
"Gak ketemu kah sayang? " Tanya ukasya.
Kemudian killa segera beralih melihat kearah ukasya sambil menggelengkan pelan kepalanya.
"Coba cek di tas, siapa tahu tadi kamu taroh ditas kan? " Perintah ukasya.
"Hemm... Mungkin kali ya mas. Coba killa cek dulu! " Ujar killa kemudian membuka tasnya
Namun tetap saja tidak menjumpai botol minuman.kemudian killa mencoba untuk mengingat nya kembali.dan benar saja killa teringat kalau botolnya tadi masih di atas meja makan.
"Ya Tuhan mas.. Sekarang aku ingat, botolnya ketinggalan tadi di atas meja hehehe! Maaf aku kelupaan habis tadi buru buru! "Ujar killa dengan senyum malu malu dan sambil menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal.
" Ya sayang, kok bisa ketinggalan sih! Terus mas gimana dong , haus banget ini! "
"Haus pakek banget ya mas, gak bisa kah tunggu nanti saja gitu? " Tanya killa sambil tersenyum.
"Gak bisa sayang, sudah gak tahan pengen minum. Iya sudah kalau gitu mas mimik cucu murni aja ya langsung dari sumbernya hehehehe! " Ujar ukasya dengan cengengesan.
Seketika killa langsung menutupi dadanya itu sambil melotot tajam kearah ukasya karena killa faham betul sama yang ada diotak suaminya itu.
"Ck.. Mas! Gak tau diri banget sih. Pagi pagi sudah omes. Mana gak ingat tempat dan situasi. Masak mau sekolah mau ***** yang benar saja kamu ini mas. Gak ah! " Ujar killa kesal.
"Alah makin haus ini aku sayang kamu gak izinin *****! " Ujar ukasya manja.
"Gk... Gak ada begituan. Na itu didepan ada minimarket , kita berhenti disana saja ya mas! " Perintah killa.
"Untuk apa sayang? "
"Katanya mau minum. Ya makanya berhenti disana saja sebentar, killa mau beli minuman sama cemilan dulu ya! " Ujar killa.
"Ok deh, tapi ingat jangan lama lama didalam ya, nanti kita bisa telat masuk sekolah dan ingat juga jajannya jangan banyak ciki cikian gak bagus buat si dedek! " Ujar ukasya.
"Ok siap komandan! " Ujar killa dengan tersenyum.
"Na sudah sampai sayang! " Ujar ukasya kemudian memarkirkan mobilnya. Tiba-tiba ukasya memegang tangan killa untuk menahannya agar tidak keluar mobil.
"Kamu mau kemana sayang? " Tanya ukasya.
"Loh kok masih tanya mas, iya mau ke minimarket lah mas! "
__ADS_1
"Hmm kamu gak perlu turun deh sayang. Biar mas saja yang kesana, nanti kamu kecapekan lagi! "
"Ah.. Mas jangan lebay deh, orang cuma mau belanja sebentar kedalam sana kok. Lebih baik mas saja yang disini saja, jagain ni mobil biar gak dibawa maling hehehehe! " Candanya.
"Lo tapi...! "Ujar ukasya tampak ragu.
Kemudian killa menghadap kearah suaminya dan memegangi kedua pipi ukasya.
" Mas ukasya sayang. Jangan banyak protes ya, mas jangan overthinking terus , percaya deh sama killa ya, killa bisa kok jaga diri dan hati hati jadi jangan khawatir ya. Killa pamit kedalam dulu nanti kalau killa kerepotan pasti killa kabarin kok! " Ujar killa.
"Iya sudah hati hati ya! "
"Iya sayang! "
Dengan terpaksa pun ukasya mengiyakan ucapan killa tersebut. Namun karena ukasya sangat khawatir dan cemas dengan killa yang tengah hamil muda itu, jadi pikirannya terus overthinking dan waspada terus.
Sedangkan didalam minimarket killa yang tengah mendorong trolli belanjaannya kini sudah hampir penuh dengan beberapa jenis buah buahan, sebotol air mineral, kebutuhan dapur dan beberapa cemilan ringan.
Tiba-tiba ketika killa berada di salah satu rak Khusus untuk beberapa alat make up, dia tidak sengaja menyenggol seorang pembeli yang lain.
"Aduh maaf... Mas, saya tidak sengaja! Lo.. Kak Wildan kenapa bisa ada disini? " Ujar killa terkejut.
"Ah kakak bisa saja, eh omong omong kakak ngapain kesini tumben kok gak langsung kesekolah gak takut telat? " Ujar killa.
"Ah gak kok, ini kan masih ada waktu tiga puluh menit lagi, gue kesini cuma kebetulan mampir sebab mau beli alat-alat tulis dan beberapa media untuk praktek di laboratorium nanti! " Ujar nya
"Oh begitu, ya. Ya sudah kalau gitu killa duluan ya soalnya takut antri, nanti bisa terlambat kesekolah!bye " Ujar killa tersenyum.
Kini killa telah berjalan pergi begitu saja meninggalkan Wildan sendirian.Sesampainya didepan kasir, killa langsung menghubungi ukasya yang sedaritadi sudah gelisah karena istrinya tidak kunjung keluar dari minimarket.
"Selamat datang kak, ini saja belanjaannya? " Ujar penjaga kasir.
"Iya kak, mohon tolong segera dihitung ya kak, soalnya saya takut telat masuk sekolahnya hehehe ! "
"Oh siap kak, mohon ditunggu ya" Ujarnya sambil menghitung semua belanjaan killa.
Beberapa saat kemudian .
"Ini kak total belanjaannya 1,5 juta. Apakah ada kartu member kak? "
__ADS_1
"Mohon maaf kak saya tidak punya, saya bayar saja pakai kartu kredit ya kak" Ukar killa sambil menyodorkan kartu kredit nya.
"Baik tunggu sebentar ya kak! "
"Hallo mas! " Ujar killa ditelpon.
"Iya sayang, kenapa? " Tanya ukasya di seberang sana.
"Mas tolong kesini ya killa kesulitan bawa belanjaannya banyak banget! " Pinta killa.
"Ok tunggu disitu jangan diangkat bawaannya kalau berat! "
"Siap komandan! "
Beberapa saat kemudian akhirnya ukasya pun datang.
"Hey sayang! Mana belanjaannya? " Tanya ukasya.
"Tuh mas! " Ujar killa sambil menunjukkan dua kantong kresek besar.
"Ya Tuhan sayang, kamu belanja apa saja? Kok banyak banget! " Tanya ukasya.
"Ini killa sekalian belanja bulanan buat keperluan rumah mas, sepertinya tadi killa lihat kebutuhan dapur kita habis dan stok stok isi kulkas pun tinggal sedikit".
" Oooh begitu, iya sudah . Ini sudah dibayar belum? "
"Sudah kok mas.iya sudah ayo nanti kita keburu telat! " Ujar killa.
"Ok siap! Terimakasih ya kak! " Ujar ukasya.
"Sama-sama"
Akhirnya killa dan ukasya pun keluar menuju mobil.killa berjalan lebih dulu,sedangkan ukasya kini sudah mengekor killa sambil menenteng beberapa kantong kresek yang penuh dengan belanjaannya.
namun tanpa disadari oleh ukasya dan killa didalam minimarket Wildan yang sedaritadi melihat kemesraan mereka langsung mengepalkan tangannya dan raut wajahnya menjadi merah padam seperti menahan amarah, karena merasakan geram melihat kedekatan ukasya dan killa. hatinya seperti tersulut oleh api, hingga dia terus memikirkan cara untuk mendapatkan killa dari genggaman tangan ukasya.
"Sit.. Sialan! Gue gak bisa lagi tinggal diam seperti ini. Killa harus jadi milik gue apapun itu caranya, lihat saja loh ukasya. Gue pastikan, gue bakal rebut killa dari genggaman loh selama jalur kuning belum melengkung! " Sungut Wildan kesal.
Dia terus terobsesi ingin mendapatkan killa, walaupun dia sudah diberitahu pun tentang kebenarannya tetap dia tidak percaya dan menganggap itu hanya akal akalan ukasya, supaya bisa menang darinya
__ADS_1