
"Iya.. Iya... Gue kesitu tapi loh janji ya jangan apa apain gue! " Ujar hasan sambil memohon.
"Hemmm" Sahut ukasya sambil melotot tajam.
Kini hasan mulai berjalan menuju ukasya, sedangkan ukasya kini berdiri sambil melipat tangannya di depan dadanya. Dia terus menatap hasan dengan tajam seperti seekor singa yang siap menerkam mangsanya.
Ketika hasan telah berada tepat dihadapan ukasya. Segera ukasya menarik kera bajunya lalu menyeretnya ke gedung serba guna sekolah.
Lalu dia membawa hasan masuk kemudian didorong nya kebelakang sampai jatuh tersungkur ke lantai.
"Aw... Ampun brother... Gue gak ada maksud cari perkara sama loh! Gue cuma ingin nolongin killa saja. Loh apa gak kasihan sama killa kalau dia nanti dikeroyok semua siswa sekolah gara-gara masalah ini tidak terlaksana? " Ujar hasan.
"Bodoamat.... P**s***n dengan nya! Gue gak perduli sama sekali! Dan loh pikir setelah loh berlagak sok pahlawan bagi dia dengan loh jadikan gue korbannya bakal dengan mudah gitu loh gue ampuni dan kasihani hah! "Teriak ukasya.
"Iya deh Iyah gue salah maaf. Sekarang loh ingin gue gimana? "
"Ok ... Karena masalah ini loh yang buat, jadi loh juga yang harus urus masalah ini! Gue gak bakalan mau mengikuti acara konyol ini mengerti! " Ujar ukasya kesal.
"Ah... Kok loh gitu sih sya... Kalau kayak gitu ceritanya yang ada gue nanti yang bakal kena timpuk barisan para wanita fans fanatik loh. Apa loh tega teman loh yang tampan ini".Cerocosnya.
" Bodoamat.. Itu derita loh... Bukan urusan gue. Bereskan semua masalah ini atau loh gue kirim ke Antartika! " Ancam ukasya.
Kemudian ukasya segera pergi meninggalkan keduanya . Lalu hasan segera menghampiri husen untuk minta bantuan.
"Sen, tolongin gue ya, please! " Mohon hasan.
"Ogah" Jawab husen.
"Aist... Loh tega bener sama gue! Padahal kan kita ini kembar upel upil dari orok sen. Ya bantuin gue ya nanti gue bantuin loh deh pedekate sama shelinna ya! " Pintanya.
"Hemmmm.... Oke lah deal! "
Mereka berdua langsung berlari kembali ke kantin .
"Pengumuman teman teman. Mohon perhatiannya kalau acara makan bareng dengan ukasya di kantin di batalkan ya mohon maaf semuanya dan ini kami kembali kan uang pendaftaran kalian terimakasih! " Ujar hasan.
"Lo kak kok bisa begitu. Ya gak bisa dong. Kita gak mau kita gak Terima ya kan teman teman! " Ujar mereka.
Ya
Ya
Ya
Semua siswa segera menyerbu hasan husen. Mereka yang mengetahui akan terjadi hal itu dengan segera berlari sembunyi di ruang kesenian dan ketepatan disana ada si wildan yang tengah ngecek ruang tersebut.
Sedangkan killa yang tengah kebetulan lewat disitu melihat sikembar yang lagi bersembunyi dari kejaran siswa siswi sekolah langsung tersenyum saja.
Dan kemudian ketika itu juga dia melihat wildan masuk kedalam ruangan tersebut.
"Nah itu kak wildan, kebetulan banget bertemu disini" Gumam killa.
"Hai kak wildan! " Panggil killa.
Seketika itu wildan langsung berlari menghampiri nya.
"Ya killa, ada apa? " Tanya wildan.
"Ah iya ini kak gue cuma mau kembalikan baju kakak! " Ujar killa.
Dan ketika saat killa tengah menyodorkan baju kepada wildan tanpa disadari ternyata ukasya dengan kedua temannya lewat. Ukasya memberikan tatapan tajam kepada mereka berdua. Membuat hati ukasya berasa berkecamuk hancur, patah hati, cemburu dan emosi namun masih dia tahan.
Sedangkan di sisi jalan yang lain melintaslah qailla and the gengs juga menatap mereka berdua tak percaya.
"Gila nih anak, sepertinya pelajaran yang kita berikan belum cukup buat nya! " Ucapnya kesal.
"Iya bener la, gimana kalau habis ini kita kasih saja pelajaran lagi buat dia? " Tanya yang lain.
"Gak perlu sekarang kalian tinggalkan gue. Gue akan urus sendiri dulu soalnya disana masih ada wildan dan ukasya! " Perintah nya.
"Ok"
Qailla langsung menghampiri wildan dan killa.
"Hey , loh ada urusan apa sama tuh cewek udik? " Tanya qailla.
"Siapa maksud loh cewek udik? " Tanya balik wildan.
"Iya siapa lagi kalau bukan si syakilla kampungan"
"Jaga ya mulut loh. Dan jangan ikut campur dengan urusan gue ngerti! " Ujar wildan.
"Kenapa gue gak boleh ikut campur? "
"Ya karena ini bukan urusan loh, lebih baik loh urus saja urusan loh! "
"Hahahah ya jelas lah ini juga menjadi urusan gue. Apa lagi ini menyangkut seseorang yang akan menggantikan posisi gue di hati loh wildan, karena gue ini mantan loh! "
"Lalu memang apa masalah nya. Loh itu cuma mantan gak ada hak apapun lagi! "
"Ada lah hak gue, gue gak Terima ya kalau ada yang dekatin loh jika standart nya masih rata rata dibawah gue, itu sama saja loh merendahkan harga diri gue loh. Masak selera loh bisa jadi rendahan begini! "
"Sudah qailla cukup loh gak perlu ikut campur urusan pribadi gue. Gue mau dekat ataupun menjalin hubungan sama siapa pun itu terserah gue. Bukan urusan loh kita sudah tidak ada hubungan apa apa lagi ingat itu! "
__ADS_1
"Apaan sih loh wil! Loh suka ya sama cewek ganjen ini! "
"Kalau ya kenapa? Kalau gak kenapa? Yang penting dia otaknya masih waras dan berfungi dengan baik dari pada loh! "
"Kenapa loh jadi berubah sama gue wil? "
"Sudah lah, gak usah drama lagi gue capek! "
"Oh iya killa mana tadi bajunya? "
"Ini kak"
Wildan langsung mengambil paperbag yang dibawah killa.
"Terimakasih ya kak sudah pinjamin killa baju olahraga nya! " Ujar killa.
"Ok sama sama".
Qailla yang mengetahui hal itu langsung angkat bicara.
" Hah... Gila loh pakai baju olahraga wildan! Apa sudah putus urat malu loh itu ha? Gak malu loh pakai baju punya cowok. Oh gue tahu pasti karena ini punya wildan kan makanya loh pakai. Dasar cewek k***te**n loh! " Teriak qailla
Membuat seluruh siswa-siswi termasuk ukasya yang berlalu lalang langsung melihat ke arah mereka.
Ukasya yang mendengar hal itu langsung mengepalkan tangannya dan berjalan kembali ke arah kelasnya sambil memasangkan earphones di telinganya untuk mendengarkan musik agar hatinya kembali tenang.
"Sudah cukup qailla. Loh itu sudah keterlaluan tahu gak . Memang apa salahnya sih? Bukannya dulu loh juga sering memakai baju gue terus kenapa sekarang loh jadi marah ke killa gilla loh! " Ujarnya menohok.
Killa yang mendengar itu langsung berpamitan kepada wildan untuk kembali ke kelasnya.
Beralih ke dalam kelas tiga IPA. Kini ukasya didalam sana tengah termenung dan memainkan bulpoint nya . Tatapan nya kosong seperti orang yang lagi patah hati.
Beberapa saat kemudian pelajaran pun dimulai semua siswa memperhatikan penjelasan materi dari pak dana, namun kini ukasya justru melipat kedua tangan nya diatas meja. Kemudian dia meletakkan kepalanya lalu tertidur diatas mejanya. Sedangkan hasan dan husen saling beradu pandang kemudian menatap ke arah ukasya.
"Hey... Lihat tuh si ukasya kenapa ya.. Tumben banget? " Tanya husen.
"Iya ya kenapa ya? " Ujar hasan.
"Apa jangan jangan dia lagi patah hati ya? "
"Mungkin kali"
"WA... Senang banget gue kalau itu terjadi. Berarti dia normal sekarang, jadi kita gak perlu khawatir lagi kalau dia suka sama kita iya gak" Ujar husen.
"Iya bener juga tapi gue kok ragu ya? "
"Kenapa loh ragu gitu? "
"Iya sekarang saja coba loh lihat tingkahnya anehh gitu kan! "
"****... Berisik banget kalian ini! Sekali lagi gue dengar suara kalian, habis jatah traktiran kalian selama dua bulan! " Ancam nya.
"Eh jangan dong!... Ini gara gara loh sih sen! "
"Ais apaan sih kenapa juga gue yang disalahin! "
"Iya emang salah loh"
Beberapa saat kemudian pak dana segera menegor mereka karena terlalu gadu didalam kelas.
" Hasan... Husen... Dari tadi bapak perhatikan kalian terus berbuat kegaduhan didalam kelas! Sebenarnya kalian sekarang meributkan apa hah? Kalau kalian tidak ingin mengikuti kelas bapak, sekarang kalian bisa keluar dari sini! "Perintah pak dana dengan tegas.
"Maaf Pak... Kami gak akan mengulangi! "
"Bapak gak mau tahu sekarang kalian cepat keluar dari kelas saya dan berdirilah didepan kelas sampai jam pelajaran saya selesai cepat! " Teriak pak dana.
"Tapi pak itu ukasya-"
"Gak ada tapi tapian cepat keluar sekarang. Dan untuk ukasya biarkan saja karena dia anak baik baik tidak seperti kalian! "
Siap pak. Jawab mereka serempak.
Akhirnya kini mereka berdua berdiri didepan kelas sampai jam pelajaran usai.
Beberapa saat kemudian.
Teng
Teng
Bel pulang pun berbunyi menandakan jam pelajaran sudah usai. Kini hukuman hasan dan husen pun selesai mereka masuk kembali ke dalam kelas lalu segera mengambil tas mereka dan segera berlari ke parkiran mengejar ukasya yang akan pulang.
Kini mereka segera masuk ke dalam mobil dan langsung melajukan mobil nya. Sedangkan killa di tinggalkan begitu saja oleh ukasya di sekolah.
"Ais... Sial kak ukasya. Suami laknat memang! Masak gue ditinggal lagi! " Ucap killa sambil menata nafasnya yang berat habis berlarian mengejar mobil ukasya.
"Ya Tuhan kenapa sih tuh anak selalu berubah ubah sikapnya. Gue jadi bingung dengan nya". Gerutunya.
Tak selang beberapa saat kemudian shelinna datang menghampiri killa.
" Hey bestie.. Kenapa loh berkeringat begitu abis lari maraton loh? " Tanya linna.
"Ah... Hehehheh enggak kok tapi gue lagi latihan lari ".
__ADS_1
" Loh belum dijemput kil? " Tanya linna.
Dan killla hanya menjawabnya dengan menggelengkan kepalanya saja.
"Hemmm.... Bagaimana kalau loh Pulang bareng gue saja. Nanti kita mampir bentar ke mall, kita jalan jalan terus nongkrong deh! "Ajak linna.
"Hemmm gimana ya lin". Ujar killa sambil berpikir. Tiba-tiba dia teringat akan black card yang waktu itu di beri oleh ukasya.
Aha! Gue punya ide. Gue kan punya kartunya, gue habiskan saja lah biar tahu rasa dia. Batinnya sambil menyeringai licik.
"Ayo lah kil, please! " Bujuk linna.
"Ok.. Gue ikut loh" Ujarnya membuat linna tersenyum gembira.
Kemudian mereka masuk kedalam mobil milik linna. Kini linna melajukan mobilnya meninggalkan halaman sekolah.
"Nanti loh gue traktir ya! Mau? " Tanya killa.
"Hemmm".
" Mau ya lin.. Loh tenang saja deh nanti loh mau apa saja gue yang bayar gimana? "
"Emang loh ada duwit kil? "
"Ada dong ni lihat gue punya apa? " Ujar killa sambil menunjukkan black card nya.
"What? Gila itu kartu siapa kil? "
"Ini kartu gue lin. Kemarin gue dikasih seseorang katanya gue diminta untuk menghabiskan! "
"Yang benar loh? Enak banget, memang siapa dia kok bisa ngasih loh dengan cuma cuma? "
"Ada deh lin. Yang penting hari ini kita bisa senang senang bukan! "
"Ah loh ya sama teman sendiri pakai main rahasia. Iya sudah deh ok lah. Gue ikut saja! Wh btw gue dengar dengar hari ini ada launching tas limited edition loh. Kayaknya loh harus punya deh yang ini! "
Killa hanya menganggukkan kepalanya setuju. Kini keduanya sudah sampai di mall dan berkeliling mall. Dan kini mereka juga banyak memborong barang barang mewah seperti tas, sepatu dan baju. Setelah mereka merasa puas kini mereka mulai berhenti di sebuah restoran di dalam mall.
"Killa seperti nya kita sudah kebanyakan deh belanjanya. Sekarang kita cari makan yuk laper ni gue! " Ajak linna.
"Iya boleh juga itu! "
Kini mereka segera masuk ke sebuah restoran Korea. Dan mereka segera memesan beberapa makanan kesukaan mereka yaitu, susi, ramen, dll.
Dihari ini killa benar benar merasa puas sekali karena dia menghabiskan waktunya dengan berbelanja sesuka hati nya menggunakan fasilitas yang diberikan oleh suaminya itu, hingga dia mematikan nada dering ponselnya supaya dia bisa bebas menikmati harinya itu tanpa ada gangguan.
Setelah killa merasa puas dengan apa yang baru dia kerjakan itu. Kini dia mulai mengeluarkan ponselnya dan mengeceknya.
Ternyata ada banyak sekali panggilan masuk dari papanya. Membuat killa jadi khawatir takut kalau terjadi sesuatu dengan orang tuanya. Akhirnya killa segera menelpon orang tuanya balik
Akan tetapi tidak ada jawaban sama sekali. Membuat nya semakin gelisah dan cemas.
"Loh kenapa kil? " Tanya linna.
"Ah gak papa. Gue cuma terpikirkan orang tua gue! "
"Oh emang ada apa dengan mereka? "
"Entahlah lin tadi gue telpon mereka balik gak ada jawaban semoga mereka baik baik jaga! "
"Iya semoga begitu. Loh yang tenang ya. Sekarang loh makan dulu tuh makanan nya habis ini kita pulang! " Ujar linna menenangkan killa.
"Iya".
Beberapa saat kemudian ada panggilan masuk dari ukasya. Killa segera mengangkat telponnya.
"Hallo? "
"Hallo? Killa. Sekarang loh lagi dimana hah, gue telpon loh dari tadi kenapa gak diangkat angkat sih! " Ujar ukasya kesal.
"Gue lagi senang senang . Siapa suruh loh tadi tinggalkan gue di sekolah? "Sungutnya
" Sekarang loh lagi dimana? Cepat pulang! "
"Bukan urusan loh! Gue gak mau pulang! "
"Cepat pulang sekarang, jangan bantah suami! "
"Iya iya gue pulang bawel banget! "
Killa segera mematikan sambungan telepon nya lalu melirik ke arah linna dengan tatapan lesuh dan tidak berselera makan.
"Kenapa loh killa makanan nya kenapa gak dimakan malah diaduk-aduk gitu? "
"Gak papa, seperti nya gue harus segera pulang deh lin! "
"Kenapa buru buru sih? Dan tadi telpon dari siapa? Orang tua loh ya? "
"Gak papa. Iya orang tua gue, mereka minta gue pulang. Sudah dulu ya, gue pulang dulu. Loh tenang saja makanan nya sudah gue bayar kok, bye! "
"Ah iya... Bye killa! Hati-hati ya, salam salam buat om dan tante! ".
" Ok".
__ADS_1