CINTA SETELAH HALAL "Perjodohan Anak SMA"

CINTA SETELAH HALAL "Perjodohan Anak SMA"
memancing di air yang keruh (sengaja kencan bersama saingannya)


__ADS_3

Kini ditempat yang lain, terlihat ukasya yang masih membuntuti killa dan Wildan.


Hingga sekarang mereka berhenti disebuah resto. Membuat ukasya menjadi sangat kesal.


"Argh! Kenapa kesini sih pakek pegang tangan lagi? Awas ya loh Wildan, *a**s loh sama gue! "Ancam ukasya dari kejauhan.


Kini ukasya turun dan menguntit mereka berdua dari belakang, karena dia ingin lihat mereka mau melakukan apa.


Ukasya berjalan masuk dengan santai nya. Dan ketika killa tengah duduk dia melihat ukasya juga berasal disana. Dengan tersenyum licik dia melancarkan aksinya lagi.


Aduh maafkan gue ya kak, gue manfaatkan loh bentar. Batinnya.


"Ah iya kak seperti nya killa lagi gak pengen deh makan disini! Cari tempat lain yuk! " Ujar killa.


"Kenapa loh gak suka ya? " Tanya Wildan dan killa hanya mengangguk.


Kemudian killa berdiri akan menggandeng tangan Wildan. Dan disaat itu juga Wildan menyadari di sudut sana ada ukasya yang melihat kearahnya. Wildan tersenyum sinis lalu menggandeng killa keluar.


Ketika mereka melewati ukasya yang tengah duduk. Tiba-tiba killa menyapa.


"Hey ternyata ada kakak juga disini. Siapa namanya ya lupa gue! Ah iya kak ukasya ya. Kok sendiri saja lagi tungguin seseorang ya. Ya sudah kalau gitu kita pamit ya selamat bersenang-senang! " Ujar nya dengan tersenyum manis.


Argh ****! Sial berani betul mereka, awas saja nanti. Umpat nya didalam hati.


Kini dia ingin sekali menarik paksa killa untuk pulang. Dia benar-benar gak rela bini nya disentuh siapapun.


Kini ukasya mengirimkan pesan singkat ke killa


__________________


***ukasya:


hei curut, jangan keganjenan lo di luar. Ayo cepat pulang, mau loh gue aduin mama papa kalau loh lagi selingkuh di luar hah! Perintah ukasya.


***Ukasya:


Cepat kesini gue tungguin lo didalam mobil!


________________


Killa langsung membuka HP nya yang sedari tadi bergetar di sakunya. Kemudian killa melihat nya , ternyata terdapat dua pesan singkat dari ukasya.


Namun killa tidak menggubris nya. Justru dia hanya melihat ke belakang lalu meledeknya


Bodoamat, gue gak perduli. Batinnya.


"Kak Wildan sorry ya? " Spontan killa melepaskan tangannya dari lengan Wildan.


Wildan mengernyitkan keningnya dengan penuh tanya.


Kenapa dilepaskan pegangan tangan gue, prasaan tadi dia antusias banget peluk lengan gue, aneh. Kenapa sikapnya jadi berbeda?. Batinnya.


"Wildan! " Seru ukasya.


Wildan langsung menoleh kebelakang dan tersenyum sinis"kenapa panggil panggil? "


"Loh diminta balik ke sekolah katanya hari ini ada kompetisi pertandingan basket dengan sekolah sebelah!  Loh di minta segera datang kesana! "Perintahnya.


"Tanpa loh ingetin juga gue sudah tahu kali! Loh tenang saja masih ada waktu  beberapa menit lagi jadi gue mau jalan dulu sama killa. Oh iya loh kenapa bisa ada di sini? Nguntit ya loh? Apa jangan jangan loh suka ya sama gue!? "


"****.. Sialan! "


Kemudian ponsel killa mulai berdering.


"Iya ma hallo, kenapa ma? "


"Sayang, apakah hari ini kalian sudah pulang? " Tanya laiba.


"Iya ma ini sebentar lagi kami pulang ada apa ya? "


"Gak papa ini loh killa kan hari ini kalian akan pindah ke apartemen jadi mama harap kalian segera pulang kerumah ya! "


"Baik ma"


Killa pun menutup telpon nya.


"Sorry kak, seperti nya killa gak bisa ikut kakak. Mungkin lain Waktu bisa soalnya tadi orang tua killa sudah telpon minta killa segera pulang dan kakak juga seperti nya masih ada urusan jadi maaf ya killa pulang dulu naik taxi  gak perlu diantarkan! "


"Yakin! Gak mau diantar! "


"Iya kak, killa tadi sudah pesan taxi bentar lagi sampai! "


Beberapa menit kemudian taxi yang di pesannya telah sampai. Kini killa menaiki taxi tersebut.


Setelah killa pergi menaiki taxi meninggalkan Wildan dan ukasya disana. Kemudian Wildan menatap kearah ukasya dengan sinisnya lalu dia menaiki motor sport nya dan melajukannya meninggalkan ukasya sendiri di tempat tersebut.


"****.. Menyebalkan loh killa! Awas loh nanti . Gue bakal buat perhitungan sama loh". Gerutu ukasya.


Lalu ukasya segera menaiki mobilnya dan melajukannya dengan kecepatan tinggi karena mengejar taxi yang ditumpangi killa.


Dia terus mencari taxi tersebut dan akhirnya membuahkan hasil. Dia terus membunyikan klakson mobilnya untuk menyuruh sopir taxi itu menepi di pinggir jalan. Namun ternyata bukan nya menepi justru killa memintanya untuk melajukannya.


Tin....


Tin....


"Killa berhenti loh! " Teriak ukasya dengan memposisikan mobilnya disamping taxi killa.


"Neng, ini gimana ? Ada yang ngikutin kita! " Tanya sopirnya.


"Sudah pak jangan takut. Lajuin lagi saja mobilnya jangan digubris orang gila" Ujar killa.


"Baik neng" Taxi itu semakin cepat lajunya membuat ukasya jadi geram.


"Woy berhenti gak loh! "


Ukasya tambah lagi kecepatan mobilnya itu hingga melewati taxi tersebut dan menghadangnya .


"Hey cepat buka pintu nya! " Teriak ukasya sambil mengjedor jendela.


"Aduh neng ini gimana? " Tanya si sopir dengan ketakutan.

__ADS_1


"Sudah pak gak usah takut . Gak akan terjadi apa apa kok, biar saya yang hadapin! "


"Iya neng"


Kemudian killa membuka pintu taxi tersebut. Dan kini ukasya segera menarik tangan killa.


"Ayo cepat keluar ikut gue! "


"Ih lepasin kak! Jangan kasar kasar kenapa sih! "


"Bodoamat , siapa suruh loh tadi pergi naik taxi sendiri. Nanti mama bisa marah berat sama gue, gara-gara biarin loh naik taxi. Ayo cepat turun! "


"Gak mau gue bilang! "


"Killa! Cepat turun gue ini suami loh jadi loh harus nurut sama gue ngerti! "


Sedangkan di depan, sopir itu kebingungan dengan apa yang telah terjadi.


"Suami! Jadi kalian suami istri, bukan nya kalian masih anak SMA kok bisa? "


Ups keceplosan deh... Akhirnya mereka berhenti bertengkar dan saling beradu pandang sejenak.


Lalu.. "Ah bapak bukan ,salah dengar kali! Ya kan hehehe! " Ujar killa dengan tersenyum kikuk sembari mentoel ukasya.


"Iya Pak, bapak salah dengar itu mana mungkin kita suami istri. Orang tadi kita bilang adek sama kakak kok iya kan dek! " Timpal ukasya.


"Oh gitu, iya sudah sekarang jadinya gimana ini. Kalau kalian gak jadi naik silahkan turun sekarang dan segera bayar ongkosnya. Jangan buat keributan di taxi saya! ". Tegor sopir taksi.


" Eh iya Pak maaf ya! Tadi ada sedikit masalah kesalah fahaman diantara kita. Dan ini uangnya terimakasih! "


"Iya, eh ini kembali annya neng! "


"Gak usah Pak buat bapak saja! Hitung hitung ganti rugi saya. Buat yang terjadi barusan. Maafkan kami ya pak! "


"Iya neng gak apa apa kok"


Kemudian mereka segera turun dan berjalan menuju mobil ukasya. Kini mereka sama sama naik ke dalam mobil. Didalam mobil suasananya menjadi hening setelah itu.


Kenapa sih killa loh melanggar perintah gue. Tahu gak sih loh saat ini gue lagi merasa Cemburu banget. Batinnya


Sedangkan killa hanya mengumpat didalam hati. Dia merasa sangat kesal pada ukasya sebab dia punya firasat kalau nanti di apartemen nya killa pasti akan di kerjainnya habis habisan.


"Kenapa tuh muka loh kusut banget kayak baju yang belum di strika? "


"Apaan sih kak? Gak banget deh pertanyaan loh, mending kakak fokus saja deh nyetir mobil nya entar loh ngebug bisa wasalam kita! "


" Sebenarnya kalian berdua ada hubungan apa sih? " Tanya ukasya.


"Ada deh kak, jangan kepo deh! Ada hubungan atau gak nya juga bukan lagi jadi urusan kakak ya. Sudah lah daripada asyik kepoin hidup gue mending kakak cari saja noh cewek biar gak jones loh kak! "


Kini ukasya mulai tersulut emosinya...


Cetak...


"Aw sakit kak! Apa-apa in sih loh kak suka bener KDRT! Peliknya setelah ukasya menyentil kenyingnya itu.


" Emang enak loh! Makanya jadi istri itu dengerin dan ikutin omongan suami jangan ngebantah terus dan bikin emosi jiwa! "


Namun Tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut ukasya selain hanya memberikan tatapan tajam nya kepada killa, hingga kini killa menjadi orang yang diam seribu bahasa , tidak berani bercanda ataupun membantahnya lagi.


Beberapa menit kemudian, mereka akhirnya sampai dirumah, setelah mobil terparkir di garasi , ukasya langsung cepat cepat keluar mobil meninggalkan killa yang masih duduk di dalam nya. Dengan esmosi tingkat dewa dia membanting daun pintu mobil nya itu, hingga membuat killa terkejut dan kebingungan.


"Apa kak ukasya beneran marah ya? Hiii, jadi horor banget rasanya kalau didekatnya lagi seperti itu. Tapi bomat lah dia mau marah kek, nangis kek, jatuh kek gue gak perduli! Kayaknya gue harus sering sering deh buat tuh orang marah marah terus biar dia ilfeel sama gue! "


Setelah dia selesai menggerutu gak karuan didalam mobil, sekarang dia keluar dari mobil nya dan berjalan menuju pintu utama rumah keluarga lubis. Ketika dia telah membuka pintu dan melangkahkan kakinya , killa dikejutkan oleh suara mertua nya itu.


"Killa! " Panggil laiba yang lagi duduk di kursi tamu.


"Eh, mama iya ma! " Jawab killa sambil mencium tangannya.


"Sayang nanti kalian disana harus saling melengkapi dan menjadi akur ya jangan sering berantem gak baik lo! Kalau bisa kalian harus pergi berbulan madu! " Ujar laiba dengan bahagia.


Namun ukasya yang ternyata tengah duduk juga disebelah mamanya hanya memasang wajah datar  dan tidak bergeming sama sekali seperti orang yang tidak berminat mendengarkan ocehan mamanya itu, sedangkan killa yang dari tadi berdiri mendengarkan laiba langsung tersedak oleh savilanya sendiri.


Ternyata ketika tadi ukasya dan killa on the way ke rumah, barang barangnya sudah dikemas rapi dan ditempatkan di ruang tamu oleh pembantu nya.


Berasa seperti di usir deh gue huhuhu. Batin killa tercengang ya walaupun sebenarnya tadi killa sudah tahu kalau semua , sudah dibereskan.


"Kalau gitu killa pamit ya ma!  Mama juga harus baik baik saja disini dan dijaga kesehatan nya, ya! Dan nanti kalau ada waktu luang killa sama ukasya akan datang main kesini kok biar mama gak kesepian".


" Iya sayang. Dan kamu ukasya jaga baik baik istrimu awas kalau kamu sampai buat menantu kesayangan mama terluka ataupun menangis! " Ujar laiba memperingatkan anaknya.


" Iya mama ukasya ngerti,jangan di ingatkan terus. Selama ini loh ukasya juga gak pernah apa apain menantu kesayangan mama, dia saja tuh yang suka cari masalah dengan ukasya! ".


Sedangkan killa hanya terdiam tidak dapat membela diri lagi karena di lirik tajam sama ukasya.


"Ah, gak percaya mama sama kamu!"


"Ais mama! Sebenarnya anak mama ini aku atau killa sih!selalu killa yang di percaya, padahal dia itu perempuan ular bersisik ikan! " Ketusnya lalu pergi mengangkat barang bawaannya. Sedangkan killa merasa kegirangan didalam hati. " Emang enak wekkk".


"Iya sudah ma killa pamit dulu! " Ujarnya sambil cium tangan laiba.


"Iya hati-hati sayang! "


Killa berjalan menuju mobil ukasya dengan menenteng tas bawaan khusus untuk pribadinya . Adapun barang barang Barang yang lainnya sudah diantarkan ke lokasi oleh mobil khusus antar barang.


Killa kemudian menaruh barangnya di bagasi belakang mobil . Kemudian dia masuk kedalam mobil.


"Sudah selesai loh akting baiknya didepan mama! " Ujarnya ketus.


"Apa sih kak? Gak usah marah marah terus dong. Killa janji deh habis ini akan jadi istri yang seperti kakak inginkan tapi gak usah marah gitu killa takut lihatnya".


"Maksudnya? "


"Ya killa bakal jadi istri yang baik buat kakak tiap hari bangun pagi, masakin kakak, nyuci dan setrika in baju kakak, pokoknya killa akan jadi istri yang sholehah deh! ".


" Yakin mau jadi istri sholehah? " Tanya ukasya tak percaya dan killa hanya menganggukan kepalanya.


"Hemmm termasuk juga mau m**ay*ni ku di atas ranjang? " Tanya ukasya usil.


"Maksudnya kak? " Tanya killa bingung.

__ADS_1


"Iya buat anak gitu" Ujar ukasya dengan santai membuat killa melongo karena terkejut.


Dengan spontan killa langsung menggigit lengan ukasya dan bergidik ngeri melihat ukasya.


Sedangkan ukasya meringis kesakitan dan menatap jatam killa.


"Aw... Sakit killa! "


"Emang enak makanya jangan omes deh! "


"Ya gak papalah omes sama istri sendiri kan sah sah saja" Ujar ukasya menggoda.


"Ih kakak! " Killa langsung menutup wajahnya dengan menelangkupkan kedua tangan nya. Dia tidak bisa membayangkan itu terjadi apa lagi sekarang mereka hanya tinggal berdua saja. Sedangkan ukasya yang melihat tingkah lucu istrinya tersebut langsung tersenyum.


Dan akhirnya kini mereka sampai juga di apartemen milik ukasya pribadi. Pemandangan nya lumayan bagus.


"Ini apartemen pribadi loh kak? Bagus banget pemandangan nya kak! "


"Iya, kenapa suka? "


"Iya. Btw kak nanti killa tidur dimana? Gak satu kamar kan? "


"Memang kenapa kalau satu kamar, kan kita suami istri ya gak ada masalah dong!"


"Kakak! Jangan mulai deh, pokoknya killa mau tidur di kamar sendiri".


" Iya bawel tenang dong. Tuh ada kamar satu lagi buat loh! "


"Ok, terimakasih"


Killa langsung menuju pintu kamar yang tadi di tunjuk ukasya dan betapa terkejut nya dia, ternyata kamar nya Sudah tidak berbentuk.


"Ahhhh kak ukasya! " Teriaknya.


Ukasya segera menoleh ke arah nya dan berjalan menuju killa.


"Kenapa loh? "


"Itu kamar nya kok hancur gitu? "


"Cih ini pasti kerjaan mama. Bentar gue cek dulu siapa tahu masih bisa diperbaiki! "


Kemudian ukasya segera masuk kedalam dan melihat nya. Lalu dia kembali ke arah killa berdiri.


"Kayaknya kamarnya udah tidak bisa dipakek lagi deh! ".


"Ya terus gimana dong, killa tidur dimana? ".


" Ya gampang, loh tinggal tidur saja di dapur sana! "


"Ais tega betul sama istri sendiri, daripada kek gitu mending gue ke hotel saja lah. Kan gue punya black card sekarang" Ujar nya.


Kemudian dia melihat ke arah ukasya yang sedang berdiri di depan nya. Lalu dia memundurkan langkah nya pelan kebelakang hampir mendekati pintu kamar milik ukasya.


Terus dia segera dia berlari masuk kedalam dalam kamar sambil menjulurkan lidahnya mengeledek ukasya. Ukasya yang mengetahui segera mengejarnya. Namun killa segera menutup pintunya lalu menguncinya dari dalam.


Sedangkan ukasya di luar terus menggedor dan mendobrak pintu nya sambil memanggil manggil killa namun tidak dia gubris.


Tok...


Tokk....


"Killa cepat buka pintu nya, gue mau masuk! " Teriaknya.


"Bodoamat , nanti kakak pasti nyuruh killa tidur di dapur lagi, gue gak mau kakak saja mending yang tidur didapur! " Jawabnya.


"Argh.. Sial! Buka killa atau gue dobrak ini pintu! " Ancam nya.


Ah... Bodoamat dah. Gue mau mandi ah. Batinnya kemudian killa masuk dan berendam didalamnya dengan bernyanyi bahagia.


"Lalalalla... Ah emang ya bahagia itu sederhana dan indah. Apa lagi gak ada ukasya berasa damai hidup gue". Gumamnya.


Setelah selesai mandi killa segera keluar dan berganti baju. Dia berniat ingin segera istirahat karena merasakan lelah namun dihentikan oleh suara gaib dalam perutnya.


Kruk...


Kruk...


"Ah sial! Kenapa harus sekarang sih cacing cacing diperut gue pada demo. Emang gak bisa diajak kompromi uh! " Keluhnya. Akhirnya mau gak mau dia harus ke dapur untuk masak makanan.


Kini dia berjalan menuju pintu. Dan membuka kunci pintu tiba-tiba pintu nya terdorong ke belakang karena ukasya mendobrak pintu dengan kuat


Brug...


"Awwwww ka-" Teriak killa terpotong karena Akan terjatuh namun ukasya segera sigap menarik dan menangkap tubuh killa dalam pelukan nya hingga kini bibir mereka menyatu dan menempel satu sama lain.


Akhirnya mereka sama sama terkejut dan saling beradu pandang. Kemudian killa segera mendorong tubuh ukasya dan dia memberontak dari pelukan ukasya.


Akan tetapi ukasya justru menguatkan pelukan nya dan kembali Mencium bibir killa dengan lembut sampai ******* bibir mungil nan menggoda nya selama ini. Sedangkan killa yang sedari tadi tidak dapat berontak lagi hanya mampu pasrah dan menahan nafasnya yang sesak akibat ciuman ukasya yang menggebu nan lembut itu menjadi dia susah bernafas. Kini ritme detak jantung killa berdetak tak karuan akibat dari ulah ukasya.


Lalu ukasya menyudahi permainan nya itu langsung menyeringai dengan puas. Sedangkan killa merasa malu dan juga kesal menjadi satu.


"Gimana rasanya istri ku sayang hem? ".


" Apaan sih kakak loh sudah menodai bibir gue yang masih suci dan polos ini tega! "


"Hemm sudah lah akui saja kalau loh tadi menikmatinya sayang bukannya ini yang loh minta? "


"Ih kakak! Gue sebel sama loh. Loh sudah mencuri ciuman pertama gue! "Killa langsung memukuli tubuh ukasya dengan tangannya.


" Ih apaan loh itu yang tadi cium gue duluan? Ya berhubung sudah terlanjur dan enak, ya gue terusin lah. Nanggung banget cuma bentar! " Ujarnya sambil tertawa.


"Ahhhh... Sialan loh kak! "


"Eits mau ngapain loh? Hentikan gak killa loh mau jadi istri yang durhaka sama suami hah! "Teriak ukasya.


"Ah... Gara-gara loh ! gue jadi gak suci lagi sebel gue sama loh! " Ukasya hanya tersenyum menanggapi nya.


"Ya kalau gitu ayo wudhu lagi saja biar suci lagi,gimana? " Sahut ukasya dengan entengnya.


__ADS_1


__ADS_2