
Happy Reading🥰
"S-sayang, ini tidak benar!" Ucap Edgar meyakinkan Elmira agar tidak percaya dengan video di layar itu.
Elmira tidak menjawab ucapan Edgar, dia tetap fokus melihat video itu hingga tuntas. Semua para tamu yang hadir dan juga awak media sudah mulai heboh dengan video yang mereka lihat. Mereka mulai berbisik-bisik mengenai kelakuan Edgar yang sangat buruk. Awak media mengabadikan momen itu, mereka menjadikan video yang mereka lihat sebagai alat untuk menuju kesuksesan. Sebab jika video itu tersebar luas, maka pusat media yang menayangkannya akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar.
Addison, Winata, Amanda, Alana, dan juga Elvaro merasa sangat marah terhadap Edgar. Baru juga hubungan rumah tangga Edgar dan Elmira membaik, kini kembali memanas gara-gara video syur yang berputar di layar lebar.
Elvaro mengepalkan kedua tangannya dengan rahang yang mengeras. Ia berlari ke arah Edgar dalam keadaan gelap gulita. Namun terbantu dengan cahaya dari layar lebar itu, sehingga Elvaro dapat melihat jelas dimana posisi Edgar sekarang juga. Beruntung sekali, saat Elvaro akan sampai ke tempat Edgar tiba-tiba lampu menyala.
Dengan langkah cepat, Elvaro menarik kerah kemeja Edgar lalu melayangkan tinju ke wajahnya. Membuat para tamu berteriak histeris saat melihat Elvaro memukul Edgar dengan membabi-buta. Ia tidak terima adik yang paling dia sayangi di permainankan oleh Edgar.
"Kurang ajar! Brengsek kau Edgar sialan!" teriak Elvaro dengan tangan yang terus menghajar Edgar. Ia tidak akan memberikan kesempatan untuk Edgar melawannya. Sungguh siapa saja yang melihat wajah menyeramkan yang Elvaro tunjukkan saat ini pasti akan merasa takut.
Suasana di sana semakin menegang kala darah mengucur dari mulut Edgar. Tidak ada yang berani melerai Elvaro yang tengah marah. Winata dan Addison hanya menyaksikan itu tanpa berniat melerai nya. Sedangkan Amanda dan Alana cuma bisa menangis dalam dekapan suami masing-masing.
"Stop!" teriak Elmira saat sang kakak akan melayangkan tinjunya lagi. Ia merasa tidak tahan melihat orang yang dia cintai terluka begitu parah di depan matanya. Namun hati Elmira begitu hancur, ia sedari tadi hanya diam saja ketika Elvaro menghajar Edgar.
__ADS_1
Acara pesta untuk permintaan mall E2 menjadi berantakan gara-gara video itu. Entah siapa pelakunya Elmira tidak tahu. Yang dia inginkan sekarang hanyalah pergi dari sana dan tidak ingin melihat Edgar untuk sementara waktu.
"El! Percaya video itu tidak benar! Kamu sudah mendengar sendiri 'kan cerita yang sebenarnya dari aku," ucap Edgar dengan terbata, sebab ia berusaha keras menahan rasa sakit di sekujur tubuh dan wajahnya. Ia berdiri dari posisi duduknya di atas lantai untuk menggapai tangan sang istri.
"Ayo Emi, ikut kakak pulang," Elvaro menarik pergelangan tangan Elmira lalu membawanya pergi dari sana.
Edgar menahan satu tangan Elmira agar tidak pergi meninggalkannya untuk yang kedua kali. Elmira menatap tangannya yang di cengkram oleh Edgar tanpa melihat kearah sang suami. Membuat hati Edgar terasa sakit karenanya.
"Sayang, please jangan pergi, aku akan membuktikan kalau video itu tidak benar," Edgar menatap Elmira dengan tatapan memohon.
Elvaro menarik kembali tangan sang adik yang masih di pegang oleh Edgar. Hingga terjadilah aksi tarik-menarik diantara keduanya untuk memperebutkan Elmira. Mereka menjadi tonton semua orang di sana. Saat mereka tengah sibuk melakukan aksi itu, tiba-tiba video di dalam layar lebar itu berganti dengan video baru.
Kali ini bukan video Edgar yang diputar di layar lebar, tapi video Elmira saat berada di pantai dengan keempat pria yang berusaha melecehkannya. Semua orang sangat terkejut melihat video itu, mereka tidak menyangka bahwa anak dari pengusaha terkaya di kota J bisa mengalami hal seperti itu.
Tabuh Elmira bergetar, kakinya melangkah mundur. Ingatnya kembali berputar kepada kejadian itu, hingga membuat dirinya ketakutan. Elmira menggelengkan kepalanya dengan tangan yang mencengkam rambutnya.
"Tidak! Jangan! Jangan! Aku mohon, jangan lakukan itu!" gumam Elmira dengan suara yang bergetar karena ketakutan. Tubuhnya mengeluarkan keringat dingin, kepalanya terasa pusing. Ia benar-benar takut dan malu terhadap semua orang yang ada di sana. Mereka menatap Elmira dengan tatapan iba.
__ADS_1
Edgar dengan sigap memeluk tubuh sang istri guna menenangkannya. "Sayang, tenang. Ada aku disini," ucap Edgar dengan lembut. Ia melupakan rasa sakit di sekujur tubuhnya demi menenangkan sang istri tercinta.
"Aaaaaaargh! Pergi! Jangan sentuh aku! Lepas!" Elmira berteriak histeris, ia memukul-mukul tubuh Edgar yang mendekapnya. Elmira bahkan juga menggigit tangan Edgar agar terlepas dari pelukan Edgar. Elmira sangat kacau, pikirannya tidak bisa bekerja dengan baik. Ia seolah lupa dengan orang-orang yang ada di sekitarnya.
Winata, Amanda, Addison, dan Alana menghampiri Elmira yang tengah histeris. Mereka tidak tega melihat Elmira seperti orang gila. Mereka takut Keadaan Elmira seperti dulu lagi. Padahal Elmira baru saja sembuh dari rasa traumanya, tapi sekarang dengan teganya seseorang membuat mental Elmira kembali terganggu. Winata dan Addison tidak akan melepaskan orang yang sudah membuat kekacauan di acara bahagianya.
Elvaro memilih pergi dari sana meninggalkan Elmira bersama keluarganya, ia akan mencari dalang di balik kekacauan ini. Elvaro merasa bahwa orang itu mempunyai dendam terhadap Elmira hingga membuat sang adik kembali stres.
Akan tetapi, yang Elvaro tahu Elmira itu tidak pernah mempunyai musuh. Lalu kenapa sekarang tiba-tiba ada orang yang dengan sengaja ingin membuat mental sang adik menjadi down. Elvaro harus mendapatkan orang itu dan memberikan pelajaran terhadapnya. Elvaro menyesal karena tidak bisa menangkap keempat pria yang sudah melecehkan sang adik. Anak buahnya terlalu bodoh hingga tidak bisa menemukan keberadaan keempat pria itu.
Di luar mall, terlihat dua insan tengah tersenyum menyeringai. Mereka merasa puas dengan apa yang mereka lakukan. Orang yang menjadi targetnya sudah berhasil mereka hancurkan. Mungkin mereka harus merayakan keberhasilannya ini yang mereka lalui dengan cara yang tidak mudah. Mereka harus berperan dengan baik, agar bisa mengelabuhi para petugas yang berjaga di luar dan di dalam ruangan mall.
Apalagi mereka harus membuat petugas di ruang CCTV agar berada di bawah kendali, supaya bisa menjalankan rencana mereka sesuai dengan apa yang di rencanakan dari jauh-jauh hari. Mereka sampai lupa dengan siapa mereka berhadapan. Mungkin sekarang mereka bisa bersenang-senang, tapi tidak dengan nanti. Setelah Winata dan Addison bergerak sudah dipastikan bahwa kehidupan mereka kedepannya akan terancam.
"Hahahaaaa."
...----------------...
__ADS_1
Jangan lupa tekan like, dan tinggalkan jejak di kolom komentar 😘😘