
"Eh tunggu deh gais sepertinya berita yang loh bilang itu kini sudah dihapus deh? "
"Masak sih? Coba lihat! "
Kemudian salah satu siswa itu menunjukkan HP nya.
"Eh iya benar yang loh bilang itu, tapi sebenarnya aku lihat semalam masih ada kok mungkin itu baru saja dihapus! "
"Sepertinya begitu! Tapi bagaimana pun juga menurut gue yang lebih pantes bersanding dengan kak ukasya itu ya cuma qailla, iya gak? "
"Iya bener tuh! "
"Tapi tetap saja gue itu masih iri banget lihat tuh anak curut gandengan sama ukasya seperti itu. Apa lagi nih ya setiap kali gue lihat secara langsung didalam kelasnya itu ( intim) banyak banget yang diem diem kasih dia coklat bahkan ada juga yang ngirimkan kotak nasi untuk dia sarapan tapi apa coba dia tetap saja tuh acuh bahkan yang habiskan semua itu justru teman temannya tahu, tapi sekarang tiba-tiba dia yang terkenal dingin sama wanita sekarang justru berpacaran sama itu cewek kampung gak tahu diri! "
"Iya ih ,loh benar sekali gue setuju banget sama ucapan loh kan kita sekelas sama ukasya jadi sudah hafal betul sama dia! "
Sedangkan Killa yang sedari tadi mendengarkan mereka bergosip seakan telinganya menjadi panas dibuat mereka tapi dia sudah tahu resikonya kalau berani dekat dengan cowok populer maka harus siap siap telinganya setebal kulit badak.
Lalu dia tersenyum kemudian melepaskan genggaman tangan ukasya lalu memeluknya dari samping sambil berjalan. Sontak saja ukasya yang mengetahui tingkah istrinya itu langsung memicingkan alisnya sebelah kebingungan sambil melihat istrinya yang tersenyum kearahnya.
"Mas.. Kan katanya sekarang Killa adalah pacar kamu kan disekolah jadi Killa minta jangan tinggalkan Killa ya apa lagi sampai jauh jauh Killa gak sanggup berjauhan sama mas! " Ujarnya dengan nada yang manja sambil mengeraskan suaranya supaya yang bergosip kena mentalnya.
Ukasya yang mengetahui hal itu langsung tersenyum dan mengecup keningnya , sontak saja mereka yang tadi menggosipkan mereka langsung melongo cengo seperti sapi ompong.
Lalu sesampainya didepan kelas Killa, ukasya segera melepaskan melupakannya.
"Iya sudah sana sayang, masuk gih! " Titah ukasya sambil melirik ke kelas Killa sekilas.
Lalu Killa segera melepaskan pelukannya kemudian dia mengangguk patuh.
"Belajar yang rajin ya sayang dan ingat jangan jelalatan loh! " Pesan ukasya.
"Iya iya kak tenang saja ya, iya sudah Killa masuk dulu. Sekarang kakak segera masuk kelas sana! "
Kemudian ukasya dan Killa pun berpisah. Lalu ukasya segera berjalan kembali menuju kelasnya sendiri. Tiba-tiba hasan dan husen menyusulnya dengan napas yang tersengal sengal,
sepertinya mereka habis berlarian mengejar ukasya deh bestie.. Iya gak kalau menurut author sih begitu hihihihi....
"Uhhhh.. Gila loh bray cepat banget jalannya kita sampai kualahan mengejar loh sama Killa! "
"Iya bener teman laknat loh sya! " Ujar hasan.
"Ck..! " Decih ukasya kesal mendengar ocehan mereka yang merusak bood bosternya di pagi hari lalu ukasya segera mengapit hasan dan husen menggunakan kedua tangannya sehingga kini kepala hasan berada di bawah ketiak ukasya dan kepala husen ada di ketiak kanannya.
Sedangkan kini ditempat lain Killa sudah duduk di bangkunya sedang asyik ngobrol dengan teman temannya. Tiba-tiba alula yang termasuk tangan kanan qailla itu pun menghampiri mereka lalu menggebrak kuat meja Killa.
Sontak saja Killa dan yang lainnya pun terkejut dibuatnya.
"Hey apa apaan sih loh nenek lampir datang datang buat huru hara, bosan hidup loh! "Ujar linna bersungut.
" Ck.. Diam loh lin! Gue gak Da urusan sama loh, gue kesini mau buat perhitungan sama teman loh ini yang gak tahu diri dan kegatelan ini! " Ujar alula sambil menunjuk Killa.
"He.. Anakan kuntilanak gue peringatin ya sama loh! Apapun yang menjadi urusan Killa itu adalah urusan kita kita karena kita ini sahabatnya ngerti gak loh! " Ujar linna.
"Iya bener tuh yang dibilang linna, sana loh pergi jauh jauh dari kita kalau bisa ke Antartika sekalian! "
__ADS_1
"Sudah teman teman sudah jangan pada berantem di sekolah yang ada nanti kena hukum loh kita mau? " Ujar Killa melerai teman temannya yang kini beradu mulut dengan alula.
"Tapi kil, dia itu sudah keterlaluan tahu sama loh, gak tahu saja sih dia kalau loh itu sebenarnya is-!" Ujar linna namun di bekap mulutnya oleh Killa karena hampir saja dia membuka rahasia pernikahan Killa juga ukasya.
"Kenapa gak dilanjutkan bicaranya hah, kalian ada sembunyikan rahasia ya? ".tanya alula dengan memicingkan matanya sebelah.
" Ah... Gak kok! Sebaiknya loh kembali sana kebangku loh karena sebentar lagi bu rida akan datang! " Ujar Killa kepada alula.
"Tuh sana dengarkan sana loh.. Untung ada Killa kalau gak sudah habis loh sama kita kita! "
"Ck... Gue gak takut sama ancaman loh itu! Dan loh Killa urusan kita belum selesai ya! "
Lalu alula segera pergi kebangkunya. Sedangkan kini linna dan yang lain masih tidak Terima dengan tindakan Killa yang tadi mencegah mereka untuk peringatkan alula.
Sedangkan alula sudah menyusun strategi untuk membuat Killa hancur.
Kini pelajaran pertama pun dimulai. Beberapa saat kemudian bell istirahat pun berbunyi.
"Killa yuk kekantin yuk, kita sudah ditungguin Reni tuh di kantin! " Ujar ruri.
"Ah iya kalian duluan saja ya , gue mau ke toilet sebentar! "
"Ok, kalau gitu kita duluan ya! "
"Ok"
Kemudian Killa berjalan meninggalkan kelas setelah berpisah dengan teman temannya.
Sedangkan kini alula sudah tersenyum licik dan akan segera melancarkan aksinya.
Tiba-tiba kini Killa sudah dihadang jalannya oleh qailla and the gengs.
"Ka-kalian mau apa kalian?" Ujar Killa dengan takut namun qailla and the gengs tidak memberikan jawaban apapun namun hanya menyeringai sinis sambil berjalan kearah Killa.
"Ka-kalian mau apa? Minggir gue mau lewat! " Ujar Killa memberanikan diri maju namun ternyata Killa justru didorong kebelakang oleh qailla hingga dia jatuh tersungkur.
Lalu qailla yang berada dibelakang qailla langsung maju dan menarik Killa dengan kasar " Hai cewek kampungan... Gue sudah pernah memperingatkan loh ya tapi kenapa loh semakin ngelunjak hah! Otak loh itu terbuat dari batu atau gimana sih? Dasar otak udang, gak bisa mikir atau gimana hah? Atau memang dirumah loh itu gak ada kaca hah? "
"Kalian mau apa dari gue, emang apa salah gue sama kalian? "
"Ck masih tanya lagi!" Ujar alula.
"Iya nih cewek gak tahu diri banget mana pura-pura gak tahu apa-apa lagi, kasih tahu saja lula biar cepat bosan gue sama ni orang! " Perintah qailla.
"Ok kalau loh masih pura-pura gak tahu, sekarang gue kasih tahu. Loh pacaran kan sama ukasya? "Tanya alula dengan masih mencengkeram kera baju Killa sambil menatapnya tajam.
Seketika Killa langsung bergetar dan meneguk savilanya dalam dalam. Kemudian dia berontak dan berhasil berdiri kembali.
"Oh.. Karena itu kalian hadang gue! Kalau emang iya kenapa? Gak ada juga urusan sama kalian! " Ujar Killa memberanikan dirinya karena memang dia gak salah apa apa kan Killa adalah istri sahnya jadi dia punya hal penuh atas ukasya.
"Oh nantangin ya loh sekarang! " Ujar alula
"Wawawa dia sudah berani ngelawan itu lula , yuk kita sikat saja ni cewek murahan! " Ujar yang lain mengkomporinya.
"Sebaiknya kita apakan ya ****** satu ini kawan kawan! " Ujar alula sambil mencengkeram tangan Killa.
__ADS_1
"Sebaiknya kita hajar saja didalam gudang lalu kita kunciin dia biar kapok! " Ujar qailla.
"Iya itu ide bagus! " Langsung Killa diseret masuk kedalam gudang
Kemudian Killa didorong dan dicampakkan kedepan sampai tubuhnya terhuyung huyung dan jauh tersungkur ke lantai gudang.
"Aw... Kalian mau apa sih, tolong lepaskan gue! "
"Jangan harap ya loh bisa lepas dari kita, habis loh hari ini sama kita! " Ujar qailla dengan tersenyum licik.
Kemudian mereka menghajar Killa bergantian , Killa terus dipukul dihajar, ditendang, dijambak dan ditampar nya. Killa sama sekali tidak dapat membalas mereka cuma mampu mencakar pipi qailla disisah teganya karena Killa dikeroyok oleh sembilan orang siswa termasuk juga dengan qailla salah satu nya sedangkan alula berjaga-jaga didepan pintu mengawasi keadaan.
Setelah mereka puas Killa mereka tinggalkan didalam gudang kemudian alula mengunci pintunya.
"Argh... Brengsek pipi gue luka, ini semua gara-gara ****** satu itu awas kamu Killa! " Ujar qailla.
"Sudah qailla loh tenang saja lebih baik kita sekarang keluar dari sini sebelum ketahuan dan biarin dia digudang kita kunci jaga dari luar biar dia mati membusuk disini! "
"Hahahah iya loh benar ayo kita cabut! "
Killa yang setengah sadar dengan keadaan yang sedikit mengenaskan karena habis dikeroyok oleh mereka kini mulai berusaha berdiri untuk keluar, ternyata kini dia justru dikunci didalam gudang sendirian.
Killa terus mendobrak dan mengetuk pintunya namun tidak ada respon sama sekali.
"Qailla, alula tolong buka pintunya! " Teriak Killa.
"Cepat buka pintunya ini gak lucu, perbuatan kalian sungguh keterlaluan, kalian gak ada hak urusin kehidupan orang lain, tolong siapa saja diluar bukain pintunya! " Teriak Killa kembali.
Sedangkan qailla and the gengs masih tetap di luar dengan tertawa puas melihat Killa tersiksa.
"Ck... Sukurin loh, emang enak makanya jadi orang jangan sok. Sekarang loh diem diem bae disitu loh renungkan kesalahan loh ok! " Ujar alula.
"Iya lebih baik sekarang loh instropeksi diri ddh didalam sana , jangan bermimpi deh loh bisa mendapatkan ukasya loh itu gak pantas tahu! Kalau gue jadi loh gue sudah mundor alon alon deh hem! " Sahut yang lain.
"Sudah yuk kita tinggal saja dia! " Ajak qailla.
Akhirnya mereka semua pergi meninggalkan Killa terkunci sendiri didalam gudang yang pengap dan sempit juga gelap. Killa terus menggedor dan berteriak ketakutan agar yang ada diluar sana mendengarkan dirinya dan mau membantu nya keluar. Namun ternyata hasilnya nihil
Killa akhirnya cuma bisa sesenggukan dan pasrah didalam. Dia cuma bisa menangis menyebutkan nama ukasya , dia berharap ukasya segera menyelamatkan dirinya. Karena Killa benar-benar ketakutan.
Sedangkan kini teman teman Killa yang sudah selesai mengisi perut mereka di kantin sedang kebingungan mencari keberadaan Killa.
"Killa kemana sih katanya ke toilet kenapa lama banget sih? "
"Iya ya lin, tumben banget tahu dia itu! "
"Iya bener banget, apa jangan jangan dia lagi dalam kesulitan ya, gue kok jadi khawatir sih! "
"Iya loh bener ruri, gue juga cemas banget ni, kita susulin dia yuk! "
"Ok" Kemudian mereka bertiga berlari menuju kelas Killa. Setibanya didalam.
"Loh lin didalam kelas juga gak ada tuh gimana ini? "Tanya ruri.
" Coba loh telpon deh perasaan gue gak enak ni. Masak iya dia pergi gak ada kabar sedangkan ini tasnya saja masih ada! " Perintah Reni.
__ADS_1
Kemudian linna segera menelpon Killa, namun ternyata HP Killa tertinggal didalam lacinya.