Cinta Untuk Elmira

Cinta Untuk Elmira
Bab 6. Hinaan Dan Cacian.


__ADS_3

Happy Reading🥰


Elvaro melihat perubahan di raut wajah sang adik. "Kamu kenapa Emi?" Elvaro tidak tahan untuk tidak bertanya.


"Ng ... T-tidak apa-apa kok, Kak." Elmira berusaha baik-baik saja di depan sang kakak agar Elvaro tidak melihat keberadaan Edgar yang tengah bersama dengan wanita lain.


Dengan cepat Elmira merubah topik pembicaraan, ia mengajak pulang sang kakak saat Elvaro akan memalingkan wajahnya ke arah dimana Edgar berada. Akhirnya Elvaro mengurungkan niatnya untuk melihat ke arah Edgar.


"Kenapa mau pulang? Makanan kamu 'kan belum habis, Emi."


"Tapi Emi sudah kenyang, Kak. Kita pulang ya, antarkan Emi ke rumah. Emi ingin bertemu dengan mama."


"Hm, baiklah." Elvaro langsung menuju kasir dan melakukan pembayaran dengan cara scan barcode. Setelah itu mereka keluar dari restoran dan menuju ke kediaman Winata.


Elmira menghembuskan nafas lega karena Elvaro tidak melihat keberadaan Edgar di dalam cafe. Ternyata sesakit ini menikah dengan laki-laki yang tidak mencintai kita. Entahlah bagaimana nasib pernikahannya ke depan. Rasanya Elmira sudah tidak mempunyai harapan lagi untuk mendapatkan cinta dari Edgar.


Mobil yang di tumpangi oleh Elvaro dan Elmira telah sampai di kediaman Winata. Amanda menyambut kedatangan putri tercintanya dengan hangat. Tadi sebelum berangkat ke kantor sang kakak, Elmira lebih dulu menghubungi Amanda mengatakan niatnya yang akan berkunjung ke sana.


Amanda memeluk Elmira penuh kasih sayang. "Bagaimana kabarmu, Sayang?"


"Kabar aku baik, Ma. oiya Papa mana?"


"Papa kamu ada di kantor."


"Tapi tadi aku tidak melihatnya waktu di kantor." Elmira tidak tahu kalau papanya sudah pindah ke kantor cabang dan menjalankan kerjasamanya dengan Addison.


"Papa ada di kantor cabang, Emi. Dia lagi meeting sama mertua kamu." Elvaro yang menjawab pertanyaan Elmira. Setelah itu Elvaro langsung kembali ke kantor, ia hanya mengantarkan Elmira saja ke rumah. Mana mungkin dirinya bersantai di rumah saat jam kerja belum selesai.


Elvaro tipikal orang yang di siplin. Meskipun ia CEO utama di perusahaan Winata, namun dirinya tidak pernah bermalas-malasan, dan selalu konsisten. Maka dari itu Elvaro tidak akan mentolerir karyawan yang telat masuk ke kantor atau bahkan ketahuan bermalas-malasan.


Setelah cukup lama berbincang dengan Amanda, Elmira memasuki kamarnya sendiri. Ia sangat merindukan kamarnya itu. Rasanya lebih enak tidur di kamar sendiri yang jelas-jelas sudah tahu bahwa dia hanya menempatinya seorang diri, daripada tinggal di rumah suami, namun di paksa untuk pisah kamar.

__ADS_1


Elmira mengirim pesan untuk Edgar, berharap dia mau menjemput dirinya di kediaman Winata.


Suamiku : "Tuan, bisakah anda menjemput saya di rumah mama? Mama menanyakan kabar anda, Tuan." Elmira berharap Edgar membalas pesannya, dan menjemput dirinya ke rumah. Saat ada notifikasi pesan masuk, Elmira langsung mengecek ponselnya dengan terburu-buru.


"Tidak bisa! Aku lagi menemani Alexa makan siang, lebih baik kamu naik taksi saja. Jangan pernah mengganggu kesenangan ku! Lagipula mana ada seorang pembantu menyuruh majikannya untuk menjemput dirinya!"


Hati Elmira kembali sakit setelah membaca pesan dari Edgar. Sebegitu besarnya cinta Edgar kepada wanita itu hingga Edgar tidak bisa memberikan waktunya barang sebentar untuk menjemput dirinya.


Dengan berat hati Elmira memesan taksi online. Lagi-lagi Elmira harus berbohong untuk menutupi kelakuan buruk suaminya. Padahal Elmira tidak pandai berbohong hanya saja keadaan yang memaksanya untuk melakukan hal tersebut.


...----------------...


Di Apartemen Alexa.


Di dalam kamar, dua insan tengah memadu kasih. Melampiaskan hasrat yang saling menggebu. Kegiatan itu sudah seperti rutinitas yang harus dilaksanakan setiap hari. Saling memuaskan satu sama lain. Membuat mereka terus tergila-gila dengan hubungan terlarang itu.


Nafas Edgar tersengal-sengal setelah mengeluarkan cairan kental yang selalu dia rasakan di akhir permainan. Ia tersenyum menatap sang kekasih yang selalu berhasil memuaskan dirinya.


Cup.


"Itu sudah tugas aku memuaskan mu, Honey. Agar kamu tidak bermain dengan wanita lain sekali pun itu istri sah kamu."


"Aku hanya milikmu, Sayang. Aku tidak akan sudi melakukan itu bersama dengan wanita j*lang yang hanya berpura-pura baik di depanku."


"Aku 'kan sudah bilang sama kamu, kalau dia itu bukan wanita baik-baik. Aku sering melihatnya jalan sama laki-laki yang setiap hari selalu berbeda-beda."


"Justru itu aku sangat jijik melihat wajahnya. Dia benar-benar j*lang yang bermuka dua. Sangat berbeda denganmu, Sayang. Kamu wanita baik-baik, dan tidak murahan seperti dia."


"Kamu kira aku wanita apaan, Honey. Kamu adalah orang pertama yang merenggut kesucian ku. Jadi jangan pernah bandingkan aku dengannya." Alexa mengerucutkan bibirnya.


"Maaf, Sayang. Bukan maksud aku untuk membandingkan kamu dengan dia. Hanya saja kamu jauh lebih istimewa daripada dia." Edgar mendekap erat tubuh Alexa yang masih polos tanpa se helai benang pun.

__ADS_1


Edgar pulang ke rumah tepat jam sembilan malam. Di ruang tengah Elmira sedang menunggu kedatangannya. "Mas! Maksud saya, Tuan! Kenapa anda pulang malam?" Elmira bertanya kepada sang suami yang baru memasuki rumah.


"Bukan urusan mu!" Edgar menaiki anak tangga tanpa mau menatap wajah sang istri.


Elmira tidak mau menyerah, ia mengikuti langkah kaki Edgar. "Aku ini istri kamu, Mas! Aku berhak tahu apa saja yang kamu lakukan di luar sana."


"Istri? Lancang sekali! Aku tidak pernah menganggap mu sebagai istriku! Paham!"


"Tapi Mas, Ak ...."


"Stop! Kau ini pikun ya! Sudah aku katakan panggil aku, Tuan!" Edgar menatap tajam ke arah Elmira.


"Tidak, Mas! Mulai saat ini, aku tidak akan pernah memanggil suamiku sendiri dengan sebutan Tuan!"


Edgar mengeraskan rahangnya, tangannya terkepal kuat. Ia sangat marah mendengar Elmira membantah ucapannya, dan tidak mau patuh dengan perintahnya. Ingin rasanya Edgar menampar Elmira agar tidak lagi menjadi istri yang pembangkang.


Sekuat tenaga Edgar berusaha mengontrol emosinya, ia tidak ingin menodai tangannya hanya untuk menampar wanita j*lang di hadapannya.


"Terserah kau saja! Yang penting jangan pernah mengganggu hubunganku dengan Alexa!" akhirnya Edgar mengalah. Terserah Elmira mau memanggil dirinya dengan sebutan apa, yang paling penting adalah hubungannya dengan Alexa tetap berlanjut dan baik-baik saja.


"Alexa lagi Alexa lagi! Sampai kapan nama wanita itu kamu sebut terus di depanku, Mas!"


"Tutup mulut busukmu itu! Berani sekali menyebut nama kekasih ku dengan mulut itu! Dengar wanita j*lang! Apa ini yang di ajarkan oleh kedua orang tua kamu, mendidik anaknya agar menjadi istri yang pembangkang? Suami pulang kerja malah di ajak berantem! Dasar wanita tidak tahu etika!"


Setelah cukup menghina dan mencaci maki Elmira. Edgar pergi memasuki kamarnya.


Hiks ... Hiks ....


...----------------...


Jangan lupa mampir juga di karya pertama ku, bagi kalian yang belum mampir😘. Masih ongoing, update terus setiap hari🥰.

__ADS_1


Terimakasih atas dukungannya😘



__ADS_2