
Happy Reading🥰
"Aahh! Sangat wangi dan lezat!" Edgar juga menj***** jarinya yang ba-sah karena sempat bermain di hutan belantara itu. Edgar mulai me-lu-cu-ti kain yang melekat di tubuhnya. Dengan cepat ia memposisikan tongkat raksasa miliknya ke arah sungai yang begitu indah.
Elmira yang melihat tongkat raksasa milik Edgar merasa ngeri. Rasa takut menyelimuti dirinya hingga ia kesusahan untuk menelan saliva nya. "Kenapa bentuknya besar sekali! Apakah itu akan muat? Tidak! Aku tidak bisa melakukannya!" batin Elmira meringis.
Elmira meringsut mundur ke ujung sofa, ia benar-takut dan belum siap melakukan itu dengan Edgar. Elmira menutup kedua pa-hanya rapat-rapat supaya Edgar tidak bisa menerobosnya.
"Kenapa, sayang?" tanya Edgar dengan suara berat yang telah di selimuti kabut gairah.
Elmira menggelengkan kepala tak ingin Edgar melakukannya. "A-aku takut!"
"Takut kenapa, hum? Sakitnya hanya sebentar lama-lama akan terasa nikmat, Sayang."
Mendengar ucapan Edgar tidak serta-merta membuat hati Elmira tenang. Ia jadi memikirkan Edgar yang sedang bercinta dengan Alexa. Mungkinkah dulu Edgar berkata begitu kepada Alexa saat akan memulai permainannya? Hati Elmira terasa sakit ia tak mampu membayangkannya.
Edgar yang melihat Elmira hanya diam saja, mengulurkan tangannya untuk membuka kembali hutan belantara yang sempat tertutup. Namun ia mendapatkan respon tidak baik dari Elmira. Tangannya di tepis kasar oleh wanita yang sudah berhasil membuat hasratnya berada di ubun-ubun.
"Kenapa, Sayang?" Edgar menatap Elmira yang menatapnya dengan mata menyala.
Tanpa menjawab pertanyaan Edgar, Elmira memunguti pakaiannya yang berserakan di atas lantai lalu memakainya kembali. Elmira merasa bodoh telah melupakan status Edgar saat bersama Alexa. Hatinya sangat sakit hanya sekedar membayangkannya saja. Pasti Edgar sudah sering melakukannya bersama Alexa.
Elmira memasuki kamar mandi dengan mengunci pintunya supaya Edgar tidak menyusulnya ke dalam. "Huf!" Elmira mengembuskan nafas kasar untuk menetralisir perasaannya. "Kenapa aku sangat bodoh! Kenapa juga aku terbuai dengan sentuhan Edgar! Sangat melakukan!" Elmira mengacak-acak rambutnya frustasi.
"Tapi, Edgar berhasil membuat rasa traumaku hilang! Aku juga tidak merasa takut dan tidak terbayang dengan kejadian itu saat Edgar menyentuh tubuhku," lanjut Elmira. Ia membasuh wajahnya menggunakan air supaya terlihat lebih segar. Tangannya meraba bekas cu-pa-ng di bagian leher dan dadanya hasil dari mahakarya Edgar. Ada rasa bersalah terhadap Edgar yang Elmira rasakan. Sebab ia sudah membangunkan pusaka Edgar tanpa mau menidurkannya.
Edgar merasakan tubuhnya lemas seakan tak bertulang. Ia mendudukkan dirinya si sofa dengan wajah mengenaskan. Terongnya yang tadi berdiri tegak sekarang langsung loyo seketika. Namun ia tetap harus menuntaskannya. Padahal tinggal sedikit lagi benda pusaka itu akan memasuki lembah surgawi, tapi di tutup secara mendadak.
Ceklek!
Elmira keluar dari dalam kamar mandi dengan menundukkan kepalanya karena merasa malu. Edgar tidak ingin menanyakan keadaan Elmira terlebih dahulu. Ia memilih memasuki kamar mandi dengan langkah seribu. Elmira yang melihat itu merasakan sakit di hatinya. Mungkinkah Edgar marah karena tidak bisa melakukan itu dengannya? Elmira berpikir bahwa Edgar hanya menginginkan itu darinya. Bahkan saat akan memasuki kamar mandi, Edgar sama sekali tidak menatapnya. Membuat Elmira semakin berburuk sangka.
Sedangkan di dalam kamar mandi, Edgar melakukan senam lima jari. Terpaksa dirinya harus bermain solo agar menuntaskan hasratnya. Sebab Elmira tidak mungkin membantunya untuk mengeluarkan bibit terong itu.
__ADS_1
Aahh! Aahh!
Edgar men-de-sah saat benda pusakanya mengeluarkan susu kental manis. Lega yang Edgar rasakan. Ia mengguyur tubuhnya di bawa aliran shower dengan cara yang kilat. Karena ia tidak ingin membuat Elmira menunggu terlalu lama, dan berburuk sangka terhadapnya.
Edgar sudah mengenakan pakaiannya dan terlihat rapi, rambutnya sedikit basah dan masih acak-acakan. Namun dengan begitu penampilannya semakin terlihat sempurna dan siapa saja yang melihatnya pasti akan merasa terpesona. Begitu juga dengan Elmira yang merasakan jantungnya berdegup kencang saat melihat penampilan Edgar yang cool.
"Kamu mandi?" tanya Elmira basa-basi untuk menghilangkan rasa gugupnya.
"Iya, Sayang. Enggak apa-apa 'kan aku numpang mandi di sini?"
"Tidak apa-apa kok, Mas."
"Terimakasih, Sayang. Cup!" Edgar memberikan kecupan singkat di kening Elmira. Yang semakin membuat jantung Elmira berdetak tak beraturan.
"Apa kamu tidak marah?" Elmira bertanya dengan ragu.
"Marah? Kenapa aku harus marah?"
"Karena aku tidak bisa me--"
"Aku kira kamu marah sama aku, Mas. Soalnya tadi aku melihat kamu sangat acuh sama aku."
"Bukan begitu maksud aku, Sayang. Itu karena aku buru-buru ingin masuk ke kamar mandi untuk menuntaskan apa yang belum selesai."
"Maksudnya?" tanya Elmira dengan polosnya.
"Sudahlah, itu urusan laki-laki." Edgar mengusap puncak kepala Elmira dengan gemas.
Edgar tidak akan memaksa Elmira agar bisa melayaninya. Ia akan menunggu hingga Elmira siap melakukan itu dengannya. Tangannya merengkuh tubuh sang istri dan membawanya duduk di pangkuannya.
"Mas!" pekik Elmira terkejut.
"Diamlah! Aku ingin seperti ini sebentar saja. Edgar menopang kan dagunya di bahu Elmira. Ia memejamkan mata menghirup aroma vanilla dari dalam tubuh sang istri.
__ADS_1
"Mas, aku ingin bertanya sesuatu tapi kamu harus menjawabnya dengan jujur," ucap Elmira dengan nada serius. Ia harus menanyakan sesuatu yang mengganjal di hatinya. Sebab ia tidak ingin terus terbayang dengan pemikirannya sendiri yang masih belum pasti. Dulu Elmira memang tidak mempermasalahkan jika Edgar pernah melakukan hubungan badan dengan Alexa.
Akan tetapi, saat itu Elmira masih dibutakan oleh cinta, sangat berbeda dengan sekarang yang hatinya sudah terbuka, dan tidak selalu bodoh karena cinta. "Apa kamu masih mencintai Alexa?" ucap Elmira dengan sekali tarikan nafas.
"Tidak sama sekali!" jawab Edgar dengan tegas.
"Apakah secepat itu? Bukankah kamu sangat mencintainya? Bahkan dulu kamu sampai mengabaikan aku, Mas."
"Sayang, itu hanya masa lalu. Aku rasa apa yang aku rasakan bukanlah cinta, tapi hanya rasa bersalah saja terhadap Alexa."
"Rasa bersalah karena apa?" Elmira penasaran dengan apa yang dimaksud rasa bersalah oleh Edgar.
"Huf! Lain kali aku ceritakan. Untuk saat ini aku hanya ingin menghabiskan waktu berdua denganmu dan bersantai ria.
"Baiklah, tapi besok kamu harus menceritakannya sama aku, Mas."
"Iya, Sayang."
"Bolehkah aku menanyakan satu hal lagi sama kamu, Mas?" tanya Elmira yang masih belum puas dengan pertanyaannya.
"Hm, baiklah tanyakan saja." Edgar masih tetap memejamkan matanya.
"Apa kamu sering melakukannya dengan Alexa?" lirih Elmira. Ia takut Edgar mengiyakan pertanyaannya.
"Melakukan apa, Sayang, hum?"
"Seperti yang kamu lakukan sama aku, tadi. Atau kamu sudah melakukan hal yang lebih dari itu!" todong Elmira dengan suara yang sedikit tegas.
Edgar langsung membuka kedua matanya sempurna, ia terkejut dengan pertanyaannya Elmira. Edgar mengira kalau Elmira tidak akan menanyakan hal itu. Tapi dugaannya salah, lalu apa yang harus Edgar katakan kepada Elmira?
"Mas!"
...----------------...
__ADS_1
Jangan lupa tekan like, dan tinggalkan jejak di kolom komentar 😘😘