
Happy Readingš„°
Mendengar suara Elmira, Edgar menghentikan aksinya yang akan kembali menyerang Evan setelah berhasil memukulnya. Ia berjalan ke arah Elmira, lalu dengan cepat melayangkan tamparan di wajah Elmira.
Plak! Plak!
Aakhh!
"Berani sekali kamu membawa masuk laki-laki kain ke dalam apartemen kamu!" teriak Edgar dengan amarah yang memuncak. Ia tidak bisa membayangkan apa yang sudah Elmira dan Evan lakukan di dalam apartemen itu.
Elmira langsung tersungkur ke atas lantai saat mendapatkan dua tamparan keras dari Edgar. Padahal bekas tamparan yang kemarin masih terasa sakit di pipinya. Namun Lagi-lagi Edgar menamparnya, dan selalu salah faham dengan apa yang dia lakukan.
Hati Elmira sangat hancur, bahkan pukulan dari Edgar lebih sakit luka di hatinya. Elmira hanya bisa menangis sambil memegang kedua pipinya yang terasa kebas.
Maya yang baru keluar dari dalam dapur sangat terkejut melihat adegan itu. Ia memapah tubuh Elmira supaya terbangun. Maya memeluk tubuh Elmira yang lemas tak bertenaga. Ia menatap Edgar dengan tatapan benci.
Evan yang merasa geram langsung menghajar Edgar yang sudah berani memukul Elmira di depan matanya. "Berani sekali memukul Elmira! Suami macam apa kamu ini! Lihat! Bukan hanya aku yang ada di apartemen ini! Ada Mama aku juga! Bahkan kami juga baru sampai!" bentak Evan penuh amarah.
Edgar yang menyadari akan ucapan Evan, menjadi merasa bersalah terhadap Elmira. Ia mendekati Elmira yang tengah berada di dalam pelukan Maya. "Elmira! Maafkan aku! Aku sudah salah faham! A-aku tidak sengaja menampar kamu!"
Semua ucapan dan sentuhan Edgar yang berusaha menyentuh tangan Elmira. Tidak mendapatkan respon apapun dari sang istri. Edgar benar-benar menyesal sudah bertindak bodoh. Seharusnya ia bertanya dulu kepada Elmira sebelum berspekulasi sendiri tentang apa yang Edgar lihat.
Elmira masih menangis sejadi-jadinya di dalam pelukan Maya. "Tante, tolong usir dia dari apartemen saya. Saya tidak mau melihat wajah laki-laki itu," pintar Elmira dengan suara yang sesenggukan.
"Tidak, Elmira! Kita harus bicara. Ada yang perlu kita luruskan disini!" Edgar tetap bersikukuh dengan keinginannya untuk berbicara dengan Elmira.
Maya dan Evan memilih diam, Mereka tidak berani ikut campur dalam rumah tangga mereka. Hanya saja mereka tidak terima Edgar menyakiti fisik dan batin Elmira. Bahkan mereka harus menyaksikannya secara langsung di depan mata, mereka. Apalagi kesalah fahaman itu terjadi karena kedatangan Evan dan mamanya.
__ADS_1
Sungguh Evan merasa sangat bersalah terhadap Elmira. Saat melihat sudut bibir Elmira yang mengeluarkan darah yang di sebabkan oleh tamparan Edgar, membuat hati Evan terasa diiris-iris.
Karena tidak tahan dengan paksaan yang Edgar lakukan, Elmira melepaskan diri dari pelukan Maya. Lalu menatap Edgar dengan tatapan benci. "Mau bicara apa? Cepat katakan! Setelah itu tolong pergi dari sini," sentak Elmira dengan mata menyala.
"Elmira! Maafkan aku! Ak--"
"Kamu tidak sengaja menampar aku? Kamu sudah salah faham, begitu? Huh! Bahkan sejak kemarin kamu mengatakannya secara berulang-ulang, Edgar! Apa belum puas kamu menyakiti hati aku dengan mengabaikan aku, dan juga pernikahan kita? Apa belum cukup luka di kepala aku yang kamu perbuatan kemarin? Hingga sekarang kamu kembali melukai fisik dan batinku, Edgar!" Elmira memotong ucapan Edgar dengan mengeluarkan unek-uneknya.
"Bahkan bekas tamparan yang kemarin masih terasa sakit, Edgar! Hiks ... Hiks ...." Elmira kembali menangis histeris. Ia duduk di atas lantai, menutup wajahnya menggunakan kedua tangan.
Maya yang mendengar tangis pilu dari Elmira, tanpa terasa meneteskan air matanya juga. Maya kembali mendekap tubuh Elmira untuk mentransfer kekuatan terhadapnya.
"Menangislah, Sayang. Jika bisa membuat hatimu lega. Kamu jangan takut, ada Tante di sini." Maya mengusap puncak kepala Elmira dengan begitu lembut. Entah mengapa ia sudah menganggap Elmira seperti anaknya sendiri.
Evan menarik kerah baju Edgar dari arah belakang. Ia membawa Edgar agar keluar dari dalam apartemen. "Laki-laki brengsek seperti kamu, tidak pantas mendapatkan cinta dari Elmira! Hanya laki-laki bodoh yang menyia-nyiakan wanita sebaik dan sesempurna Elmira!"
Brak!
Edgar pergi dari apartemen Elmira dengan langkah gontai. Lebih baik dia pergi ke apartemen Alexa untuk menghilangkan rasa stres di kepalanya. Hanya Alexa yang bisa membuatnya sedikit terbebas dari masalah, dan juga bisa membuatnya lega.
Edgar dengan cepat membuka pintu apartemen Alexa menggunakan access card. Saat memasuki apartemen, samar-samar Edgar mendengar suara-suara aneh dari dalam kamar Alexa.
Edgar mendekati kamar Alexa dengan langkah pelan. Semakin dekat, semakin jelas jelas suara itu. Suara yang membuat telinga Edgar menjadi panas.
Aahh ... Aahh ...
"Ough! Lebih cepat Jack!"
__ADS_1
"Yeah Honey, akan aku lakukan!"
"Aahh ... Aahh ...."
"Alexa kau tetap terasa ******"
"Kau semakin hebat, Jack"
"Honey, aku akan sampai"
"Aku juga, Jack. Bersama!"
Aahh ... Aahh ...
Edgar membulatkan kedua matanya sempurna saat mendengar suara erotis itu. Ia mengepalkan kedua tangannya, dengan rahang mengeras. Suara Alexa yang terdengar sangat menikmati permainan tanam-tanaman bersama seorang laki-laki yang dia dengar bernama Jack.
Ya, tanam-tanaman! Kalau bukan bermain itu, lalu mereka bermain apa? Edgar bukan akan kecil yang akan bodoh tidak mengetahui makna dari suara erotis itu. Dia seorang laki-laki, jadi Edgar paham betul apa yang dilakukan Alexa di dalam tanpa harus melihatnya.
Di tengah-tengah kebodohan Edgar yang terlalu percaya kepada Alexa, hingga ia tidak menyadari bahwa dirinya dikhianati oleh Alexa. Edgar masih sempat merekam apa yang dia dengar barusan.
Edgar memilih tetap diam di dekat pintu, dan tidak menerobos masuk. Edgar tidak ingin gegabah dengan melabrak apa yang dilakukan oleh Alexa di dalam kamar. Edgar masih menunggu, apa yang akan mereka bicarakan setelah ini.
"Alexa! Sampai kapan kamu akan berhubungan dengan pria bodoh itu!"
"Tidak akan lama lagi, Jack! Tunggu sampai dia bercerai dengan istrinya. Lalu dia menikahi aku, dan aku akan menjalankan rencana kita. Setelah itu aku akan mencampakkan nya."
"Aku Sudah tidak sabar melihat kamu pergi dari kehidupan pria itu, Alexa. Aku tidak rela milikku di sentuh oleh laki-laki lain."
__ADS_1
"Tenang Jack. Kau tetap laki-laki pertama dan terakhir yang akan menyentuhku! Kamu 'kan sudah tahu selama aku menjalin kasih dengan Edgar, aku dan dia tidak pernah melakukan hubungan badan. Aku melakukannya hanya bersamamu."
Sungguh tubuh Edgar seakan memanas mendengar percakapan mereka dari balik pintu. "Kurang ajar kau Alexa! Ternyata selama ini kau hanya menipuku!" hardik Edgar dengan suara tertahan.