CINTA SETELAH HALAL "Perjodohan Anak SMA"

CINTA SETELAH HALAL "Perjodohan Anak SMA"
patah hati vs syok


__ADS_3

Namun saat linna hendak membuka pintu mobilnya,tiba-tiba wildan datang dan menahan pintu mobilnya menggunakan tangannya.


"Shelinna tunggu! " Ujar wildan


"Ada perlu apa lagi kak! " Ujar linna dengan memutar mota matanya malas.


"Dengarkan gue, gue mau omong sesuatu ke loh! " Ujar wildan


"Mau omong apa lagi sih kak? Belum puaskah kakak buat linna sakit hati? " Ujar linna dengan menahan air matanya.


"Lin dengar kan dulu penjelasan dari gue! Gue mohon! " Pinta wildan.


"Sudah lah kak cukup, gue gak mau mendengarkan apapun lagi dari mulut loh itu! " Ujar linna tanpa sadar air matanya sudah lolos dari pelupuk matanya.


"Iya sudah kalau itu mau loh, gue mau minta maaf sama loh! Gue ngaku gue salah sama loh. Mungkin ini balasan buat gue yang sudah jahat dan sia siakan loh lin ! Gue minta maaf! " Ujar wildan dengan nada lirih dan menunduk seperti menyembunyikan wajahnya yang sedang sedih. Kemudian dia berjalan menuju motornya. Sedangkan linna kini hanya menatap punggung lelaki itu dari belakang.


"Kenapa kak? Kenapa loh sampai hati melukai perasaan gue? Padahal gue tulus sayang sama loh! Kenapa loh gak pernah mau buka hati loh buat gue? Sebesar itukah cinta loh buat syakilla? " Gumamnya lirih.


Lalu linna segera masuk kedalam mobilnya, sedangkan wildan yang sekarang wajahnya sudah berlinang air mata. Kini langsung menoleh kebelakang melihat linna yang ternyata sudah melajukan mobilnya pergi.


Shelinna maafkan gue, benar kata loh gue cuma cowok pecundang yang tidak bisa menerima kenyataan. Gue sadar sekarang gue salah telah melukai wanita sebaik loh lin. Bodohnya gue menyia nyiakan loh. Kenapa gue tidak bisa melihat ketulusan hati loh? Gue amat menyesal. Rasanya gue ingin mengulang momen bersama lin dan tidak akan pernah gue sia siakan loh. Namun ternyata itu semua cuma halu. Semoga loh mau memaafkan kesalahan gue lin. Batinnya.


Kemudian wildan segera melajukan motornya keluar area sekolah dan menuju kerumah.


Sedangkan ditempat lain linna yang sudah sampai dirumahnya , kini merasa bingung kenapa dirumahnya banyak mobil yang terparkir dan salah satu mobil itu shelinna amat sangat kenal.


"Loh kenapa banyak banget mobil disini? Apa papa sama mama lagi ada tamu ya? " Ujar linna kebingungan.


"Tapi tunggu deh.. Ini sepertinya gue kenal mobilnya! Tapi punya siapa ya? " Sambungnya.


"Jangan... Jangan...! Ah kayaknya gak mungkin deh! Sudah lah pusing gue lebih baik gue cepetan masuk deh, capek mau istirahat! " Ujar linna.


Kemudian dia segera berjalan menuju pintu rumahnya. Lalu dia segera masuk kedalam rumah.


"Assalamu'alaikum! " Salam linna.

__ADS_1


Wa'alaikumsalam... Ujar mereka kompak. Sedangkan linna sontak langsung melongo karena terkejut.


"Lo...ke-kenapa a-ada ka-kalian berdua? Sedang apa kalian disini? " Ujar linna bingung.


"Kami diajakin sama tante, iya kan tante? " Ujar killa.


"Iya bener! "


"Oh ternyata kalian sudah saling kenal ya? " Tanya nina.


"Hehehe iya tante kebetulan kami ini satu kelas dan teman dekat juga! "


"Oh pantesan! "


Kemudian nina segera memanggil linna untuk segera duduk bersama.


"Sini sayang salaman dulu sama tamu tamunya! " Ujar nina kepada anak sulungnya.


Linna segera nurut saja dengan yang diperintahkan oleh orang tuanya itu, dia menyalamin satu persatu tangan mereka. Dimulai dari laiba, ukasya, killa, atta dan mamanya atta. Kemudian dia segera menghampiri orang tuanya.


"Ma sebenarnya ini ada apa sih? " Tanya linna dengan berbisik bisik.


"Oh iya jeng lusi dan laiba perkenalkan ini anak kami namanya shelinna,dan yang lainnya dia umur 17 tahun! " Ujar nina.


"Dan linna kenalin ini teman mama namanya tante lusi dan disebelahnya itu anak semata wayang nya namanya atta dan yang itu namanya tante laiba saudara tante lusi dan kedua remaja itu adalah ukasya dan syakilla anak tante laiba! " Ujar nina.


"Hay sayang kamu sangat cantik sekali, sekarang sudah besar ya jeng anak mu? " Ujar lusi.


"Ah iya jeng! "


"Ayo atta kenalan dulu! " Ujar lusi.


"Hey kenalin gue atta Devanagari! " Ujar nya.


"Eh iya gue shelinna! "

__ADS_1


"Eh gini nak shelin kedatangan kami kesini mau ngelamar nak shelin buat anak tante si atta, bagaimana pendapat nak shelin? " Ujar lusi.


"Apa melamar? " Ujar linna syok.


"Iya nak mereka kesini itu untuk melamar kamu sebab dari kecil kalian sudah kami jodohkan! " Ujar nina.


"Tapi ma! Linna  masih kecil ma, kenapa sih kalian hobby banget ngatur ngatur hidup aku? Linna sebel sama mama! " Ujar linna dengan kesal lalu berjalan masuk kedalam kamar.


"Sayang tunggu dulu dengarkan penjelasan mama nak! "Ujar nina menghentikan anaknya namun Killa segera mencegahnya.


" Eh maaf tante, bukan nya saya lancang mungkin sebaiknya Killa saja yang bicara dengan linna. Killa kan berusaha memberikan arahan, killa ngerti kok maksud dari kalian karena killa juga pernah mengalami posisi seperti ini. Mungkin linna hanya masih syok dan belum siap! " Ujar killa.


"Iya sudah nak killa kamu masuk saja kekamar nya linna, tante percayakan dia kekamu tolong kasih dia pengertian! " Pinta nina.


"Iya tante kalau kita killa permisi dulu! ". Ujar killa dan dianggukin dengan yang lain.


Killa segera berjalan menuju kamar linna , sedangkan nina berasa gak enak dengan temannya atas sikap anaknya tersebut.


"Aduh gimana ini jeng maaf ya jeng linna emang anaknya gitu suka ngambek! " Ujar nina.


"Gak papa kok jeng, wajarlah namanya juga masih anak anak! "


Sedangkan didalam kamar linna sudah nangis tersedu-sedu meratapi nasibnya. Dia merasa kecewa berat hari ini karena wildan telah membodohinya dan sekarang mamanya sendiri mengambil tindakan yang sangat besar mengenai masa depan nya tanpa membicarakan dulu kepadanya.


Beberapa saat kemudian killa sudah sampai didepan pintu kamar linna yang ternyata masih terbuka, killa langsung mengetuk pintu linna dan minta izin kepada linna untuk masuk kedalam.


Tok... Tok...


"Linna, ini gue syakilla lin! Apa gue boleh masuk sebentar kedalam ? " Tanya killa.


"Boleh, loh masuk saja! " Ujar linna.


Akhirnya killa segera masuk kedalam lalu dia duduk disebelah linna. Killa menatap kearah linna dengan penuh haru. Killa tahu betul rasanya yang dialami gadis malang ini. Tidak jauh berbeda dari dirinya namun mau bagaimana lagi. Ini sudah menjadi garis takdir keduanya.


"Linna are you ok? " Tanya killa.

__ADS_1


Namun linna hanya terdiam seribu bahasa. Killa langsung menghempaskan nafasnya yang berat itu dengan kasar.


"Lin, gue tahu kok yang loh rasakan saat ini pasti gak muda. Karena loh juga tahu sendiri bukan? Gue dulu juga sama kayak loh dijodohkan kayak gini! " Ujar killa membuat tangis linna pun pecah lalu mereka akhirnya saling berpelukan


__ADS_2