Cinta Si Gadis Sombong

Cinta Si Gadis Sombong
Bab 14 - Cemburu? (3)


__ADS_3

Hana bertemu dengan Dayna di kantor lantas segera bertanya, "Tadi kamu diantar Dennis?"


"Tidak, Kak."


"Jadi kamu dengan siapa?" tanya Hana lagi.


"Dengan papa, hari ini Kak Dennis aku bebas tugaskan," jawab Dayna.


"Kenapa begitu?"


"Biarkan dia menikmati waktu bersama dengan kekasihnya."


"Kekasih?"


"Iya, Kak Dennis sekarang sudah memiliki kekasih. Kak Hana tak tahu, kami saja diberitahunya."


Hati Hana semakin sakit.


"Aku mau lanjut kerja, Kak. Permisi!" Dayna berlalu.


"Jadi selama ini mereka memiliki hubungan," Hana membatin.


Di ruang rapat, Hana lebih banyak melamun pikirannya tertuju pada Dennis. Hingga selesai Hana cenderung diam. Melangkah cepat ke ruang kerja ia menempelkan keningnya di tangan yang dilipatnya di meja.


"Kenapa aku jadi memikirkannya?" rutuknya.


Ponsel Hana berdering tertera nama ayahnya. Gegas ia menjawabnya, "Halo, Ayah!"


"Kamu lagi sakit?" tanya Harsya.


"Tidak, Yah."


"Tapi, kenapa mereka bilang kamu sakit," ujar Harsya.


"Aku sehat-sehat saja, Yah."


"Benar kamu tidak sedang sakit?"


"Ayah, putrimu ini sehat. Jangan khawatir," jawab Hana.


"Baiklah, jika kamu tidak sakit. Ayah tutup teleponnya," ucap Harsya.


"Iya, Yah."


Hana bangkit lalu meraih tas dan kunci mobilnya.


Begitu sampai dihalaman gedung dia mengatakan kepada sopirnya tak perlu diantar.


Hana mengendarai kendaraannya menuju toko es krim Winny.


Sesampainya Hana turun dari mobilnya dan melihat motor Dennis terparkir.


Hana melangkah memasuki toko, Dennis dan Winny tampak melayani tamu.


Sesekali tangan Dennis mengelap keringat di dahinya Winny.


Hana lantas mendekati keduanya yang tak menyadari kehadirannya. Hana pun berdehem.


Seketika sepasang kekasih itu menoleh dan Dennis menurunkan tangannya.


"Aku mau es krim walnut satu!"


"Baiklah... "


"Nona Hana tidak makan kacang," cegah Dennis.


"Aku ingin memakannya, cepat buatkan!" ucap Hana.


Winny membuatkan pesanan ke dalam gelas cup plastik.


"Ini, Nona." Winny menyodorkan pesanan Hana.


"Berapa?"


Winny menyebutkan nominal harga.


Dennis masih berdiri memperhatikan Hana yang menurutnya akhir-akhir ini sangat aneh.


"Terima kasih," Hana membawa es krimnya dan pergi.

__ADS_1


Dennis bergegas mengejar langkah Hana dan menarik tangan gadis itu yang hendak menyuapkan es krim ke dalam mulut.


Hana tersentak kaget.


"Apa Nona sengaja ingin memakannya?" tampak raut wajah Dennis marah.


"Aku cuma ingin memakannya."


"Nona memiliki alergi kacang!"


"Kamu tenang saja, aku mau memakannya di rumah. Jika terjadi apa-apa, pasti mereka akan menolongku!"


"Nona tetap tidak boleh memakannya, saya akan menggantinya!" Dennis membawa kembali gelas cup tersebut.


Hati Hana bahagia meski Dennis memberikan perhatian kecil untuknya.


"Kenapa dibawa lagi?" tanya Winny.


"Ganti dengan rasa coklat stroberi saja," jawab Dennis meletakkan gelas cup di meja dan ia juga menjelaskan kalau Hana alergi kacang.


Winny menyiapkan es krim yang diminta Dennis.


Hana menunggu di parkiran, seorang pria menyenggol lengannya membuatnya terhuyung. Sebuah tangan dengan cepat menopang tubuhnya.


Hana menoleh, Dennis kini berada di belakangnya.


Pria tampan itu tak sengaja menyenggol Hana dan berkata, "Maaf, Nona."


Hana membalasnya dengan senyuman tipis.


Pria itu sedikit menundukkan kepalanya lalu pergi memasuki toko.


"Nona, saya sudah mengganti es krimnya," Dennis menyerahkannya gelas cup.


"Kenapa harus diganti?"


"Saya tidak ingin orang-orang di rumah khawatir dengan kondisi Nona," jawab Dennis.


Hana tertawa getir.


Dennis melihat ke arah mobil tak ada sopir yang menemani Hana. "Nona sendirian ke sini?"


Tujuan datang ke toko es krim bukan karena ingin melainkan penasaran dengan kegiatan yang dilakukan Dennis bersama Winny.


Tak jauh dari toko es krim Hana menghentikan mobilnya di dekat seorang wanita dan anaknya yang sedang memulung.


Hana menurunkan jendela, "Bibi!"


Wanita itu dan anak perempuannya menoleh ke arah mobil Hana yang terbuka kaca jendelanya.


"Kemari sebentar, Bibi!" panggil Hana sembari tersenyum.


"Iya, Nona." Wanita paruh baya itu tampak segan.


"Ini es krim buat adik dan uang untuk Bibi!" Hana memberikan 2 lembar uang berwarna merah juga.


Gadis kecil yang mendapatkan es krim begitu senang, "Terima kasih, Kak!"


"Sama-sama, cantik!" Hana melempar senyum.


Ibu dan anak itu memundurkan langkahnya dan mengucapkan terima kasih lagi.


"Kalau begitu saya duluan!" Hana menutup kembali jendela mobilnya dan melesat.


Dennis menghampiri Winny yang sibuk membantu karyawannya.


"Apa Nona Hana sudah pergi?"


"Sudah."


"Jika Nona Hana memiliki alergi kacang kenapa memaksa untuk mencobanya?" tanya Winny.


"Entahlah aku tidak tahu."


"Apa mungkin dia ingin merebut perhatianmu?"


Dennis menatap lembut kekasihnya, "Kamu cemburu?"


Winny mengangguk.

__ADS_1


"Untuk apa mencari perhatian dariku, dia sendiri mengatakan kalau sangat membenciku makanya menyuruhku pergi dari perusahaannya."


"Tapi, aku sangat yakin jika Nona menaruh rasa padamu," ujar Winny.


Dennis tersenyum dan berkata, "Daripada menceritakan dia lebih baik kamu siap-siap kita makan diluar."


"Baiklah dengan senang hati."


-


Selesai makan siang, Dennis mengantarkan Winny ke toko. "Maaf, aku tak bisa menemani sampai sore."


"Tidak apa-apa," ucap Winny tersenyum.


"Aku janji nanti sore akan menjemputmu."


Winny mengiyakan.


Dennis pun berlalu.


Pria yang tak sengaja menyenggol Hana mendatangi toko es krim Winny lagi.


"Selamat siang, Tuan. Mau pesan apa?" tanya Winny dengan ramah.


"Seperti yang tadi," jawab pria itu.


"Yang mana, Tuan?"


"Kamu tidak ingat?" tanya pria itu.


"Saya lupa, Tuan."


"Es krim coklat walnut.


"Mau berapa?" tanya Winny.


"Dua."


"Baiklah, saya akan buatkan." Winny lantas segera menyiapkan pesanan pelanggannya.


Winny membungkus pesanan pria itu lalu memberikannya tak lupa juga menyebutkan total belanjanya.


Pria itu memberikan 3 lembar uang berwarna biru.


"Tuan, ini kebanyakan!"


"Untuk Nona saja, salam kenal nama saya Arya."


Winny tersenyum tipis.


Arya pun pergi.


Sementara itu, Dennis dari toko Winny melaju ke kediaman Alpha.


Begitu sampai dan memarkirkan motornya ia melangkah ke dalam.


"Dennis, akhirnya kamu datang," ucap Astrid.


"Apa yang dapat aku bantu, Bi?" tanya Dennis.


"Alana sebentar lagi mau berulang tahun, bisakah kamu pergi ke toko kue langganan keluarga Hana?"


"Bisa, Bi."


Astrid menyerahkan uang kepada Dennis, "Bibi akan mengirimkan model kuenya. Kamu tinggal bayar dan ambil bukti transaksi saja."


"Baiklah, Bi."


Dennis lalu pergi ke toko yang dimaksud.


Sesampainya di sana tampak mobil Hana terparkir. Dennis membayar pesanan Astrid terlebih dahulu.


Selesai melakukan transaksi, Dennis lantas mencari Hana. Dan benar saja, Hana seorang diri duduk dihadapannya ada cake di piring ukuran kecil.


Hana sembari melamun memakan kue tersebut.


Dennis hendak mendekatinya namun seorang pria datang lebih dahulu menghampiri Hana.


Ya, pria itu Marcel temannya Hana.

__ADS_1


Dennis mengurungkan niatnya lalu bergegas pergi.


__ADS_2