Cinta Untuk Elmira

Cinta Untuk Elmira
Bab 52. Cinta Luar Biasa.


__ADS_3

Happy Reading🄰


Edgar merasa senang saat mendengar suara Elmira melalui sambungan telpon. Meskipun hanya sekedar mendengar suaranya, tapi sudah cukup membuat rasa rindu di hati Edgar sedikit terkikis. Edgar tersenyum ketika Elmira mengajaknya untuk bertemu.


Dengan cepat Edgar langsung melajukan mobilnya ke arah kediaman Winata. Ia tidak sabar untuk bertemu dengan sang istri. Setelah sampai di kediaman Winata Edgar mengirim pesan kepada Elmira bahwa dirinya sudah sampai di depan rumahnya. Sesuai dengan permintaan Elmira, Edgar hanya menunggu di depan rumah.


Tak berselang lama Elmira keluar dari dalam rumah dengan setelan jeans dan baju kasual. Membuat kecantikan Elmira terlihat natural. Edgar dengan sigap membukakan pintu untuk sang istri. Ia memberikan senyuman manis kepada Elmira yang juga di balas sebuah senyuman hangat dari sang istri tercinta.


Edgar terus menggenggam tangan Elmira menggunakan sebelah tangannya, sedangkan tangan yang satunya memegang setir. Sesekali Edgar mengecup tangan Elmira untuk mengungkapkan rasa cinta dan sayangnya.


"Kita mau kemana, Sayang?" tanya Edgar tidak sekalipun melunturkan senyuman di bibirnya.


"Ke rumah kita saja, ada yang perlu kita bahas. Aku mau suasana yang sepi tanpa ada yang mengganggu kita."


"Siap tuan putri." Edgar mengecup kembali tangan Elmira secara bertubi-tubi.


Edgar menggendong tubuh Elmira saat turun dari dalam mobil, lalu membawanya masuk ke dalam rumah. Rumah yang menjadi saksi cinta diantara mereka. Jika boleh jujur Edgar ingin sekali mengulang kegiatan itu. Namun ia takut Elmira akan marah kepadanya jika mengikuti hasratnya sendiri tanpa memperdulikan Elmira.


Elmira merasa tersentuh dengan perlakuan manis yang Edgar berikan kepadanya. Elmira memang lebih percaya dengan ucapan Edgar daripada video itu. Namun Elmira harus menerima bukti dari Edgar jika dia memang tidak bersalah.


Edgar mendudukkan Elmira di sofa ruang tengah secara perlahan. Sebelum melepaskan tangannya dari tubuh Elmira, Edgar lebih dulu mendaratkan bibirnya di kening sang istri. Ciuman yang begitu dalam, seolah mengutarakan seberapa besar kasih sayangnya terhadap Elmira.


"Tunggu sebentar ya, aku akan mengambil minuman dulu di dapur," ucap Edgar dengan suara lembutnya.

__ADS_1


Elmira menganggukkan kepala, ia seolah terhipnotis dengan perlakuan Edgar. Dalam hati ia tersenyum senang diperlakukan layaknya seorang ratu. Semoga saja Edgar tidak membohonginya agar hati Elmira tidak kembali terluka.


Edgar datang membawa dua minuman kaleng yang berada di genggaman tangannya. "Minum dulu, Sayang." Edgar menyodorkan salah satu minuman itu kepada Elmira, yang disambut hangat oleh sang istri.


"Terimakasih, Mas." Elmira meneguk minuman itu dengan sekali tenggak. Kebetulan ia memang merasa haus jadi minuman itu langsung tandas.


Setelah itu Elmira menghembuskan nafas panjang sebelum memulai pembicaraannya. "Mas, tentang berita yang lagi beredar dan tersebar luas di semua media, aku ingin kamu meredam masalah itu secepat mungkin. Aku tidak ingin keluarga kita di pandang buruk oleh orang-orang," tutur Elmira dengan mata yang berkaca-kaca.


"Sayang, aku janji akan menghilangkan berita itu secepatnya. Kamu jangan khawatir, aku juga akan membuktikan kalau aku tidak bersalah. Jadi, kamu jangan takut, dan jangan memikirkan masalah itu. Serahkan semuanya sama aku, hum." terang Edgar sambil menggenggam tangan Elmira yang begitu lembut dan halus.


Elmira menatap manik mata Edgar, ia mencari kebohongan di sana. Namun Elmira tidak menemukan itu, sepertinya Edgar memang tidak berbohong. "Aku percaya sama kamu, Mas. Tolong jangan kecewakan aku lagi. Sungguh aku tidak akan sanggup jika harus terluka untuk yang kedua kalinya." Elmira meneteskan air mata menahan rasa sesak di dadanya.


"Shuut! Jangan menangis, Sayang. Air mata kamu terlalu berharga untuk menangisi masalah seperti itu. Dalam dua hari aku janji masalah itu sudah hilang. Aku akan menggantinya dengan sebuah kebahagiaan untuk kamu, sayang." Edgar menghapus air mata yang membasahi kedua pipi Elmira.


"Aku harap kamu tidak berbohong, Mas." Elmira menghentikan tangan Edgar yang bergerak di pipi mulusnya. Ia memejamkan mata meresapi hangatnya tangan Edgar. Elmira mencium tangan sang suami dengan begitu lembut membawanya ke bagian dada. "Jantungku selalu berdebar saat bersamamu, Mas. Jangan sampai jantung ini berhenti berdetak hanya karena sebuah kebohongan." Elmira menatap sang suami dengan penuh cinta.


Edgar memberikan kecupan lembut di bibir, kedua pipi, kening, kedua mata, hidung, serta di dagu Elmira. "Aku sangat, sangat, sangat mencintaimu Elmira Revalina Putri," ucap Edgar sebelum akhirnya meraup bibir manis Elmira yang seperti madu. Selalu menjadi candu bagi Edgar.


Elmira membalas ciuman Edgar yang semakin lama semakin menuntut. Ciuman itu berubah menjadi sesapan dan lu-ma-tan hingga membuat keduanya men-desah. Edgar mengangkat tubuh Elmira lalu mendudukkannya di atas pangkuan. Ciuman mereka tetap menyatu tak sedikitpun diantara mereka yang ingin melepaskan pagutannya.


Eungh!


Elmira melenguh merasakan tubuhnya bagaikan di sengat aliran listrik. Tangan Edgar dengan cekatan membuka kancing baju bagian depan milik sang istri. Menampilkan dua gunung Krakatau yang kapan saja bisa membuat has-ratnya meledak.

__ADS_1


Edgar mela-hap bagian puncuk di gunung itu yang berwarna pink menggoda. Men-jilat-nya bagaikan iklan oreo. Hanya tinggal sesi pencelupan ke sungai yang terdapat di hutan belantara. Edgar mulai melucuti pakaiannya sendiri hingga tubuhnya polos tanpa sehelai benang pun. Tanpa mengubah posisi mereka sejak awal.


Nafas keduanya memburu, matanya sudah liputi dengan kabut gairah. Elmira memegang tongkat sakti milik Edgar, lalu mengarahkannya ke lembah surgawi. Membuat Elmira sedikit meringis karena rasanya masih sedikit sakit. Namun, lebih sakit waktu pertama kali melakukannya.


Jleb!


Aahh!


Edgar memegang pinggang Elmira dan membantunya untuk bergerak. Elmira mengikuti arahan dari Edgar. Ia bergerak ke atas dan ke bawah membuat Edgar menganga merasakan kenikmatan yang tiada tara. Sungguh rasanya sangat berbeda ketika dirinya berada di atas tubuh sang istri.


Dengan posisi Elmira yang berada di atas menduduki dirinya, rasanya jauh lebih nik-mat. Tongkat saktinya seperti di je-pit dengan begitu kuat. Edgar semakin menggila saat Elmira menghentakkan pinggulnya dengan kasar hingga tongkatnya menusuk dengan dalam sampai mengenai dinding rahim.


Ough! Elmira!


Aahh! Edgar!


Mereka saling meneriaki nama satu sama lain, orang yang paling mereka cintai. Edgar memberikan tanda kepemilikan di tubuh Elmira dengan begitu banyak. Seperti tato yang berwarna kemerah-merahan. Edgar mengganti posisi mereka dengan berdiri. Ia mengangkat satu kaki Elmira dan menaruhnya di atas pundak. Edgar menghantam goa rimbun dengan begitu gagahnya. Membuat hutan belantara itu mengalami gempa akibat goncangan dari tongkat sakti mandraguna.


Aahh! Aahh!


Rasanya bertambah nik-mat, mereka menemukan sensasi baru dengan gaya baru. Mereka tidak ingin menghentikan olahraganya yang begitu menyehatkan jiwa dan raga.


Aahh! Aahh!

__ADS_1


...----------------...


Jangan lupa tekan like, dan tinggalkan jejak di kolom komentar😘


__ADS_2