Cinta Untuk Elmira

Cinta Untuk Elmira
Bab 11. Permintaan Maaf


__ADS_3

Happy Reading๐Ÿฅฐ


Malam ini Elmira dan Edgar terpaksa harus menginap di kediaman Addison. Alana memaksa mereka agar menginap di sana. Berbagai alasan sudah Edgar berikan, namun tidak mempan untuk Alana yang bersikukuh dengan keinginannya.


Elmira merasa senang karena bisa tidur satu kamar dengan Edgar. Ya mana mungkin mereka pisah kamar di rumah itu, bisa ketahuan sama Alana dan Addison kalau mereka tidak pernah tidur satu kamar.


"Pasti semua ini adalah rencana kamu 'kan? Kamu sudah menghasut mama agar kita bisa menginap di sini!" teriak Edgar penuh amarah. Suaranya menggema di kamar itu. Beruntung sekali kamar Edgar kedap suara, jadi kedua orang tuanya tidak akan mendengar teriakannya.


"Pikiranmu terlalu kotor, Mas! Meskipun aku sangat ingin tidur satu ranjang dengan kamu. Tapi aku tidak selicik itu!"


"Cih! Aku tahu wanita macam apa kamu ini. Jangan kira aku akan sudi menyentuh tubuh jelek mu itu. Pasti sudah banyak pria yang menjamahnya!"


Plak!


"Jaga bicara mu, Mas! Kamu pikir aku ini wanita murahan! Asal kamu tahu, aku tidak pernah menjajah kan tubuhku kepada laki-laki lain." Dada Elmira naik-turun. Dia tidak terima di rendahkan seperti itu oleh suaminya sendiri.


"Berani sekali tangan kotormu menampar pipiku!" desis Edgar tepat di hadapan Elmira. Matanya memerah, tangannya terkepal kuat. Ia benar-benar marah atas tindakan Elmira.


Edgar telah dikuasai oleh api amarah, ia mendorong tubuh Elmira hingga menempel pada dinding kamar. Tangan kanannya mencekik leher sang istri dengan sangat kuat. Sedangkan tangan kirinya ia gunakan untuk mengunci kedua tangan Elmira agar tidak bisa melawannya.


Wajah Elmira memerah, menahan rasa sakit di lehernya. Ia terus memberontak agar terlepas dari cengkraman Edgar. Namun usahanya sia-sia, tenaganya tidak sebanding dengan tenaga Edgar yang seolah kesetanan.


"Lep-pas! Ed-gar!" Ucap Elmira terbata. Ia kesulitan untuk berbicara, apalagi dia juga tidak bisa bernapas.

__ADS_1


Edgar seolah tuli dengan permohonan Elmira. Bibirnya menyeringai menatap remeh ke wajah sang istri. "Wanita j*lang sepertimu tidak pantas melayangkan tamparan di wajahku. Alexa saja yang jelas-jelas kekasihku tidak pernah menamparku!"


Elmira hanya bisa menangis, melawan pun tak ada gunanya. Semakin lama pandangan matanya semakin buram. Telinganya juga tidak mendengar apa yang di katakan oleh Edgar. Lambat laun mata Elmira tertutup, tubuhnya mendadak lunglai. Hingga tiba-tiba ...


Bruk!


Tubuh Elmira ambruk, beruntung Edgar dengan sigap menangkapnya setelah melepaskan cengkraman tangannya.


Edgar sangat panik dengan keadaan Elmira. Ia mengangkat tubuh Elmira membawanya ke atas ranjang yang berukuran king size. Edgar menepuk-nepuk pipi Elmira, berharap wanita itu akan sadar dari pingsannya. Pingsan? Entah itu pingsan atau mati Edgar tidak tahu.


"Apa yang sudah aku lakukan! Semoga dia tidak mati, bisa-bisa keluarga Winata menuntut ku. Mama sama papa pasti juga akan marah, jangan sampai mereka tahu. Aku tidak mau mereka mencoret namaku dari kartu keluarga, dan mencabut hak warisku." monolog Edgar seraya mondar-mandir di dekat ranjang layaknya setrikaan.


Edgar mempunyai ide, ia memasuki bathroom serta membawa ember yang tersedia di dalam sana. Edgar mengisi ember itu dengan air lalu membawanya ke dalam kamar.


Tanpa ba-bi-bu Edgar menyiramkan satu ember air itu tepat ke wajah Elmira. "Bangun!" tanpa perasaan Edgar melakukan itu. Bukannya merasa bersalah, kelakuan Edgar semakin menjadi.


"Jangan banyak drama! Cepat turun! Bersihkan kamar ini jangan lupa di pel juga." Edgar menarik pergelangan tangan Elmira menyeretnya turun dari atas ranjang.


"Cukup Edgar! Dasar monster gila! Kenapa aku bisa menikah dengan manusia sepertimu! Jangan selalu menyalahkan aku dalam hal ini. Kamu kira aku akan diam saja setelah kamu memperlakukan aku layaknya binatang! Tidak Edgar! Sekarang juga aku akan pergi dari kehidupan kamu!" Elmira menatap Edgar dengan mata menyala. Tatapannya menyiratkan luka yang teramat dalam.


Elmira menghapus air matanya yang sejak tadi terus mengalir di kedua pipinya. Ia pergi keluar dari kamar lalu meninggalkan Edgar seorang diri di sana.


Hati Elmira sangat hancur, harapan yang sempat tumbuh di hatinya saat makan malam berlangsung. Kini telah musnah. Ia sudah tidak sanggup lagi mengahadapi sikap Edgar yang temperamen. Elmira tidak akan menunggu 2 minggu lagi untuk bercerai dengan Edgar. Malam ini juga Elmira akan pergi dari rumah Edgar.

__ADS_1


Elmira keluar dari kamar Edgar dengan langkah tergesa-gesa. Ia harus pergi dari sana dan menuju kerumah Edgar. Elmira harus mengambil semua barang-barangnya yang ada di sana.


Karena suasana sudah malam Alana dan Addison sudah istirahat. Ia tidak menyadari bahwa ada pertikaikan di rumahnya. Elmira terus melangkahkan kakinya menyusui jalan sepi di luar sana. Beruntung Elmira bisa mengelabuhi petugas yang menjaga gerbang di kediaman Addison, akhirnya Elmira bisa keluar dari rumah itu.


Di sepanjang jalan Elmira terus menangis. Ia tidak menyangka bahwa Edgar juga akan melukai fisiknya. Tidak cukupkah Edgar menyakiti hati Elmira? Elmira tidak bisa membayangkan jika dirinya terus bersama dengan Edgar akan seperti apa hidupnya.


Di sisi lain Edgar menyusul kepergian Elmira. Ia tidak boleh membiarkan Elmira mengacaukan segalanya. Edgar tidak ingin kehilangan warisan dan juga Alexa dalam hidupnya. Ia harus melakukan berbagai cara agar bisa membuat Elmira mengurungkan niatannya untuk berpisah dengannya.


Edgar menyusuri jalan dengan kepala yang celingak-celinguk mencari sosok Elmira. Hingga atensinya tertuju kepada seorang wanita yang tengah duduk di sebuah kursi dekat teman.


Edgar mendekat ke arah Elmira lalu di sisinya. Kehadirannya membuat Elmira terkejut sekaligus takut. Ia masih trauma dengan perbuatan kasar dari sosok laki-laki yang berstatus suaminya.


"Mau apa kamu ke sini, huh?" tanya Elmira dengan tatapan sinis. Ia sudah tidak lagi bertutur kata lembut dan sopan kepada Edgar.


Edgar tidak langsung menjawab ia menatap Elmira dengan tatapan yang sulit diartikan. Setelah cukup lama membisu akhirnya Edgar membuka suara saat melihat Elmira akan beranjak dari posisi duduknya.


"Tunggu Elmira. A-aku minta maaf atas kejadian tadi. aku benar-benar menyesal." Edgar menundukkan kepala tak berani menatap wajah Elmira.


Elmira sontak terkejut dengan permintaan maaf dari Edgar. Baru kali ini dia mendengar seorang Edgar meminta maaf kepadanya. Elmira duduk kembali di kursi itu. Ia menatap tak percaya kepada Edgar.


"Maafkan aku, Elmira. Aku mohon jangan pergi dari hidupku. Aku tahu perbuatanku sangat keterlaluan. Itu semua diluar kendaliku. Aku mohon berikan kesempatan buat aku menebus kesalahanku. Aku janji setelah ini akan menjadi suami yang baik buat kamu asalkan kamu mau memulainya dari awal." Edgar menatap manik mata Elmira dengan tatapan penuh penyesalan.


Elmira masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar dari mulut Edgar. Apakah dia sedang bermimpi? Melihat tatapan teduh dari Edgar membuat hati Elmira tersentuh.

__ADS_1


...----------------...


Jangan lupa tekan like, dan tinggalkan jejak di kolom komentar. ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2