
****... Sialan! Berani betul bocah tengil ini menjadikan bini gue sebagai objek dia sebelum tidur. Kalau saja didalam sana tidak ada orang nya sudah habis loh, gue gebukin san! Bisa gaswat kalau dia dengar atau tahu gue belain dia, bisa bisa besar kepala nanti. Batinnya
"Sekarang sudah puas kan kalian mainnya? Pulang sana kalian sekarang! ".
"Gak ah... Orang kita berdua mau nginep disini iya gak san? "
"Apa ? " Teriak ukasya dengan membulatkan matanya.
Sedangkan didalam sana
Klontang.... Suara barang yang jatuh karena tersenggol killa akibat dia terkejut dengar ucapan mereka itu. Namun untung nya dia bisa menahan untuk tidak berteriak.
"Eh apaan itu tadi? " Tanya hasan. Dia berusaha mencari sumber suaranya.
"Eh mau ngapain loh? " Tanya ukasya ketika hasan hendak menuju ke walk in closed.
"Gue mau cek tadi apa yang jatuh? "
"Tidak usah. Paling itu cuma kucing disebelah rumah kalau tidak paling ya gantungan baju gue jatuh. Sudah sana keluar kalian berdua ,katanya loh tadi kangen masakan mama gue! "Akhirnya ukasya menggiring teman teman nya itu keluar dari kamarnya dan mengajak keruang makan.
Namun belum sampai mereka keluar mereka berdebat kembali.
"Kenapa sih loh aneh banget? Biasanya juga kita nginep disini tidak apa apa? " Tanya hasan.
"Iya kenapa sih loh. Apa loh juga tidak kangen sama kita yang baru saja pulang dari paris? " Ujar husen.
"Dih najis.. Gue masih normal jangan peluk gue! Sana keluar! ".
" Hahaha apa loh tadi bilang? Loh normal, masak iya sih kok gue ragu ya sama ucapan loh, orang loh saja tahu qailla cewek tercantik disekolah saja loh tolak, gitu loh sebut normal? " Ujar hasan ngledek.
sedangkan ditempat lain, killa yang tengah sembunyi biar tidak ke geps teman temannya ukasya itu. kini tengah menggerutu karena perutnya sudah keroncongan
Kruk... Kruk...
" Ah... Sial! kenapa gak pergi pergi jug sih mereka! mana gue lapar lagi dari tadi belum makan. Sial banget hidup gue, tuh ukasya juga goblok banget jadi orang. Kenapa gak langsung di bogem aja sih mereka tadi kalau gak ingin pulang, giliran sama gue saja galaknya ngalahin blaki penjaga rumahnya tetangga gue! . Yang benar aja dong, masak gue harus ngumpet disini terus sampai besok pagi? Bisa mati kena busung lapar gue."
Sedangkan ukasya hanya menutupi kedua telinganya biar tidak mendengarkan ocehan teman teman nya yang tidak ada faedahnya itu.
"Ukasya ayo turun waktunya makan malam sayang! " Teriak mamanya.
"Nah, tu dengar mama gue udah selesai siapkan makanan ayo keluar, katanya loh mau makan masakan nyokap gue kan? Tapi setelah itu angkat kaki dari rumah gue cepat sebelum gue benar benar murka dengan kalian"
Ukasya mendorong tubuh mereka sambil memikirkan cara menghindari mereka, supaya mereka tidak tahu kebenarannya kalau dia dan killa sudah menikah.
"Sudah sudah kita bisa jalan sendiri jangan didorong dorong terus tubuh kita. Ayo sen pergi dari sini habis ini, sekarang sudah beda cerita dan suasana kalau sudah kayak gini. Gue takut ntar kiubinya keluar jadi black mamba lagi ! ".
" black mamba? " Ukasya langsung reflek menghadap kebawah, dia jadi teringat kejadian tadi killa menjuluki junior nya dengan sebutan raja hutan. Kemudian tanpa dia sadari senyuman mengembang di sudut pipinya itu.
Akhirnya kini mereka benar benar keluar dari kamar dan menuju ruang makan.
"Hai tante, kayaknya enak tuh tante dari baunya! " Tanya hasan.
"Eh ada kalian tante sampai lupa. Ayo sini ikut makan kami sekalian kalian, dan kamu ukasya sana panggil dia kesini, kita makan bersama? " Ujar laiba.
"Dia? Dia siapa tante? " Tanya hasan dan husen.
"Eh itu anu-".
" Itu loh tukang kebon Kita kan ya ma" Sambung ukasya segera ketika memotong pembicaraan mamanya.
"Ah iya betul maksud tante itu tadi. Ya sudah ya kalau gitu tante tinggal kesana dulu tadi tante sudah makan soalnya, ukasya temani mereka makan ya sayang! "
Iya tante.
Iya tante.
Ucap mereka bersama an.
"Sudah sana segera makan dan setelah itu kalian tahukan harus ngapain? "
Sontak saja mereka langsung merinding dengar pertanyaan ukasya yang selalu bisa mengintimidasi orang lain itu. Mereka segera mengangguk dan memakan makanan itu dengan lahap.
Ukasya langsung balik masuk kekamar nya setelah kedua temannya pulang. Kemudian dia mencari keberadaan killa.
"Killa! " Panggil ukasya.
__ADS_1
"Gue lapar banget kak, ayo makan.. Mereka sudah pulang kan? "
"Sudah tadi habis makan! "
"Apa? Jadi tadi mereka juga ikut makan!".
Ukasya hanya mengangguk. Sedangkan killa seketika terduduk lemas mengetahui jawaban suaminya sambil memegangi perutnya yang sudah kelaparan.
" Ya terus gue harus bagaimana lagi killa? "
"Harus apa? Harus apa? Pakek nanya lagi, Ya dipikir kek kak, kok malah tanya lagi! Punya suami gak guna banget! Istri sendiri dibiarkan kelaparan,kakak malah kasih makan orang lain, nyebelin! "Sungut killa sambil manyunkan bibir nya.
"Aduh duh... Lucu banget sih, kalau lagi ngambek". Ujar nya sambil menggoda.
Kemudian dia menatap kearah killa. " Siapa juga yang nyuruh loh tungguin gue datang dulu baru keluar, ya sekarang rasain lah emang enak, tuh makan saja apa yang ada asal jangan loh terkam raja rimba gue! "
"Idih sana sana pergi jauh jauh, nanti mood gue rusak gara-gara lihat muka kakak! "
Ukasya kemudian pergi begitu saja. Kemudian ukasya pergi mencari mamanya di belakang.
"Ma... Mama"
"Iya ada apa, teriak teriak"
" Ukasya mau tanya. Tadi kenapa mama suruh mereka masuk sih kalau mereka lihat killa gimana? Kenapa tidak bilang aja kalau ukasya lagi sibuk dan kenapa juga mama tadi mau keceplosan tentang killa. Apa mama ingin kami dikeluarkan dari sekolah nanti? Kami kan lagi sepakat merahasiakan pernikahan yang kalian lakukan ini! " Cerocos ukasya.
"Iya maaf mama lupa sayang jangan marah gitu kenapa? Oh iya killa mana, tadi kamu sembunyikan dimana tadi? Gak kamu masukan ke dalam koper kan? "Tanya laiba dengan panik.
"Ukasya sembunyikan di kandang macan! "
"Ukasya! Kamu ini ya bener bener". Teriak laiba.
"Habis mama ceroboh banget jadi orang".keluhnya.
" Iya maaf sayang, jangan marah dong. Mama tadi lupa beneran sayang. Harap maklumin dong, apa lagi mama punya anak bandelnya kebangetan kayak kamu jadi mama sulit banget buat fokusnya"
"Enak saja mama bicaranya, ukasya anak sholeh ya ma tidak bandel! "
"Iya iya ukasya mama anak yang sholeh sampai buat mama papanya pusing tujuh keliling".
" Argh... Terserah mama lah. Heran aku sebenarnya aku ini anak mama bukan sih tega bener sama anak sendiri? "
" Iya itu ada di ruang makan lagi makan! "
"Oh iya bagus deh".
Dimalam yang cerah nan indah ini mereka duduk berdua di teras balkon kamar dengan disinari kerlap kerlip bintang bintang. Ada perasaan legah setelah terjadi insiden kecil tadi sore.
"Killa, gue mau bicara sesuatu! "
"Bicara apa? " Tanya killa dengan tatapan penuh tanda tanya.
"Gue punya rencana buat kita".
" Rencana apa kak? "
"Kita pindah saja yuk, ke apartemen yang baru gue beli! "
"What? Pindah! "
"Iya".
" No! Gue gak mau. Kakak mau ngapain killa? pakek ngajakin pindah segala jangan aneh aneh deh kak!- "
"Otak loh mesum banget sih! Mikir nya menjurus kesana mulu loh ".sungutnya sambil menoyor kening killa.
" Ih kakak! Suka banget sih KDRT ". Ujarnya kesal.
" Makanya dengarkan dulu gue omong belum selesai sudah dipotong saja . Yang tadi sore kemari itu teman teman sekelas gue namanya husen dan hasan. Mereka sering datang kemari dan menginap tanpa ada kabarin gue, Tiba-tiba sudah ada didepan rumah. Makanya gue ajakin loh pindah dari sini ke apartemen pribadi gue saja. Daripada nanti beresiko kan! " Jelas ukasya.
"Gak usah lah kak, gue saja yang pindah biar aman".
" Aman kepala loh yang ada nanti gue kena masalah besar, gara-gara biarin loh pindah sendirian bodoh! Dan sekarang loh itu sudah sah jadi istri gue, jadi loh harus nurut apa kata gue dan ikut kemanapun gue pergi ngerti".
"Sudah lah kak, jangan sok tanggungjawab deh. Pernikahan kita ini tidak ada artinya karena pernikahan kita cuma hitam diatas putih tidak selayaknya pernikahan pada umumnya. Apa lagi kita kayak kucing ketemu tikus gitu? "
__ADS_1
"Argh angel es... Angel... Terserah kata loh saja lah. Yang penting loh harus ikut gue titik gak pekek koma! "
"Omong omong kapan sih kakak akan ceraikan gue? "
"Maksud loh gimana? "
"Iya kapan kakak menggugat cerai gue, gue sudah siap lahir batin tunggu kabar itu loh kak, apa lagi kita sama sama tidak menginginkan pernikahan ini bukan? "
"Sudah sinting ya loh! " Teriak ukasya sambil beranjak dari tempat duduknya dan masuk kedalam kamarnya langsung menutup pintu balkon.
"Iya kak gue emang lagi sinting gara-gara loh tau gak!
__________&&_________________
Keesokan harinya ukasya dan killa pergi kesekolah dengan menggunakan kendaraan yang sama yaitu mobil ukasya. Dan seperti hari hari biasanya ketika mereka berangkat sekolah maka ukasya akan selalu menurunkan syakilla di tengah jalan yang sepi, karena tidak ingin para siswa mencurigai nya. Namun ketika ukasya hampir akan sampai gerbang dia menepikan mobilnya dan mengamati killa dari kaca spion nya, ternyata benar dugaannya Wildan lagi lagi menawarkan killa naik di motor sport nya hingga membuat ukasya mendengus kesal.
"Argh... ****. Awas kau Wildan, apapun yang sudah jadi milik gue jangan harap bisa loh rebut ! Karena gue tidak akan mudah melepaskan killa begitu saja. Killa itu milik gue sepenuhnya! "Ujar ukasya sambil menyeringai.
Dan ketika Wildan dan killa melewati mobilnya, dia hanya melihatnya dan juga tidak mencegahnya. Namun dia justru membiarkan nya dan mengikuti mereka dari belakang. Dengan perlahan tapi pasti ukasya mengendarai mobil nya itu dari belakang mereka.
Ketika Wildan memarkirkan motor nya itu mobil ukasya melewati mereka dan disaat itu juga kaca pintu mobil nya dibuka oleh nya. Kemudian ukasya melewati mereka dengan aura yang damage dan savage. Ukasya melirik tajam kearah mereka berdua kemudian tersenyum dengan liciknya.
"Oh iya kak Wildan ada yang ingin killa sampaikan! "
"Iya ada apa? "
"Itu kak soal pemilihan anggota OSIS tolong nama gue dihapus saja dan gantikan dengan orang yang menginginkan sebab sebenarnya gua tidak ada niatan untuk daftar. Dan gue juga minta ini yang terakhir lagi nya kakak kasih tumpangan killa ke sekolah, karena gue tidak ingin kena masalah! "Pintanya
"Maaf killa kalau soal itu gue tidak bisa. Ya sudah gue ke kelas duluan ya, bye! "Wildan langsung berlari meninggalkan nya sendiri di parkiran.
Killa kemudian berjalan akan menuju kelasnya, namun dia tidak sadar dari tadi diperhatikan ukasya dari balik pohon besar. Ketika killa akan melewati pohon tersebut tiba-tiba ukasya menghampiri nya dengan cara mengejutkan nya.
Dorrrr...
Seketika itu karena terkejutnya hampir saja jantungnya mau copot.
"Kakak! Ih... Dasar loh itu ya jail banget! Untung jantung gue masih aman". Ujarnya ketus.
"Hey... Ngapain loh masih sama curut itu lagi. Kan sudah pernah gue larang loh! Kenapa loh langgar?".
"Apa sih kak ukasya? Mau loh apa sih ha? Loh cemburu ya, lihat gue berduaan sama kak Wildan? Hayo ngaku loh? "Ejeknya.
"Mana ada gue cemburu, gk lah! "
"Yang benar enggak... Ngaku aja deh gak perlu gengsi segala! "
"Apaan sih loh? Awas ya loh nanti gue aduin sama mama kalau loh selingkuh! "
"Idih yang lagi cemburu dewa, lihat tuh mukanya merah hihihi... ! Sudahlah kak ngaku saja kalau loh itu lagi cembokir kan? "
"Sorry ya , ngapain gue cemburu sama spesies ikan piranha! ".
"Hey... Killa! Loh ada kak ukasya juga disini? Kalian ngapain berduaan disini? Kalian saling kenal ya? "Tanya linna terkejut.
Seketika ukasya dan syakilla langsung beradu pandang.
" Ehh... She-shelinna i-itu a-anu, loh ngapain ada disini? Sejak kapan loh disini? " Tanya killa dengan terbata bata karena gugup ke geps linna sedang bersama ukasya.
"Kok jadi loh yang balik bertanya sih killa? Jawab dulu pertanyaan gue! "
"Ah itu linna tadi , kita berdua tidak sengaja ketemu disini. Iya kan kak ukasya? " Ujar killa sambil menyenggol ukasya.
Hemm... Dehem ukasya kemudian meninggalkan killa dan linna pergi tanpa sepatah katapun lagi yang terucap.
"Oh begitu ceritanya! Terus kenapa kalian tadi terlihat sangat intim sekali? Apa kalian ada hubungannya? " Tanya linna lagi seperti seorang detektif karena dia masih merasakan ada yang janggal diantara mereka.
Seketika killa mendadak cemas dan gugup mendengar ucapan sahabatnya itu . Namun dia berusaha bersikap tenang dan memasang wajah sedatar mungkin supaya linna tidak terus mencurigai nya.
"Perasaan loh saja kali lin. Gue sama kak ukasya sama tidak saling mengenal kok.tadi betulan tidak sengaja bertemu kak ukasya disini , lalu karena kami sama sama akan jalan yang searah menuju kelas. Ya mau tidak mau kita jalan ber iringan deh! Loh kan juga tahu kelas kita itu harus melewati kelasnya anak anak SMA bukan? Dan karena hal itu juga terus kak ukasya tadi menyapa gue dan menanyakan apakah gue ini siswi baru begitu?"
"Serius loh killa! Tidak ada yang loh sembunyikan dari gue kan? "
"Ah sudah lah kalau loh tidak percaya. Terserah loh saja gue mau ke kelas dulu! "
"Ah killa tunggu. Jangan marah begitu dong, kita kan bestfriend bestie . Gue cuma merasa heran saja kan aneh kak ukasya yang terkenal dingin tiba-tiba bertanya seperti itu sama loh, untuk apa coba? " Ujar linna.
__ADS_1
"Ya mana gue tahu linna, kalau loh masih penasaran terus mending loh tanya saja sana sama orang nya langsung? Sudah ah ah gue gak mau bahas sesuatu yang gak penting ini gue mau ke kelas loh mau ikut gak? " Ujar killa.