
"Iya sudah kalau gak mau, killa makan sendiri tapi nanti kalau habis jangan nyesel ya? "Ujar killa sambil berjalan kearah sofa yang terdapat di ruang TV.
" Hm! Ayo duduk sini sayang, kamu mau nonton apa? " Tanya ukasya.
"Hmmm Avenger sepertinya seru deh mas! " Usul killa yang tengah duduk di sebelah ukasya.
"Ok sebentar ya mas nyalakan televisinya! "
Ketika ukasya tengah sibuk menyalakan televisi. Tiba-tiba killa yang tengah makan martabak mulai merasakan perutnya enek dan mual.
Huek... Huek... Huek...
Dengan segera killa berlari ke wastafel dapur sambil menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya itu.
Sedangkan ukasya yang ternyata masih berdiri di depan televisi itu segera terkejut dan spontan menoleh ke arah killa yang tengah berlari. Membuat ukasya panik dan merasa cemas sehingga ikutan berlari mengejar killa
Huek. .. Huek...
"Sayang are you ok? " Tanya ukasya dengan wajah yang penuh kekhawatiran.
"Kita ke dokter yuk sayang, mas cemas banget lihat kamu tiba-tiba kesakitan kayak gini! " Sambungnya.
Kemudian killa segera membersihkan wajahnya menggunakan air di wastafel.
"Jangan lah mas, aku sudah gak papa kok.Mungkin ini karena tadi habis makan martabak deh ! " Ujar killa.
"Hah karena martabak! Kok bisa? Apa martabaknya gak enak kah atau gimana tumben banget kamu tiba-tiba gak suka martabak? " Sahut ukasya kebingungan.
"Entah lah mas, sepertinya martabaknya sudah basi deh mas! "
"Ah... Masak sih sayang? Kamu jangan ngadi ngadi deh, martabaknya baru saja kita beli kok tadi kamu juga lihat cara bikinnya. Mas lihat juga bahannya bagus semua kok! "
"ih mas ni dikasih tahu gak percaya, ya sudah cek sana sendiri! " Titah killa dengan mode ngambek
Akhirnya ukasya yang masih merasa bahwa ucapan istrinya itu sangat membagongkan, mau gak mau dia sendiri memastikan kebenarannya kalau emang iya betul seperti itu, dia bisa menuntut langsung pada pedagangnya agar tidak merugikan orang lain.
Ukasya segera mengambil piring yang berisi martabak itu , kemudian membawanya kedalam dapur. Dia terus mengamati martabak itu dari ujung ke ujung , sehingga membuat ukasya tiba-tiba jadi ngiler pengen memakannya. Akhirnya karena ukasya merasa penasaran juga dengan rasanya , kini ukasya mencoba satu gigitan. Sontak saja matanya langsung terbelalak karena terkejut merasakan begitu nikmatnya makanan yang menurutnya tidak sehat itu.
"Iya sudah ini sayang kamu lihat mas akan buktikan benar tidak makanan ini busuk! " Ujar ukasya sambil menyodorkan martabak itu kedepan killa.
Seketika killa langsung merasakan enek yang bergejolak di perutnya lagi.
Huek...
"Mas jauhkan itu dariku! " Perintah killa sambil menutup hidungnya.
Akhirnya ukasya memilih duduk di meja makan.
__ADS_1
"Hem... Waw.! "
"Kenapa mas? "
"Ah.. Kamu ma sayang ada ada saja , Ini loh enak begini dibilang basi sih aneh kamu itu sayang, iya sudah gini saja karena berhubung sepertinya bibi ina belum masak dan daripada nanti kamu nunggu lama gimana kalau mas pesankan makanan lewat go food saja ya? " Ujar ukasya.
"Ok deh mas, kalau gitu martabaknya dibuang saja deh! "
"La ngapain di buang sayang kan ini enak banget, lebih baik mas makan saja ya haem... " Ujar ukasya sambil menyuap martabak tersebut kedalam mulutnya sendiri.
Ukasya terus menikmati martabak tersebut dengan wajah yang berbinar binar , membuat killa menjadi keheranan sendiri melihatnya.
"Enak ya mas? "
"Iya sayang, kenapa? "
"Gak papa, aku cuma heran saja sama kamu katanya tadi gak doyan karena kurang sehat kenapa sekarang lahap banget? " Ujar killa.
"Hehehe iya itukan tadi sayang, tapikan sekarang beda lagi ceritanya. Mas habiskan ya sayang, ini enak banget! " Ujar ukasya dengan antusias.
Sedangkan killa hanya melihatnya dengan menggelengkan kepalanya pelan.
"Oh iya sayang kamu mau makan apa biar mas pesankan sekarang?" Tanya ukasya sambil membuka ponselnya.
"Hmmm killa pengen gulai siput mas! " Ujar killa.
"Ok sudah mas pesankan, kamu tunggu saja, bentar lagi sampai! " Ujar ukasya kemudian melanjutkan makan martabak.
Killa hanya diam memperhatikan suaminya yang dengan lahap menyantap martabak. Sedangkan ukasya sendiri yang kini dengan lahapnya memakan martabak juga merasakan heran sendiri terhadap dirinya. Gimana tidak, karena pasalnya selama ini ukasya sangat tidak menyukai martabak. Menurutnya itu terlalu berminyak dan kurang higienis.
"Mas killa kesana dulu ya ! Killa pengen nonton ironman! " Pungkasnya.
Ukasya yang lagi sangat menikmati makanannya ini tidak mampu berkata-kata, hanya mampu mengacungkan jempolnya saja. Untuk memberikan isyarat dia mengatakan setuju.
Kini killa sedang duduk manis didepan televisi sambil memakan cemilannya. Tiba-tiba ukasya datang menghampiri.
"Sayang! "
"Eh mas, sudah selesai makannya? "
"Sudah dong! Jujur ya sayang mas baru pertama kali ini makan martabak ternyata delicious" Ujarnya.
Akhirnya kini keduanya asyik nonton film dan terlihat obrolan yang seru juga sangat random. Hingga tanpa mereka sadari kini hari semakin larut.
"Sayang! Huaaaam... Tidur yuk, mas sudah sangat ngantuk! " Ujar ukasya.
"Iya sudah deh ayo mas, besok juga kita masih harus bangun pagi untuk sekolah! " Sahut killa.
__ADS_1
Kini keduanya segera masuk kedalam kamar mereka. Saat keduanya sudah merebahkan tubuhnya tiba-tiba ponsel killa berdering.
Tring... Tring...
"Ah.. Sial! Siapa sih sayang malam malam telpon? Gak tahu apa ini sudah larut malam, kita kan mau istirahat! " Ujar ukasya kesal.
"Entah mas, sebentar ya killa lihat dulu! " Ujar killa kemudian dia meraih ponsel nya diatas nakas. Dia melihat layar ponsel tersebut dan tertuliskan nama mama laiba.
Killa segera mengangkat telponnya karena khawatir kalau ada hal penting yang ingin disampaikan oleh mertuanya.
"Iya hallo! "
"Hallo sayang! "
"Hey sayang siapa? " Tanya ukasya dengan berbisik.
"Husst ini mama laiba telpon! " Ujar killa sambil memberikan isyarat.
"Iya ma kenapa? " Ujar killa.
"Gini loh sayang mama mau tanya sesuatu kekamu! " Ujar laiba.
"Iya ma, mau tanya apa? "
"Kira-kira kamu sudah periksakan kandungan kamu belum? " Tanya laiba.
"Belum ma, memang kenapa? "
"Oh gak papa sayang, gini besok mama kesana ya. Mama pengen ajakin kamu kontrol ke dokter kandungan, kan selama ini kamu belum kontrol lagi kan? " Ujar laiba.
"Oh iya ma boleh tapi killa ajak mas ukasya juga boleh kan? " Tanya killa.
"Oh iya tentu sangat boleh dong sayang. Biar suamimu itu bisa tahu dan lihat langsung kondisi dan perkembangan anak kalian! " Ujar laiba.
"Oh iya ma nanti killa sampaikan! "
Tiba-tiba ukasya segera merebut ponsel killa.
"Sini sayang ponselnya! " Ujar ukasya sambil merebutnya
"Tapi mas...! "
"Husss diam! Hallo ma, ini ukasya. Sudah ya ma ukasya matikan ponselnya. Kami berdua mau istirahat dulu capek, ini juga sudah malam. Mama ganggu banget! " Ujar ukasya kesal sambil mematikan sambungan telepon.
"Ih mas kok gitu sih, sama mama! Kasihan tahu" Protes killa.
"Husss,, sudah gak perlu khawatirin mama. Mama pasti baik baik saja tadi itu emang mama sengaja mau ganggu kita. Sudah ayo cepat tidur! Kalau tidak mas hukum kamu! "Ancam ukasya.
__ADS_1
" Ais mas! " Ujar killa merasa kesal dengan suaminya itu akhirnya kini mereka berdua sama-sama memejamkan matanya dan terlelap dalam tidurnya.
Sedangkan di sebrang sana yang jauh laiba merasakan kesal atas sikap atasnya yang kurang ajar , Telah berani mematikan sambungan telepon darinya padahal dia masih kangen sama menantu kesayangannya itu