
Happy Reading🥰
Elmira menunggu Edgar yang akan menjemputnya di butik EMI. 15 menit kemudian Edgar akhirnya sampai di sana. Menampilkan senyuman indah yang berhasil membuat jantung Elmira melepuh. Edgar menghampiri Elmira lalu mencium keningnya. Rutinitas ketika mereka bertemu.
"Maaf, Sayang. Aku terlambat," ucap Edgar penuh sesal. Padahal hanya terlambat 15 menit saja. Tapi Edgar merasa sangat bersalah.
"Tidak apa-apa, Mas. Aku juga baru keluar dari butik." Elmira bergelayut manja di lengan sang suami. Lengan yang sangat kekar dan begitu kuat ketika sedang menggendongnya.
"Sayang, hari ini kita ke mall E2 yuk. 'kan diskon besar-besar waktu itu di tunda gara-gara video palsu. Jadi, kita bisa umumkan acara diskon itu hari ini saja. Biar semua orang pada siap-siap yang mau datang ke mall milik kita."
"Boleh, ide bagus tuh Mas. Ayo kita berangkat sekarang" Elmira menarik tangan Edgar ke arah mobil. Biasanya Edgar yang akan membukakan pintu mobil untuk Elmira. Namun sekarang Elmira lah yang membukakan pintu mobil untuk Edgar.
"Kok jadi kebalik sih, Sayang," protes Edgar setelah mereka sudah berada di dalam mobil.
"Sekali-kali lah istri bukain pintu mobil untuk suami. Biar makin romantis dan bisa mendapatkan pahalanya suami, iya 'kan?"
"Iya juga sih. Aku setuju dengan ucapan kamu." Edgar menggusal rambut di puncak kepala sang istri dengan gemas.
"Ish, jangan gitu dong, Mas. Ini jadi berantakan rambutnya," gerutu Elmira sambil memanyunkan bibirnya.
Edgar hanya terkekeh kecil dalam menanggapi ocehan sang istri yang menurutnya sangat imut. Ingin rasanya dia melahap bibir itu. Namun sekarang bukanlah saat untuk bermain kuda-kudaan. Bisa lama urusannya jika mereka sampai melakukan itu. Di jamin mereka akan menghabiskan waktu berjam-jam yang tak jelas jam ke berapa mereka akan berhenti.
Edgar dan Elmira langsung memasang bener di depan mall E2 yang mengumumkan bahwa mulai besok pagi dari jam 06:00 pagi - 17:00 sore di mall itu akan ada diskon besar-besaran. Jangankan orang-orang yang berada di luar mall, di dalam mall saja sudah pada kepo dan ramai akan pengumuman itu.
__ADS_1
Walaupun mall itu masih baru di buka beberapa hari yang lalu. Tapi mall itu sudah ramai dengan para pengunjung. Mall cabang terbesar di kota itu. Banyak yang bertepuk tangan dan mengatakan terimakasih kepada Elmira dan Edgar.
"Sayang, apa kamu tidak mau mengambil barang-barang yang ada di sini?" tanya Edgar dengan setengah memohon.
"Tidak, Mas. Besok saja aku akan mengambil barang-barang di sini sepuasnya."
"Tapi, besok adalah hari diskon untuk semua orang. Apa kamu juga ingin mendapatkan diskon?"
"Tentu saja, Mas. Apa tidak boleh jika pemilik mall itu sendiri mengikuti acara diskon besar-besaran?
"Boleh! Kamu 'kan pemilik mall ini, jadi kamu bebas mau ngapain di sini. Termasuk ikut di acara diskon itu nanti." Edgar mengalah saja dan mengikuti apapun yang dikatakan boleh Elmira.
Setelah selesai mengurus baner di mall E2, Edgar dan Elmira pergi ke restoran terdekat untuk mengisi perut mereka yang sudah keroncongan. Elmira memesan begitu banyak makanan di sana. Ia ingin makan sepuasnya karena sudah lama dia tidak berselera makan gara-gara video palsu.
"Kenapa kamu hanya lihatin saja, Mas? Ayo di makan." Elmira berkata dengan mulut yang penuh akan makan.
"Tidak, Sayang. Cukup melihat kamu makan selahap itu membuat aku sudah kenyang."
"Gombal! Ayo cepat makan, Mas." Elmira menyodorkan nasi berserta lauknya ke hadapan Edgar. Membuat Edgar meleleh dengan sikap Elmira yang selalu setia dimanapun dia berada.
"Terimakasih, Sayang," ucap Edgar dengan senyuman yang menghiasi bibirnya.
Elmira hanya tersenyum menanggapi ucapan Edgar. Ia kembali fokus kepada makanannya apalagi kepiting goreng keju, membuat Elmira kesulitan untuk berhenti makan saja.
__ADS_1
Sehabis makan, Edgar dan Elmira tidak langsung pulang. Mereka lebih dulu pergi ke sebuah pantai terindah di kota J. Awalnya Elmira menolak mentah-mentah tujuan Edgar yang ingin membawa Elmira ke sana. Namun dengan segala usaha yang Edgar lakukan akhirnya Elmira mau pergi ke sana.
Edgar memang sengaja membawa Elmira ke pantai, sebab ia ingin menghilangkan rasa trauma yang ada pada diri sang istri tercinta. Edgar tidak ingin Elmira terus-menerus terbelenggu dengan trauma masa lalu. Ia akan membuktikan kepada Elmira bahwa tidak semua pantai memberikan kenangan buruk. Seharusnya di pantai lah kita akan menemukan ketenangan.
Lagipula apa yang terjadi terhadap Elmira adalah sebuah kejadian terencana. Entah kejadian yang lalu waktu Edgar juga menolong Elmira di sebuah pantai, juga hasil dari rencana seseorang. Sebab setelah mendengar cerita dari Elmira yang ikut bersama dengan teman-temannya ke pantai itu untuk merelaksasi pikiran. Namun tiba-tiba Elmira di tinggalkan sendirian.
Tepat setelah kepergian teman-temannya Elmira di ganggu oleh laki-laki dewasa yang entah muncul dari mana. Hingga sampai detik ini teman-teman Elmira tidak lagi menunjukkan batang hidungnya.
Edgar menarik pergelangan tangan Elmira lalu membawanya masuk ke dalam air laut. Berenang bersama, dan saling mencipratkan air ke wajah. Membuat Elmira merasa kalah dan di curangi oleh Edgar. Sebab suaminya itu tidak memberikan kesempatan untuk dirinya membalas perbuatannya.
Edgar mendekati Elmira ya berada di hadapannya. Ia merapatkan tubuhnya ke tubuh Elmira untuk membuat sensasi baru dan kehangatan yang alami. "Bagaimana perasaan kamu saat ini, El," tanya Edgar menatap manik mata coklat pekat milik sang istri yang selalu bisa membuatnya jatuh cinta.
"Aku baik-baik saja, Mas. Aku juga merasa lega sekarang ini. Benar katamu, bahwa tidak semua pantai menyisakan kenangan buruk. Namun pantai akan memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi mereka yang menikmati keindahan di pantai.
Edgar tersenyum bahagia bisa membuat sang istri lepas dari rasa traumanya. perlahan Edgar mendekatkan wajahnya ke wajah sang istri, lalu meraup bibir Elmira dengan lembut. Beruntung Edgar membawa Elmira ke pantai yang sepi akan pengunjung. Jadi, mereka bebas melakukan apapun di sana.
Elmira membalas ciuman Edgar dengan begitu lembut. Hingga menghadirkan sensasi baru yang mereka ciptakan di dalam pantai. Elmira mengalungkan tangannya di leher Edgar supaya ia lebih leluasa bermain li-dah dengan suaminya. Ciuman yang begitu memabukkan untuk keduanya hingga lupa tempat dan waktu jika bersangkutan dengan nama permainan.
"I Love You."
...----------------...
Jangan lupa tekan like, dan tinggalkan jejak di kolom komentar 😘😘
__ADS_1