
Setelah mereka selesai makan, kini mereka duduk bersantai di taman belakang dekat kolam renang.
"Mas ayo kita lomba berenang yuk, kita mulai startnya dan finish nya dari sini nanti kita berenang sampai sana terus balik lagi kesini. Jadi siapa duluan yang dapat mencapai finish maka boleh meminta apa saja dari yang kalah, gimana? " Ujar killa dengan semangat.
"Boleh juga tuh, tapi sayang kamu kan lagi hamil sekarang nanti kalau terjadi apa apa gimana sama kandungan kamu, bisa digantung mama ayumi sama mama laiba dipohon toge nanti mas! Ujar ukasya dengan sedikit merinding tidak bisa bayangkan kalau itu terjadi.
"Heleh bilang saja mas cemen! " Ledeknya.
"Hemmm nantangin ni ceritanya, iya sudah ayo mas Terima tantangan kamu! " Ujar ukasya tidak Terima.
"Ok deal! "
"Deal"
Akhirnya keduanya segera masuk kedalam kamar untuk berganti pakaian. Kini killa sudah didalam kolam renang dengan menggunakan bikini saja sedangkan ukasya yang baru keluar itu hanya memakai celana pendek dan tidak menggunakan baju . Sehingga sangat terlihat jelas bentuk kotak kotak dada bidang ukasya tersebut. Dan kini ukasya menyusul masuk kedalam kolam renang.
"Sudah siap mas? " Tanya killa.
"Sudah ayo dimulai sayang! " Pinta ukasya.
"Ok, dalam hitungan ketiga langsung mulai ya? " Ujar killa.
"Ok"
Satu..... Dua.... Tiga....
Jebiurrrrtttt....
Kini killa dan ukasya sudah memulai berenangnya. Dengan santai namun pasti killa meliuk-liuk kan tubuhnya didalam air berbagai gaya renang dia kuasai sebab dia merupakan atlit renang terbaik dulu disekolahnya, namun karena pindah sekolah jadi dia sudah tidak memperlihatkan lagi kemampuannya dalam berenang.
Beberapa menit kemudian akhirnya killa sampai digaris finish sedangkan ukasya hanya berenang dengan ogah ogahan, sebab dia ingin melihat istrinya itu menang darinya. Dan karena ukasya juga tidak ingin membuat persaingan yang buat istrinya terluka hatinya karena ulah dirinya, makanya tadi dirinya sengaja mengalah asalkan istrinya bahagia apapun itu akan dia lakukan.
"Yeay... Aku menang mas... Wekkkkk! " Ledeknya dengan wajah yang sumringah.
"Selamat ya sayang, kamu memang hebat! " Ujar ukasya dengan tersenyum manis.
"Terimakasih sayang ! Sekarang aku minta apapun kan mas? " Tanya killa dengan tersenyum.
"Iya boleh, emang kamu minta apa sih sayang? "
"Hmmm... Apa ya? "
__ADS_1
"Aha? Killa mau shopping ke mall! " Ujar killa sumringah.
"Oh ke mall doang, ok ayo! "
"Serius mas? "
"Iya sayang"
"Tapi nanti kalau killa mau beli apapun mas gak boleh protes dan harus belikan ya? “ ujar killa dengan manja.
" Hmm iya sayang"
"Ok kalau gitu killa mau persiapan dulu! "
"He.em"
Beberapa saat kemudian kini keduanya sudah didalam mobil. Kini keduanya tengah asyik bercengkrama didalam mobil sambil menikmati pemandangan diperjalanan mereka. Sesampainya didalam mall killa segera memborong baju , tas dan juga sepatu. Entah kenapa moodnya hari ini hanya ingin berbelanja. Padahal selama ini dia terkenal sangat hemat.
Setelah iya sudah merasa bosan dan cukup kini dia meminta kepada suaminya untuk membawanya pulang kerumah.
"Mas! " Panggilnya dengan nada manja.
"Iya sayang kenapa? " Tanya ukasya yang sedang menenteng belanjaan istrinya itu dan tengah berjalan di sampingnya.
"Iya sudah ayo mas gendong saja ya? " Ujar ukasya.
"Gak mau . Killa masih bisa jalan sendiri, malu dilihat orang orang nanti! " Ujar killa.
"Udah gak papa sayang , mas gendong saja ya! " Ujar ukasya kemudian tanpa aba aba ukasya segera menggendong killa dengan ala bridal style itu. Dan tangannya juga masih menenteng beberapa belanjaan killa.
Semenjak ukasya menikah dengan killa dia yang selama ini terkenal cuek, jutek, pemarah, arogan, dingin dan sulit didekati siapapun itu kini mulai berubah jadi lembut, sabar, penyayang dan baik jika berhadapan langsung dengan istrinya itu. Apalagi sekarang killa yang menyandang status istri sah dari ukasya kini tengah hamil muda menambah rasa sayang nya terhadap istrinya. Dia rela melakukan segala cara demi kebahagiaan dan kesejahteraan istri dan anaknya. Apalagi walaupun dia terbilang masih muda tapi aset kekayaannya saat berlimpah ruah. Bukan hanya aset yang diperoleh dari orang tuanya saja tapi diam diam ukasya juga mempunyai banyak bisnis yang terbilang fantastis tapi tidak ada yang mengetahui sebab selama ini dia lebih fokus untuk sekolah, sedangkan usahanya dipercayakan kepada asisten kepercayaannya.
Dan saat didalam perjalanan pulang, ketika mereka melewati taman pusat kota. Yang mana disana banyak sekali pedagang kaki lima yang tengah berjualan. Tiba-tiba dia melihat kearah satu pedagang yang membuatnya sangat tertarik dan ingin menikmatinya.
"Mas killa pengen jajan di sana boleh? " Ujar killa.
"Jangan lah sayang gak higienis! " Ujar ukasya sambil menyetir.
"Ah.. Mas ukasya jahat, nyebelin banget masak cuma mau jajan disana gak dikasih ih hiks... "
"Aduh sayang, kok nangis sih. Iya sudah iya, ayo kita kesana. Kita beli mana yang kamu pengen! "
__ADS_1
"Beneran mas? " Ujar killa kembali sumringah.
"Iya sayang, asal kamu jangan nangis lagi ya? " Ujar ukasya sambil mengusap air mata killa. Killa pun mengangguk setuju.
Kini keduanya turun dan berjalan menelusuri setiap jalan untuk mencari jajanan yang diinginkan oleh killa. Walaupun seharian ini dibuat lelah karena permintaan sangat istri yang sangat nyeleneh itu tapi ukasya berusaha tetap semangat dan baik baik saja. Karena dia amat sangat mencintai dan menyayangi istrinya itu.
"Mas killa mau itu! " Ujar killa sambil menunjuk kearah pedagang yang ada disudut taman.
"Yang mana sayang? "
"Itu loh mas! " Tunjuk nya lagi.
"Oh yang itu, emang itu jual apaan sih sayang? " Tanya ukasya.
"Hmmm killa kurang tahu mas, ayo coba lihat kesana sepertinya itu penjual martabak deh! "
"Iya sudah ayo kita jalan! "
Sesampainya disana killa dan ukasya segera duduk di kursi dan kini sang penjual pun datang menghampiri.
"Mau beli apa mas dan mbk? "
"Saya mau martabak spesial ya mang yang pakek telur tapi telurnya ada tiga sama diberi toping sosis ya mang! "
"Berapa porsi neng? "
"Hmm tiga porsi ya mang di bungkus".
" Siap neng. Tunggu sebentar ya? "
"Iya"
Setelah beberapa menit mereka menunggu akhirnya pesanan mereka pun jadi dan kini keduanya segera kembali pulang kerumah. Sesampainya didalam rumah killa segera memberikan satu kotak martabak buat pembantu rumah tangga nya dan yang dua lagi dia letakkan diatas piring.
"Sayang itu dua porsi buat siapa? " Tanya ukasya.
"Buat killa lah mas! " Ujar killa dengan enteng.
"Apa gak kebanyakan itu sayang? "
"Gak kok mas, killa kan dari dulu suka banget sama martabak telor! Ayo kita makan bareng diruang televisi sambil nonton" Pinta killa.
__ADS_1
"Hmmm gak deh sayang martabak nya buat kamu saja mas gak terlalu suka dengan makanan yang terlalu berminyak begitu. Ayo mas temanin saja ya diruang TV!"