
Killa langsung terdiam membeku mendengar ucapan ukasya tersebut.
Ah sepertinya percuma juga gue berdebat dengan nya pasti gak akan ketemu ujungnya. Ribet ah mending gue ke dapur masak saja deh. Udah laper banget. Batinnya.
Kemudian dia segera pergi meninggalkan ukasya menuju ke dapur.
"Mau kemana itu anak? " Gumam ukasya yang kini sedang rebahkan tubuhnya di atas kasurnya.
Karena jiwa menasarannya menggelora, akhirnya dia memutuskan untuk menguntit killa sampai ke dapur.
" Mau ngapain loh didapur? " Tanya ukasya penasaran.
"Mau masak, lapar gue? " Jawabannya.
"Emang loh bisa masak? Gue kok gak yakin ya! "
"Menghina banget loh kak, gini gini gue dulunya anak yang baik dan rajin lah sering bantu mama ayumi masak di dapur! " Ujar killa.
"Oh.gitu! "
"Kenapa emang kakak mau makan juga? " Tanya killa.
"Iya kebetulan perut gue lagi laper banget ni. Tolong bikinin gue sekalian ya? " Ujar ukasya.
"Idih enak betul datang datang minta makan! Kalau kakak pengen makan minta maaf dulu sama killa soal yang tadi kakak cium killa."Cerocosnya.
" Lah ngapain juga gue minta maaf ke loh. Gue kan suami loh ya sah sah aja dong kalau gue cium loh bahkan lebih dari cium pun juga bisa! "
"Hemmm iya juga ya! Ah bodoamat lah". Jawab killa dengan pasrah.
"Jangan lupa ya gue juga di bikinin harus yang enak ya kalau gak enak awas loh nanti gue cium lagi mau! " Ancamnya.
"Hemm iya iya gue bikinin! Sana pergi jangan ganggu konsentrasi gue lagi masak! "Ujarnya dengan kesal kemudian memasang apron dan memulai memasak.
Kini killa sudah menyiapkan bumbu dan sayuran se adanya yang ada di kulkasnya. Dia memulai aksinya didalam mengeksekusi beberapa bumbu dan sayuran-sayuran.
HinggaHingga aroma harum yang dikeluarkan oleh masakannya killa itu menyeber ke segala penjuru ruangan apartemen. Membuat ukasya menjadi tergoda , kini dia yang telah selesai mandi segera bergegas lari menuju dapur, setelah sampai didapur dia hanya mengamati killa yang tengah sibuk memasak.
"Widih, kayaknya enak tuh! Boleh juga skill loh di dapur, aku kira loh itu anak mama! "Ujar ukasya yang berniat memuji killa namun gengsi.
Namun killa tidak menggubrisnya tapi hanya tersenyum kemudian langsung melanjutkan memasak nya. Kini hati killa rasanya sedang berbunga tanpa sadar ternyata suaminya memuji masakannya.
Setelah semua selesai. Kini killa menyajikannya di atas meja makan. Namun ketika dia akan meletakkan makanan itu didepan ukasya , tiba-tiba bayangan dirinya dicium ukasya dengan brutal tadi melintas di pikiran nya lagi.
Membuat dia menjadi salah tingkah. Karena tingkahnya yang lucu sedikit menggemaskan dan aneh itu , menjadi kan ukasya heran sendiri melihatnya.
"Kenapa loh, Tiba-tiba aneh gitu? "
" Gak ada apa-apa! " Ujarnya kemudian killa kembali ke dapur mengambil beberapa buah yang sudah ditata diletakkan diatas meja makan lalu dia segera melahap makanannya itu sampai habis.
Kemudian dia pergi meninggalkan ukasya yang tengah menikmati masakan killa.
"Waw... Ternyata enak juga masakan gadis itu! " Ujarnya dengan berbinar binar.
Setelah ukasya selesai mengeksekusi semua makanan yang telah dimasak killa tadi, dia langsung pergi kedapur untuk mencuci piring nya itu.
"Ah .... Kenyang juga perut ini! Sungguh pandai juga dia menyenangkan suami hhhh". Gumamnya.
Kemudian ukasya berjalan menuju ruang tengah akan melihat televisi namun ternyata, dia melihat killa yang telah turun dari tangga dengan penampilan yang sangat rapi seperti akan pergi. Dengan segera ukasya menarik tangan killa hingga dia kini berputar menghadap ke arah ukasya. Dengan spontan killa menghempaskan tangan ukasya karena dia takut kejadian tadi terulang lagi.
"Hey mau keluyuran kemana kamu? " Tanya ukasya
"Bukan urusan kakak". Jawabnya jutek.
" Killa! Jawab yang benar ini suami mu lagi bertanya! " Teriak ukasya.
"Killa mau pergi kesekolah lihat kak Wildan tanding basket sebentar kenapa memang?".
" Apaan sih loh, gak enggak gue izinkan loh pergi! Dirumah aja loh "
"Kok gitu sih kak! Gak mau gue mau lihat! "
"Gak ada bantahan. Sekali gak ya gak! "
"Loh kenapa sih kak tiba-tiba aneh gini! Gue cuma mau lihat kak Wildan main kenapa loh halang halangin sih? Apa alasannya killa gak dibolehin? Apa karena dia itu saingan berat loh ya kak, emang kalian ini saingan apa sih? Terus apa untungnya coba? " Tanya killa dengan penasaran.
"Sudah sana masuk kamar gak usah betingkah dan banyak tanya cepat! " Perintah ukasya.
"Nggak mau! " Jawab killa ketus lalu dia pergi jalan arah ruang tamu.
"Killa gue bilang masuk kamar ya masuk! " Titahnya lagi dengan memasang wajah kesalnya itu.
"Bodoamat wekk" Ukasya yang sudah geram dengan killa tanpa basa basi lagi dia langsung berjalan cepat menghampiri killa lalu dengan terpaksa menggendong nya masuk kekamar lalu , dia menguncikan killa didalam sana.
Walaupun killa memberontak pun tak akan bisa melepaskan gendongan ukasya itu sebab ukasya lebih kuat tenaga nya daripada killa
__ADS_1
"Sekarang loh masuk kedalam dan diam disini".
"Iih kakak.. Bukain pintunya! " Teriak killa.
Sekarang ukasya merasa terbakar esmosi cemburu yang membara karena killa terus saja memikirkan tentang Wildan daripada tentang dirinya.
Kemudian dia membanting semua benda yang ada di meja hias dekat dinding dengan kuat, sehingga membuat suaranya terdengar sampai kamarnya.
Prak
Prak
Piyar...
"Astaga itu bocah kalau lagi mode marah seram juga mana pakek acara banting banting. Entah lah gue gak habis pikir lagi ,itu anak banting apa ya tadi?kenapa gak ajak ajak gue sih? Gue kan juga mau ikut" Gumamnya .
" Padahal tadikan gue cuma bercanda gak serius pergi kesana! Ya gagal deh rencana gue pengen shoping yang banyak buat kebutuhan gue sambil habisin uang dia huhuhu! " Gerutunya.
" Apa jangan jangan dia suka ya sama gue? Ah positif thinking saja lah mungkin dia lagi suka sama gue hehhehhehh". Ujarnya dengan pede.
""""""""""
Keesokan harinya killa yang baru saja datang menginjakkan kakinya di gerbang sekolah, Tiba-tiba ada seseorang yang menghentikan langkah nya.
" Alula... Ngapain loh? Aw sakit.. Lepaskan! " Ujarnya dengan terkejut ternyata orang tersebut adalah alula yang kini tengah menggenggam tangannya dengan kuat.
"Emang enak! Gue sebelumnya sudah pernah ya peringatkan loh jangan caper disini. Gak usah sok kecakepan deh loh. Loh itu tak ubah nya seperti upik abu dari desa. Jadi sekarang rasakan akibatnya dari ulah loh itu! "Ujarnya memperingatkan dengan menyeringai.
"Sekarang loh ikut gue ke tempat qailla! " Ujarnya lagi.
"Qa-qailla ke-kenapa jadi dia? Apa salah ? " Ujar killa dengan ketakutan.
Namun alula justru menarik tangan nya kuat membuat nya jadi kesakitan.
"Aw... Lepasin gue! " Berontak killa.
"Berisik diam loh dan cepat ikut gue kalau loh masih sayang sama nyawa loh itu! "
"Iya tapi kita mau kemana? Lepasin gue lula, gue gak ada masalah sama kalian!" Berontaknya.
Sedangkan siswa-siswi yang melihat kejadian itu hanya sama melihat dengan acuh tak acuh, karena mereka tahu pasti ini semua ada hubungannya dengan dua pangeran tampan di sekolah ini yaitu Wildan dan ukasya.
Iya siapa lagi kalau bukan karena masalah dekat dengan kedua pria itu pasti tidak akan jadi korban bullying qailla cs.
Akan tetapi ukasya yang kini tengah berada diparkiran sudah memantau kedatangan killa. Dia terus melihat pintu gerbang dari kejauhan dengan berulang kali tanpa ada bosan. Hanya karena sedang mengawasi killa dan Wildan agar mereka tidak pergi bersama sama lagi.
Teng...
Teng...
"Argh... Ini anak kemana sih dari tadi gak ada kelihatan batang hidungnya! Padahal si Wildan sudah datang dari tadi. Masak iya dia nyasar ke planet pluto". Ujar ukasya sebal sambil melirik kembali arah gerbang.
"Huuuuuft.... Sudahlah mending gue masuk ke kelas saja lah! " Ujar ukasya frustasi sambil melangkahkan kakinya menuju kelasnya. Namun dia menghentikan langkah nya karena dia merasakan hatinya gelisah. Seperti ada sesuatu yang akan terjadi.
"Cih.. Sial! Kenapa gue merasa gak nyaman dan khawatir ya, ya Tuhan killa! Sebenarnya loh lagi dimana sih! Apa jangan jangan dia sudah didalam kelas Ya? Masak iya dia bisa secepat itu sih, magic kali ya! "
"Argh... Sial! Buat susah saja loh killa! "Ujarnya kesal sambil berjalan menuju kelas killa, dia ingin pastikan bahwa killa baik baik saja.
Akan tetapi ketika ukusya tengah berada di sebelah kelas killa. Dia terus memikirkan cara agar tidak dicurigai sama yang lain
" Aduh... Gimana ini masuk gak ya? Gue takut nanti yang lain curiga gue harus gimana? "
"Ahaa... Itu ada dito. Gue panggil dia saja lah biar gak ada yang curiga! "
"Woy... Sini loh! " Teriak ukasya sedangkan dito celingukan karena bingung siapa yang sedang dipanggil ukasya.
Cari siapa sih tuh kak ukasya. Batin dito.
"Argh... Sial! Ngapain loh malah celingukan. Cepat kesini loh! " Perintah ukasya.
"Kakak panggil gue! " Ucapnya sambil menunjuk mukanya sendiri .
"Iya loh siapa lagi cepat! " Teriak ukasya.
"I-iya kak" Jawabnya sambil menelan savilanya dengan susah payah lalu berjala menuju arah ukasya sambil gemetaran dia menundukkan mukanya.
Sedangkan ukasya tanpa rasa bersalah telah buat takut anak orang itu, kini bersandar didinding sambil melihat tangannya lalu menatap kearah dito dengan tatapan dingin.
" I-iya kak, ke-kenapa ya panggil gue? Tanya dito dengan gugup.
Sedangkan di arah lain ada beberapa siswa sedang lewat.
"Ahhhh... Ya Tuhan itu beneran kak ukasya ya? Ganteng banget! "
"Iya"
__ADS_1
"Iya ganteng banget kalau dilihat dari dekat gini! "
"Iya betul banget"
"Samperin yuk! "
Yuk
Yuk
Yuk
"Eits... Tunggu deh! Sepertinya kita semua gak perlu kesana deh. Kelihatannya kak ukasya lagi gak bagus suasana hati nya. Mending kita pergi saja yuk dari pada kita kena semprot. Terus kena masalah kita! "Ujar sebagian mereka lalu kembali masuk kelas mereka.
Seperti itulah percakapan yang ukasya dan dito dengar dari para siswa yang sedang mengaguminya. Mereka sama histeris ketika melihat keberadaan ukasya.
" Eh ya. Gimana ya rasanya bisa pegangan tangan dengan kak ukasya. Gue jadi iri sama killa! Gue yang halu, dia yang merasakan. Aturan kemarin itu. Gue saja ya yang lempar bola nya. Gpp deh kena kak ukasya, dimarahin juga gue mau asal bisa pegang kak ukasya dan bisa dibawa kemana saja dengan nya! " Ucap salah satu mereka yang masih disana.
"Ya gila loh! Bangun woy... Halu loh jangan ketinggian! "
"Iya ni loh. Ada ada saja, emang loh mau ya kena semprot kak ukasya? Dia itu seram kalau lagi marah tahu, bisa habis loh , mau? "
"Iya ni anak satu emang ya. Lebih baik loh gak usah cari masalah deh. Dia itu kejam jangan main-main loh! "
Ukasya yang tengah mendengarkan ocehan mereka jadi merasa senang dan tersenyum dengan licik.
Oh... Jadi gitu. Gue jadi punya alasan ni buat cari keberadaan killa. Batinnya.
"Hey.. Loh siswa yang kemarin olahraga dengan killa kan? " Tanya ukasya.
"I-iya kak"
"Cepat loh panggilkan killa, gue tunggu disini gak pakek lama! " Perintah ukasya.
"Ba-baik kak"
Dito langsung berlari masuk kedalam kelas nya dan celingukan mencari keberadaan killa, namun ternyata dia tidak menjumpainya sama sekali.
"Argh sial! Kenapa killa gak ada gimana ini. Bisa digantung di pohon toge gue sama kak ukasya! " Ucapnya frustasi.
"Ah... Gue tanya saja lah sama linna. Diakan teman killa siapa tahu dia lihat killa! " Ucapnya sambil berjalan kearah linna.
"Linna! "
" Iya kenapa? "
"Lo lihat killa tidak? "
"Killa seperti nya belum datang. Emang ada perlu apa loh cari killa? "
"I-itu a-anu killa dicari seseorang" Ucapnya terbatah batah karena dia merasa takut.
"Seseorang siapa? Loh kenapa sih kok gugup gitu kayak orang ketakutan? "
"Itu tadi kak ukasya cariin killa! "
"Apa? Kak ukasya cari killa! " Ujar linna
Dito hanya menganggukkan kepalanya.
"Astaga pantas loh gemetaran kek gitu! Btw Emang loh juga naksir kak ukasya ya sampai segitunya? Jangan bilang loh suka terong makan terong! " Teriak linna.
"Apaan sih loh? Jangan suudzon gitu deh! Gue takut kek gini karena gue kemarin habis kena masalah dengan kak ukasya makanya gue merasa terintimidasi banget dengan kak ukasya! Sekarang loh bilang killa dimana? "Tanya dito lagi.
" Loh buta apa? Lihat ni bangkunya masih kosong gini gitu berarti dia belum datang! " Ujarnya kesal.
"Terus gue harus gimana? " Tanya dito kebingungan.
"Entah!.. Awas loh gue mau jumpai kak ukasya! "
"Aw... Sakit linna kenapa loh dorong gue sih? "
"Sukurin... Siapa suruh loh halangin jalan gue? "
Linna langsung pergi tinggalkan dito sendiri an dibelakang.
"Linna tungguin gue ikut! "
Dito langsung berlari mengejar linna yang tengah berjalan menuju arah ukasya. Setibanya disana , dia mencoba mencuti perhatian ukasya dengan cara tersenyum manis. Namun ukasya justru mencuekinya. Sampai dito datang menghampiri mereka.
"Ma-maaf kak killanya belum datang! "
Tanpa basa basi ukasya langsung pergi begitu saja meninggalkan mereka berdua. Linna yang mengetahui ukasya pergi begitu saja menjadi sangat kesal.
"Ih kak ukasya tunggu. Gue mau bicara! Ah sudahlah" Gerutu linna.
__ADS_1
Sedangkan ukasya kini kembali ke parkiran dia terus mencari keberadaan killa disana bahkan dia juga keluar gerbang untuk mencarinya namun hasilnya tetap saja nihil. Akhirnya ukasya berpaksa kembali ke dalam untuk ke kelasnya namun dihentikan oleh wildan.