Cinta Untuk Elmira

Cinta Untuk Elmira
Bab 21. Kebohongan Edgar Terbongkar.


__ADS_3

Happy Reading🥰


"Aaaargh! Sialan! Dasar wanita j*lang!" Alexa tiada hentinya terus mengumpat. Ia benar-benar marah terhadap Elmira. Alexa bersumpah akan membuat hidup Elmira hancur.


"Tenang, Sayang. Jangan marah-marah nanti wajah kamu keriput," ucap Jack setengah bercanda untuk meredakan amarah sang kekasih. Ia yang sejak tadi terus menemani Alexa, bahkan juga membawa Alexa ke apartemennya.


"Tenang kamu bilang! Dia sudah mempermalukan aku di depan umum, Jack!"


"Iya aku tahu. Lebih baik kamu tenangkan diri kamu terlebih dahulu. Bukannya kamu ingin menghancurkan istrinya Edgar?"


"Sangat! Aku sangat ingin melihatnya hancur di tanganku."


"Maka dari itu, jangan emosi terus. Kita harus memikirkan cara supaya bisa membuat dia hancur," ucap Jack seraya menarik pergelangan Alexa, dan membawanya duduk di sofa yang berada di ruang tamu.


Alexa menurut dengan kata-kata Jack. Ia duduk dengan tenang sambil memikirkan bagaimana caranya menghancurkan Elmira. Jack juga memikirkan hal yang sama.


Beberapa saat kemudian, Alexa tampak sumringah. Sepertinya ia sudah menemukan ide untuk menghancurkan Elmira. Alexa menatap Jack lalu membisikkan sesuatu di telinganya.


Jack tersenyum menyeringai saat mendengarkan ide gila yang Alexa bisikkan. Kepalanya manggut-manggut sambil terus mendengarkan rencana yang entah apa itu.


Sedangkan di sisi lain, Edgar merasa sangat frustasi. Sebab tidak mendapatkan maaf dari Elmira, lalu ia juga mendapatkan masalah karena pengeluaran yang begitu banyak dari Alexa, sehingga tercium oleh papanya.


Edgar harus siap-siap menerima amukan dari Addison. Sekarang ia harus menemui papanya di kediamannya. "Sial! Pasti papa akan sangat marah!" Edgar memukul setir mobilnya dengan kesal. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk melampiaskan kekesalannya.


Ketika sudah sampai di kediaman Addison. Belum juga turun dari dalam mobil, papanya sudah berdiri di ambang pintu dengan wajah yang menyeramkan. Membuat nyali Edgar seketika menciut. Dengan ragu Edgar mendekati papanya, namun belum sempat ia menyapa tiba-tiba sebuah pukulan melayang di wajahnya.

__ADS_1


Buk! Buk! Buk!


"Anak kurang ajar! Ternyata selama ini kamu masih berhubungan dengan wanita j*lang itu, huh!" Addison memberikan bogeman mentah kepada sang putra. Darahnya seakan mendidih saat mengetahui kebenaran tentang hubungan Edgar dan Alexa yang masih berlanjut.


Tadi pagi Addison iseng-iseng mengecek pengeluaran keuangan selama dua bulan ini. Ia sangat terkejut melihat nominal yang tertera di layar komputer. Ditambah pengeluaran hari ini yang berasal dari black card milik sang putra.


Addison terus mengecek data pengeluaran itu, ia menjadi curiga bahwa bukan Edgar yang menghabiskan uang itu, melainkan orang lain. Mana mungkin Edgar menghabiskan uang yang jumlahnya tidak sedikit itu hanya dalam jangka waktu dua bulan berturut-turut.


Meskipun Edgar sudah menikah, tapi tidak mungkin mereka menghabiskan uang sebanyak itu. Apalagi kekayaan istri Edgar lebih besar dari kekayaannya, jadi ... Tidak mungkin Elmira yang menghabiskan uang itu.


Sebenarnya Addison tidak masalah Edgar mau menghabiskan uang seberapa banyak pun, asalkan uang itu di gunakan sendiri oleh Edgar dan juga Elmira. Namun, jika uang itu di gunakan oleh orang lain sungguh Addison akan sangat marah.


Addison mulai menyelidiki pengeluaran itu, dan tak butuh waktu lama ia sudah mendapatkan hasilnya. Ternyata dugaannya benar, memang bukan Edgar yang menggunakan uang itu. Tapi Alexa lah yang menghabiskan uang itu.


Addison benar-benar marah, saat mengetahui fakta itu, ia langsung mengubungi Edgar untuk segera menemuinya.


Alana mendengar teriakan dari luar langsung mencari asal suara itu. "Aaaaaargh!" Alana berteriak histeris saat melihat Addison tengah memukuli Edgar.


"Papa! Berhenti!" Alana menarik tangan suaminya agar berhenti memukuli Edgar, yang hanya diam saja tidak melawan pukulan Addison.


"Lepas! Ma! Biarkan papa menghajar anak tidak tahu diri ini!" Addison menatap Edgar dengan penuh amarah.


Wajah Edgar sudah babak belur karena pukulan sang papa. Ia tetap berusaha kuat agar papanya tidak kembali memukulinya.


Berkat bujukan dari Alana, akhirnya mereka bertiga berbicara baik-baik di dalam rumah. Mereka duduk di ruang tengah dengan perasaan tak menentu.

__ADS_1


"Sebenarnya ada apa ini, Pa? Kenapa Papa memukuli Edgar?" tanya Alana dengan bingung, sebab ia masih belum tahu mengenai kebohongan Edgar.


"Tanya saja sama putramu itu," ucap Addison dengan ketus.


Edgar hanya menundukkan kepala, ia tidak berani menatap sang papa jika sedang marah. Edgar bingung, apakah dia harus jujur terhadap mama dan papanya? Tapi kalau jujur, mereka pasti akan marah. Namun jika Edgar bohong, Addison pasti sudah tahu kebohongannya. Sebab Addison dengan mudahnya bisa mengetahui segalanya.


"Edgar! Ayo bicaralah!" Alana mendesak Edgar agar cepat bercerita. Ia sangat tahu pasti Edgar sudah melakukan sebuah kesalahan, karena tidak mungkin Addison sampai semarah itu.


"I-tu ...." Edgar masih ragu untuk mengatakannya. Pasti mamanya akan sangat marah dan kecewa terhadapnya.


"Dia masih berhubungan dengan wanita ******* itu, Ma. Bahkan setiap bulannya dia mengeluarkan uang banyak dari keluarga kita, dengan nominal yang tidak sedikit," papar Addison dengan cepat. Ia tidak tahan untuk menunggu Edgar bercerita. Menurutnya terlalu lama jika menunggu putra itu berbicara.


"A-apa!" Alana menutup mulutnya menggunakan kedua tangan. Ia sangat terkejut dengan ungkapan sang suami. "Edgar! Apa itu benar?" Alana masih bertanya kepada Edgar, ia masih belum percaya dengan apa yang Addison katakan.


Edgar tidak menjawab, ia hanya mengangguk sebagai jawaban. Ia tidak berani menatap mamanya.


Alana meneteskan air mata setelah Edgar mengiyakan ucapan Addison. "Jadi ... Selama hampir satu bulan kamu menikah dengan Elmira, kamu masih terus berhubungan dengan Alexa? Apakah Elmira mengetahui hal itu?" Alana jadi teringat dengan menantunya itu.


Lagi-lagi Edgar menganggukkan kepala sebagai bentuk jawaban.


"Jahat kamu Edgar! Pasti perasaan Elmira akan sangat hancur! Tega kamu! Mama gak nyangka akan mempunyai putra ke jahat kamu!" setelah mengatakan itu, Alana langsung pergi ke kamarnya. Ia tidak sanggup membayangkan berada di posisi Elmira, yang tengah di khianati oleh suaminya sendiri.


Addison melayangkan tatapan nyalang ke arah Edgar. "Dengar! Jangan lagi kamu menginjakkan kaki di rumah ini! Aku tidak sudi mempunyai anak pembangkang seperti kamu! Pergi dari sini sekarang juga!" Addison mengusir Edgar secara terang-terangan. Ia tidak akan memaafkan Edgar lagi. Addison merasa sangat bodoh sudah mempercayai Edgar dengan tidak mengawasinya lagi. Padahal kepercayaannya sudah di salah gunakan oleh Edgar.


"Maafkan saya Winata! Saya tidak bisa mendidik anak saya menjadi laki-laki yang bertanggung jawab. Dia malah menyakiti putri Mu dari awal mereka menikah." batin Addison penuh penyesalan.

__ADS_1


...----------------...


Jangan lupa tekan like, dan tinggalkan jejak di kolom komentar 😘


__ADS_2