Cinta Si Gadis Sombong

Cinta Si Gadis Sombong
Bab 60 - S2 - Hari Kedua Liburan Di Kotanya Aira


__ADS_3

Aira dan Hanan tiba di rumah bersamaan dengan rombongan Alpha yang juga sampai.


Alpha memeluk Hanan, "Kenapa kemarin tidak ikut kami?"


"Aku berubah pikiran, Paman."


Alpha melepaskan pelukannya lalu menepuk pelan pipi keponakannya itu. "Paman sudah memberitahu ayahmu jika kamu kemari."


"Kenapa memberitahunya?" tanya Hanan.


"Paman tidak ingin mereka khawatir. Apalagi kamu itu tanggung jawab kami juga," jawab Alpha.


Hanan manggut-manggut.


Dayna mendekati sepupunya itu. "Kemarin diajak tak mau eh ternyata dia kesepian juga di sana," celetuknya.


"Iya, aku mengaku salah," ujar Hanan.


"Kalian dari mana?" tanya Astrid.


"Taman kota, Tante." Jawab Aira.


"Oh," ucap Astrid singkat.


"Sekarang kalian bersihkan diri. Hari juga menjelang malam, nanti kita makan bersama," kata Kayla.


Mereka pun mengangguk mengiyakan.


Setelah semuanya selesai membersihkan diri dan tampak segar, mereka menikmati makan malam bersama.


Alvan, Hanan, Bryan dan Elra duduk berdekatan serta saling mengobrol. Sedangkan, para orang tua duduk bersama Aira, Kayla, Dayna dan Alana.


Ditengah aktivitas mereka menikmati makan malam, terdengar suara bel berbunyi. Gegas, salah satu pelayan Aira membukakan pintu.


Tak berselang lama, wanita paruh baya itu berjalan menghampiri mereka bersama seorang pemuda yang ditaksir sebaya Alvan.


"Aldo!" ucap Rino.


Aira dan Mama Kayla segera menoleh begitu juga dengan lainnya.


"Mari sini!" panggil Rino.


Aldo dengan wajah tersenyum menghampiri orang tuanya Aira dan tamunya. Mereka berjabatan tangan, memperkenalkan diri.


"Dia siapa?" tanya Bryan pelan.


"Mungkin calon jodohnya Aira," jawab Hanan.


Alvan, Bryan dan Elra menoleh ke arahnya.


Tadi sore Aira sempat cerita," jelas Hanan yang fokus dengan makannya.


Alvan dan lainnya manggut-manggut.


"Aldo ini putra dari rekan bisnis saya. Dia juga menjabat wakil direktur di perusahaan ayahnya," jelas Rino memperkenalkan sosok pemuda dengan lesung pipi dan berkacamata.


Alvan dan Astrid menggangguk paham. Sementara itu, Kayla tampak begitu terpesona dengan ketampanan yang dimiliki Aldo.


"Silahkan makan, Do!" Kayla mempersilakan.


"Iya, Tante." Kata Aldo.


Kayla lalu menyuruh putrinya untuk mengambilkan minuman serta beberapa kue untuk disajikan kepada Aldo.


Pria itu tersenyum hangat kepada Aira yang juga membalasnya dengan senyuman.


"Mereka sangat begitu akrab, ya." Kata Elra.


Bryan mengangguk.


Hanan hanya memperhatikan keduanya dari jauh dan Alvan tak memperdulikannya.


Selesai makan, lanjut mengobrol di ruang tamu. Astrid dan Alana memilih lebih dahulu beristirahat karena begitu lelah.


Kayla yang dari tadi menganggumi Aldo berusaha mencari perhatian darinya. Elra memperhatikannya lantas menarik lengan gadis itu.


"Apaan, 'sih?" Kayla menggerutu.

__ADS_1


"Pergi sana tidur!" Elra memerintah dengan suara pelan.


"Aku belum mengantuk," ujar Kayla.


"Ini urusan orang dewasa, mereka itu bicara tentang bisnis. Kamu tuh tak tahu apapun, cepat sana ke kamar!" titah Elra.


"Iya, aku akan ke kamar. Tapi ..."


"Tak ada kata tapi, Kay."


"Iya, cerewet. Kalau kamu bukan sepupunya kakak iparku, aku akan....."


"Akan apa?" tanya Elra.


"Tidak jadi," jawab Kayla kemudian bergegas ke kamar.


Karena Alana juga telah pergi tidur, Bryan pun pamit lebih dahulu beristirahat.


Kini di ruang tamu hanya ada Aira serta orang tuanya, Alpha dan putranya, Elra, Hanan dan Dayna.


Elra yang belum paham mengenai perusahaan hanya dapat mendengar dan menyimak.


Tepat jam 10 malam, Aldo izin pamit pulang. Aira dan papanya mengantarkannya hingga halaman rumah.


Hanan dan lainnya pun menuju ke kamar masing-masing.


***


Esok paginya, mereka berencana ke tempat pemandian kolam renang yang cukup terkenal di kota Aira.


Aldo juga turut ikut serta, jadi ada total 4 mobil yang berangkat.


Aira memilih satu mobil dengan Aldo.


Kayla ingin semobil dengan Aira namun Elra segera menarik tangan gadis itu. "Kamu di sana saja!" menunjuk ke arah mobil yang di rental keluarganya Aira.


"Aku mau....."


"Jangan membantah atau aku beritahu Kak Dennis," ancam Elra.


Hanan duduk di bangku penumpang tepat di belakang Aira.


"Kenapa kamu di sini?" tanya Aira menoleh.


"Di sana sempit, makanya aku ke mari," jawab Hanan.


"Bisa tidak kalau kamu tukaran bangku dengan Alana atau Kayla?" tanya Aira.


"Mereka tidak mau di sini," jawab Hanan lagi.


"Aira, biarkan saja di sini. Lagian banyak bangku kosong," ucap Aldo.


"Tapi...."


"Aku tidak akan mengganggu obrolan kalian," sambung Hanan dengan cepat.


Aira mendengus lalu memutar setengah tubuhnya dan menatap jalanan di depannya. Mobil pun meninggalkan tempat.


Begitu sampai, Alvan memegang tas miliknya Dayna dan kedua orang tuanya menuju tempat peristirahatan mereka.


Setelah berganti pakaian, mereka lalu menceburkan diri ke dalam kolam. Hanan mengikuti Aira yang sempat memegang tangan Aldo ketika hendak turun.


Aldo mengajak Aira mengobrol sementara Bryan memanggil Hanan untuk bergabung dengan dirinya, Alvan dan Elra.


Hanan mengikuti sepupunya itu.


Dayna, Kayla dan Alana asyik dengan kegiatan mereka bersama pengunjung lainnya.


Di dalam kolam yang tidak terlalu banyak pengunjung karena masih belum terlalu siang. Beberapa pria mendekati Dayna dan lainnya yang sedang bersenda gurau.


"Boleh ikut gabung, Nona?" sapa salah satu pria.


Dayna hanya tersenyum singkat.


"Dia sangat cantik!" bisik salah satu pria ke telinga teman yang menyapa Dayna.


"Van, lihatlah. Mereka menggodanya," ujar Hanan.

__ADS_1


Alvan tak suka Dayna menjadi incaran para pria gegas berenang mendekati gadis itu.


Begitu sampai, Alvan lalu berkata, "Sayang, ternyata kamu di sini. Ayo bersama kami di sana!" memegang tangan Dayna.


Ketiga gadis itu mengernyitkan dahinya.


"Maaf, Tuan. Kami tidak tahu...."


"Tidak apa-apa, Tuan. Saya maklum," ujar Alvan tersenyum.


Empat pria itu pun berlalu.


"Kamu kenapa, sih?" tanya Dayna.


Kayla dan Alana yang mendapatkan lirikan dari Alvan segera meninggalkan keduanya.


"Aku ingin menjagamu dari pria iseng, Day."


"Mereka hanya menyapaku, Van."


"Awalnya menyapa, lalu kalian tukaran nomor ponsel dan mengajak ketemuan," kata Alvan.


"Memangnya kenapa?" tanya Dayna.


"Aku tidak suka," jawab Alvan.


"Van, kita ini tidak memiliki hubungan apa-apa."


"Setelah dari sini kita akan memiliki sebuah ikatan," ucap Alvan.


"Maksudnya?"


"Aku akan segera melamarmu dan kita menikah."


"Aku tidak mau," tolak Dayna.


"Orang tua kamu telah memberikan izin, maka tidak dapat menolaknya."


Dayna memukul air dengan kuat.


Alvan malah tersenyum.


"Dasar licik!" umpat Dayna.


"Mungkin dengan cara ini, aku mudah mendapatkanmu," ujar Alvan.


Dayna mendengus.


Alvan mencubit hidung gadis pujaan hatinya.


"Auww, sakit!" pekiknya.


"Biarin, agar kamu sadar!"


Dayna membalikkan badannya dan Alvan mengikutinya.


"Pergilah, Van!"


"Kamu adalah tanggung jawabku di sini," kata Alvan.


"Aku bukan anak kecil, Van."


"Kamu mau kalau ketemu pria seperti mantanmu itu," singgung Alvan.


"Jangan bahas dia di sini!" kesalnya.


"Baiklah, maka sekarang turuti perintahku," ucap Alvan.


"Iya, Tuan Alvan Bimo yang paling tampan."


Alvan tersenyum senang mendengarnya.


...----------------...


Sembari Menunggu Update, Kalian Mampirlah Ke Cerita Kisah Cinta Orang Tuanya Alvan dan lainnya Yang Berjudul , 'Cinta Asisten Dingin'.


Terima Kasih Masih Setia Membaca Kisah Kasih Hana Dan Adik-adiknya 🤗

__ADS_1


__ADS_2