
(maaf ya bestie 2 hari ini author tidak dapat upload bab selanjutnya, karena babnya ditolak jadinya gak lulus review deh. padahal babnya juga gak vulgar banget kayak yang lainnya tapi gak papa deh author tetap semangat buat upload bab selanjutnya lagi..)
oh No! Apa yang terjadi dengan ku barusan?. kenapa aku tidak dapat menolak apapun dari sentuhannya?ini sangat menjijikkan, kenapa aku justru menurut ah... tidak!. ujarnya frustasi.
dulu aku tidak pernah seperti ini, aku selalu bisa menjaga kesucian ku. bahkan pacaran dengan Denis beberapa tahun pun, aku tidak pernah sampai melampaui batas. masih dalam kategori wajar, hanya pegangan tangan dan cium kening saja tidak pernah lebih dari itu. tapi sekarang kenapa bisa aku sulit mengendalikan tubuhku, apalagi lelaki yang bernama Afgan itu seseorang yang baru saja ku kenal?. lanjutnya.
oh my god. aku bisa gila karena ini! apa lagi tadi aku teringat betul ajakannya menikah dengan ku dengan cara yang tidak estetik sekali? tapi kenapa aku justru menerima lamarannya?. ini tidak bisa dibiarkan, aku tidak mau hidupku sia-sia harus menjalani pernikahan dengan laki-laki yang baru kukenal namun sudah kurang ajar. ah.... tidak aku tidak bisa membayangkan hidup tanpa adanya cinta dalam rumah tangga ku. apa yang harus aku lakukan? aku tidak mau hidupku menderita karena tertekan batin. gerutunya lagi.
Tiba-tiba...
aha! aku ada ide. iya aku harus bisa melarikan diri dari tempat ini. aku harus bisa kabur sejauh mungkin!. batinnya penuh dengan perencanaan.
namun " hey sayangku! kau sedang memikirkan apa? jangan coba-coba kamu melarikan diri dari ku mengerti! " ujar afgan dengan sedikit ada tekanan sambil membelai wajahku. membuat ku tersentak kaget.
"ka-kau? ".ujar fara terkejut.
ba-bagaimana mungkin dia bisa tahu apa yang sedang aku pikirkan?. batin fara setelah tersadar dari lamunan.
"kenapa kau terkejut, cantik? " ujarnya sambil menyunggingkan senyuman manisnya.
Deg ... deg.. deg... detak jantung ku berdebar sangat kencang dibuatnya.
"sayang.kenapa kamu hanya bengong mulu dari tadi? apa kau masih marah dengan ku karena hal tadi? ayolah jangan lagi marah ya kan tadi kamu juga sangat menikmati perlakuan ku. dan tidaknya sampai sekarang aku belum menanggalkan gawangmu. aku masih menjaga prinsipmu sayang jadi tenang saja aku akan menjagamu sampai kita menikah nanti".ujarnya dengan tatapan mata yang lembut dan dengan memegang tanganku
__ADS_1
apa tadi dia bilang menjagaku? menjaga apanya tadi saja dia hampir buatku jadi malu dan jijik dengan nya. tapi dilihat dari tatapan matanya itu sepertinya dia jujur,karena aku bisa merasakan seperti ada cinta yang begitu dalam untuk ku.aku harus bagaimana?.batinnya gelisah.
"hmm.. apa kau yakin dengan ucapan mu itu? " tanya faradinelis yang mulai goya .
"tentu saja aku serious dengan apa yang barusan aku ucapkan sayang? jangan kau ragukan lagi diriku ini karena aku sudah terlanjur mencintaimu dari awal kita bertemu. ya katakan saja kalau aku cinta padamu pada pandangan pertama! " ujar afgan dengan lembut.
seketika hati faradinelis pun bergetar mendengarkan pengakuan dari seorang afgan kepadanya. bagaimana tidak faradinelis seperti melihat ketulusan dan cinta yang murni didalam diri afgan.namun faradinelis berusaha menepis dalam batinnya tentang kenyataan itu
tapi sepertinya itu tidak mungkin terjadi. dia pasti berbohong. mana ada cinta pada pandangan pertama. itu sangat mustahil terjadi didunia ini bagaikan 1:99 . apa lagi cinta pertama bullshits sekali setelah rasa sakit dan penghianatan itu. hatiku terasa mati. batin faradinelis.
namun tiba-tiba..
"jangan coba-coba menolak ku sayang, karena aku tidak suka dengan penolakan jenis apapun . dan stu lagi jangan coba-coba kabur dariku mengerti! karena aku berjanji pasti akan aku buat kau jatuh cinta dan takluk dengan ku kurang dari waktu 24 jam dimulai dari sekarang! "ujarnya dengan tegas.
tiba-tiba tangan yang kokoh dan kuat itu meraih daguku lalu... cup... kecupan singkat itu mendarat di bibir yang seksi, lalu dia tersenyum dan menatap mata faradinelis.
"sudahlah sayang, jangan lagi meragukan ku, dan berhentilah memikirkan sesuatu yang berat dan membuatmu stress. kita masih banyak waktu untuk memulainya dan bahkan setelah menikah pun kita masih bisa saling belajar mengenal satu sama lain. jadi sekarang lebih baik kamu mandilah, biar badanmu kembali segar ".ujarnya menggoda faradinelis sambil mengedipkan matanya satu kearah faradinelis , membuat fara tanpa sadar telah menarik tipis sudut bibirnya keatas membentuk senyuman.
Tiba-tiba faradinelis yang tadi tersihir dengan ucapan dan perlakuan lembut afgan langsung tersadarkan.
" oh ya Tuhan. jantung ku benar-benar sudah tidak aman sekarang! sepertinya hatiku mulai sedikit goya dibuatnya ". batinnya
afgan yang melihat fara tiba-tiba menggelengkan kepalanya sedikit kuat lalu memijat keningnya yang terasa pusing menjadi mulai khawatir.
__ADS_1
" are you ok, sayang! apa kamu sakit? " ujar afgan kemudian duduk di tepian ranjang dekat faradinelis.
"tidak.tidak apa-apa. jangan khawatir aku ok kok! cuma kepala sedikit pening. mungkin kalau aku pergi mandi kepalaku jadi fress dan segar kembali! " sahut faradinelis. kemudian dia segera bangkit dan duduk berhadapan dengan afgan. tanpa disadari selimut yang menutupi tubuhnya pun melorot.
"oh ya Tuhan, sayang apa kau lagi ingin menggoda ku sekarang? "
"tunggu kenapa dia berkata demikian dan kenapa dia menatapku tajam seperti singa yang siap menerkam mangsanya! " batin faradinelis kebingungan.
kemudian dia segera melihat kearah dirinya sendiri.
"aaaa tidak! " reflek dia berteriak lalu menarik selimut itu kembali.
" sungguh malunya aku! kenapa aku bisa ceroboh ini? kenapa baru inget kalau dari tadi polosan. malu-malu rasanya aku ingin tenggelamkan diriku saja dipalung mariana huhuhu..." batinnya.
"eh... kenapa ditutup lagi sayang? kan daritadi juga aku sudah melihat semuanya! apa kamu masih saja malu dengan ku? " ujar afgan membuat pipi fara bak kepiting rebus. sungguh amat sangat merasa malu dirinya.
"ah.. sungguh sangat lamban sekali kamu sayang! ayo cepat kamu harus mandi! " ujar Afgan langsung segera menggendong faradinelis menuju kamar mandi dengan ala bridal style.
sedangkan faradinelis yang syok dengan gerakan tiba-tiba dari seorang afgan langsung menjerit dan mengalungkan kedua tangannya dileher afgan.
"ah...! " teriaknya.
afgan yang melihat hal itu langsung tersenyum dan tetap membawa faradinelis arasya kedalam kamar mandi.
__ADS_1