CINTA SETELAH HALAL "Perjodohan Anak SMA"

CINTA SETELAH HALAL "Perjodohan Anak SMA"
new couple (hasan vs ruri)


__ADS_3

Pov ruri.


Ditengah berjalan menuju rumahnya dia amat sangat kesal kepada hasan hari ini. Gimana tidak seharian ini hasan terus mengganggu dan mengerjainya.


Dia terus terdiam dan cemberut diatas motor hasan. Bahkan dia juga enggan berpegangan kepada hasan. Karena hasan mengetahui ekspresi lucu ruri di spion motornya itu, ketika ngambek itu membuatnya menahan tawanya. Seketika hasan muncul ide jail.


Aha... Gue ada ide! Gue kerjain saja lah dia. Batinnya sambil tersenyum licik.


Seketika hasan segera melajukan motor miliknya itu dengan kecepatan tinggi. Membuat ruri sontak saja terkejut dan spontan memeluk erat tubuh hasan.


"Aaaaa... Kak hasan! "Teriak ruri


"Please pelanin motor nya, ruri belum pengen mati muda. Karena ruri belum siap mati dalam keadaan jomblo! " Pengakuannya.


Seketika hasan langsung tersenyum mendengar pengakuan dari ruri itu. Sebenarnya beberapa hari ini hasan merasakan nyaman jika berdekatan dengan ruri , makanya dia terus mencari perhatian ruri dengan cara menjailinya.


Kemudian hasan langsung berteriak mengungkapkan perasaan nya kepada ruri dengan masih dalam keadaan mengendarai motor dengan kecepatan tinggi.


"Kalau gitu gimana jikalau loh jadi pacar gue sekarang? Loh mau kan! " Teriak hasan.


Namun ruri tidak dapat mendengarkan apa yang tengah diucapkan oleh hasan , sebab terlalu kencangnya hasan mengendarai motornya itu.


"Apa kak? Ruri gak dengar! " Teriak ruri.


"Gue suka sama loh! Mau gak jadi pacar gue? " Teriak hasan.


"Apa kak? "


Lagi lagi ruri tidak dapat mendengar ucapan hasan , sehingga membuat hasan menjadi sangat kesal terhadap nya. Akhirnya kini hasan menghentikan motornya ditepi jalan secara mendadak.


Cittttttt....


"Awwww.. Kakak! Sakit tahu.. Bisa pelan pelan gak sih bawa motornya ah! " Sungut ruri.


"Aduh maaf gak sengaja gue, maaf ya. Mana yang sakit! " Ujar hasan dengan berusaha mencari apa yang membuat ruri kesakitan.


"Oh ini ya yang sakit sini biar gue lihat! " Ujar hasan kemudian memindahkan tangan ruri yang tengah menutupi keningnya yang tadi terbentur helm hasan. Kemudian hasan mengusapnya pelan sambil meniupnya.


"Na sudah . Ini gak papa kok ri. Gak ada yang lecet kok cuma terbentur dikit tadi jadi sedikit lebab. Nanti kalau sudah sampai rumah jangan lupa diolesin minyak ya biar sembuh! " Ujar hasan sambil meniup niup kening ruri.

__ADS_1


Ruri yang mendapatkan perlakuan yang seperti itu hanya tertegun saja. Sebab jantungnya merasa jedag jedug dibuatnya.


Oh... My god. Apa yang sedang gue rasakan saat ini? Ah ya Tuhan kenapa kak hasan sangat sweet banget sih, mana kelihatan ganteng banget hari ini. Ahhhhh jadi gak aman nih jantung gue. Aduh gue harus tetap tenang. Jangan sampai kak hasan tahu bisa kepedean nanti dia. Batin ruri.


"Hallo, kok bengong sih? " Tanya hasan.


"Ah... Apa kak? " Ujar ruri tersadar.


"Ck.. Daritadi loh ngelamun gue omong segitu banyak nya gak loh dengarkan . Ah... Sia sia deh usaha gue buat dapatkan cinta loh! " Jawab hasan kesal.


"Ha! Ja-jadi kak hasan selama ini su-suka sama gue? " Ujar ruri terbata bata karena terkejut mendengar pengakuan hasan. Ya ruri tahu betul mana lelaki yang suka sama dia dengan gak. Karena dia bukan tipe wanita yang lugu lugu banget .


"Iya ri gue suka sama loh. Dari tadi gue bilang sama loh tapi loh gak dengar. Loh mau kan jadi cewek gue? " Ujar hasan dengan berlutut di hadapan ruri sambil pegang kedua tangannya.


Seketika ruri merasakan harus, bahagia sekaligus malu karena hasan menembaknya di tempat yang kurang tepat, yaitu dipinggir jalan raya.


"Aduh kak jangan kek begini malu tahu! " Ujar ruri dengan raut wajah yang kebingungan. Karena mereka jadi pusat perhatian orang orang yang sedang berlalu lalang.


"Ayo kak berdiri cepatan! " Sambungnya.


"Gue gak mau berdiri sebelum loh Terima cinta gue! " Ujar hasan.


"Ok.. Ok.. Kak, gue Terima ! " Ujar ruri dengan malu malu.


"Ais kakak! Iya gue Terima cinta loh! " Ujar ruri dengan cepat kemudian segera menutup mukanya dengan kedua tangannya.


"Yey akhirnya gue punya gebetan, sekarang gue gak jomblo lagi! Gue gak kesepian lagi! " Sorak hasan.


Kemudian hasan segera memeluk tubuh ruri dengan raut wajah yang sumringah.


"Gue bahagia banget ri, akhirnya gue bisa dapatkan loh! " Ujar hasan.


"Iya kak , gue juga bahagia. Sudah ya kak pelukan nya malu nih, dilihat sama orang. Kita dipinggir jalan raya, nanti dikira iya iya lagi! " Ujar ruri.


"Ups.. Sorry baby.. Gue kek gini karena sangat senang banget hehehe. Iya sudah yuk naik lagi. Aku anterin pulang! " Pinta hasan dan ruri pun menggukkan Kepala nya pelan.


Beberapa saat kemudian mereka berdua telah sampai di depan gerbang rumah ruri.


"Akhirnya sampai juga, terimakasih ya kak sudah mau anterin ruri sampai rumah! " Ujar ruri dengan tersenyum.

__ADS_1


"Iya baby.. Iya sudah aku   pulang dulu ya" Ujar hasan dengan tersenyum.


"Gak mau mampir dulu gitu kak? " Tanya ruri.


"Gak usah deh. Aku mau langsung cabut saja, ntar lain kali saja aku pasti main kesini kok! " Ujar hasan.


"Iya sudah kak hati hati ya dijalan, nanti sampai rumah jangan lupa kabarin aku ya! " Ujar ruri


"Ok baby, aku pulang dulu ya. Salam buat calon mertua bye! " Ujar hasan sambil melambaikan tangan lalu melajukan motornya.


"Bye kak hati hati! " Teriak ruri.


Setelah hasan sudah tidak terlihat lagi kini ruri segera masuk kehalaman rumahnya dengan raut wajah yang berseri seri. Tiba-tiba mamanya datang menghampiri nya.


"Hayo.. Kenapa ini anak gadis mama sepertinya bahagia banget? " Ujar Gita menggoda anaknya.


"Ah.. Mama. Bisa saja deh! Orang ruri biasa saja kok! " Sahut ruri.


"Yakin? "


"Ih mama.. Dibilangin gak percaya ya sudah. Ruri masuk dulu ya ma bye! "


"Ait mau kemana nanti dulu, mama belum selesai bertanya. Itu tadi siapa yang anterin kamu pulang hem.. Gak biasanya kamu diantar cowok pulang hayo! " Ujar Gita menginterogasi anaknya.


"Ih apaan sih ma kepo deh! Itu tadi teman sekolah ku ma"


"Teman apa pacar hayo! Kenapa gak diajak masuk kerumah dikenalin ke mama! " Ujar Gita menelisik wajah anaknya seperti tidak percaya.


"Ais mama jiwa julidnya keluar deh. Iya iya ruri ngaku itu tadi kakak kelas ruri disekolah. Anak nya baik banget walaupun kadang sedikit absurd sih tapi lucu! " Ujar ruri dengan tersenyum.


"Kamu suka ya? "


"Hehehe iya ma... Bahkan kita saja baru saja jadian dijalan! " Ujar ruri.


"Oh iya, terus kapan mau dikenalkan ke mama? " Ujar gita.


"Hemmmm... Kapan ya ma? Nanti lah ma kalau waktunya sudah tepat! "


"Ok mama izinin kamu pacaran tapi dengan syarat nilai kamu tidak boleh anjlok ya! "

__ADS_1


"Yey terimakasih mama! Ruri sayang banget sama mama! "


"Mama juga sayang sama ruri"


__ADS_2