
Happy Reading๐ฅฐ
Edgar dan Elvaro semakin dekat gara-gara ngidamnya ibu hamil yang sangat nyeleneh. Sebab Elmira selalu menginginkan sesuatu yang diolah oleh suami dan kakaknya. Calon anaknya benar-benar sangat baik. Belum keluar saja sudah bisa mengerjai papa dan om-nya. Bagaimana jika sudah keluar nanti pasti akan semakin memusingkan. Namun, akan semakin membahagiakan juga.
"Kak, aku mau itu."
"Mas, aku mau ini."
"Kak Elan sama Edgar tolong buatkan aku ini."
"Tolong juga buatkan yang itu."
"Ini demi anak dan calon keponakan kalian."
"Jangan lupa itunya di pasang juga."
"Nah yang ini juga ya."
Begitulah perintah ibu hamil yang selalu meresahkan. Dari hal yang wajar hingga hal-hal yang tidak wajar yang menjadi incarannya. Dengan alasan ngidam dan demi bayi yang ada di dalam kandungannya. Elmira seperti sengaja mengerjai kedua pria itu. Tapi memang bayinya yang menginginkan itu.
Permintaan Elmira selalu aneh-aneh dan tidak masuk di akal. Namun, mau bagaimana pun Edgar dan Elvaro harus menuruti permintaan ibu hamil itu. Seperti saat ini mereka di tugaskan menjadi wanita barbie. Tentu saja Edgar dan Elvaro awalnya menolak. Akan tetapi Elmira selalu bisa meluluhkan hati Edgar dan Elvaro hingga keinginannya terwujud.
Edgar memakai tengtop warna pink dengan rok mini yang juga berwarna pink. Rambutnya di buat kriting gantung, tidak lupa ia juga menggunakan tas serta high heels dengan warna yang senada.
Sedangkan Elvaro menggunakan pakaian yang sama, tapi dengan warna yang berbeda. Ia ditugaskan memakai pakaian serba ungu. Elvaro merasa jijik dengan dirinya yang gentle tiba-tiba memakai pakaian wanita. Sungguh harga dirinya seperti di injak-injak. Jika ada orang lain yang melihat pasti sikapnya yang berwibawa akan runtuh seketika itu juga.
Elmira tertawa terbahak-bahak saat melihat suami dan kakaknya terlihat begitu seksi. Mereka benar-benar sangat cantik. Sepertinya mereka memang lebih cocok menjadi perempuan ketimbang jadi laki-laki.
"Ya ampun Mas, Kak! Kalian sangat luar biasa. Aku suka banget lihat kalian seperti ini," seru Elmira begitu girangnya.
Sedangkan kedua pria yang ada di hadapannya terlihat cemberut dengan muka yang masam. Jika bukan demi si cabang bayi amit-amit mereka berpenampilan seperti itu.
__ADS_1
"Sudahkan? Kalau begitu kakak akan mengganti pakaian ini. Kakak harus ke kantor, Emi," ucap Elvaro memohon.
"No! Kita harus berfoto dulu, Kak."
"Apa!" teriak Edgar dan Elvaro bersamaan. Bagaimana mungkin Elmira ingin mengabadikan foto mereka yang seperti wanita itu. Hancur sudah reputasi keduanya.
"Kalian tidak mau?" tanya Elmira dengan mata yang berkaca-kaca, dan siap meluncur di kedua pipi mulusnya.
"Mau! Mau!" Jawab Edgar dan Elvaro selalu kompak. Mereka tidak tega melihat Elmira bersedih. Hanya melihat wajah memelas dari Elmira nyali keduanya langsung menciut.
Akhirnya mereka benar-benar mengabadikan foto itu. Elmira merasa sangat senang karenanya. Ia sangat berterima kasih kepada dua pria yang selalu bisa membuat suasana hatinya membaik.
"Terimakasih Kak Elan, Mas Edgar. Aku sayang kalian." Elmira memeluk kedua pria itu begitu erat. Dia jadi membayangkan bagaimana kalau anaknya sudah lahir pasti dia akan dimanja oleh papa dan om-nya.
Elmira tidak sabar ingin segera melihat buah hatinya lahir kedunia. Akhirnya kedua pria itu dengan buru-buru mengganti pakaiannya saat mendapatkan izin dari Elmira.
Ketika akan berpamitan dengan Elmira tiba-tiba ponsel Elvaro berdering. Ia lebih dulu menerima panggilan telepon itu, sebab yang menelpon adalah salah satu anak buahnya yang bertugas mencari keberadaan Alexa dan Jack.
"Tuan, kami sudah menemukan orang yang anda cari. Sekarang kami dalam perjalanan pulang ke kota J," ucap salah satu anak buahnya di seberang telepon yang bernama Riko.
"Ada apa Kak?" tanya Elmira penasaran. Begitu juga dengan Edgar yang menatap Elvaro penuh tanda tanya.
"Biasa masalah pekerjaan. Kakak pinjam suami kamu sebentar ya buat bantuin pekerjaan kakak," pinta Elvaro memelas.
Edgar mengerutkan kening tanda tak mengerti dengan apa yang kakak iparnya itu katakan. Karena tidak biasanya Elvaro meminta bantuannya dalam pekerjaan. Sebab Elvaro terkenal jenius, jadi dia tidak akan kesulitan dalam mengurus pekerjaannya.
Melihat kakak iparnya mengedipkan sebelah mata yang artinya mengkode dirinya, Edgar jadi mengerti pasti ini berkaitan dengan mantan kekasihnya itu. Hanya dalam urusan itu Elvaro akan mengajak dirinya bekerja sama.
Edgar dan Elvaro menyembunyikan rencananya dari Elmira tentang hukuman yang akan di berikan kepada Alexa dan Jack. Mereka tidak mau membuat Elmira khawatir dan shock jika mengetahui itu semua, apalagi sekarang Elmira sedang hamil. Takutnya akan berdampak buruk terhadap kandungnya.
"Boleh, bawa saja Kak." Elmira tersenyum kepada kakak dan suaminya itu.
__ADS_1
Edgar dan Elvaro bergegas pergi dari rumah itu dan meninggalkan Elmira di sana bersama dua pelayanan yang menemaninya. Mereka langsung menuju ke tempat tujuan dimana Alexa dan Jack berada. Elvaro yakin kalau Riko sudah membawa tawanannya ke sana.
"Apa kedua penjahat itu sudah ditemukan, Kak?" tanya Edgar to the point.
"Lihat saja nanti," jawab Elvaro menyeringai. Membuat Edgar bergidik ngeri, sebab baru kali ini Edgar melihat senyuman misterius dari kakak iparnya itu. Senyuman yang seperti akan menguliti musuhnya.
Elvaro dan Edgar turun dari dalam mobil ketika sudah sampai di markas tempat rahasia milik Elvaro. Tempat yang tidak ada satu orang pun dari anggota keluarganya yang tahu. Edgar orang pertama yang dia bawa kesana. Sebab Elvaro tidak ingin keluarga tahu tentang rahasianya.
Mereka di sambut oleh anak buah Elvaro yang berpakaian serba hitam. Mereka semua menunduk hormat kepada atasa mereka. Ada juga beberapa anak buah Edgar yang ditugaskan ikut mencari keberadaan Alexa dan Jack. Tapi tidak sebanyak dan tidak se mengerikan anak buah Elvaro yang sepertinya sudah terlatih.
"Tuan!" Riko menyambut kedatangan Elvaro dengn sangat sopan. Ia adalah orang kepercayaan Elvaro dan juga asisten pribadinya di bidang pekerjaannya yang ini.
Ya, Elvaro ternyata bekerja di dunia bawah. Ia adalah seorang mafia yang terkenal dengan keganasannya. Yang tidak akan segan-segan me. bunuh musuhnya secara tragis. Namun, di depan keluarganya Elvaro akan menjadi laki-laki yang penuh dengan kelembutan apalagi di depan sang adik. Sifat buruknya akan langsung hilang.
"Diamana dia?" tanya Elvaro dengan suara dingin dengan ekspresi datar, tapi sangat menyeramkan. Siapapun yang melihat ekspresi Elvaro saat ini pasti mereka akan kencing di celana. Sebab tatapan mata Elvaro sangatlah menusuk hingga menembus ke tulang-tulang.
"Di tempat favorit anda, Tuan," jawab Riko menundukkan kepala.
Elvaro mengangkat satu sudut bibirnya sambil melangkah ke dalam ruangan. Ruang bawah adalah tujuannya. Tempat favoritnya ketika menghajar para musuh dan tawanan.
"Bersiaplah," batin Elvaro menyeringai.
...----------------...
Jangan lupa tekan like, dan tinggalkan jejak di kolom komentar ๐
Hai pembaca setiaku, maaf untuk saat ini Author jarang update karena poin di lencana stay di tempat setelah di pangkas habis-habisan. Tapi kalian tenang saja Author akan tetap update meskipun hanya 1 bab perhari. Nanti akan crazy up jika poin di lencana balik lagi meskipun hanya dalam mimpi.
Sekedar pemberitahuan, di bab ini adalah pengenalan tentang identitas Elvaro, kakaknya Elmira. Namun, cerita ini tidak akan fokus ke sana, dan akan tetap fokus dengan kisah Elmira dan Edgar yang akan di selingi dengan kisah Ratna dan Evan. Biar ceritanya tidak monoton. Untuk kisah Elvaro akan ada di novel lain dengan judul yang berbeda. Akan Author riliskan jika poin di lencana terus naik dan tidak jalan di tempat serta di potong lagi.
Sebenarnya judul dan bab nya sudah ada hanya saja Author tahan dulu. Bocoran judul ya. Kisah Elvaro akan rilis dengan judul "HASRAT SANG MAFIA IMPOTEN."
__ADS_1
Jika kalian menunggu tolong tinggalkan jejak di kolom komentar, terimakasih ๐๐