
akhirnya setelah selesai mandi faradinelis yang sudah mengenakan handuk kimono untuk menutupi tubuhnya yang usai mandi.kemudian Afgan yang hanya memakai sehelai handuk yang sudah dililitkan di pinggangnya itu,kini segera menggendong faradinelis dengan ala bridal style.
ceklek... suara pintu kamar mandi dibuka dari dalam.
lalu Afgan segera keluar dari kamar mandi menuju ruang ganti. setelahnya Afgan langsung mendudukkan faradinelis di atas kursi meja rias. sedangkan Afgan kini sudah berjalan menuju lemari pakaian yang cukup besar dan mewah. lalu dia mengambilkan pakaian untuk dirinya dan juga gaun yang bermerk untuk faradinelis. setelahnya Afgan segera mengambil hair dryer untuk mengeringkan rambut faradinelis yang basah.
tap... tap.... tap... suara kaki Afgan berjalan menghampiri faradinelis.
"ini pakailah dan hadap kesana, aku keringkan rambutmu dulu! " ujar afgan sambil memutar tubuh faradinelis menghadap ke arah kaca.
"kamu mau ngapain tuan? kalau hanya mengeringkan rambut pun aku juga bisa sendiri. lebih baik sekarang kamu pakai bajumu dulu! " ujar faradinelis sambil memegangi pergelangan tangannya supaya afgan berhenti dari aktivitas nya.
seketika afgan langsung memicingkan sebelah matanya. " kenapa? apa kamu takut lemah imanmu karena melihat tubuhku? " goda afgan sambil tersenyum lalu dia segera menggenggam tangan faradinelis lalu melepaskan genggaman tangan faradinelis ditangannya. setelah nya afgan segera melanjutkan mengeringkan rambut faradinelis.
"ck.. menyebalkan, sudahlah berhenti kau menggodaku! " ujar faradinelis dengan kesal lalu memanyunkan bibirnya.
"iya sudah. aku akan berhenti menggodamu tapi izinkan q mengeringkan rambut mu dulu ya! aku hanya ingin belajar menjadi suami yang siap siaga. jadi sekarang kamu hadap cermin lagi! "ujar afgan.
blushing.. seketika memerahlah pipi faradinelis arasya . Setelahnya afgan segera menyisir rambut faradinelis dengan penuh hati-hati dan kelembutan.
beberapa menit kemudian..
" sudah selesai! sekarang kamu ganti bajumu! " ujar afgan kemudian meletakkan kembali sisir tersebut ketempatnya.
"hmm.. tunggu! kamu mau kemana? "tanya faradinelis ketika mengetahui afgan hendak beranjak dari dekatnya.
" ada apa sayang? aku cuma ingin mengeringkan rambut ku lalu mengganti bajuku. kamu jangan khawatir aku hanya sebentar dan tidak akan kemana-mana sayang! "ujar afgan membuat pipi faradinelis merona kembali karena malu.
" hmm.. karena tadi kamu sudah membantu ku jadi biarkan aku membantu mu mengeringkan rambutmu itu! "
__ADS_1
segera faradinelis menarik tangan afgan supaya duduk diatas meja menghadap ke dirinya. kemudian dia segera mengambil hair dryer lalu mengeringkan rambut nya.
kini faradinelis dengan antusias mengeringkan rambut afgan. sedangkan afgan sedari tadi hanya memandang wajah faradinelis sambil tersenyum.
"terimakasih ya sayang! " ujar afgan dengan tulus. setelahnya dia segera meraih pinggang faradinelis dengan menggunakan kedua tangannya. kemudian menarik tubuh faradinelis supaya semakin dekat dengan nya. lalu dia segera mendekap tubuh faradinelis kemudian dia menenggelamkan wajahnya didalam dada faradinelis dengan posisi afgan duduk didepannya dan faradinelis berdiri didepannya.
"aku sungguh tulus kepada mu sayang. aku sangat mencintaimu jadi jangan meragukan diriku apalagi mencoba pergi dari sampingku. walaupun kita baru mengenal dan bertemu tapi aku sungguh tidak mampu hidup tanpamu. izinkan aku selalu ada disamping mu, selalu menjadi pelindung mu dan menjagamu. aku berjanji akan hal itu, jadi tetaplah menjadi milikku apapun itu kondisinya! " ujar afgan
sedangkan faradinelis langsung tertegun seketika karena ucapan afgan tersebut. namun entah kenapa dia juga merasakan nyaman berada dipelukan afgan.
"nah.. sudah selesai! sekarang aku mau ganti baju dulu! " ujar fara.
Tiba-tiba tok... tok... tok... suara ketukan pintu, sepertinya ada seseorang yang datang mencari afgan. dan ketika afgan menyadari ada yang mengetuk pintu kamar nya dia segera berpesan kepada faradinelis untuk didalam kamar saja dan tunggu dia kembali lagi.
"sayang seperti nya didepan ada orang yang mencariku. kamu tunggu didalam sini dulu , jangan kemana mana nanti aku kesini lagi! ".ujar Afghan lalu mengecup pucuk kepala faradinelis.
" iya! " jawab faradinelis dengan menggunakan kepalanya pelan. setelah itu afgan segera berjalan menuju pintu .
"sepertinya ini masih baru saja dibeli oleh nya! "
gumamnya kemudian dia segera mengeluarkan baju tersebut lalu mengenakannya.
setelah selesai dia segera berjalan ke arah ranjang dilihatnya dengan seksama disekitar dan penjuru kamar.
"apakah dia keluar? kenapa tidak ada dia.? mungkinkah ada suatu hal yang penting kali ya? " gumamnya sendiri.
Karena dia tidak melihat ada siapapun disana akhirnya dia memutuskan untuk berjalan menuju arah ranjang. ketika dia akan merebahkan tubuhnya tiba-tiba dia tidak sengaja melihat sesuatu diatas meja. kemudian dia segera bangkit kembali dan berjalan menuju meja rias.
"apa itu? sepertinya itu alat make up! "
__ADS_1
tap... tap... tap... suara langkah faradinelis.
"oh iya memang ini alat make up. tapi waow....lengkap sekali ini ma namanya is magic. mana kelihatan ini branded semua memangnya sekaya apa si afgan itu? "
"ah.. bodoamat lah. bukan urusan ku juga. tapi tunggu apakah ini buat ku? "
"iya mungkin saja ini buatku yang sengaja diletakkan disini oleh afgan. sungguh laki-laki yang romantis! " ujar faradinelis sambil tersenyum.
setelah itu dia segera duduk diatas kursi menghadap meja rias. lalu dia memakai make up ke wajahnya dengan sangat tipis supaya terlihat natural dan sedikit fresh dan tidak terlihat pucat.
Tiba-tiba...
ceklek... suara pintu kamar terbuka dari luar. faradinelis segera menoleh kearah suara.
"sepertinya dia sudah kembali! " gumamnya pelan.
Ternyata sesuai dengan dugaan faradinelis. ternyata itu benar afgan. karena dia bisa melihat dengan jelas setelah afgan mulai memasuki kamar tersebut. sungguh membuat faradinelis terpesona. bagaimana tidak terpesona. penampilan afgan sungguh sangat memukau dan keren banget, memakai setelan baju dan jas yang senada dengan dress pemberian nya untuk ku pakain. sungguh hal itu membuat nilai plus untuk afgan dimata faradinelis arasya.
Afgan lalu berdiri tepat dihadapan faradinelis lalu dia segera menyondongkan wajahnya kearah telinga faradinelis arasya. lalu dia pun membisikkan sesuatu kepada faradinelis.
"sayang.. kau sungguh sangat memukau hingga ku sulit mengalihkan pandangan ku kepadamu! " ujar afgan sambil tersenyum.
blushing.. seketika wajah cantik nan ayu itu menjadi memerah karena ucapan afgan yang terlalu frontal baginya. dia sungguh dibuat panik dan tersipu malu oleh nya.
"apakah kau sudah siap sayang? " tanya afgan. membuat faradinelis segera bertanya tanya.
"memangnya kita mau kemana? " tanya faradinelis balik.
"aku ingin membawa mu pulang kerumah, menemui orang tuaku. aku ingin segera memperkenalkan mu pada mereka! "
__ADS_1
"oh! "
lalu afgan segera menggandeng tangan faradinelis arasya. kini keduanya segera melangkahkan kakinya keluar kamar. Namun sesampainya diluar kamar faradinelis langsung dibuat syok olehnya. bagaimana tidak didepan kamarnya terdapat banyak pengawal atau orang orang yang berbadan kekar dan tegap yang sedang tunduk hormat kearah dirinya dan afgan.