CINTA SETELAH HALAL "Perjodohan Anak SMA"

CINTA SETELAH HALAL "Perjodohan Anak SMA"
STRICTLY FOLLOWING BULLYING PERSONS (KARMA PART III)


__ADS_3

****


Satu jam lebih enam menit satu detik lamanya, kini orang tua dari sembilan pelaku bullying sudah didatangkan termasuk juga orang tua qailla.


Sedikit ada insiden keributan sedikit diantara para orang tua yang dipanggil dan anak-anak mereka. Ada salah satu dari mereka yang sangat panik mengetahui anaknya terlibat membullyan karena takut dikeluarkan dari sekolah tersebut , ada juga yang merasa ketakutan sebab anaknya telah berurusan dengan keluarga atasannya,


ada yang merasa cemas akibat ulah anaknya menjadikan relasi kerjanya memutuskan kontrak secara sepihak karena rohman adalah pembisnis yang handal dan ulung sehingga sangat berpengaruh di kalangan pembisnis dan koleganya.ada juga yang merasakan malu dan menyesal banget anaknya bisa berperilaku tidak baik disekolah


Namun ada juga orang tua yang seakan-akan tidak perduli pada anaknya dan hanya menganggapnya sebagai bebannya saja , contohnya adalah qailla.


Karena kini dia habis ditampar begitu keras di pipinya dan di maki malagi jiabis habisan oleh papanya. Sehingga membuat semua orang yang berada disana termasuk killa langsung tercengang dan syok melihatnya. Hingga killa merasa takut dan bercampur rasa bersalah


( takut karena walaupun papa dawam orang nya tegas karena didikan militernya tapi papanya tidak pernah sekalipun memperlakukan killa sampai diluar batas kewajaran seperti itu , kalau hanya sekedar marah itu bisa dianggap lumprah karena meluapkan kekesalannya namun sewajarnya saja tapi kalau seperti papanya qailla dia merasa ini sudah keterlaluan sama saja dengan melakukan tindakan kekerasan dalam keluarga atau rumah tangga. Makanya killa merasa bersalah sudah membuat masalah ini jadi panjang namun killa tetap melanjutkan masalah ini untuk mencegah hal hal yang tidak dia inginkan kedepannya)


Plak... Tamparan romli mendarat tepat di pipi anaknya yaitu qailla dengan sangat kuatnya.


Sontak saja para orang tua yang sedari tadi mengomeli anaknya itu berhenti dari aktivitasnya karena terkejut dengan tindakan romli.


"Hey... Kamu ini saya sekolahkan biar tumbuh jadi gadis yang pintar tapi kenapa malah terlibat pertengkaran yang begitu konyol hanya karena masalah pria? " Ketusnya

__ADS_1


"Apakah kamu tidak bisa bersikap yang baik atau mencontoh kepada saudara saudara mu yang lain bukan hanya bisanya buat malu saja, dasar anak berandalan! " Sambung romli.


Dan ketika romli akan menampar qailla kembali ,kini segera di hentikan oleh bu yeni dan di tenangkan hatinya, supaya tidak marah lagi.


"Mohon maaf kalau saya ikut campur tapi tindakan bapak yang seperti ini, itu tidak pantas dilakukan, apa lagi ini di lingkungan sekolah bisa bisa nanti dicontoh oleh anak-anak yang lain,.mari sebaiknya kita bicarakan semua ini dengan baik baik dan menggunakan kepala dingin bukan hanya dengan otot dan emosi! "Ujar bu helin dengan meminta.


"Iya sudah, kalau gitu cepat katakan saya harus lakukan apa, karena saya sangat sibuk dan tidak ada waktu lama! "Ujar romli to the point


"Baik, kalau begitu silahkan bapak duduk terlebih dahulu! "


"Hemm! "


Kemudian romli duduk dikursi yang sudah dipersilahkan dengan lagak yang begitu angkuhnya.


"Mohon maaf Pak, apakah tidak bisa masalah ini cepat diputuskan atau diselesaikan karena saya tidak bisa berlama-lama disini. Saya ini orang sibuk dan harus segera pergi, saya gak bisa terlalu lama bersantai santai disini seperti para pengangguran saja. Kalau memang anak keras kepala ini akan dijatuhkan hukuman atau dikeluarkan dari sekolah, silahkan saja. Maka saya akan segera mencarikan sekolah yang baru untuk anak saya! " Ujar romli dengan tegas.


"Oh baiklah kalau begitu, maka mohon maaf dengan berat hati qailla dan kawan-kawan nya kami keluarkan dari sekolah ini! Bagaimana Pak romli, Pak rohman dan orang tua lainnya? " Ujar pak guru.


Akhirnya dengan berat hati semua orang tua pun menyetujui keputusan tersebut termasuk juga pak romli orang tua qailla.

__ADS_1


Sedangkan anak anak mereka sama protes tak ingin dikeluarkan dari sekolah favorit ini. Namun mau bagaimana lagi mereka juga tak kuasa menolak sebab itu adalah keputusan dari sekolah, akibat dari perbuatan mereka sendiri.


Namun tiba-tiba ketika para orang tua akan bubar tiba-tiba rohman menghentikan mereka semua.


"Mohon maaf sebelumnya untuk para dewan guru dan para orang tua saya setuju dengan harus menindak tegas pelaku bullying  , memang tepat juga keputusan pak guru untuk mengeluarkan mereka supaya bisa dijadikan contoh untuk yang lainnya namun maaf ini menyangkut kondisi psikologis anak saya yang seperti ini. Maka saya mengambil tindakan pribadi yaitu menggugat masalah ini sesuai dengan hukum yang berlaku demi


Perlindungan anak di Indonesia yang sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.


Menurut Pasal 1 Ayat 1 Undang-Undang Perlindungan Anak yang dimaksud adalah seseorang yang belum menginjak usia 18 tahum, termasuk anak yang masih dalam kandungan.


Bullying diatur dalam Pasal 76C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 yang berbunyi “Setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh, atau turut serta melakukan kekerasan terhadap anak. Ancaman hukuman bagi yang melanggar pasal ini adalah pidana. Penjara paling lama 3 tahun 6 bulan dan/atau denda paling banyak Rp72.000.000 (Tujuh Puluh Dua Juta Rupiah).”


Namun karena  Pelaku yang masih dibawah umur tidak dihukum seperti orang dewasa pada umumnya. Pelaku di bawah umur di adili sesuai dengan UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Ancaman hukuman pidana yang dikurangi setengahnya dibandingkan dengan ancaman hukuman yang berlaku bagi orang dewasa (Pasal 79 ayat (2) UU Nomor 11 Tahun 2012). Artinya, hukuman maksimal bagi pelaku bullying di atas adalah 2 tahun 8 bulan.!


Maka dengan ini saya akan melaporkan hal ini melalui pengacara saya! " Ujar tegas rohman.


Semua orang tua yang mendengar akan hal itu langsung terkejut dan syok, namun tidak kuasa mencegah kasus ini sebab jika di lakukan tindakan visum maka anak anak mereka pasti terbukti bersalah.


Sedangkan qailla dan gengs nya hanya mampu menangis dan terus memohon belas kasihan kepada keluarga rohman.

__ADS_1


Namun apalah daya karena rohman orang yang berkuasa dan sangat tegas, maka hukuman itu tetap berjalan. Qailla terduduk lemas di lantai, akhirnya kini dia menyadari kesalahannya sangatlah fatal dan tidak bisa diperbaiki lagi.


Kini qailla hanya mampu meratapi nasibnya walaupun papanya berusaha terus membelanya atau mengeluarkannya nanti tetap tidak akan bisa merubah kenyataan dan meringankan hukumannya lagi. Apa lagi ini berurusan dengan keluarga rohman lubis


__ADS_2