
Kemudian Reni pergi meninggalkan husen sendirian, kini husen segera memasukkan koin lagi dan berusaha lebih keras untuk mendapatkan panda itu untuk Reni.
Dan akhirnya usahanya itu membuahkan hasil, sehingga membuat dia sangat bersyukur sekali.
Kini husen segera menghampiri kekasihnya yang tengah mengantri membeli kebab.
"Honey, belum selesai kah belinya? " Tanya husen sambil tersenyum.
"Belum hubby, tapi ini tinggal dua antrin lagi giliran aku kok. Sabar bentar ya! " Ujar Reni.
"Oh iya ini aku kasih! " Ujar husen sambil menyodorkan satu buah boneka panda yang tadi di idam idamkan oleh Reni.
Seketika wajah Reni langsung sumringah bahagia kemudian memeluk husen.
"Waaaaa... Ini boneka panda yang tadi? Kok bisa! "Ujar Reni takjub.
" Iya pasti bisa dong, apa sih yang gak buat kamu? Kamu suka gak? " Tanya husen.
"Aku suka banget hubby, terimakasih! " Ujar Reni dengan senang.
"Iya sudah kalau gitu, sekarang kamu cari tempat duduk disebelah sana ya! Biar aku saja yang antri disini, nanti kamu kecapekan lama berdiri! " Ujar husen sambil menunjukkan kesuatu arah.
"Gak papa kok by, aku masih sanggup antrinya kok! "
"Sudah sana biar aku yang gantiin honey" Perintah husen.
"Iya sudah deh kalau gitu, aku tunggu disana ya by! "
"Iya honey"
Akhirnya Reni pun pergi mencari tempat untuk duduk sendirian, sedangkan husen kini menggantikan reni untuk mengantri di stand kebab.
Beberapa menit kemudian, kini saatnya giliran husen yang membuat pesanan.
"Ada yang bisa dibantu mas? " Tanya penjualnya.
"Kak, sama mau pesan kebab versi jumbonya satu tapi yang pakek daging sapi ya, sama dikasih saos pedas dan mayo dan yang satunya disamain cuma saosnya pakek yang gak pedas! " Ujar husen.
"Ok, siap laksanakan. Mohon sabar menunggu. Pesanannya akan segera jadi dalam kurung waktu beberapa menit lagi dan jangan khawatir akan lebih satu jam! " Ujar penjualnya dengan ramah.
"Ok! "
Beberapa menit kemudian, kini pesanan itu pun sudah jadi.
"Atas nama kak husen"
"Iya saya ! " Sahut husen.
__ADS_1
"Oh iya , ini kak pesanannya! " Ujar penjual sambil menyodorkan dua bungkus pesanan husen.
"Terimakasih! " Ujar husen dengan menyodorkan uang pembayarannya.
Setelah itu husen segera pergi menghampiri Reni yang tengah duduk di kursi taman.
"Ini kebabnya hon! " Ujar husen sambil menyodorkan satu kebab.
"Terimakasih banyak hubby! "
Beberapa saat kemudian setelah mereka puas jalan jalannya,kini mereka segera kembali pulang.
****
Comeback
Keesokan harinya
Didalam kelas killa, linna, Reni dan ruri tengah asyik ngobrol bersama. Sebab jam pelajaran mereka telah selesai.
"Hey Reni, ayo cepat ceritakan kejadian yang sebenarnya pada kami! " Titah ruri.
"Eh emang cerita apaan sih bestie? " Tanya linna kebingungan karena memang cuma linna doang yang belum tahu Reni sudah jadian dengan husen.
"Ciah... Tumben loh lin kudet, biasanya loh yang paling tahu semua tentang kita dan sekolah ini! " Ujar ruri dengan memutar bola matanya dengan malas.
"Idih jiwa julidnya kambuh ni bocah! " Sahut killa.
"Ck... Kok gitu sih kalian! "Ujar linna dengan melas.
" Iya sudah biar Reni saja yang cerita semua, kan dia yang akan cerita, iya gak? " Ujar ruri.
"Eh... Kok gue sih? " Ujar Reni dengan gelapan.
Namun karena teman temannya terus menyudutkan dirinya ,akhirnya dia mulai cerita semua tentang apa yang terjadi antara dirinya dan husen.
Tiba-tiba ukasya and the gengs datang ke kelas killa.
"E.hem! " Dehem ukasya.
"Eh ada kak ukasya, sejak kapan disitu? " Tanya killa sambil tersenyum melihat ukasya sudah berdiri di depan pintu kelasnya.
"Sudah lima menit yang lalu, ayo kekantin yuk! " Pintar ukasya.
Ayo... Ayo... Ayo... Sahut para wanita.
Kini mereka berempat berjalan menghampiri ukasya dan teman-temannya. Namun karena killa dan Reni terlihat bergandengan mesra dengan pasangan masing-masing membuat kedua temannya yang lain jadi baper.
__ADS_1
"Waduh... Waduh.... Enaknya yang sudah pada punya gebetan kemana-mana gandengan terus kayak orang yang mau nyeberang jalan! " Ledek linna.
"Iya nih, gak lihat apa disini masih ada kita kita! " Protes ruri.
"Apaan sih kalian sirik saja kerjaannya? " Ujar killa
"Ho.oh ni pada kebangetan kalian berempat memang,gak kasihan banget sama kita para jomblo apa? Masak mesra mesraan didepan kita huhuhu! " Sahut hasan.
"Ck... Makanya sana cari pasangan , biar gak menyedihkan hidup kalian! " Ujar ukasya.
"Iya betul tuh kata ukasya! " Sahut husen.
"Ck.. Dasar teman teman laknat kalian! Ruri jadi cewek gue saja yuk biar bisa kayak mereka! " Ujar hasan dengan tersenyum.
"Idih... Ogah najis! Yuk linna kita jalan duluan " Ujar ruri kesal.
" Ck. Awas ya loh, lihat saja dalam waktu dekat loh pasti bakal bertekuk lutut sama gue! " Ujar hasan.
"Mimpi saja sana loh! " Sahut ruri.
"Sedangkan ukasya , killa, Reni dan husen justru terhibur melihat tingkah konyol dua teman mereka itu. Sedangkan linna justru merasa heran dengan ruri dan hasan yang setiap kali bertemu pasti langsung berantem kayak anjing dan kucing.
" Ri perasaan gue setiap loh ketemu sama kak hasan kenapa sering berantem sih? " Tanya linna.
"Habis dia duluan cari perkara sama gue terus! " Ujar ruri kemudian manyun.
"Jangan terlalu sebel sama orang ri gak baik loh! " Ujar linna menasehati .
"Ya terus gimana? Lihat mukanya saja rasanya enek banget apa lagi tingkahnya yang ngeselin itu! " Ujar ruri.
"Sudah sudah jangan terlalu di ambil hati, emang kak hasan kan orang nya gitu ri. Hati hati loh nanti gara-gara masalah sebel tiba-tiba kamu jatuh hati sama kak hasan! "
"Mana ada konsepnya kayak gitu, kalau emang didunia ini cuma ada dia mending gue jomblo saja seumur hidup! " Ujar ruri.
"Ni anak susah banget dikasih tahu. Entar berjodoh baru tahu rasa loh! "
Akhirnya kini mereka sudah sampai di dalam kantin. Dan kini killa duduk berdampingan dengan ukasya, Reni dengan husen sedangkan linna ada disebelah killa dan ruri. Sedangkan hasan dia justru baru datang karena habis belok dulu ke toilet.
"Hey guys kok sudah pada pesan makanan sih? " Tanya hasan.
"Iya lah tunggu loh ma sudah kena busung lapar kita, iya gak brow?" Tanya husen ke ukasya.
"Iya! "
"Ck.. Terus gue duduk dimana ini kok sudah pada penuh kursinya? " Tanya hasan.
"Itu kan ada kursi kosong disebelah ruri , duduk saja disana! " Ujar linna yang memang sengaja menyisahkan satu kursi disebelah ruri untuk si hasan agar mereka bisa rukun dan gak berantem lagi kayak anak kecil .
__ADS_1
Sebab linna sudah lelah mendengar mereka berantem mulu