
Jam menunjukkan pukul 08:59, sebentar lagi akan jam 9 sesuai dengan perjanjian kami. kini aku sudah sampai didepan apartemen faradinelis arasya, tepatnya kini aku tengah sedang memarkirkan mobilku. setelahnya aku langsung keluar dari mobil, ku melirik sekilas kearah kanan mobilku. sepertinya itu adalah mobil Denis, berarti benar dugaanku kalau dia sudah sampai duluan.
setelah ku tutup pintu mobilku, aku segera berkaca di mobilku . melihat penampilan ku sekarang, sudah perfect belum untuk memikat perhatiannya. Aku melangkahkan kakiku masuk kedalam apartement tersebut dengan gugup. deru jantung ku seakan makin kencang.setelah sampai didepan pintu aku menarik nafasku pelan lalu ku hembuskan secara perlahan. kemudian aku segera menekan bell disebelah kanan pintu. tidak butuhkan waktu yang lama pintu itupun terbuka. dan benar seperti dugaanku ternyata dia sudah sampai duluan dan kini dia juga yang membuka pintu itu, lalu menyambutku untuk masuk.
"hey! " sapaku namun Denis terus diam mematung melihat ku dari atas sampai bawah, terlihat jelas dia sangat tertarik melihat penampilan ku. karena bisa dilihat dari jakunnya yang kini mulai naik turun tidak beraturan.
"hello, Denis... Denis! " panggil ku untuk menyadarkan dirinya dari lamunan.
"ah hei renata, kau sudah sampai ternyata! " ujarnya sambil menelan salivanya brutal.
"kamu kenapa melihat ku dengan seperti itu? " ujarku
dengan memasang wajah manja nan polos.
"hmmm.. tidak apa apa, ayo masuk dulu! "
"baiklah"
"oh iya renata.. kamu hari ini sangat cantik dan juga terlihat...! " ujar Denis terpotong sambil melihat ku kembali.
aku langsung berhenti dan membalikkan badan menghadapnya " terlihat apa? " tanyaku pura-pura tidak tahu apa apa.
"hmm... kamu terlihat seksi dan menggoda! " ujarnya sambil melonggarkan dasinya.
Lalu dia duduk diruang tamu sambil memandangiku dengan penuh nafsu.
"kamu kenapa gerah kah? " tanyaku sambil berjalan mendekati lalu duduk disebelahnya. sehingga belahan dress ku yang sangat mini ini tersingkap hampir memperlihatkan semua pa**ku yang mulus.
sedangkan Denis lalu menggeser duduknya hingga jarak kami hanya sebatas tisu.
"oh iya sampai lupa, bagaimana acara membuat surprise nya jadi tidak? " tanyaku dengan nada manja.
"jadi dong, kalau tidak jadi ngapain kita bertemu disini! " ujarnya sambil tangannya mulai bergerak di pa** ku.
__ADS_1
"ih... Denis. jangan nakal ahh.. tangannya! " ujarku malu-malu sambil menepis tangannya itu.
"apa sih sayang? aku kan cuma ingin pegang saja! " ujarnya sambil terus berusaha dengan pantang menyerah.
"tapi jangan disini , nanti kalau tiba-tiba kakak pulang bagaimana? kamu juga harus ingat calon istrimu! " ujarku menggoda.
"ah iya. kalau begitu mari kita mulai mendiskusikan acara surprise nya! "
"baiklah! Hmm..iya apa kamu sudah punya rencana ingin memberikan surprisenya?"tanyaku.
" sudah sih. rencananya aku ingin beri kejutan makan romantis direstoran mewah. menurut mu bagaimana? "
"waaaa.. ide briliant itu, iya sudah ayo buruan kita cari restoran yang sesuai! " pintaku dan aku langsung buru-buru beranjak dari tempat dudukku namun tiba-tiba.
"eits... kamu mau kemana sayang? " tanya Denis kemudian menarik tanganku hingga aku terjatuh di pangkuannya.
"loh katanya tadi mau adakan diresto mewah iya ayo kita reservasi sekarang! " ujarku dengan pura-pura polos.
" oh iya aku lupa! " ujar ku sambil tersenyum malu. membuat Denis jadi gemas melihat ku.
akhirnya aku berusaha bangkit dari pangkuannya kembali.
"mau kemana lagi? "
"hemm... karena sudah diputuskan akan diurus lewat handphone. iya sudah aku pulang saja deh . capek tahu badanku. aku ingin segera merebahkan tubuhku diatas ranjangku yang nyaman. dan kamu saja ya yang telpon pihak restonya! "
"ok.. tapi kenapa buru-buru sih sayang. disini kan ada kamar. kamu bisa istirahat disini saja bagaimana? " tanya Denis dengan senyuman nakalnya.
"tapikan itu kamar kak faradinelis arasya. aku takut dia marah! " ujarku dengan sedih.
"jangan takut ada aku disini. dan apa kamu tidak ingin menemani ku tidur disini saja dengan ku sayang? " ujarnya mulai menggoda ku.
singkat cerita
__ADS_1
akhirnya kini menggendong ku menuju kamar milik faradinelis. dengan refleks tanganku langsung melingkar dileher Denis, karena takut akan jatuh.
dan terjadilah sesuatu yang sudah kalian semua dunia.
skip dulu ya sayang sayangku..
dan disaat tengah asyik memadu kasih dengan Denis tiba-tiba faradinelis pun datang . akhirnya dia melihat semua apa yang tengah kami lakukan saat ini. dan akhirnya kini terjadilah pertengkaran hebat diantara mereka.
faradinelis pun akhirnya memilih pergi meninggalkan kami berdua di apartemen nya tersebut, sesuai dengan dugaanku dia menjadi sangat murka dan membenci Denis dan juga diriku. karena kami berdua telah menghianati dirinya tapi bagiku bodoamat lah. walaupun dia sangat berjasa untuk keluarga ku tapi aku tidak perduli. toh kedua orang tua ku juga seperti nya enggan menerima kehadiran nya semenjak aku terlahir didunia ini.
aku sangat puas sekali membuat dirinya hancur berkeping-keping sesuai rencana ku.
maafkan aku kakakku tercinta dihari ulang tahun nu ini aku sudah memberikan surprise yang sangat indah untuk mu dan tidak akan pernah bisa kamu lupakan seumur hidup mu hhhhhh....
tapi tiba-tiba Denis berjalan pergi untuk mengejar faradinelis. aku sungguh sangat benci dan tidak suka dia ternyata masih saja memperdulikan dirinya.
akhirnya aku putuskan mengejar Denis dan menghadang langkahnya supaya tidak jadi pergi mencarinya.
dan betul saja dia akhirnya berhenti untuk mengejar fara , sebab aku berusaha meyakinkan dirinya kalau faradinelis tidak akan pernah bisa pergi jauh dan pasti akan kembali karena dia masih membutuhkan bantuan kami. setelahnya aku terus berusaha mengalihkan fokusnya dari faradinelis. aku terus mencoba menggodanya dan juga merayunya. dan kini akhirnya terjadilah pergulatan yang kesekian kalinya diantara kami.
......................
skip lagi ya bestie.. mohon maaf ya , karena author tidak ingin gagal review dan membuat kalian kecewa karena author tidak segera upload bab selanjutnya.
......................
Keesokan harinya.
pov Denis
setelah permainan yang panas ku dengan Renata. kini diriku mulai dibuat gusar dan tidak tenang. bagaimana tidak, aku sudah kerahkan semua anak buahku untuk mencari keberadaan faradinelis, tapi tetap tidak ada perkembangan. aku mulai frustasi dibuatnya.
aku berjanji sayang, aku akan mendapatkan mu kembali. aku akan terus mencari mu, setelah aku mendapatkan mu. maka aku pastikan kamu tidak akan bisa terlepaskan dari genggaman tangan ku faradinelis arasya. batinnya sambil tersenyum licik
__ADS_1