
Happy Reading🥰
Edgar pergi dari kediaman Addison dengan perasaan bersalah. Sekarang dia benar-benar menyesal sudah menyia-nyiakan Elmira, bahkan membuat kedua orang tuanya marah kepadanya. Masih untung Edgar tidak di coret dari daftar keluarga Addison, bahkan semua fasilitas yang diberikan oleh papanya tidak di cabut juga.
Entah apa maksud papanya itu, bukannya dulu dia pernah berkata bahwa jika dirinya masih berhubungan dengan Alexa, maka Edgar tidak akan mendapatkan hak warisan. Namun ternyata tidak! Edgar hanya bisa bertanya-tanya dalam benaknya.
Ting!
Ponsel Edgar berbunyi yang menandakan pesan masuk. Edgar merogoh ponselnya yang berada di dalam saku jas bagian depan. Ada sebuah video yang dikirim ke aplikasi whatsapp-nya. Pesan yang tidak tahu siapa pengirimannya, sebab di layar ponselnya tertera nomor tanpa nama.
Edgar memutar video itu karena merasa penasaran. Matanya membulat ketika melihat video yang durasinya tidak terlalu panjang.
Di dalam video itu ada Alexa dan Elmira yang berada di dalam sebuah butik. Mereka di kelilingi oleh banyak orang di sana. Namun yang membuat Edgar merasa geram, di akhir video itu menunjukkan sebuah pemandangan yang mengusik hatinya. Dimana seorang laki-laki yang memanggil Alexa dengan sebutan 'Sayang'.
Mereka terlihat sangat mesra. Bahkan Alexa membeli banyak barang di butik itu. Tidak heran saat Edgar melihat pengeluaran yang Alexa gunakan. Edgar masih tidak tahu kalau butik itu adalah milik Elmira.
"Aku selalu mengizinkannya untuk pergi dengan teman-temannya, sekalipun dia seorang laki-laki. Namun jika Alexa berani berselingkuh di belakangku, maka aku tidak akan mentolerir kesalahan Alexa." Ucap Edgar dengan mata menyala.
Edgar melajukan mobilnya kembali setelah berhenti karena menerima sebuah pesan. Edgar akan pergi ke apartemen Elmira, ia akan terus minta maaf kepadanya sebelum surat gugatan cerai dari sang istri sampai ke tangannya.
Beberapa saat kemudian akhirnya Edgar sampai di apartemen Elmira. Ia mengetuk daun pintu apartemen itu, namun sama seperti tadi pagi waktu dia mendatangi Elmira. Tidak ada sahutan dari dalam, dan tidak ada yang membukakan pintu untuknya. Cukup lama Edgar menunggu Elmira di sana, hingga atensinya menangkap sosok wanita cantik yang sedang dia tunggu.
Akan tetapi, Elmira tidak datang sendiri. Ia bersama dengan seorang laki-laki yang tengah bercanda tawa bersama Elmira. Melihat pemandangan itu, entah mengapa hati Edgar merasa panas. Ia tidak terima istrinya tersenyum kepada laki-laki lain.
Elmira seketika menghentikan senyumannya saat melihat Edgar yang berada di depan apartemennya. "Evan, makasih ya sudah anterin aku pulang," ucap Elmira sambil tersenyum ke arah Evan.
"Sama-sama, ya udah aku pulang dulu. Kamu hati-hati di dalam," Evan melirik Edgar yang tengah menatap tajam ke arahnya. Ia takut Edgar akan menyakiti Elmira.
__ADS_1
"Aku pasti baik-baik saja. Salam sama Tante Maya, maaf sudah membuat beliu pulang naik taksi, karena kamu harus mengantarkan aku."
"Iya nanti aku sampaikan. Tidak usah merasa bersalah, lagian ini semua atas permintaan mama 'kan yang menyuruh aku untuk mengantarkan kamu pulang."
"Sekali lagi, terimakasih."
Evan menganggukkan kepala, setelah itu ia langsung pergi dari sana. Meninggalkan Elmira bersama dengan suaminya, lebih tepatnya mantan calon suami. Kerena sebentar lagi mereka akan berpisah.
Elmira membuka pintu apartemen tanpa mengajak Edgar untuk masuk ke dalam. Namun dengan gerakan cepat, Edgar memaksa masuk ke dalam dengan mendorong pintu yang sebentar lagi akan ditutup oleh Elmira.
"Kamu gila ya!" Elmira menatap kesal kepada Edgar yang sudah menerobos masuk ke dalam apartemennya.
"Aku hanya ingin berbicara sama kamu, kenapa kamu terus mengabaikan aku!"
"Maaf, Tuan Edgar yang terhormat! Apakah kita sedekat itu, hingga mengharuskan saya untuk mempersilahkan anda masuk ke dalam apartemen saya?"
"Hey! Ingat! Aku ini masih suami kamu! Bicara yang sopan!" kemarahan Edgar sudah terpancing dengan ucapan Elmira. Ia langsung menaikkan volume suaranya menjadi satu oktav.
"Jaga ucapan mu, Elmira!" bentak Edgar dengan mata memerah.
"Memang begitu kenyataannya 'kan? Bahkan dari awal pernikahan, anda sudah memperingatkan saya untuk tidak mengharapkan cinta dari anda! Jadi, saya sudah mengikuti peringatan yang anda berikan! Pergilah! Temui wanita simpanan itu, dan bersen--"
Plak!
Tubuh Elmira tersungkur ke atas lantai ketika sebuah tangan mendarat di pipinya, dengan sangat keras. Kepala Elmira tidak sengaja membentur sudut meja yang berada di ruangan itu, sehingga menyebabkan kepalanya terluka.
Sstt! Aakh!
__ADS_1
Elmira memegang kepala bagian kirinya yang mengeluarkan darah. Ia merasakan sakit yang luar biasa di sana. Matanya berkunang-kunang, rasanya dia tidak bisa untuk sekedar berdiri.
Edgar sangat panik, ia tidak sengaja menampar Elmira. Tadi, dia hanya emosi, dan tak terima dengan ucapan Elmira. Edgar menangkap tubuh Elmira yang berusaha berdiri, namun dengan cepat Elmira menepisnya.
"Elmira, maafkan aku. A-aku tidak sengaja membuatmu terluka."
Elmira tersenyum kecut mendengar ucapan Edgar yang terdengar begitu enteng mengatakan 'tidak sengaja'. "Pergilah!" Elmira menuju ke arah pintu dengan langkah terseok-seok.
"Aku tidak akan pergi, Elmira. Ayo aku antar kamu ke rumah sakit." Edgar hendak meraih tangan Elmira dan akan menggendongnya. Lagi-lagi Elmira menepisnya.
Elmira tidak banyak bicara, ia memilih pergi sendiri dari apartemen-nya. Baru beberapa langkah, tubuh Elmira seketika ambruk di atas lantai. Edgar sangat panik melihat Elmira pingsan.
Edgar memangku tubuh Elmira sambil menepuk-nepuk pipinya guna membangunkan sang istri. "Elmira! Bangun! Jangan membuatku khawatir!" Edgar terus berusaha membangunkan Elmira.
Edgar melihat tangannya yang di penuhi dengan darah, Elmira. "Padahal cuma terbentur ke sudut meja, kenapa lukanya separah ini?" Ucap Edgar merasa aneh. Edgar tidak merasa bahwa tamparannya sangat keras, dan meja yang mengenai kepala Elmira terbuat dari kaca. Jadi wajar lukanya separah itu.
Bahkan Edgar menggunakan semua tenaganya saat menampar Elmira. Dia bukan hanya marah atas ucapan Elmira, tapi juga merasa kesal melihat Elmira pulang bersama dengan laki-laki lain. Edgar mengangkat tubuh Elmira menggunakan kedua tangannya. Lalu membawanya ke dalam mobil.
Belum sempat Edgar memasukkan Elmira ke dalam mobil. Tiba-tiba sebuah suara menghentikannya.
"Apa yang kamu lakukan kepada adikku!" bentak Elvaro yang baru sampai di depan apartemen Elmira. Elvaro merasa sangat merindukan sang adik, apalagi Elmira tidak pernah menghubunginya akhir-akhir ini. Jadi hari ini ia berencana menemui sang adik di apartemen pribadinya.
Edgar membulatkan kedua matanya saat menangkap sosok kakak iparnya tiba-tiba ada di sana. Pasti Elvaro akan salah faham terhadap dirinya. "K-kak Varo." Ucap Edgar terbata.
Buuk!
...----------------...
__ADS_1
Jangan lupa tekan like, dan tinggalkan jejak di kolom komentar 😘😘
Terimakasih 🥰