Cinta Untuk Elmira

Cinta Untuk Elmira
Bab 66. Terungkap.


__ADS_3

Happy Reading 🥰


Hubungan Evan dan Ratna semakin membaik. Bahkan Evan tidak main-main dengan ucapannya. Ia benar-benar tulus ingin melamar Ratna dan menjadikannya sebagai Ratu di dalam hidupnya. Sekarang mereka sedang melakukan fitting baju pengantin yang akan digunakan saat acara pernikahannya nanti.


Mereka memesan gaun dan tuxedo di butik EMI. Itu semua atas permintaan Elmira yang ingin merancang gaun itu sendiri. Ya, ternyata Elmira adalah desainer ternama yang baru terungkap akhir-akhir ini. Bahkan semua gaun di butiknya adalah hasil rancangannya sendiri.


Ratna juga baru tahu itu, sebab Elmira selalu menyembunyikan identitas aslinya dari semua orang. Gara-gara pernikahannya akhirnya Ratna bisa mengetahui fakta itu. Bahkan suami Elmira sendiri juga baru tahu akan hal itu.


"Ratna! Kamu Ratna 'kan?" tanya seorang wanita paruh baya yang kebetulan juga shopping di butik EMI.


Ratna menolehkan kepalanya agar bisa melihat orang yang memanggilnya. Betapa terkejut dia saat melihat orang itu. Jantungnya berdegup dengan kencang, badannya mendadak lunglai bagaikan tak bertulang. Ratna tak bisa untuk mengeluarkan sepatah kata pun.


"Ratna! Ini mama nak!" Ucap wanita paruh baya itu yang ternyata adalah mamanya Ratna. Mama yang selama ini menelantarkannya.


Ratna masih diam saja, ia tak menyangka akan bertemu dengan mamanya saat ini. Padahal dia sudah berharap tidak akan pernah lagi bertemu dengan mamanya.


Tidak hanya Ratna yang terkejut, Evan juga tidak kalah terkejutnya. "Apa! Jadi, Bu Widi adalah mamanya Ratna! Wanita yang sudah menghancurkan rumah tangga mama dan papaku," batin Evan sambil mengepalkan tangannya.


Evan harus menahan emosinya di depan Ratna. Ia harus menenangkan Ratna terlebih dahulu. Karena seperti Ratna sangat shock melihat kehadiran mamanya.


"Sayang, mama sangat merindukan mu," ucap Widi dan berusaha memeluk Ratna.


Namun, dengan cepat Ratna menghindar. Ia tidak ingin bersentuhan dengan wanita yang sama sekali tidak menganggapnya ada. "Maaf, saya tidak kenal dengan anda, Nyonya," ujar Ratna menatap tak suka ke arah Widi. Walaupun sebenarnya di dalam lubuk hatinya yang terdalam ia sangat merindukan sang mama. Namun, kenangan masa lalu membuatnya tak ingin mengenal sosok mamanya lagi.


"Ini mama, Nak. Jangan seperti itu. Mama tahu kalau mama telah salah selama ini." Widi menangis sejadi-jadinya. Ia sangat sedih melihat putrinya sama sekali tidak mengenalnya.


"Sayang, kamu dima--" panggil seorang laki-laki paruh baya yang tengah mencari Widi, sang istri. Namun ucapannya menggantung di udara kala netranya bersirubuk dengan netra Evan.

__ADS_1


Evan menatap tajam kearahnya seolah mengibarkan bendera peperangan. Baru kali ini Evan sangat marah melihat sosok laki-laki yang sudah menelantarkannya bersama dengan mamanya selama 15 tahun.


Kali ini Ratna yang begitu terkejut. Ternyata mamanya masih menjalin hubungan dengan laki-laki yang sudah dirusak rumah tangganya.


"Om Rudy, ternyata dia juga ada di sini," gumam Ratna dalam hati.


"Evan! Bagaimana kabar kamu?" tanya Rudy kepada sang putra. Tak dapat dipungkiri bahwa dirinya sangat merindukan sang putra yang selama ini dia telantarkan hanya demi istri barunya.


Evan tidak menanggapi ucapan papanya, sebab ia sangat membencinya lebih dari apapun. Sedangkan Ratna menatap Evan dengan bingung, kenapa Rudy bisa mengenalnya?


"Mas! Kamu kenal sama dia?" tanya Ratna penasaran.


"Dia anak saya, Ratna," ungkap Rudy kepasa Ratna. Dia memang sangat mengenal Ratna sejak dia menjalin kasih dengan Widi. Sebab Widi sering membawa Ratna ikut bersamanya ketika ketemuan. Meskipun sudah lama tidak bertemu Rudy masih mengenali wajah Ratna. Sebab wajahnya sangat mirip dengan Widi yang sama-sama cantik. Hanya sebagian dari anggota tubuhnya yang mewarisi gen papanya.


"A-apa! J-jadi ...." Ratna tidak bisa melanjutkan ucapannya, karena tiba-tiba kepalanya terasa pusing. Dan semua menjadi gelap.


Evan dengan sigap menangkap tubuh Ratna yang seketika ambruk. "Ratna! Ra! Bangun, Sayang." Evan menepuk-nepuk pipi Ratna guna membangunkannya. Namun usahanya sia-sia karena Ratna tetap memejamkan matanya.


Evan melajukan mobilnya ke rumah sakit. Ia takut terjadi sesuatu yang buruk terhadapnya. Tanpa Evan sadari ternyata Widi dan Rudy mengikuti mobilnya dari arah belakang. Mereka juga mengkhawatirkan keadaan Ratna.


Widi begitu cemas melihat Ratna yang tiba-tiba pingsan. Untuk sejenak ia melupakan rasa penasarannya kenapa Ratna bisa bersama dengan Evan, anak dari suaminya itu?


"Mas! Cepat jangan sampai kehilangan jejak mereka," pinta Widi saat mobil yang ditumpanginya hampir kehilangan jejak mobil yang mereka ikuti.


"Tenang, Sayang. Evan pasti akan membaww Ratna ke rumah sakit terdekat. Aku bisa menghafal jalanan yang dilewati olehnya," sanggah Rudy dengan yakin.


Evan menunggu Ratna yang sedang ditangani oleh dokter. "Bagaiamana keadaannya, Dok?" tanya Evan setelah dokter selesai memeriksa keadaan Ratna.

__ADS_1


"Pasien hanya mengalami shock dan tekanan di pikirannya. Jadi, biarkan dia istirahat selama beberapa jam supaya pikirannya lebih tenang," terang dokter.


"Baik, Dok. Terimakasih." Evan langsung mengurus pemindahan kamar untuk Ratna tempati. Ia memilih ruang VVIP agar Ratna di rawat dengan baik. Evan sangat mencintai Ratna, ia tidak ingin calon istrinya itu menerima pelayanan buruk dari para perawat di sana.


Tak di sangka Evan malah bertemu dengan Edgar di sebelah kamar tempat Ratna di rawat. Ruangan VVIP yang paling berkelas di sana. "Pak Edgar," sapa Evan dengan sopan.


"Evan. Kamu ngapain di sini? Siapa yang sakit?" tanya Edgar sambil mengerutkan keningnya.


"Ah, Ratna tiba-tiba pingsan. Jadi, saya membawanya kemari. Anda sendiri sedang apa di sini? Siapa yang di rawat?" tanya Evan balik.


"Istri saya yang di rawat."


"Elmira? Dia sakit apa?"


Dalam hati Edgar merasa cemburu melihat Evan begitu khawatir dengan keadaan Elmira. Namun, ia sadar jika Evan sudah tidak lagi mencintai istrinya, dan hanya mencintai Ratna. Ia bisa melihat dari sorot mata Evan yang berbeda saat dulu dia menatapnya.


"Dia hanya kelelahan gara-gara mual dan muntah karena hamil." Edgar mengatakannya dengan tersenyum senang.


"Apa! Hamil? Wah, selamat ya Pak. sebentar lagi Anda akan menjadi seorang ayah."


"Terimakasih, Van. Semoga kamu segera menyusul."


"Iya, Pak. Semoga saja." Evan tersenyum hangat kepada laki-laki yang pernah dia benci, bahkan akan menjadi pebinor di dalam rumah tangganya. Tapi itu hanya masa lalu sekarang masa depannya adalah Ratna.


"Evan! Dimana Ratna?" tanya Rudy kepada sang putra setelah berhasil mengikuti jejak Evan.


Evan begitu malas meladeni kedua orang tersebut. Ingin rasanya ia mengusir mereka, tapi bagaimana pun juga ada Widi di sana yang jelas-jelas adalah mama Ratna, dan sebentar lagi akan menjadi mama mertuanya. Evan jadi serbah salah dengan keadaan itu.

__ADS_1


...----------------...


Jangan lupa tekan like, dan tinggalkan jejak di kolom komentar 😘


__ADS_2