
Akhirnya killa berjalan kearah ruang bk dengan dipapah oleh ukasya dan di ikuti oleh ketiga sahabat killa.
Tiba-tiba ada beberapa siswa yang sedang asyik menggosipkan mereka berdua.
"Eh... Eh... Lihat tuh..! " Ujar salah satu siswa .
"Apaan sih? " Sahut mereka.
"Itu tuh anak baru! "Ujar siswa tersebut sambil menunjuk kearah killa.
" Oh killa! "
"Iya lah siapa lagi coba! "
"Emang kenapa? "
"Heran gue sebenarnya dia pakek susuk berapa lapis sih sampai jadi rebutan kak Wildan dengan kak ukasya? "
"Entah, ratusan mungkin! "
"Iya kali, gue juga sampai heran banget , kok bisa ya kak ukasya memperlakukannya bak ratu gitu ? Padahal kak ukasya itu terkenal cuek, dingin , jutek, garang banget, sulit banget didekati ataupun disentuh, Di sapa saja gak mau balas ataupun ngelirik sedikitpun tapi kalau sama killa dia kelihatan baik banget, ramah, tersenyum manis banget bahkan dia terlihat sangat lembut banget kayak cowok soft dan sweet banget deh! "
"Iya bener banget , gue jadi iri deh sama dia! "
"Tapi gue suka banget loh dengan keadaan dia yang kayak gitu, iuh... Sangat menyedihkan! "
"Hussst sudah sudah hentikan kalian menggunjingkan mereka, apa kalian gak takut berurusan dengan kak ukasya jangan cari masalah deh! "
"Ais ngapain gue takut! "
"Eh diem loh pada mau loh berakhir sama kayak qailla and the gengs hah! " Ujar ruri
Kemudian ukasya melangkah maju kearah mereka dengan tatapan yang mematikan.
Sedangkan mereka segera meneguk savilanya dalam dalam.
"Hey kalian sampai gue dengar lagi kalian berbuat jahat atau menggosipkan killa lagi habis kalian ditanganku mengerti! " Bentak ukasya memberi peringatan.
"Ba-baik kak, ki-kita gak akan u-ulangi lagi! " Ujar mereka dengan gemetar.
"Ya sudah sok kita cepat pergi dari sini, gak usah ladenin mereka! "
Akhirnya kini killa dan yang lain melanjutkan berjalan kearah ruang bk. Sesampainya disana ternyata didepan bk sudah banyak siswa yang berkumpul untuk mengetahui apa yang terjadi diantara killa dan qailla and the gengs sampai sampai orang tua ukasya sebagai perwakilan dari orang tua killa yang diminta untuk datang menghadap.
"Eh awas awas minggir ada killa dan kak ukasya tuh! " Ujar salah satu mereka.
"Eh iya bener tapi lihat tuh killa kasihan ya! "
"Iya betul! "
Kini killa, ukasya dan yang lain masuk kedalam ruangan.
"Permisi pak! "
__ADS_1
"Iya silahkan masuk! "
"Mama... Papa...! "Ujar killa
" Ya Allah anak ku.. Kenapa bisa seperti ini? Kamu gak papa kan nak? Ayo sini kalian duduk! " . Ujar laiba.
"Killa gak papa ma tadi sudah diobati kok sama kak ukasya! "
Sedangkan kini didalam ruang bk sudah terdapat beberapa orang yaitu ukasya, killa, qailla and the gengs dan yang lainnya.
Dan saat ini karena ada orang tua ukasya didalam ruang bk membuat qailla and the gengs mati kutu(tidak dapat berkutik sedikitpun) bahkan badan mereka sama bergetar dengan wajah yang tertunduk terselimuti rasa khawatir, cemas dan ketakutan.
Sedangkan kini killa yang duduk diantara kedua orang tua ukasya itu hanya berdiam tidak bergeming sebab dia masih teringat kejadian tersebut.
Akhirnya laiba yang mengetahui kondisi menantunya seperti merasa trauma . Maka kini laiba segera memberikan pelukan untuk menguatkan gadis tersebut, dia membelai rambut killa dengan lembut. Sebab dulu laiba juga pernah mengalami hal serupa dengan killa, jadi dia tahu betul dengan kondisi psikis menantunya itu
Qailla yang mengetahui kedekatan laiba dan killa langsung melotot dan juga kesal.
"Sialan bisa bisanya gue kalah sama cewek \*\*\*\*\*\* satu itu, sebenarnya pakai jampi jampi apa sih dia? Kenapa semua memihak kepada nya? "
"qailla dan yang lainnya apa kalian tahu kenapa bapak panggil dan kumpulkan disini? "
"Tidak pak! " Jawab mereka serempak.
Qailla yang disebutkan namanya itu langsung merasa gugup dan tambah khawatir sekali karena sebentar lagi dia akan kehilangan reputasinya dan akan dikeluarkan dari sekolahan karena sikap dan perilaku nya yang tidak bermoral itu.
"Apa ada yang mau menjelaskan kejadian yang sebenarnya dari kalian semua? " Tanya pak guru.
__ADS_1
Namun tidak ada sepatah katapun yang dapat keluar dari mulut qailla and the gengs cuma hanya mampu tertunduk, diam dan meremas jemarinya masing-masing.
"Kenapa semua diam? Kalau tidak ada yang menjawabnya maka saya akan meminta killa untuk menceritakan segalanya sekarang? " Ujar tegas pak guru.
"Ayo killa silahkan bicara kamu jangan takut disini ada kami dewan guru beserta pak rohman dan bu laiba sebagai walimu! " Ujar pak guru
Kemudian killa kembali menatap laiba dan rohman dengan tatapan yang tidak dapat diartikan. Namun laiba terus memberikan dukungan penuh kepadanya dengan menganggukkan kepalanya supaya killa segera bercerita dengan jujur, berani menghadapi semuanya .
Kemudian killa menghadap ke arah pak guru lalu dia memejamkan matanya sambil menghirup dalam dalam udara lalu menghembuskan nya pelan pelan.
"Iya Pak saya akan mengatakan yang sejujurnya, sebenarnya kejadian ini sudah bukan yang pertama kali mereka lakukan kepada saya. Bahkan juga sudah banyak siswa yang lain juga menjadi korban mereka dengan alasan karena terlihat dekat dengan teman laki-laki yang punya pengaruh besar disekolah ini pak. Bahkan waktu itu saya pernah dibawa ke rooftop , mereka membully saya habis habisan namun tidak separah kejadian hari ini pak sebab waktu itu kak Wildan dan kak ukasya dengan cepat menemukan saya dan menolong saya pak. Namun untuk hari ini tindakan mereka itu sudah kategori tindakan kriminal! Saya di pukulin rame rame, ditendang, ditampar, ditarik rambut saya bahkan saya juga di cakar dan di kunci di gudang!"
Seketika qailla and the gengs langsung membulat kan mata mereka karena kelakuan mereka sudah terbongkar, sedangkan pak guru dan orang tua ukasya tampak syok dan menggelengkan kepala.
"Sungguh bapak gak nyangka kalian bisa melakukan itu. Dan kali ini sikap dan tindakan kalian tidak bisa dibenarkan ataupun ditoleransi lagi. Hari ini juga bapak akan menghubungi orang tua kalian supaya orang tua kalian mengetahui semua prilaku kalian! "Ujar pak guru dengan tegas.
" Ta-tapi pak! " Ujar qailla dan yang lainnya.
"Gak ada tapi tapian, orang tua kalian harus tahu karena tindakan kalian ini bisa saja dijebloskan kedalam penjara mengerti! " Sahut pak guru dengan sedikit menekankan.
Qailla and the gengs seketika merasa ketakutan dan saling melemparkan pandangan satu sama lainnya.
"Bagaimana ini, aku gak mau sampai orang tua ku tahu! " Ujar salah satu yang lain dari mereka dengan nada yang lirih
"Sama aku juga! " Jawab yang lain.
"Menurut kalian aku apa juga mau? ya gak lah,jadi kalian diem dulu, lebih baik kita coba memohon sama mereka supaya tidak terjadi hal yang tidak kita inginkan! " Ujar qailla dan disetujui oleh teman temannya.
__ADS_1