
"Apa? Serius loh linna terus killa dibawa kemana? " Tanya Wildan
"Ck... Jangan kepo loh, ini bukan urusan loh ya. Dia itu pacar gue dan juga bini gue jangan sok jadi pahlawan kesiangan deh! "Ujar ukasya kesal dengan menekankan nada bicara kepada Wildan.
"Hahaha loh polos banget sih jadi orang, asal loh tahu ya sekarang itu jamannya tikung menikung, jadi walaupun jalur kuning sudah melengkung gue masih bisa meluruskannya bahkan gue bisa mematahkannya supaya loh sama killa berpisah dan gue bisa memilikinya seutuhnya! " Ujar Wildan dengan tersenyum miring.
"Argh... Bangsat loh! " Sungut ukasya tersulut emosinya kemudian menghajar muka Wildan.
Bugh.. Bugh... Bugh...
"Eh stop! " Teriak linna.
Kemudian husen dan hasan segera membantu memisahkan mereka dengan memegangi tubuh Wildan dan ukasya.
"Woy kak, hentikan pertikaian kalian sekarang juga. Ini itu keadaannya lagi gawat banget kenapa kalian justru ribut sih? Apa kalian gak memikirkan nasib killa sekarang bagaimana dan dimana hah? Heran gue dikit-dikit ribut kayak tom and Jerry saja! Dan loh kak Wildan dasar dong wanita itu bukan cuma killa saja jadi jangan terus mengharapkan killa dia itu sudah jadi istri orang ngerti! " Ujar linna ikut emosi lalu beranjak pergi meninggalkan mereka.
"Eh tunggu lin, loh mau kemana? " Tanya ukasya.
"Gue mau cari qailla and the gengs karena barusan gue dapat kabar dari Reni mereka ada di kantin sekarang! "
"Tunggu gue ikut! "
"Iya ayo! "
Kemudian ukasya segera mengikuti linna menuju arah kantin sekolah. Dan setibanya mereka dikantin.
"Hey ruri, Reni gimana ada kabar apa? " Tanya linna.
"Gini lin tadi Reni kabarin gue kalau dia sudah mendapatkan jejak qailla! ".
" Iya bener lin! "Ujar reni
" Mana dia! " Tanya ukasya dan akhirnya Reni dan ruri menunjukkan ke arah salah satu meja dan ternyata benar mereka disana sedang asyik tertawa bahagia.
"Hahaha.. Mampus itu si cewek kampungan, gue puas banget tadi kasih pelajaran ke dia! " Ujar qailla.
"Iya la loh bener banget biar tahu rasa dia haahaha! " Sahut salah satu mereka.
Ukasya yang mendengar pembicaraan mereka langsung mengepalkan tangannya.
"Ck... Sialan mereka! " Sungut ukasya kemudian akan berjalan menghampiri mereka namun dicegah oleh linna.
"Ets... Mau kemana loh kak, tunggu dulu kak jangan gegabah! "
__ADS_1
"Persetan dengan gegabah, pinggir loh. Gue mau bikin perhitungan dengan mereka! " Ujar ukasya lalu segera berjalan menghampiri mereka dengan wajah dan tatapan yang menakutkan
Brak...!
Ukasya langsung mmenggebrak meja kuat hingga teman teman qailla terdiam ketakutan.
"Apa apaan sih loh? Datang datang langsung gebrak gebrak! " Ujar qailla sedikit gemetar.
"Ck.. Basih loh! Dimana killa hah? Cepat katakan dimana dia !" Bentak ukasya.
"Killa siapa maksud loh ? "
"Jangan berlagak gak tahu loh, jangan main-main sama gue ya.! "
"Oh killa anak baru itu yang loh maksud. Aneh deh ya loh yang pacarnya kenapa jadi tanya ke gue hah? Sepertinya loh salah alamat kalau tanya sama gue, karena gue bukan babysitter nya ok! Tanya saja tuh sama trio wekwek dibelakang loh pasti mereka tahu, secara kan mereka itu dayang dayang cewek kampung! "
"Ck dasar cewek udik enak banget itu mulut kalau ngomong kita ini sahabat baiknya saja itu mulut loh!" Sungut ruri.
"Hahaha ngapa loh sewot emang iyakan! " Ledek qailla.
"ck...! " Decah ruri hampir menampar qailla namun dihentikan teman temannya.
"Sudah ri tahan emosi loh! " Ujar linna.
"Iya ri yang linna ucapin itu benar banget. Gak usah diladenin orang gila! " Sahut Reni.
"Hey stop bisa diem gak kalian. Gue belum selesai bicaranya, dan loh qailla dengar ya kali ini gue serius bertanya sama loh, dimana killa? Jangan buat gue kehilangan kesabaran gue habisin loh! Karena tadi mereka bilang loh dan gengs kampungan loh itu tadi habis ngeroyok killa dan menyeret dia, sekarang jujur loh katakan dimana killa! "
"Apaan sih ukasya? Loh itu ditipu sama mereka jadi loh jangan segampang itu percaya sama mereka! Mereka itu mau jebak gue! " Ujar qailla ketakutan,
"Eh dengar perempuan ular tadi kita semua sudah dengar sendiri loh bilang habis kasih pelajaran setimpal kan kepada killa, jangan bohong loh? " Ujar ruri.
"Ah... E-eh ma-mana a-ada kalian salah dengar kali iya gak gengs! " Ujar qailla terbata bata karena takut
Iya... Iya... Jawab teman temannya.
"Ck... Masih gak mau ngaku juga loh hah! Ni dengarkan rekaman dari gue! " Ujar ruri sambil memutar rekaman di HP nya.
Qailla langsung meneguk savilanya dalam dalam setelah mendengar rekaman itu.
"Gu-gue..! "
"Diem loh sekarang.. Loh sudah gak bisa mengelak lagi sekarang loh bilang dimana killa?Sampai hitungan ketiga loh gak cepat kasih tahu ke gue, jangan harap loh habis ini bisa tersenyum bahagia!" Teriak ukasya.
__ADS_1
"I-iya iya gue ngaku killa tadi habis gue kasih pelajaran didalam gudang dan tadi kita tinggalkan dia didalam dan terkunci dari luar! " Ujar qailla ketakutan . Begitupun dengan para gengsnya.
"Apa dasar brengsek loh? Hasan husen sama yang lainnya cepat urus mereka semua gue bakal kegudang sama linna selamatin killa! " Perintah nya dan yang lain hanya mengangguk patuh
"Dan gue gimana? " Tanya Wildan.
"Terserah loh? " Ketus ukasya
Kemudian ukasya segera berlari kearah gudang dengan diikuti oleh linna dan Wildan.
Sesampainya didepan gudang terdengar rintihan killa dengan tangisan.
"Kak itu seperti suara killa! " Ujar linna.
"Iya kamu bener! "
Dengan cepat ketika orang itu berlari kearah gudang.
Ukasya dan Wildan segera mendobrak pintu itu dengan sekuat tenaga. Dan akhirnya kini pintu itu terbuka. Dengan cepat Wildan menghampiri killa.
"Killa loh baik baik saja kan? " Tanya Wildan, namun killa justru segera berlari kearah ukasya kemudian ukasya menyambutnya dengan merentangkan tangannya lalu membawa killa dalam dekapannya.
Wildan yang melihat hal itu langsung tertunduk kemudian pergi meninggalkan mereka.
"Sudah ya sayang, ada mas disini kamu jangan takut lagi ya. Kamu sudah aman!" Ujar ukasya kemudian tersenyum miring kearah Wildan yang pergi.
"Kak sebaiknya kita bawa saja killa ke klinik sekolah, sepertinya dia terluka! " Ujar linna.
"Iya sudah ayo kita ke klinik sayang lukamu harus segera diobatin! " Ujar ukasya kemudian membawa killa kedalam klinik.
Sesampainya didalam klinik killa segera diobatin, kemudian ruri dan Reni segera berlari menghampiri mereka di dalam klinik.
"Kenapa kalian berlarian kek gitu ada sesuatu? " Tanya linna.
" Itu kalian diminta datang ke ruang bk sama pak dodot! ! " Ujar Reni.
"Oh ok! " Jawab ukasya.
"Sayang mas tinggal sebentar ya kamu istirahat dulu disini! " Ujar ukasya kembali.
"Mas killa takut sendirian, killa ikut ya! " Ujar killa sambil menahan tangan ukasya
"Iya sudah mas gendong iya? "
__ADS_1
"Gak usah mas, killa masih bisa jalan sendiri! "
"Iya sudah mas pegangin saja kalau gitu! "