
Lalu cekret... Cekret... Cekret...
"Nah ini baru kelihatan sempurna, gue upload lah ke sosmed gue . Biar sosmed gue gak dikira akun mati karena sepertinya Sudah lama gue gak upload ! ".
Beberapa saat kemudian....
" Oh my god. Apa ini serius? " Ujar killa dengan terkejut karena dia melihat sekarang followers nya bertambah menjadi dua kali lipat dari sebelumnya yaitu 10.000 followers.
Killa terus mengerjapkan matanya takjub .
Gila benar ini ma!tapi tungu tunggu ini kok kayaknya banyakan dari siswa sini semua apa gak salah ini? . Batinnya.
"Bagus sih sebenernya followers gue naik, kan nanti gue bisa jadi influencer dadakan bisa cepat kaya gue tanpa harus andelin harta suami gue nanti hihihihi! " Gumamnya
"Tapi kalau gue sering upload foto foto gue kayak gini kira kira nanti jadi masalah gak ya, gue jadi worry ! "
Argh... Sudahlah bodoamat yang penting gue happy . Toh realita nya cuma foto gue yang bergaya biasa masih normal dan gak ada tuh foto ukasya atau pria lain yang gue tempel2 kecuali papa gue sendiri. Batinnya sambil sumringah.
Kemudian dia kembali memilih fotonya lagi lalu mengupload nya.
Dan tak selang beberapa menit kemudian
Ceklung... Ceklung.... Ceklung.... Notifikasi handphone nya berbunyi tanpa henti, sepertinya dia sedang diserbu para fans beratnya.
"Wiiii gila ini ma para warga +62 , banyak banget komentar di foto gue masak iya gue dibilang bidadari, princess, ini apa lagi queen sekolah... Ah bener bener mereka ya buat gue malu saja tapi kalau lihat banyak yang kasih like gue suka". Ujar killa senyum senyum.
Tapi kalau petengkolan anak sekolah tahu soal gue dibilang queen disekolah (qailla and the gens) gimana, bisa mati gue di eksekusi lagi sama qailla and the gengs. Kan sebutan queen itu yang gue tahu hanya qailla yang pegang. Gue harus gimana dong, gue takut banget. Memang gak ngotak bener mereka ini. Batinnya.
Tiba-tiba syelinna baru datang memasuki kelas dengan gayanya yang ceria.
"Hey killa! " Sapa linna.
Tiba-tiba ada dua siswa yang berlari masuk kedalam kelasnya yaitu dina dan dita sampai mereka tidak sengaja menyenggol linna yang tengah berdiri ditengah pintu.
"Awww.. Sakit! Apa apaan sih kalian, kalau jalan itu hati hati dong! " Ujar linna sambil berusaha bangun.
" Eh sorry lin kita gak sengaja... Maaf ya. Sini kita bantu berdiri! "
"Memang ada apa sih sampai kalian berlarian kayak gitu? "
"Itu gue cuma mau bilang dilapangan ada pertunjukan seru? "
"Pertunjukan apa maksud kalian berdua? "
"Itu kak ukasya sama kak wildan lagi baku hantam! "
__ADS_1
"What? Serius loh! " Ujar linna dan killa kemudian saling menatap. Namun siswa-siswi yang lain sama heboh dan berlarian menuju lapangan.
"Serius lah".
Wa kenapa ya mereka berantem
Iya kenapa ya
Yuk kita lihat kesana....
Akhirnya killa dan linna pun ikut berlarian menghampiri kerumunan para siswa.
Lalu killa melotot tajam melihat tingkah suaminya yang kekanak-kanakan menurut nya.
Seketika dia segera menerobos masuk ke kerumunan lalu berlari mendekati ukasya dan Wildan yang terlibat pertikaian.
Sedangkan para siswa yang melihat killa berlari seketika sama bergosip seperti CCTV resolusi tinggi dikomplek emak emak berdaster.
Linna melongo melihat tiba-tiba sahabatnya itu telah ditengah lapangan.
"Alamak itu bocah ngapain disana? Gue harus samperin killa jangan sampai dia nelat berurusan dengan mereka bisa kenapa napa lagi nanti dia? "
Ketika dia berlari tiba-tiba di halau oleh Reni dan ruri.
"Gue mau susulin killa! "
"Emang killa dimana? "
"Noh ditengah lapangan, sepertinya dia punya niatan pengen melerai keduanya deh! "
"Ah masak sih! " Ujar Reni
"Eh iya bener kata linna, yuk kita susulin tuh anak.. Bener bener nekat ya sahabat kita satu itu, gak tahu apa bahaya yang dia dekati! " Ujar ruri.
Akhirnya mereka sama berlari menghampiri killa
Sedangkan killa sudah berada ditengah lapangan brusaha melerai keduanya namun gak bisa. Akhirnya ketiga sahabatnya membantunya dengan cara ketiga nya memegangi Wildan supaya tidak meneruskan pertikaian
Sedangkan killa dia berdiri tepat di tengah-tengah Wildan dan ukasya. Dan hampir saja killa terkena bogeman dari Wildan dari belakang dengan sigap ukasya segera menangkap bogeman itu lalu membanting tubuh Wildan ke samping hingga terjatuh
Kemudian ukasya hendak akan memukul killa namun dicegah olehnya.
"Sudah kak, sudah hentikan! Teriaknya sambil memegangi tangan suaminya.
Beberapa saat kemudian akhirnya pertikaian itu disudahi oleh ukasya.
__ADS_1
" Argh sit! Untung loh disini ada killa, kalau tidak sudah habis loh ditangan gue! " Ujar nya dengan tatapan savage dan ber damage membuat semua orang ketakutan melihatnya.
Akhirnya dia melepaskan cengkeraman tangannya di kera baju Wildan. Lalu segera menghadap ke arah killa dan menarik tangannya pergi ke taman belakang.
"Enak kali tuh cewek. Sok banget jadi pahlawan, lihat nanti apa yang akan gue lakukan! " Ujar salah satu siswi yang tak lain adalah qailla.
Sedangkan di tempat lain ukasya dan killa tengah duduk dibawah pohon yang rindang dibelakang sekolah.
"Loh gak papa kan kil? Kenapa loh ceroboh banget tadi ikut ikut ketengah lapangan melerai gue dan Wildan." Tanya ukasya cemas setelah emosinya meredam.
"Gue gak papa. Kenapa sih kak loh pakek acara berantem begitu. Gak malu apa jadi tontonan kayak gitu, kayak anak kecil saja gak bisa kah semua diselesaikan dengan kepala dingin gak harus dengan kekerasan dan otot? " Ujar killa.
"Itu bukan urusan loh. Loh gak usah khawatir dengan gue, gue bisa atasin masalah gue sendiri! " Ujar ukasya dingin.
"Gimana gue gak ikut campur kalau cara kakak menyelesaikan masalah kek gitu coba. Kakak mau nanti mama papa kena masalah gara gara tingkah kakak seperti itu! "
"Sudah lah killa jangan terus ngebantah suami. Gue berantem juga ada masalah nya tapi loh gak perlu tahu apa itu! "
"Kenapa gue gak boleh tahu ka?Gue ini istri loh! "
Ukasya hanya terdiam dan tak menjawab.
"Ah sudahlah kak capek gue sama loh. Terserah loh mau berbuat apa. Gue mau pergi bye! "
Killa langsung berjalan meninggalkan ukasya sendiri duduk terpenung sendiri.
"Maaf killa.. Bukan maksud gue main rahasia sama loh tapi gue gak ingin loh kenapa-napa! "
Ditempat yang lain Wildan sudah dipanggil oleh guru BK.
tok
Tok
Tok
"Permisi! " Ujar Wildan.
"Ya silahkan masuk dan duduk! Dimana ukasya kok belum kesini? "
"Tidak tahu pak! " Jawab Wildan dengan tertunduk.
Guru bk langsung keluar dan memanggil salah satu siswa supaya memanggilkan ukasya untuk keruang BK.
__ADS_1