
Killa yang awalnya membuang muka, setelah mengetahui suaminya itu keluar dari mobil . Seketika membuat wajahnya terlihat sangat Gembira.
Ukasya yang mengetahui istrinya mulai tersenyum lagi ketika dia akan menutup pintu mobil, membuat ukasya berasa lega dan bersyukur sekali.
Sebab dirinya sangat menyayangi istrinya tersebut, jadi apapun keinginan istrinya yang nyeleneh ketika lagi nyidam itu .pasti dia selalu usahakan untuk mendapatkannya, walaupun itu sangat sulit ataupun awalnya dia merasa terpaksa .
Uhhhh... Demi istri dan calon baby gue tersayang, gue rela manjat manjat dah kayak monyet daripada nanti anak gue ngences kan gak lucu. Batin ukasya.
Sedangkan killa didalam mobil Terlihat Sangat memperhatikan suaminya itu.
"Permisi pak! " Sapa ukasya.
"Iya den, ada yang bisa saya bantu? " Tanya seorang bapak bapak yang sudah beruban.
"Maaf Pak, kira kira yang punya lahan ini siapa ya? " Tanya ukasya sedikit ragu.
"Saya sendiri den, ada apa ya? "
"Sebelumnya saya mohon maaf Pak, begini saya mau minta izin untuk minta beberapa mangga bapak apa diperbolehkan? Sebab istri saya sedang nyidam! " Ujar ukasya.
"Oh lagi nyidam, boleh boleh den ambil saja! "Ujar bapak tersebut.
" Terimakasih pak, kalau gitu saya langsung ambil saja pak! "
"Iya silahkan den, ambil sesukanya!"
Akhirnya ukasya melangkahkan kakinya menuju pohon mangga tersebut .
"Aduh... Tinggi banget sih! Gimana gue manjatnya? " Ujar ukasya lirih sambil berusaha naik ke atas pohon mangga.
Killa yang sedaritadi hanya melihat didalam mobil, kini dia keluar dan turun dari mobilnya lalu berjalan mendekati ukasya yang saat ini sudah setengah jalan memanjatnya.
"Semangat sayang! Kamu pasti bisa, ini demi anak kita biar gak ileran! " Ujar killa yang sedang berdiri di salah satu sisi dekat pohon.
Ukasya yang mendengar teriakan istrinya itu menjadi tersenyum seakan-akan killa tadi seperti memberikan energi untuknya memanjat pohon mangga.
Dan ketika sampai cabang pohon mangga tiba-tiba cabang pohon tersebut justru patah. sehingga ukasya hampir saja akan terjatuh, namun untung saja dia segera berpegangan di salah satu cabang pohon yang lumayan kuat.
"Mas hati hati! Pegangan yang kuat! " Teriak killa dengan raut wajah yang khawatir.
__ADS_1
Tiba-tiba pemilik pohon mangga tersebut langsung datang mendekati killa dengan membawa gala di tangannya.
"Eh den kok memetik mangganya dengan dipanjat? Kenapa tidak menggunakan gala saja? Ini saya bawakan galanya, ayo turun den, biar gak jatuh! " Ujar bapak pemilik pohon mangga.
"Eh gak perlu pak, nanggung juga kalau turun . Sudah terlanjur diatas saya. Dan istri saya juga maunya saya yang manjat langsung! ". Penjelasan ukasya.
" Oh kalau begitu hati hati den jangan sampai terjatuh, bahaya! " Ujar bapak tersebut memperingatkan.
"Iya Pak! " Jawab ukasya dan kini dia melanjutkan mengambil beberapa buah mangga yang matang dan yang setengah matang seperti request dari istrinya itu. Lalu dia lemparkan kebawah ke arah berlawanan supaya tidak menjatuhi istrinya dan bapak tua tersebut.
"Eh mas kok dilempar kesana sih? Kenapa gak kesini saja biar aku tangkap? " Ujar killa.
"Gak papa sayang, biar mas lempar kesana saja supaya aman gak melukai orang lain! " Teriak ukasya sambil melemparkan mangga.
Setelah selesai memetik, ukasya segera turun dari atas pohon, karena ternyata di pohon tersebut banyak sekali semut. Sehingga badannya merasa sakit dan gatal gatal karena digigit oleh beberapa semut tersebut.
Dengan panik dan juga sudah tidak tahan lagi karena mendapatkan gigitan dari semut tersebut, ukasya jadi tidak berhati-hati ketika turun kebawah. Sehingga kini dia terjatuh dari atas pohon.
Bugh...
"Awwwww! Sakit! " Teriaknya
"Ya tuhan sayang! " Ujar killa
"MasyaAllah den, kok bisa jatuh! Ayo nak kita segera kesana membantu dia berdiri. Semoga dia baik baik saja! " Ujar bapak tua.
"Iya Pak! "
Akhirnya mereka berdua berlari kearah ukasya kemudian membantu ukasya untuk berdiri.
"Den , aden gak papa kah? " Tanya bapak tua.
"Tenang pak saya baik baik saja kok! Loh sayang kenapa kamu nangis? " Ujar ukasya setelah dia bangkit dari atas tanah.
"Ma-maafkan a-aku mas hiks... Hiks... Ini semua gara-gara aku kalau tadi, aku gak minta mas manjat pasti mas gak akan terjatuh hiks! " Ujar killa dengan sesenggukan.
"Sudah sayang jangan menangis . Mas gak papa kok serius! " Ujar ukasya dengan tersenyum dan memeluk killa supaya dia tenang.
"Ta-tapi i-itu tangan mas luka hiks...! " Ujar killa dengan memegangi tangan ukasya yang tergores sebatang ranting pohon tadi.
__ADS_1
"Oh ini gak papa kok sayang. Ini gak sakit kok, kalau kamu khawatir nanti dirumah kita obatin ya! " Ujar ukasya dan killa pun menganggukkan kepalanya.
Setelah selesai menenangkan istrinya kini ukasya segera merogoh sakunya untuk mmencari beberapa uang.
Kini ukasya mengeluarkan dompetnya lalu dia mengeluarkan beberapa lembar uang dan diberikan kepada bapak tersebut.
"Oh iya Pak ini ada sedikit rezeki buat bapak . Mohon diterima ya karena bapak tadi sudah membantu saya! " Ujar ukasya sambil menyodorkan uang ketangan bapak tersebut.
"MasyaAllah den terimakasih banyak, sebenarnya bapak iklas memberinya tapi kalau aden memberikan uang seperti ini, maka ini saya anggap sodakoh saja ya, karena ini terlalu kebanyakan! " Ujar bapak tua.
"Iya Pak terserah bapak mau diapakan uangnya karena saya juga iklas memberikan! " Ujar ukasya.
"Terimakasih den dan nona yang cantik! "
"Sama sama pak, oh iya apakah saya boleh meminta satu kantong plastik yang sedang untuk memasukkan buah mangga tersebut? " Tanya ukasya.
"Oh iya tentu boleh. Tunggu sebentar saya ambilkan! "
Kemudian bapak tersebut segera masuk kedalam rumah, sedangkan diluar ukasya dan killa segera memunguti beberapa mangga yang jatuh tersebut lalu mengumpulkannya menjadi satu.
Beberapa saat kemudian bapak tersebut kembali dengan membawa satu kantong plastik, lalu memberikannya kepada mereka.
"Ini den! " Ujar bapak tersebut.
"Terimakasih pak! "
Lalu mereka segera memasukkan mangga mangga tersebut kedalam kantung plastik.
Setelah selesai mereka segera berpamitan untuk pulang.
Kemudian mereka segera melangkah kearah mobil, kemudian segera masuk kedalam mobil.
Lalu ukasya segera melajukan mobilnya menuju apartement mereka.
Sesampainya dirumah killa segera menaruh buah mangga tersebut di wastafel cucian piring, kemudian dia segera berjalan kedalam kamar untuk membersihkan dirinya sebelum nanti diomelin oleh ukasya.
Setelah selesai berganti pakaian killa segera mencuci buah mangga tersebut , lalu mengupas kulitnya dan menata di piring. Kemudian dia berjalan kearah ruang TV, yang mana disana ternyata sudah ada suaminya yang tengah duduk sendiri.
"Hey mas sepertinya lagi asyik banget ya? Lagi nonton apa? " Tanya killa
__ADS_1