
" Eits... Mau kemana loh! Loh sudah telat 30 menit , jadi loh tidak boleh masuk ke kelas. Sekarang loh ikut gue Terima hukuman loh! "Ujar Wildan sambil tersenyum tipis.
"Cihhh... Siaalan loh, lepaskan gue! Loh gak bisa lihat atau gimana tuh mobil gue sudah ada diparkiran , gimana bisa loh bilang gue ini telat. Dasar otak udang! " Sungut ukasya kesal.
"Hemmm tetap saja loh itu telat. Siapa suruh loh keluar gerbang? "
"Loh gak lihat gue sedang cari seseorang! "
"Memang loh lagi cari siapa? "
"Gue lagi cari killa. Apa loh lihat dia? Gue dari tadi cari dia ke kelas gak ada di mana-mana gak ada! " Ujar ukasya dengan jujur supaya tidak dihukum oleh wildan.
"Oh... Loh lagi cari killa. Emang ada perlu apa loh? Mungkin dia lagi gak masuk sekolah makanya gak ada! "
"Diem loh! Karena Loh gak tahu apa-apa. Kalau loh enggan bantu gue cari dia mending lo minggir deh, gak usah halangin jalan gue! Bentaknya sambil mendorong tubuh wildan hingga meringsut kebelakang.
Kemudian ukasya pergi meninggalkan wildan sendiri yang diam terpaku. Lalu ukasya berjalan lagi menelusuri sekolah hingga kini dia merada telat di depan toilet wanita.
" Argh sial! Kemana sih loh killa. Masak iya fue harus masuk ke toilet wanita yang benar saja! "Ujarnya kesal sambil mengacak-acak rambutnya dengan kasar.
"Hemmm.. Mending gue tunggu saja dia di sini lah siapa tahu ada! " Gumamnya.
Ukasya terus berdiri didepan toilet dengan melihat tangannya kedepan dadanya dan mondar-mandir didepan toilet. Sudah 20 menit tidak ada siapapun yang keluar membuat ukasya menjadi semakin cemas.
"Kok gak ada ya... Apa toilet ini kosong ya? Sial ! Killa loh kemana sih? " Gerutu ukasya dengan kesal.
Beberapa menit kemudian ada segerombolan siswi yang berjalan keluar dari toilet sambil bergosip hingga mengejutkan ukasya yang tengah berdiri disana.
Ukasya langsung pura-pura mengambil sesuatu yang jatuh sambil mendengar ucapan mereka.
"Eh gaes... Loh tau tidak soal anak baru kelas dua SMK kimia analis? " Ujar salah satu mereka.
Tidak
Tidak
Tidak
Ujar sebagian mereka bersamaan.
"Tadi gue lihat dia , diseret dan ditarik dengan paksa sama si alula tahu! "
"Masak sih? Emang mau dibawa kemana dia? "
"Entah seperti nya mau diserahkan qailla deh? "
"Loh iya ka? Emang dia salah apa sampai kek gitu? "
"Entah gue juga gak tahu ya! "
Kemudian mereka semua berjalan jauh meninggalkan ukasya. Ukasya yang sedari tadi menguping pembicaraan mereka langsung terbelalak tidak percaya kalau istrinya sedang dalam kesulitan.
Dengan segera dia berlari ke dalam kelasnya mencari qailla.
"Woy dimana qailla? "Tanya ukasya dengan panik
"Kenapa loh lari lari gitu? Terus kenapa loh cari qailla segala tumben banget? Sudah terkena panah asmara nya loh! " Ledek hasan dan husen.
"Loh tahu gak anak yang namanya alula? " Tanya ukasya.
"Alula? " Ujar husen.
"Oh alula si nenek sihir itukan? "Timpal hasan
"Entah pokoknya namanya alula anak kelas dua SMK kimia analis! " Ujar ukasya.
"Iya itu nenek sihir. Kita tahu orang nya. Emang ada apa sih loh cari mereka semua? "Tanya husen dengan kebingungan.
" Gue tadi dengar dari anak-anak kalau mereka bawa killa! Kalian bisa tebakan bakal akan ada musibah apa kalau sudah seperti itu? " Tanya ukasya dengan panik.
"Cih... Sial? Berani sekali mereka ganggu calon bini gue. Awas saja mereka berani sentuh killa. Gue gak akan tinggal diam! Ayo kita cari mereka buat perhitungan! " Ajak hasan.
Husen langsung menginjak kaki hasan". Enteng bener itu mulut bicara! "
"Aw... Sakit dodol! " Ujar hasan . Akhirnya mereka berdua justru bertengkar.
"Argh... ****! Kenapa jadi bertengkar sih kalian? Bodo ah , gue mau cari sendiri! " Ukasya langsung berlari meninggalkan kelasnya.
"Eh bro kok kita ditinggal sih! Tungguin woy.... Ini gara gara loh sih! " Ujar hasan.
"Idih kok jadi gue yang disalahin! Ah sudah lah ayo cepat kita ikutin ukasya! " Ujar husen kemudian mereka berlari meningggalkan kelas begitu saja tanpa berpikir panjang lagi.
Bahkan mereka juga gak perduli kalau nanti mereka dihukum guru yang akan masuk kelas karena bagi mereka, ukasya adalah dewa penolong mereka. Jadi mau melakukan apa saja mereka pasti aman selagi itu ada ukasya.
"Eh tunggu brow... Kayaknya gue tahu deh mereka dimana? "
"Cih... Dasar bodoh kenapa loh gak bilang dari tadi dodol? " Ujar husen kesal.
__ADS_1
"Iya buruan loh bilang dimana? " Ujar ukasya.
"Seperti nya mereka ada di rooftop deh! " Ujar hasan.
"Ya sudah ayo kita kesana! " Ujar ukasya dan mereka menganggukkan kepalanya lalu mereka bertiga lari segera menaiki tangga menuju rooftop sekolah.
Dia semakin merasa khawatir dengan killa. Akhirnya ukasya mempercepat langkahnya menuju rooftop sekolah. Namun dia segera menghentikan langkah kakinya karena dia melihat killa yang gemeteran seperti orang ketakutan dengan di bopong oleh wildan. Wildan langsung tersenyum sinis dia merasa menang duluan menemukan killa daripada ukasya.
Killa yang mengetahui suaminya sedang ada didepannya. Dia langsung berlari berhambur ke arah ukasya. Kemudian dia memeluk erat suaminya itu. Karena ulah killa tersebut membuat semua mata yang ada di tempat itu langsung membulatkan mata karena terkejut termasuk ukasya, qailla dan wildan.
Sedangkan si kembar husen hasan itu kini menutup mulutnya yang menganga lebar ,lalu qailla yang mengetahui hal itu semakin tidak Terima dan kesal melihat adegan itu.
Ukasya langsung menatap lurus kedepan dan menyambut pelukan killa dengan tersenyum puas telah mengalahkan wildan.
Sedangkan qailla semakin kesal saja lalu dia menghentikan langkah nyadan semakin tidak percaya saja.
" Hey ukasya, LOH lagi sakit kah? " Ujar qailla.
Ukasya tidak menggubris ucapan qailla. Justru dia semakin sweet dengan melepaskan pelukan killa lalu menelangkupkan tangannya di wajah killa kemudian mengusap air mata killa yang terus mengalir keluar.Lalu dia menggenggam erat tangan killa seperti memberi dan mengatakan
(TENANG GUE ADA DISINI UNTUK LOH SAYANG) sebagai sumber semangat killa. Lalu ukasya mengajak killa berjalan menghampiri qailla.
"Hey... Sekali lagi gue tahu loh sentuh syakil la. Loh bakal berurusan dengan gue camkan itu baik baik! " Ancam ukasya.
"Loh kenapa sih ukasya... Sehat kan loh? Kenapa loh justru bela cewek baru ini ha? " Protes nya.
"Dasar norak banget! Gue gak suka ya sama cara loh yang kampungan seperti itu! Sebenarnya apa salah killa sama loh? "Tanya ukasya balik dengan geram mau ditonjok tapi cewek.
"Siapa suruh jadi anak baru saja sudah belagu mana kegatelan pula! Sudah kampungan banyak tingkah" Ujar qailla.
"Yang kampungan itu loh. Dasar otak udang, mikir itu pakai otak jangan pakai dengkul. Prestasi saja gak punya tapi gayanya sok hebat. Lebih mending dia walaupun dari kampung tapi otaknya masih berfungsi! " Sungut ukasya kesal.
Ukasya langsung berjalan sambil menggandeng killa pergi meninggalkan mereka disusul dengan si kembar.
Sedangkan qailla dibelakang terus teriak kesal karena harga diri nya sudah di injak injak oleh ukasya didepan semua orang apalagi didepan junior nya.
"Argh... Ini semua gara-gara loh killa! Awas loh, urusan kita belum selesai! "Teriak qailla.
" Eh wildan loh mau pergi kemana? " Ujar qailla menghentikan wildan yang juga pergi meninggalkannya.
"Sudah lah qailla, mending loh dan gengs loh berhenti ganggu dia daripada hidup loh hancur berkeping-keping. Mending loh renungin semua ucapan ukasya biar otak loh lebih berguna dikit! " Ujar wildan kesalkesal lalu pergi begitu saja.
"Ahhh... Sebenarnya apa sih keistimewaan tuh anak heran gue, kok bisa semua memihak sama dia? " Ujar alula.
"Entah gue juga gak ngerti". Ujar qailla.
"Entah! "
Sesampainya dibawah mereka semua dihentikan oleh guru bk yang terkenal sangat adil dan kejam tidak pandang bulu.
"Hey... Kalian kenapa disini? Jam pelajaran masih keluyuran mau bolos kalian? " Tanya pak Hendra.
Kemudian pak Hendra mengalihkan pandangan nya ke arah wildan.
"Hey kamu wildan kenapa juga kamu ada disini? Kamu ini ketua osis bisa bisanya ikut ikut mereka! Seharusnya kamu bisa jadi contoh yang baik buat teman temanmu ini malah ikut ikutan. Dan kamu ukasya sebenarnya bapak tak ingin memarahimu tapi ini semua bapak lakukan untuk keadilan jadi kamu bapak hukum! "Ujarnya tegas.
" Sekarang kalian kelapangan semuanya. Kalian baPak hukum berjemur dilapangan!". Ujar pak Hendra.
"Siap pak" Jawab mereka.
Akhirnya semua berjalan ke tengah lapangan dan berdiri disana.Beberapa menit kemudian matahari mulai terik dan hari semakin panas. Sedangkan pak Hendra meninggalkan mereka kedalam kantor bk.
Kini killa merasa sangat terganggu oleh teriknya sinar matahari. Namun tanpa diduga oleh nya ternyata ada sesuatu yang telah menghalangi sinar matahari itu mengenai muka killa.
Kemudian killa menghadap ke atas ternyata ada tangan ukasya dan wildan yang tengah siaga menghalangi matahari supaya tidak mengenai killa.
Sehingga kini ukasya dan wildan sama-sama beradu pandang kembali dan saling menatap dengan tajam.
Beberapa menit kemudian. Killa yang mengetahui itu langsung mengerutkan keningnya dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu. Karena dia merasa aneh dengan tingkah mereka berdua.
Sedangkan sikembar saling melemparkan pandangan karena juga melihat adegan itu.
"Kenapa jadi begini sih? Sepertinya kita bakal terhempas deh. Bakal kalah telak ni kita sama mereka berdua! " Ujar husen.
"Iya kita ma apa atuh dibandingkan mereka berdua jauh banget! " Timpal hasan.
Sedangkan di sebelah sana killa tengah melerai mereka berdua yang sedang bertengkar.
"Ih.. Kakak! Sudah jangan pada berantem malu kak . Kalau kalian gak mau berhenti berantem yang ada hukuman kita akan bertambah lagi kakak! " Ujar killa dengan protes.
"Apaan sih loh? Kenapa loh ikut ikutin gue sih? Sirik saja loh! " Ujar wildan.
"Loh itu yang apa apaan ha? Loh gak tau ya kalau gue itu-". Ukasya segera menghentikan ucapannya karena killa mencubit pinggangnya
Hampir saja keceplosan. Batin ukasya.
" Itu apa? Kenapa gak dilanjutkan? " Tanya wildan.
__ADS_1
"Itu kan killa rencananya bakal gue kenalkan sama orang tua gue sebagai calon mantunya! " Timpal husen dengan pede.
Ukasya yang mendengar hal itu langsung keluar sungutnya. Dia segera menoyor kepala temannya itu. Sedangkan killa sibuk melerai mereka semua.
Kemudian mereka semua kembali hormat didepan bendera hingga mereka ketinggalan banyak mata pelajaran.
"Killa, loh gak papa kan? Nanti kalau mereka gangguin loh lagi. Loh jangan sungkan sungkan ya bicara sama gue, biar mereka nanti gue yang urus loh tenang saja! " Ujar wildan.
Sedangkan ukasya yang mengetahui istrinya didekatin wildan hanya mendengus kesal.Beberapa menit kemudian pak Hendra pun datang dan mengizinkan mereka untuk kembali ke kelas mereka.
Kini killa sudah merada didepan kelasnya dan akan masuk kedalam kelas.
"Permisi bu, maaf saya terlambat! " Ujar killa.
"Darimana saja kamu killa? Kenapa jam segini kamu baru masuk kelas? " Tanya bu rina.
"Saya, saya habis dari ruang bk bu ada sedikit masalah! " Ujar killa.
"Baiklah kalau begitu kamu hari ini saya beri izin masuk dan besok besok jangan diulang lagi". Ujar bu rina.
" Baik bu, Terima kasih ". Ujar killa kemudian berjalan menuju mejanya.
Setelah killa duduk di bangkunya tersebut.
" Hey killa loh darimana saja sih? Loh dicariin kak ukasya tadi tahu? " Ujar linna.
"Ah masak sih? " Tanya killa.
"Iya tahu. Emang loh darimana sih? " Tanya linna kembali.
"Itu tadi gue habis Ketemu sama qailla cs" Ujar killa.
"Apa? Loh gak papa kan, loh gak diapa apain kan? " Tanya linna dengan khawatir.
"Gak papa kok, loh tenang saja ya. Nanti gue bakal cerita semua sama loh! Ya sudah gue boleh pinjam buku catatan loh gak" Ujar killa.
"Iya boleh ini". Ujar linna.
Setelah killa mendapatkan izin untuk meminjam buku linna, dengan segera dia menyalin semua materi yang jadi dia tertinggal.
Sesekali dia juga melirik kearah bangku alula.
" Uhf syukur alula belum masuk! " Ujar killa dengan menghembuskan nafasnya dengan lega.
Teng...
Teng....
Jam istirahat pun telah berbunyi kini linna dan killa berjalan bersama menuju kantin. Namun ditengah perjalanan mereka dihalau oleh dito.
"Hey killa! "
"Hey dito, ada apa ya? " Tanya killa.
"Itu tadi loh kemana saja sih? Loh dari tadi dicari-cari oleh kak ukasya kelihatannya dia marah banget sama loh! Apa dia masih dendam ya sama loh? " Tanya dito.
"Maksudnya gimana? Dendam kenapa? " Tanya killa kebingungan.
"Gini loh bestie, tadi kak ukasya cariin loh sampai ke kelas seperti nya dia masih mempermasalahkan soal loh lempar bola voli kemarin yang salah sasaran deh! " Jelas linna.
"Masak sih? " Ujar killa.
"Iya mulai sekarang kayaknya loh harus berhati-hati deh sama kak ukasya. Jangan lagi deh loh cari masalah sama dia, bisa habis nanti loh! " Ujar dito memperingatkan.
"Ok, terimakasih ya informasi nya! " Ujar killa.
Dito langsung pergi meninggalkan mereka berdua. Kini mereka berjalan kembali menuju kantin sambil bercengkrama seperti biasanya.
"Hey killa, tahu gak ? Tadi gue habis tatap muka langsung lo sama kak ukasya bahkan mau bicara juga! " Ujar linna girang.
"Oh ya, terus? "
"Ya gitu doang killa! "
"Maksudnya? "
"Iya cuma gitu doang. Seperti biasanya setiap kak ukasya didekatin cewek dan diajak bicara pasti sangat cuek dan diem mulu. Sikapnya itu benar benar dingin banget tahu! Susah banget taklukkan pangeran idaman satu ini huhuhu! " Keluhnya.
"Hahaha... Gila gokil ya. Orang kek gitu masih loh kejar lin? "
"Iya lah. Seperti apapun dia, dia tetap selalu dihati! " Ujar linna dengan tersenyum.
"Dasar loh ya linna, kasihan juga gue sama loh! Btw kalau seandainya nanti tiba-tiba ada kabar kak ukasya ada pacar atau bini apa yang akan loh lakukan lin? " Tanya killa
"Gimana ya? Hemmmm... Kalau gue pribadi sih tergantung situasi ya.. Kalau ternyata ceweknya cantik melebihi gue ya gue pasrah tapi kalau dibawah gue. Gue langsung gassssss sebelum jalur kuning melengkung tapi kalau sudah ya mau gak mau gue patahin soalnya sayang juga cowok setampan itu dapatnya cewek jelek kan! " Ujar linna
__ADS_1