
Happy Reading๐ฅฐ
Hari demi hari telah berlalu, hubungan Edgar dan Elmira semakin romantis dan harmonis. Bahkan Addison dan Alana sudah menerima Edgar kembali karena sudah membawa Elmira kedalam pelukannya. Addison memaafkan kesalahan Edgar di masa lalu yang penting sekarang Edgar sudah tidak seperti dulu lagi. Addison berharap Elmira cepat hamil dan memberikan cucu kepadanya agar Elmira tidak pergi lagi dari kehidupan Edgar.
Karena anak adalah penguat dalam hubungan rumah tangga. Addison juga merasa lega sebab Edgar sudah berpisah dengan wanita ular itu. Jika sampai Edgar ketahuan masih berhubungan dengan Alexa, Addison akan membuat hidup wanita itu hancur. Selama ini Addison sudah berbaik hati membiarkan wanita itu menghabiskan uang dari dari Edgar. Namun sekarang tidak lagi Addison tidak akan membiarkan Alexa berulah.
"Papa harap, Elmira segera hamil agar kalian mempunyai anak," ucap Addison kepada anak dan menantunya yang tengah berkunjung ke rumahnya.
"Semoga saja, Pa. Aku juga sudah tidak sabar ingin mempunyai seorang anak dari istriku tercinta." Edgar memeluk tubuh sang istri dari belakang tanpa rasa malu terhadap papanya.
Elmira hanya tersenyum malu saat Edgar memeluknya di depan Addison. Ia juga menginginkan seorang anak meskipun umurnya masih muda, tapi Elmira sudah merasa siap mempunyai anak. Asalkan anak dari laki-laki yang sangat dia cintai, yaitu Edgar.
Alana datang dari arah dapur sambil membawa minuman dan juga camilan untuk menjamu sang menantu kesayangan. Dia yang paling girang saat mengetahui kabar baik mengenai bersatunya Edgar dan Elmira. Bahkan Alana sampai tidak tidur semalam karena terus memikirkan Elmira.
Alana sudah menganggap Elmira sebagai putrinya sendiri, mungkin karena dirinya sangat ingin mempunyai anak perempuan. Sayangnya Alana tidak bisa hamil lagi setelah melahirkan Edgar, dokter memvonis nya tidak bisa bisa memiliki keturunan lagi.
Mereka berkumpul terlihat bahagia, inilah yang Elmira inginkan dari awal pertama dia menikah. Kebahagiaan yang sesungguhnya tanpa harus berpura-pura bahagia di depan keluarganya. Elmira merasa hidupnya begitu sempurna dikelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya.
Di tempat lain.
Evan tengah menyantap makanannya dengan tidak berselera. Membuat sang mama merasa khawatir dengan keadaan sang putra. Sebab akhir-akhir ini Evan terlihat sering melamun.
__ADS_1
"Evan, kalau makan yang benar, jangan cuma diaduk-aduk begitu nasinya," tegus Maya dengan halus.
"Iya, Ma." Evan terpaksa harus melahap makanannya sampai habis. Ia tidak ingin membuat Maya kecewa karena tidak memakan masakannya.
"Sebenarnya kamu ini kenapa, Van? Mama perhatikan akhir-akhir ini kamu sering tidak fokus dengan apa yang kamu kerjakan," tanya Maya penuh perhatian.
"Aku tidak apa-apa, Ma," jawab Evan dengan nada lesu. Ia tidak ingin mamanya juga kecewa karena tidak bisa membuat Elmira menjadi menantunya.
"Huf! Apa karena Elmira?" tebak Maya yang tepat sasaran. Namun Evan enggan menjawab pertanyaan mamanya itu.
"Lupakan dia, masih banyak wanita baik yang seperti Elmira di luar sana. Kita tidak bisa memaksanya untuk menjadi bagian dari keluarga kita, Sayang. Jangan khawatir, mama baik-baik saja. Kamu jangan merasa kecewa terhadap diri kamu sendiri karena tidak bisa mendapatkan Elmira. Mama memang menginginkannya untuk menjadi menantu mama karena dia wanita yang sangat baik, tapi ingatlah kita tidak bisa merusak rumah tangganya apalagi memaksa Elmira untuk mencintai kamu," terang Maya dengan bijak.
Maya sudah yakin kalau Evan sering melamun karena memikirkan Elmira. Ia bukannya tidak tahu, hanya saja Maya tidak ingin membahas itu. Namun saat melihat Evan yang sering melamun akhirnya Maya mengatakan semua apa yang dia tahu. Mungkin Evan mengira kalau dirinya tidak tahu mengenai hubungan Elmira dan Edgar yang sudah kembali bersatu.
"Mama tahu itu, Van. Ya sudah mulai sekarang kamu belajar untuk melupakan Elmira. Sudah saatnya kamu membuka hati untuk wanita lain."
"Akan aku usahakan. Ya sudah kalau begitu aku berangkat ke kantor dulu. Soalnya hari ini aku akan ke perusahaan Winata untuk menemui Elvaro yang sudah membantu perusahaan papa hingga kembali berjaya sampai saat ini."
"Sampaikan salam terimakasih dari mama buat dia ya, Van. Kalau bisa mama mau mengajak dia makan bersama sebagai bentuk ungkapan terimakasih dari, kita."
"Iya, Ma. Nanti aku sampaikan kalau sudah bertemu dengannya."
__ADS_1
Evan langsung berangkat ke kantor setelah berpamitan kepada Maya. Dia sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan Elvaro, masih banyak yang harus dia bahas bersamanya mengenai satu tahun yang lalu.
Di Apartemen Jack.
Seperti biasa, jika Alexa dan Jack bertemu maka hal yang akan dia lakukan adalah bermain tanam-tanaman. Alexa terlihat tidak terlalu bersemangat karena masih memikirkan Edgar. Entah mengapa setelah Edgar memutuskan hubungan dengannya, Alexa menjadi tidak tenang. Ia merasa ada sesuatu yang hilang dalam hidupnya. Alexa merindukan kehadiran Edgar di apartemennya yang akan berkunjung setiap hari.
Apartemen yang juga sudah lama tidak Alexa tempati, sebab sejak Edgar memutuskan hubungan dengannya, apartemen itu sudah di jual oleh Edgar kepada orang lain. Dalam artian Edgar mengusir Alexa dari apartemen itu. Bahkan semua black card milik Edgar juga di ambil kembali. Hanya sisa barang-barang mewah yang pernah dia beli menggunakan uang Edgar, Alexa membawanya ke apartemen Jack.
Sekarang ini Alexa tinggal di apartemen Jack. Laki-laki yang selalu mencintainya dan juga menjadi cinta pertama. Selain menyusun strategi untuk menghancurkan kehidupan Elmira lalu menyingkirkannya, mereka sibuk memadu kasih di atas ranjang king size.
Jack menghentikan gerakannya saat menyadari bahwa Alexa sedang melamun di tengah-tengah permainan panasnya. Membuat Jack kehilangan gairahnya, sebab baru kali ini Alexa melamun saat bercinta dengannya. Mungkinkah permainan Jack tidak lagi memuaskan bagi Alexa? Hingga ia tidak menikmati permainannya.
"Kenapa berhenti, Jack?" protes Alexa dengan bingung. Pasalnya Jack tidak pernah mempermainkan dirinya saat bercinta dengan menggantung permainannya. Alexa tidak sadar kalau semua itu karena perbuatannya yang sedang melamun.
"Apa yang kamu pikirkan, Xa? Kenapa kamu malah melamun saat kita sedang bercinta?" sentak Jack dengan tatapan mengintimidasi.
Pertanyaan Jack membuat Alexa gelapan, ia bingung harus jawab apa saat ketahuan sedang melamu. "Ah, maafkan aku, Jack. Aku hanya memikirkan rencan kita untuk menghacurkan Elmira," kilah Alexa. Tidak mungkin dia berkata jujur jika sedang memikirkan Edgar.
"Sial! Kenapa aku terus memikirkan Edgar!" gumam Alexa dalam hati.
...----------------...
__ADS_1
Jangan lupa tekan like, dan tinggalkan jejak di kolom komentar ๐๐๐