Cinta Untuk Elmira

Cinta Untuk Elmira
Bab 49. Kegilaan Edgar.


__ADS_3

Happy Reading🥰


Edgar mendatangi apartemen Jack yang ditempati oleh Alexa setelah menemukan alamat itu dari orang kepercayaannya. Siapa lagi kalau bukan si Roy, asisten pribadinya yang selalu bisa di andalkan. Edgar menggedor pintu apartemen dengan keras. Ia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Alexa dan memberikan pelajaran kepadanya.


Dor! Dor! Dor!


Alexa dan Jack terkejut mendengar suara gedoran pintu yang begitu brutal. Padahal mereka tengah melakukan olahraga untuk membuat otot-otot di tubuhnya menjadi kuat.


"Siapa sih yang datang, mengganggu kesenanganku saja," gerutu Jack dengan kesal.


Namun karena hasratnya sudah di ujung tanduk, Jack kembali menggempur Alexa yang berada di bawah kungkungannya. Membuat Alexa terus menj*** saat goa miliknya di tusuk sangat dalam oleh jarum suntik milik Jack yang berukuran jumbo. Alexa dibuat terus menga-nga karenanya.


Aahh! Aahh!


"J-jack a-ada tamu," ucap Alexa si sela-sela de-sa-han-nya. Matanya merem-melek saking menikmati permainan itu.


Jack tidak mengindahkan ucapan Alexa, ia terus melakukan gerakan maju-mundur cantik di atas tubuh Alexa. Hingga suara dobrakan pintu tidak terdengar oleh mereka.


Edgar yang merasa kesal karena sang penghuni apartemen itu tidak kunjung membukakan pintu untuknya, ia memilih mendobrak pintu itu saja. Edgar mengedarkan pandangannya untuk mencari Alexa, ia tidak tahu kalau Alexa tinggal dengan kekasihnya di sana. Jadi, Edgar main nyelonong saja memasuki apartemen itu.


Samar-samar Edgar mendengar suara erotis dari dalam kamar yang terletak tidak jauh dari dapur. Ia mendekati pintu ruangan itu dengan pelan-pelan. Bibirnya membentuk sebuah senyuman sinis saat mendengar suara-suara lucknut dari dalam sana.


Aahh! Aahh!


Ough, Alexa! Kau sangat nikmat!

__ADS_1


Aahh! Jack hentikan ucapanmu, percepat lah gerakanmu.


Yeah, Honey. Tentu saja.


Aahh! Aahh!


Edgar merasa jijik terhadap kelakuan Alexa yang sering melakukan hubungan terlarang dengan seorang pria yang bukan suaminya. Ia mempunyai ide gila untuk membuat pelajaran terhadap mereka. Edgar memundurkan langkahnya dan memasang kuda-kuda. Edgar sedikit berlari ke arah pintu, lalu mendobrak pintu itu dengan sekali tendangan. Membuat kedua sejoli yang tengah bercinta tersentak kaget.


"Aaaaaaargh!" Alexa berteriak saat mendengar suara dobrakan yang membuat pintu kamar menjadi roboh. Ia mengambil selimut untuk menutupi tubuh polosnya. Alexa masih belum tahu kalau yang datang adalah Edgar.


Sedangkan Jack berusaha bersikap setenang mungkin walaupun dirinya sangat terkejut. Jack membalikkan badan untuk melihat siapa orang yang sudah berani merusak acara bercintanya. Matanya membulat ketika melihat sosok Edgar di sana yang memberikan tatapan mematikan kearahnya. Membuat Jack kesusahan menelan saliva nya.


"Maaf sudah menganggu waktu kalian. Tapi aku ada perlu dengan p*lacur itu," tunjuk Edgar kepada Alexa menggunakan dagunya.


Alexa mengangkat kepalannya saat mendengar suara yang begitu familiar di telinganya. Alexa membulatkan kedua matanya sempurna hingga kedua bola matanya seperti akan melompat dari tempatnya. Ia sangat terkejut melihat Edgar tiba-tiba ada di dalam kamar itu.


"Hai, j*lang! Apa kabar?" tanya Edgar sambil tersenyum menyeringai dengan tatapan merendahkan.


Jack tidak terima Alexa di sebut j*lang oleh Edgar. Ia memakai pakaiannya dengan terburu-buru lalu berjalan ke arah Edgar dan melayangkan pukulan ke wajah Edgar. Namun sayangnya pukulan itu meleset mana kala Edgar menghindar. Ia menyerang balik, Jack. Edgar memberikan bogeman mentah dan sebuah tendangan di perut Jack. Dengan keadaan marah Edgar dengan mudahnya melumpuhkan Jack yang tidak bertenaga. Edgar meludah di atas lantai tepat di samping kepala Jack yang terkapar tak berdaya.


"Jack!" pekik Alexa saat melihat sang kekasih babak belur.


Buk! Buk!


Edgar memberikan bogeman lagi di wajah Jack yang menurutnya masih di bawah ketampanannya. Membuat Alexa meraung melihat adegan itu. Alexa melilitkan selimut di tubuhnya lalu turun dari atas ranjang. Ia menatap Edgar dengan tatapan nanar, kedua pipinya sudah basah karena terus menangisi Jack yang terkapar di atas lantai.

__ADS_1


"Edgar, kenapa kamu memukulnya?" teriak Alexa tepat di depan wajah Edgar.


"Diam j*lang! Dia pantas mendapatkannya, bahkan aku juga bisa membunuhnya sekarang juga," bentak Edgar disertai tatapan tajamnya.


Edgar mencengkram dagu Alexa sangat kuat, hingga membuat Alexa meringis kesakitan. "Lepas! Kenapa kamu menjadi gila, huh!"


"Cih! Mulut sampah seperti mu tidak pantas mengucapkan kata 'gila' kepadaku!" Edgar melepaskan cengkraman tangannya di dagu Alexa. Namun tangannya berpindah ke leher jenjang yang telah di penuhi oleh jejak kepemilikan di sana. Lalu melancarkan aksi gilanya, membuat Alexa sangat ketakutan.


Alexa kesulitan bernafas ketika Edgar mencekik lehernya. Ia tidak menyangka bahwa Edgar akan semarah itu. Mungkin Edgar sudah tahu mengenai perbuatannya saat di acara pengesahan 'Mall E2'.


"Kamu tahu 'kan apa kesalahan mu?" desis Edgar tepat di telinga Alexa.


"Kesalahan apa maksud kamu?" Alexa sangat ketakutan, badannya sudah gemetar. Ia tidak bisa membayangkan apa yang akan dilakukan Edgar setelah ini. Bahkan Jack saja yang baru dilihatnya sudah dibuat tak berdaya. Lalu bagaimana dengan dirinya yang sudah lama hidup bersama Edgar? Bisa-bisa Edgar langsung membunuhnya tanpa ampun.


"Masih mau mengelak? Dengar Alexa! Jika dalam jangka 24 jam berita tentang ku dan juga tentang Elmira masih belum hilang, maka jangan salahkan aku jika membuat hidupmu hancur berantakan!" Edgar menghempaskan tubuh Alexa ke atas lantai, dengan keadaan terbatuk-batuk karena terlalu lama Edgar mencekik lehernya.


Uhuk ... Uhuk ... Uhuk ...


Alexa memegang lehernya yang terasa sakit. Ia tidak berani menatap wajah Edgar yang terlihat begitu menyeramkan. Ia tidak tahu kalau Edgar akan menggila jika sedang marah. Sebab selama mengenalnya Alexa tidak pernah diperlakukan kasar oleh Edgar. Bahkan Edgar juga tidak pernah meninggikan suaranya ketika berbicara kepadanya. Namun sekarang Edgar mengeluarkan taringnya yang membuat dirinya gemetar.


Edgar meninggalkan apartemen itu dengan perasaan tak menentu. Ia harap Alexa akan mendengar ucapannya. Sebab Edgar bukan hanya sekedar mengancam, ia mempunyai senjata terampuh untuk menghancurkan Alexa dan Jack. Namun Edgar akan menunggu selama 24 jam. Jika Alexa tidak menjalankan perintahnya, maka Edgar akan bertindak sendiri untuk mengungkapkan kebenaran.


Edgar sudah merindukan sang istri yang sedang berada di rumah kedua orang tuanya. Edgar tidak mungkin mendatangi rumah itu hanya untuk bertemu dengan Elmira. Sebab Edgar sudah berjanji tidak akan menemui Elmira sebelum dirinya bisa membuktikan bahwa dirinya ia tidak bersalah. Namun tiba-tiba ponsel Edgar bergetar yang berada di dalam saku jasnya.


Drrrt ... Drrrt ... Drrrt ...

__ADS_1


...----------------...


Jangan lupa tekan like, dan tinggalkan jejak di kolom komentar 😘


__ADS_2