
"pak norma, tolong panggilkan dokter hilma kesini! ". perintah Afgan.
" baik tuan! " dengan segera pak norma segera jemput dokter hilma dikediamannya. iya dokter ini adalah adik dari Afgan.
setelah kepergian pak norma, Afgan segera menelpon asisten kepercayaan nya yaitu Obito hiragana supaya mencari tahu identitas lengkap dari gadis yang telah ditabraknya itu. karena dia penasaran sebenarnya siapa dia yang juga sudah menggetarkan jiwanya yang telah mati.
(usut punya usut dulu Afgan ini kuliah di universitas ternama di negara Jepang, ya Afgan ini adalah keturunan asli dari seorang laki-laki Jepang sedangkan ibunya asli Indonesia. makanya dia dulu pernah sekolah disana sampai dia mendapatkan gelar sarjana. disana dia mempunyai kekasih yang bernama NoranOcta hinata dan sazuko origana. namun ternyata kisah cinta Afgan dan nora harus kandas ditengah jalan karena sazuko yang cemburu kepada mereka akhirnya dia membuat nora menghembuskan nafasnya. supaya dari mereka tidak ada yang bisa dapatkan nora).
beberapa saat kemudian..
"selamat siang tuan muda , ini berkas berkas yang Anda minta! " ujar obito sembari memberikan sebuah map yang berisikan dokumen dokumen mengenai faradinelis arasya.
"baik, terimakasih! " ujar Afgan sambil membuka dan membaca dengan serius semua isi dalam dokumen tersebut. namun tiba-tiba dia menjadi salah fokus dengan beberapa hal yang tertulis disana.
faradinelis arasya seorang gadis yang cerdik, jenius namun polos tapi dia juga memiliki satu perinsip yang sangat menarik. sangat jarang sekali ada wanita seperti ini tapi sungguh sangat miris sekali hidupnya. baiklah karena kamu sekarang ada ditanganku maka aku akan buat mereka tidak akan bisa hidup dengan tenang nan damai. aku pastikan mereka akan berhadapan langsung dengan ku. gumamnya sambil menahan emosi setelah membaca semua tentang faradinelis.
tiba-tiba...
"kak Afgan! "
"kakak! "
"loh dimana cepat keluar! " teriak seorang wanita.
tap.. tap.. tap...
langkah kaki seseorang yang begitu tenang dan berwibawa turun dari atas tangga untuk menghampiri nya.
"nah ternyata ada disitu rupanya kau kak! " sungutnya.
"ada apa sih teriak teriak! seperti sedang ada dihutan saja! " timpal Afgan. rupanya lelaki yang turun itu adalah Afgan.
"maaf tuan muda! tadi saya sudah mengatakan pada nona ada urgent tapi...! " ujar pak norma namun dihentikan oleh Afgan.
"baiklah tidak apa-apa pak, saya mengerti! baiklah sekarang bapak boleh kembali ke pekerjaan bapak. terimakasih! "ujar Afgan.
" baiklah tuan. saya permisi! "
__ADS_1
setelah kepergian pak norma Afgan langsung duduk di depan dokter hilma. iya wanita yang berteriak itu adalah dokter hilma.
"kenapa kau selalu berteriak teriak kalau datang ke apartemen ku ha! " seru Afgan geram.
"siapa suruh kakak sudah mengganggu waktu ku! " sahut dokter hilma dengan cemberut.
"aku mau kamu periksa seseorang dikamar tamu !".
" baiklah! ".
beberapa saat kemudian..
" bagaimana keadaannya? " tanya Afgan.
"ck.. sialan loh kak! ternyata kamu panggil aku kesini cuma hanya untuk memeriksa keadaan wanita yang tengah tertidur. dasar menyebalkan. kau sudah mengganggu waktuku yang tengah berkembang biak! "ujarnya dengan raut wajah yang merah padam.
tanpa basa basi Afgan langsung melemparkan sebuah berkas.
brugggh. ..
" satu pulau di Miami! " ujar Afgan membuat dokter hilma langsung tersenyum bahagia dan mengambil dokumen tersebut.
"ck.jangan senang dulu! sekarang katakan bagaimana keadaan wanita itu? "
"oh wanita itu sekarang tengah hamil muda! " ujarnya dengan ngarang bebas.
"ck.jangan main-main dengan ku hilma! aku lagi serius! " ujar Afgan dengan tatapan tajam.
"ayolah kak, hidup itu jangan terlalu serius nanti cepat tua! " ceplosnya namun Afgan semakin menatap nya dengan tajam setajam silet.
"hehehehe... iya iya maaf! dia cuma kelelahan saja dan sedikit stress.jangan khawatir! tapi tunggu sejak kapan seorang Afgan bisa seperduli ini dengan seorang wanita ? apa dia itu jangan jangan calon kakak ipar buatku? " tanya hilma sambil nyengir kuda.
namun Afgan bukannya menjawab justru menatapnya dengan tajam. membuat hilma menciut nyalinya.
"baiklah baiklah. aku mengerti, kalau begitu aku pulang dulu ya kak bye! oh iya sampai lupa, kak aku ada sedikit kejutan untuknya nanti dan jangan lupa aku pesan satu ponakan yang manis ya! " ujar hilma dengan tersenyum simpul lalu pergi meninggalkan apartemen afgan.
afgan yang sudah hafal dengan tingkah adiknya yang absurd dan jahil itu langsung terperanjat dari tempat duduk nya dan langsung berjalan menuju kamar tamu. Tiba-tiba saat afgan sudah tepat di depan kamar tersebut dia terkejut bukan main mendengar teriakan histeris dari kamar faradinelis.
__ADS_1
"ah.. sial! ini pasti hilma sudah bikin ulah lagi! "
lalu afgan segera memaki para bodyguard yang sedaritadi disiapkan untuk menjaganya di depan pintu.
"hey.. kenapa kalian masih saja berdiri disini? apa kalian tuli, wanita itu sudah teriak teriak dengan keras? "
"mohon maafkan kami tuan muda! sepeninggalan dari nona hilma tadi berpesan supaya jangan ada yang berani masuk kedalam apapun keadaannya, kalau bukan tuan muda sendiri yang masuk kedalam! " ujar para bodyguard tersebut sambil menundukkan kepalanya karena takut dengan tatapan nyalang dari atasannya.
"****! dasar bodoh! "
tanpa berpikir panjang afgan segera masuk kedalam kamar.
ceklek.. suara pintu terbuka.
dan alangkah terkejutnya afgan melihat faradinelis yang tengah meringsut sambil berurai air mata di balik selimut.
ada apa ini. batinnya kemudian dia berjalan mendekati faradinelis.
tap.. tap... tap...
"kamu kenapa tiba-tiba menangis? " ujar afgan dengan datar membuat fara segera mendongakan pandangannya.
Deg...
jantung mereka berdua berdetak dengan cepat dan ada getaran juga perasaan yang aneh menyelimuti mereka berdua, setelah tatapan mata mereka saling bertemu satu sama lain. akhirnya faradinelis pun sadar lalu memalingkan pandangannya. kemudian dia segera mencari sesuatu yang dapat dia raih. akhirnya dia segera mengambil bantal disampingnya kemudian melemparkan kearah Afgan.
brugh... suara bantal mengenai wajah afgan yang tidak sempat dia menghindar.
"apa yang kamu lakukan? apa kamu sudah gila? " tanya afgan kesal dengan melipat tangannya didepan dada.
"kau itu yang gila! Kenapa kau membawaku kesini dan kenapa kau berani melecehkan ku? dasar laki-laki hidung belang! apa yang sudah kau lakukan tadi kepada ku? " ujar faradinelis dengan sangat emosi sampai bibirnya bergetar mendapatkan dirinya berakhir diranjang seorang pria.
"apa maksud mu? aku tidak mengerti! "tanya afgan dengan raut wajah kebingungan mendengar tuduhan yang ditujukan kepada nya barusan.
"jangan pura-pura tidak tahu apa apa! dasar laki-laki hidung belang ! apa yang sudah kamu perbuat pada ku? "
"hey! dasar wanita tidak tahu diri. aku sudah menyelamatkan nyawa mu, tapi tiba-tiba kamu melemparkan sesuatu kearahku dan bahkan menuduh ku sebagai laki-laki hidung belang dan melecehkan mu! apa kamu waras? " ujar afgan dengan kesal lalu segera menarik selimut yang menutupi tubuh fara.
__ADS_1
"aaaaaaaaaa...! "teriak faradinelis spontan. kemudian segera meraih selimut yang sudah tergeletak dilantai dan berusaha menutup kembali tubuhnya.