
Killa lalu berjalan menuju tempat yang telah diberitahukan ukasya. Dia berjalan masih dengan sedikit terhuyung huyung badannya.
Karena sebenarnya kepalanya masih sedikit pusing dan tubuhnya masih lemas. Sesampainya didepan ukasya killa hampir saja akan terjatuh, namun untungnya ukasya dengan sigap menangkap tubuhnya itu.
"Hey hati hati kalau jalan, untung gue segera tangkap tubuh loh. Kalau tidak bisa jatuh tersungkur loh di jalan! " Ujar ukasya.
"Iya kak maaf, tapi killa gak sengaja! "
"Iya sudah lupakan, ayo cepat naik sebelum bus sekolah lewat sini bisa brabe nanti urusannya kalau sampai ketahuan".
Tanpa memberikan jawaban killa kemudian segera masuk kedalam mobil.
" Pak ayo jalan! " Perintah ukasya.
"Baik tuan muda. Ini kita akan pulang kemana rumah utama atau apartemen tuan muda? " Tanya sopirnya.
"Kita kerumah mama laiba saja dulu ya kak! Kan kebetulan rumah mama searah juga kita sudah lama tidak berkunjung kesana! " Pintar killa.
"Baiklah.pak ayo kita mampir dulu kerumah mama setelah itu saya akan mengemudi sendiri ke apartemen".
" Siap tuan muda ".
Kemudian mobil itu melaju dengan kecepatan sedang menuju rumah orang tua mereka yaitu laiba dan rohman.
Beberapa saat kemudian, mereka telah sampai di kediaman utama keluarga lubis.
Akhirnya kini kedua turun dari mobil lalu mereka segera masuk kedalam rumah.
Tok
Tok
Tok
"Iya tunggu sebentar! ". Ujar bibik mona pembantu laiba.
" Ah ternyata tuan muda sama istrinya yang cantik, mari masuk ! "
"Iya bik... Mama sama papa dimana bi? " Tanya killa.
"Oh nyonya sama tuan ada nona di dalam kamar, apa perlu bibik panggilkan? "
"Ah... Tidak perlu bi, kami hanya mampir saja kok, kami kekamar dulu ya bik! "
"Iya nona"
Kemudian killa pergi kekamar mengekor dibelakang ukasya. Kini keduanya merebahkan tubuhnya diatas kasur yang amat sangat empuk itu.
__ADS_1
Akhirnya mereka terlelap tidurnya. Beberapa jam kemudian hari telah menunjukkan sudah sore bisa di perkirakan bahwa sekarang sudah jam empat sore, kini sepasang pasutri itu bangun
Dan mereka bergantian membersihkan diri mereka masuk kekamar mandi. Lalu mereka segera turun dan pergi ke ruang makan.
"Selamat sore ma! " Sapa killa yang berjalan di sebelah ukasya untuk turun tangga .
"Sore juga sayang... Tumben anak anak kesayangan mama ini main kerumah? ". Tanya laiba.
Lalu kedua pergi dan duduk diruang makan
" Heheh iya ma, baru sempat tadi juga kebetulan habis dari puncak jadi mampir kesini dulu" Ujar killa cengengesan
"Oh gitu, ya sudah ayok makan"
"Iya ma" Kemudian mereka makan bersama.
"Oh iya apa nanti kalian akan menginap disini? "
"Killa terserah kak ukasya saja ma! "
"Hmmm.. Gak bisa ma habis ini kita mau pulang ke apartemen soalnya kan besok ada uji coba ujian ma! " Ujar ukasya dingin
"Oh begitu ya sudah deh gak papa tapi nanti kalau sudah punya waktu senggang main kesini lagi ya! Mama sangat kesepian setelah kalian pindah" Pintar laiba
"Iya tentu ma, kita pasti kesini iya kan mas! "
Setelah mereka selesai makan kini mereka segera berpamitan untuk pulang. Kemudian mereka masuk kedalam mobil.
Kini ukasya melajukan mobilnya menuju apartemen. Sesampainya killa dan ukasya , mereka langsung masuk kedalam apartemen.
Karena hari sudah malam dan besok mereka masih harus masuk sekolah, jadi kini keduanya segera tidur dikamar.
****
Keesokan paginya ketika killa sudah sampai disekolah. Kini dia berjalan dengan santainya menuju arah kelasnya, karena dia merasa jam masuk masih lama akan dibunyikan.
Namun sesampainya dia didepan kelas dia dikejutkan oleh dito, Roni dan Toni yang tiba-tiba menabraknya dari arah belakang.
Bruggg...
"Aww... Sakit! " Rintih killa.
"Eh sorry.. Kita gak seng-sengaja.... Eh lo killa sorry ya, ayo gue bantu berdiri, lo gak papakan! " Ujar dito.
"Ah... Iya gak papa lo tenang saja gue ok kok.. Hanya sedikit lecet". Ujar killa sambil tersenyum.
" Yakin loh kil.. Apa mau diantar ke Klinik sekolah? " Tanya roni.
__ADS_1
"Ah... Tidak perlu gue gak papa kok! Ya sudah kalau gitu gue masuk dulu ya! " Ujar killa.
"Eh tunggu killa, gue ada sesuatu yang ingin dibicarakan sama loh! " Ujar dito.
"Iya silahkan! "
"Sebenarnya loh sama kak ukasya anak kelas tiga IPA itu ada hubungan apa sih? Sepertinya kalian ada hubungan spesial ya? " Tutur dito .
Seketika killa melebarkan matanya hingga membulat seperti bola pimpong yang akan keluar karena sangat terkejutnya.
Seketika rasanya tenggorokan killa terasa kering banget dan savilanya sulit ditelannya.
Oh my god!!!! Apakah dia mengetahui kebenarannya??? Gue harus apa? Harus bagaimana ini?. Batin killa.
"Ehem" Dehemnya untuk menetralisir Groginya supaya dia tidak terlihat sedang panik dia juga pasang wajah sedatar mungkin.
"Ada apa loh tiba-tiba tanya hal yang konyol seperti itu? "Tanya killa.
"Ya karena, gue lihat cuma loh cewek di sekolah ini yang satu satunya terlihat sangat berani ? "Jelas dito.
"Ah... Lebay deh mana ada! " Ujar killa
"Iya bener itu gue juga penasaran dengan hubungan kalian buktinya waktu itu loh bisa duduk dengan mereka dikantin dan loh juga Berani memberikan pengumuman yang menggemparkan pada para siswa wanita bila ingin duduk dengan ukasya dengan hanya keluarkan uang tiga juta saja! " Jelas roni.
"Iya bener itu yang dikatakan roni! "Timpal Toni.
" E-eh Hmmm, sebenarnya gue itu ingin kasih mereka pelajaran saja. Karena gue gak suka dengan orang yang berlagak sok berkuasa dan semena mena dengan orang lain. Dan apa lagi itu tempat umum jadi semua orang berhak untuk duduk disana kan , gak etis banget kalau tiba-tiba mereka mengklaim itu milik pribadi mereka! "Ujar killa dengan hati was was.
"Yang benar loh killa, gue kok curiga ada sesuatu ya? " Sahut Toni.
"Iya bener juga ton, kan aneh selama ini juga qailla saja yang terbilang begitu dekat dengan kak ukasya mana ada berani melakukan hal itu, iya gak bray? " Ujar roni.
Perkataan Toni pun dibenarkan oleh kedua temannya itu. Membuat killa jadi makin kelabakan dibuat mereka.
"E-eh.. I-itukan qailla bukan gue! Karena gue suka menegakkan keadilan dan kebaikan hehehe, kalau kalian tidak percaya ya sudahlah! Bye" Sahut killa dengan sedikit gemetar.
Kemudian dia berjalan duluan masuk kedalam kelasnya lalu dia duduk dibangkunya itu.
"Uhhh.. Untung gue bisa lolos dari mereka kalau tidak bisa mampus gue! ". Gumamnya.
Lalu dia segera meletakkan tasnya diatas mejanya, kemudian mengeluarkan phonselnya tersebut.
Dia menggulirkan phonselnya kebawah keatas, dia sangat merasa bosan.
" Ah... Boring gue lebih baik gue selfie saja lah mumpung masih kelihatan fresh dan seger muka gue! " Gumamnya sambil tersenyum.
"Ya... Kok jelek sih hasilnya sepertinya gue salah ambil angel dan ini juga kurang deh pencahayaan nya. Gue coba disebelah sini lah! "
__ADS_1