
Setelah kepergian killa. Ukasya termenung sejenak lalu dia berjalan menuju kelasnya, namun ternyata.
"Kak ukasya! " Teriak dodo anak kelas 2 IPA sambil berlarian.
Kemudian ukasya menoleh kebelakang, lalu menghentikan langkah kakinya.
"Hemmm... " Jawabnya singkat.
"Ma-maaf mengganggu kak, itu tadi guru BK cari kakak diminta hadir ke ruang Bk! " Ujar dodo sambil terengah-engah.
"Oh... Iya terimakasih! "
Akhirnya ukasya berjalan menuju ruang bk, dia berjalan menghadap lurus kedepan dengan santai dan memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya membuat dia terlihat sangat cool dan berwibawa.
Sesampainya didepan ruang bk
Tok.. Tok... Tok...
" Permisi! " Ujar ukasya.
"Iya silahkan masuk! " Perintah guru bk dari dalam ruangan.
"Terimakasih pak! " Ujar ukasya kemudian melangkahkan kakinya masuk kedalam.
Setelah masuk dia segera duduk namun ternyata disana sudah ada wildan yang tengah duduk sambil menatapnya dengan tajam.
Ukasya yang mengetahui hal itu tidak memberikan respon apapun justru dia tidak mau perduli kalau disebelah nya sudah ada wildan. Lalu dia alihkan pandangannya kearah guru bk.
"Mohon maaf pak ini ada perihal apa ya? Mohon langsung to the point saja? ".ujar ukasya.
Sontak saja pak guru itu langsung merasa heran dengan tingkah anak zaman sekarang yang sulit dikendalikan, pak guru hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan menatap mereka berdua dengan tatapan yang sulit diartikan.
" Ada yang ingin kalian katakan kepada bapak tentang kejadian tadi di lapangan? Kenapa bisa kalian bertengkar? " Tanya pak guru.
"Gak ada apa-apa pak, hanya saja kita lagi bosen jadi lagi pengen berantem! "sahut ukasya dengan santai.
" Astaga bener bener ya kalian ini! Bapak benar-benar kecewa sama kalian, kalian ini siswa unggulan, berprestasi kenapa pakai acara berantem segala tidak ada cara lain apa untuk menyelesaikan masalah? Terutama kamu wildan kamu ditunjuk sebagai ketua OSIS itu dengan harapan kamu bisa jadi contoh yang baik buat yang lain bukan malah berantem dan kamu ukasya, bapak tahu kamu ini anak donatur terbesar disini tapi kenapa kamu berbuat onar seenaknya, kalian apa gak mikir bagaimana perasaan orang tua kalian jika mengetahui hal ini? "
"Maaf Pak! " Ujar wildan sedangkan ukasya hanya terdiam saja.
"Sebenarnya kalian ada masalah apa? Kenapa kalian bisa terlibat pertikaian terus sampai seperti ini ? Apa kalian gak bisa rukun sebentar saja toh kalian habis ini juga akan lulus dari sini? "
"Maaf Pak itu gak bisa terjadi! " Ujar ukasya dingin.
"Astaghfirullah, ya sudah sekarang maaf ukasya walaupun kamu anak donatur terbesar disini bapak tetap akan menghukummu juga karena kamu juga salah,jadi kalian pergi ke toilet sekolah khusus laki-laki bersihkan semua kotoran didalam toilet sampai bersih dan jangan lupa dipel juga lantainya!"
__ADS_1
"Baik Pak"
"Baik Pak"
Kini keduanya berjalan keluar dari ruangan menuju ke toilet.
Sesampainya disana mereka sama-sama menjalani hukuman mereka dengan membersihkan toilet. Didalam sana mereka masih saja terlibat perdebatan hingga terjadi lah kembali pertikaian itu.
"Ini semua gara-gara loh gue jadi kena hukuman , kan seharusnya loh saja yang di hukum kenapa gue juga yang kena? " Ujar wildan sambil menyikat lantai.
"Apa loh bilang nadi?coba ulangi!" Ujar ukasya sambil ngepel lantai yang kotor.
"Dasar budek! " Cletuk wildan.
Sontak saja ukasya langsung mengeluarkan sungutnya.
"Apa loh bilang? Ni rasakan! " Ujar ukasya kesal dengan menyiramkan sedikit air pelnya.
"Argh.. ****, sial! " Sungut wildan akhirnya terjadi lah baku hantam kembali sampai air pel didalam ember itu tumpah ke lantai karena ditendang oleh wildan.
Tiba-tiba hasan husen yang sedari tadi sedang mencari ukasya, kini menemukan keberadaan ukasya yang tengah di hukum membersihkan toilet dengan wildan.
Betapa terkejutnya mereka mengetahui bahwa ukasya dan wildan kembali baku hantam , seketika kedua nya langsung berlari melerai pertikaian itu. Namun karena lantainya licin terkena air sabun kini membuat sikembar itu jadi tidak seimbang jalannya hingga mereka terjatuh menimpa ukasya dan wildan.
"Awww... Sakit t***l! " Teriak wildan.
Sedangkan ukasya mulai memerah mukanya karena menahan sakit ditimpah tiga orang.
"Woy kalian cepat bangun dari tubuh gue, sebelum gue p*t**kan kaki kalian? " Sungut ukasya.
"Eh sorry, jika gak sengaja sya! " Ujar hasan.
"Argh sial! Badan gue rasanya mau remuk gara-gara kalian sana pergi! " Titah ukasya dengan melotot dan dadanya naik turun karena emosi.
Kemudian mereka kembali menyelesaikan hukuman mereka sampai bell pulang pun berbunyi.
"Aaaaah.. Lega akhirnya bel pulang! " Ujar wildan senang sedangkan ukasya sudah pergi meninggalkannya sendiri.
Kini ukasya dan killa mulai sering pulang pergi sekolah bersama naik mobil yang sama.
Didalam mobil suasana menjadi hening sampai ke apartemen. Sesampainya di apartemen mereka segera masuk kedalam kamarnya, lalu killa masuk ke dalam kamar mandi untuk bersihkan badannya. Setelah selesai killa segera keluar kamar.
"Argh... Sial! Badan gue sakit semua, ini ma rasanya seperti jatuh tertimpa tangga pula! " Gerutu ukasya.
"Kenapa loh kak? " Tanya killa setelah keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
"Gak papa" Jawab ukasya jutek.
Ih dasar jutek banget jadi cowok. Batin killa kemudian dia berjalan menuju kearah lemari kecil yang terdapat kotak p3k.
"Sini gue obatin! " Ujar killa setelahnya.
"Gak perlu nanti juga sembuh sendiri kok! " Ujar ukasya.
"Sudah sini, gak usah ngebantah! Gue tahu kok kalau loh lagi kesakitan gara-gara luka loh ini. Biarkan gue obatin biar sembuh dan gak infeksi nanti". Ujar killa sambil mengobati.
Sedangkan ukasya yang mendapatkan perlakuan hangat dan tulus dari killa kini menyunggingkan senyumnya tipis.
"Kenapa loh tiba-tiba bersikap manis ke gue dan perduli dengan gue? "
"Gak apa apa kok. Dan ini hal yang wajar saja kan kakak adalah suami gue jadi gak masalah dong! "
"Oh suami ya? "
Killa hanya menjawab dengan anggukan.
"Manis sekali? " Ujar ukasya.
"Apa? Loh tadi bicara apa kak? " Tanya killa.
"Gak ada! "
"Heleh... Bohong ya? Tadi loh killa dengar kakak bilang kalau killa manis! "
"Ah... Loh salah dengar itu! "
"Mana ada gak lah killa yakin tadi kakak bilangnya gitu kak! Kakak sudah mulai suka ya sama killa hayooooo! " Goda killa.
"Gak.. Jangan kepedean deh! "
" Na sudah selesai besok besok jangan berantem lagi loh. Tapi tunggu Ah... Masak! Jujur saja lah kak gak perlu bohong!" Ujar killa sambil berjalan ke arah lemari kecil.
"Kalau gue suka sama loh gimana? " Ujar ukasya sambil melihat kearah killa.
"Ah... Gak percaya gue kak sama loh? Percaya sama loh adalah musrik! "
"Terserah loh kalau gak percaya karena yang barusan gue omongin itu benar adanya! "
Sedangkan killa segera merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
"Sudahlah kak, gak perlu tipu killa lagi. Killa tahu tujuan kakak hanya ingin balas dendam padaku jadi janganlah mengatakan hal yang konyol seperti itu. Lebih baik kakak cepat ceraikan killa saja,killa tahu kalau sebenarnya kakak tak cinta dengan killa jadi jangan buat killa melambung tinggi akhirnya kakak hembaskan ke dasar bumi. " Ujar killa dengan nada pelan dan wajah sendu.
__ADS_1