
beberapa saat kemudian.
setelah renata dan faradinelis pulang ke tempat masing-masing. kini renata sudah didalam kamarnya sedang menggunakan lingerie berwarna merah sedikit nerawang dan nyeplak body. sehingga jadi sangat terlihat sekali lekuk tubuhnya yang seksi itu ya walaupun tidak seseksi faradinelis. lalu dia kemudian merebahkan tubuhnya diatas kasur king size miliknya itu. dia terus memainkan phonselnya sampai dia merasakan bosen yang berkepanjangan. akhirnya dia tiba-tiba terpikirkan ingin melancarkan aksinya malam ini. apalagi dia sudah hafal kalau Denis setiap malam pasti sudah dirumahnya sendiri. iya karena Denis semenjak jadi pacarnya faradinelis dia sedikit ada perubahan tidak terlalu suka habiskan waktu diluar rumah.
kring... kring... kring... dering phonsel Denis. Denis yang mengetahui phonselnya berdering langsung segera melihatnya.
"renata! " ujarnya sambil menaikkan satu alisnya. lalu dia segera mengangkat telponnya.
"hallo renata! " sapa Denis yang terlihat tengah duduk dengan manis diatas sofa sudut kamarnya.
(hallo Denis!) balasnya dari seberang sana.
"ada apa rena? "
("ah.. tidak apa apa! oh iya Denis. Kira-kira aku mengganggu waktumu tidak! ") tanya renata basa basi sambil mengarahkan phonselnya agak menjauh dan sedikit agak kebawah sehingga bisa terlihat jelas tubuhnya yang sangat seksi. sehingga Denis yang melihat hal itu menjadi merasakan gerah dan terus melirik kearah dirinya.
(Hai.. Denis! kenapa jadi diam?) tanyanya dengan pura-pura tidak tahu apa-apa.
" ah, tidak apa-apa! oh.. iya ren kamu terlihat sangat seksi sekali! " gumamnya pelan namun masih bisa didengar oleh renata.
(ih.. Denis kenapa bicara begitu kan aku malu!) ujar renata dengan malu-malu.
"eh iya tadi kamu tanya apa? " tanya Denis karena fokusnya teralihkan melihat penampilan renata yang sangat berani menurutnya.
(is.. kamu sangat menyebalkan sekali! makanya kalau diajak bicara itu didengarkan dengan fokus dong!) ujar nya dengan pura-pura ngambek.
"loh... kok jadi marah sih. iya deh maaf ya! gak ganggu kok! " ujar Denis.
(beneran?)
"iya"
(oh iya aku boleh tanya sesuatu tidak?)
"iya boleh tanyakan saja"
(tapi aku malu dan bingung tanyanya gimana)
"la kok gitu sih? emang kamu mau bertanya apa? "
__ADS_1
(hmmmm.... emang kamu apa pernah melakukan begituan ka sama fara?) tanya renata dengan penasaran.
"maksudnya? "
(iiih.. masak gak tahu sih!) ujarnya dengan nada manja membuat Denis menjadi gerah.
"maksud kamu apa sih? " tanya Denis dengan mengernyitkan keningnya.
(ihhhh.. itu loh phones**) ujar renata pelan sambil menggigit bibir bawahnya sehingga terlihat banget sensual dimana Denis.
"what? " jawabnya terkejut.
( ah.. aduh maaf ya. pertanyaan ku aneh ya. iya sudah deh lupakan saja) jawab dengan menunduk.
"eh... kenapa jadi murung begitu? belum kok! kenapa emangnya tiba-tiba kamu bertanya hal itu? "
(hmmm.. itu teman temannya sering membahas soal itu. jadi aku penasaran saja bagaimana rasanya? aku pengen tahu tapi kamu tahu sendiri aku jomblo jadi aku berani tanya kekamu. kalau aku tanya ke kakak yang ada nanti aku marahin!) ujarnya dengan wajah sendu.
"oh begitu. apa kamu mau aku bantu? "
( Waaa... serius? )
"iya"
"oh.. iya sudah sini biar aku yang mulai nanti kamu tinggal mengikuti arahan dariku! "
(loh katanya kamu dan kak fara belum pernah phones** dan lainnya tapi kenapa seolah kamu sudah berpengalaman)
"iya memang aku belum pernah melakukan apapun dengan fara kamu kan tahu sendiri kakakmu itu pikiran nya masih primitif sekali. tapi kan aku juga lelaki normal. jadi minta bantuan ku tidak? "
(ah... iya jadi dong! )
"ok.. ayo! "
akhirnya terjadilah sesuatu yang harusnya terjadi. setelah permainan panas mereka berdua selesai dengan sama-sama mendapatkan pelepasan dan kepuasan masing-masing. kini renata segera mengucapkan terimakasihnya.
pov. renata arasya
" ah... sungguh sangat nikmat tapi juga melelahkan ". ujar renata.
__ADS_1
beberapa renata pun diam sambil merebahkan tubuhnya diatas kasur nya kembali. dia terus tersenyum mengingat pengalaman barunya bersama Denis tersebut.
" aha! sepertinya aku ada ide cemerlang! " ujarnya dengan tersenyum smirk.
"hmm... iya aku akan menarik perhatian Denis dengan tubuhku ini. pasti dia tidak akan mampu menolak, apalagi kak faradinelis arasya termasuk tipikal wanita yang kolot karena mempunyai pemikiran yang kuno sekali yaitu menganut aliran no having s*x sebelum ada ikatan pernikahan!, ini sangat menguntungkan sekali untuk ku apalagi kak faradinelis itu tipe paling tidak suka adanya penghianatan. kalau aku sengaja beritahu dengan cara istimewa pasti hubungan mereka langsung hancur hahahaaha! " ujarnya dengan licik.
singkat cerita _ keesokan harinya.
cekling.. suara pesan singkat dari ponsel renata.
{Hai baby.. kamu sedang apa}
"ini baru bangun tidur baby"
{oh! iya baby , kamu masih ingat tidak, kalau hari ini faradinelis arasya ulang tahun? } tanya Denis membuat renata menjadi mulai kesal.
"ah iya, kenapa baby? "tanyaku
{hari ini aku akan adakan surprise untuknya. bisa tidak kamu membantuku menyiapkan segalanya? }
namun renata tiba-tiba terdiam. dia mulai sudah terlihat sangat tidak sukanya mengetahui Denis sangat perduli kepada kakak angkatnya itu. namun tiba-tiba dia terpikirkan ide jahatnya.
{hey baby bagaimana? }
" ah iya tentu. aku akan membantumu! "
{baiklah, aku tunggu kamu di apartemen fara jam sembilan pagi ini ok! }
"ok! "
kemudian dia tersenyum licik sambil menyusun strategi nya.
" hahahaha sepertinya ini kesempatan untukku membuat hubungan mereka hancur, dan aku bisa mendapatkan Denis seutuhnya didalam genggaman ku! "
"tenang kakakku tersayang, adekmu tercinta ini akan memberikan mu hadiah spesial dihari ini. surprise yang tidak akan pernah bisa kamu lupakan seumur hidupmu dan akan membuat hidupmu hancur berkeping-keping hahahaah! " sambungnya.
" tapi dengan cara apa ya? " ujarnya sambil berpikir sejenak.
"aha! lebih baik aku buat dia sibuk dikantor sampai dia tidak kenal waktu. dan aku akan temui Denis sesui permintaannya, siapa tahu nanti aku dan Denis bisa bercumbu mesra disana secara langsung tanpa ada yang mengganggu! " gumamnya kembali.
__ADS_1
akhirnya renata segera menelpon kakaknya yaitu faradinelis arasya, dia memberitahukan bahwa sekarang dirinya sedang ada keperluan yang sangat penting diluar kantor sehingga dia meminta meng-handle perusahaan sementara waktu dia sedang tidak ada disana. kemudian setelah itu dia segera mempersiapkan diri dengan berdandan secantik dan semenarij mungkin untuk menarik perhatian dari seorang Denis. tidak lupa dia memakai baju yang sangat ketat dan sangat pendek tanpa lengan. tidak lupa dia juga memakai parfum yang sangat harum baunya. setelah selesai dia segera pergi menuju parkiran rumahnya.
kemudian dia segera mengendarai mobil sport miliknya melaju pergi meninggalkan pekarangan rumahnya. dengan kecepatan maksimum dia melaju pergi