajaya , dia adalah sahabat karib calon suami mu. dan oh iya sampai lupa. perkenalkan namaku emily mantan kekasih dari adik ipar mu garel glow atmajaya. tapi sepertinya impianmu jadi kakak ipar akan sirna. sebab akan aku pastikan kau tidak akan pernah menikah dengan afgan hahahaha! "
"emily hentikan. lepaskan faradinelis arasya dia tidak tahu apa-apa soal ini. urusan mu hanya dengan kami! " sentak hilma berusaha menghentikan emily yang mencekik leher fara.
emily yang sudah terbakar emosi itu mulai gelap mata. apa lagi omongan hilma membuat emosinya semakin mendidih.
"kak fara bertahan kak! " ujar hilma kemudian dia berusaha menendang kaki emily hingga membuat keseimbangan emily goyah dan hampir terhuyung. Seketika dia langsung melepaskan tangannya dari leher fara yang hampir kehabisan nafas itu.
"berani sekali kau menyentuhku! " tatap emily dengan tajam.
__ADS_1
"kau gila! jangan coba coba kau melukai fara atau kau akan ku buat menyesal! " teriak hilma.
"hahahaha kau mengancamku! dasar wanita tidak tahu diri! lihatlah dirimu sekarang.. mau jadi pahlawan kesiangan. gak sadar kamu ha, kau menyelamatkan diri sendiri aja tidak bisa! "
"asal kamu tahu hilma. aku tidak akan pernah lupa bagaimana afgan berusaha memisahkan ku dengan kekasih ku itu! " ujar emily kesal mengingat dirinya sudah dijebak oleh afgan dengan Rionel.
"hahhaha.. lucu sekali ya kamu ini. kalau memang itu ulah kakakku. lalu kenapa kamu menikmatinya dengan Rionel ha! mikir dong jadi orang. kalau kau tahu diri pasti sudah mikir kau itu sudah menjadi kekasih kakaknya Rionel yaitu garel lalu kenapa kamu justru merayu Rionel dan melakukan hal lebih! apakah sudah hilang akal sehat mu? " ujar hilma kesal karena kakaknya terus disalahkan oleh emily.
" dan asal kamu tahu emily caramu ini sungguh sangat kampungan! lebih baik kau lepaskan kami berdua. daripada nanti kau akan menyesal jika orang-orang kak afgan bisa menemukan keberadaan kami! " ancam hilma.
"hahahahah... kau mengancamku lagi. masih berani rupanya kamu ya! baiklah mari kita lihat siapa yang menang diantara kita disini! " ujar emily.
"pengawal cepat kemari! dan bawa juga air itu kemari! " teriak emily sambil menyeringai jahat.
beberapa saat kemudian si pengawal itupun datang dengan membawa minuman yang didalam botol kecil. lalu diberikan lah botol tersebut ke emily.
"ini nona! "
"baiklah.sekarang ayo hilma muka mulutmu dan minumlah air ini! " perintah emily sambil mencengkeram kuat rahang hilma hingga otomatis mulut hilma terbuka. setelah emily langsung meminumkan air tersebut.
"hahahhaa.. sangat pintar sekali kamu hilma! minumlah air ini dan aku pastikan kau akan merasakan penderitaan yang sangat luar biasa. kau akan melihat anakmu yang belum lahir itu akan ma** secara perlahan didalam kandungan mu sebelum dia melihat dunia yang jahat ini hahahahhaah! " seru emily kembali belike sukses buat wajah hilma berubah panik seketika.
"ya Tuhan hilma! Rionel aku mohon cepat kau selamatkan hilma. emily mau membunuh keponakan mu cepat! " teriak fara dengan wajah yang kawatir.
Tiba-tiba
bruk... suara pintu terbuka karena ditendang seseorang dari luar.
seketika mereka semua yang didalam sana langsung menoleh ke sumber suara tersebut.
"afgan! garel! " ujar emily dan fara bersamaan.
sedangkan hilma dia sudah tidak bisa berfikir jernih. dia menjadi pucat wajah nya karena takut kalau bayinya kenapa napa.
__ADS_1