Cinta Untuk Elmira

Cinta Untuk Elmira
Bab 58. Raja Bucin.


__ADS_3

Happy Reading 🥰


2 hari telah berlalu ...


Semua orang telah kembali dengan aktivitasnya masing-masing. Hari senin adalah hari tersibuk bagi para pekerja. Seperti halnya dengan Edgar yang kembali disibukkan dengan pekerjaannya di kantor. Namun, pikirannya tidak fokus dalam bekerja. Ia terus memikirkan sang istri yang berada di rumah.


Merasa tidak tahan, Edgar mengambil ponselnya yang terletak di atas meja kerja. Dengan cepat ia menghubungi sang istri karena rasa rindu yang tak dapat di bendung lagi. Padahal baru beberapa jam saja Edgar tidak bertemu dengan Elmira, tapi rasanya rasa rindu itu terus menggerogoti hati dan pikirannya.


"Halo, Sayang. Kamu baik-baik saja 'kan di rumah?" tanya Edgar ketika panggilan teleponnya di terima oleh Elmira.


"Aku baik-baik, Mas. Baru juga 30 menit yang lalu kamu menelpon ku, dan menanyakan hal yang sama seperti sekarang ini," jawab Elmira dari seberang sana. Sepertinya dia sangat kesal dengan tingkah suaminya.


"Aku sangat merindukanmu, Sayang."


"Kamu mengatakannya sebanyak 195 kali mulai dari pagi, Mas. Udah deh lebih baik kamu fokus bekerja, jangan mikirin aku yang pastinya akan selalu baik-baik saja di rumah."


"Tapi Sa--"


Tuuut! Tuuut! Tuuut!


Belum sempat Edgar meneruskan ucapannya, tiba-tiba Elmira memutus panggilan itu secara sepihak. Membuat Edgar semakin frustasi olehnya. Edgar mengetuk-ngetukkan jarinya di atas meja kerja. Otaknya terus bekerja untuk mencari cara agar dirinya bisa bertemu dengan sang istri tercinta.


"Ini tidak bisa dibiarkan. Lama-lama aku bisa gila jika terus berjauhan dengan Elmira. Papa benar-benar keterlaluan! Masa pengantin baru sudah diberikan tugas menumpuk di kantor," gerutu Edgar tak terima.

__ADS_1


Begitulah jika es kutub bertemu dengan lava, maka akan meleleh seketika. Sama halnya dengan Edgar yang juga meleleh dengan sikap lembut, Elmira. Hingga dia mampu membuat seorang Edgar yang berwibawa berubah menjadi anak kucing jika berada di depannya.


Edgar baru ingat dengan statusnya di kantor itu. Dia 'kan pemilik perusahaan itu sendiri, lalu untuk apa harus repot-repot memikirkan cara supaya bisa cepat pulang? Sungguh Edgar merasa bodoh! Sejak Elmira masuk dalam kehidupannya, Edgar tidak bisa lagi berpikir jernih. Sebab yang ia pikirkan hanyalah Elmira, Elmira, dan Elmira!


Cinta memang bisa membuat orang waras menjadi gila! Maka dari itu berhati-hatilah dengan cinta, agar kalian tidak terjebak dengan permainannya. Namun, jika kita tidak mengenal cinta, apalah arti hidup yang sesungguhnya. Dunia akan terasa hampa tanpa hadirnya sebuah cinta.


Jika nama seseorang yang kita cintai sudah bertakhta di dalam hati. Maka akan sulit untuk menggesernya. Jadi bijaklah dalam memilih pasangan, jangan sampai kita salah menempatkan namanya.


Edgar mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Seumur hidup ia tidak pernah merasakan hal gila seperti ini. Rasanya sungguh membuat jiwa meronta-ronta. Entah daya pikat apa yang Elmira miliki sehingga mampu menarik perhatian Edgar serta memporak-porandakan hatinya.


Elmira yang tengah berdiri di atas balkon untuk menikah cuaca di pagi hari. Namun dia menjadi terganggu dengan kehadiran sosok suami yang akhir-akhir ini tidak bisa jauh darinya. Elmira memasuki kamar ketika mobil Edgar memasuki halam rumah. Ia terpaksa harus turun ke lantai bawah untuk menyambut kedatangan suami yang pulang di saat jam kerja berlangsung.


"Sayang, aku merindukanmu," ucap Edgar sambil memeluk tubuh seksi sang istri.


Sekarang Edgar sudah menjadi suami yang super bucin (Budak Cinta). Dulu Elmira memang menginginkan semua itu terjadi, tapi entah mengapa sekarang dia merasa jengah sendiri. Mungkin karena sikap Edgar sangat berbeda dengan sikap laki-laki bucin yang Elmira tonton di televisi.


"Kenapa jawaban kamu selalu begitu, Sayang? Apa kamu tidak merindukan aku?" tanya Edgar dengan nada sendu.


"Bukan begitu, Mas. Memang setiap kali kita merasa rindu harus banget ya di ungkapkan? Enggak 'kan! Jadi, meskipun aku tidak mengungkapkan rasa rinduku kepadamu, percayalah rindu ini kian menggebu, Mas. Namun aku berusaha untuk menahannya. Karena sekarang kita mempunyai kesibukan masing-masing, dan tanggung jawab yang begitu berat terhadap apa yang kita kerjakan," terang Elmira panjang-lebar.


Edgar tersenyum senang, ia semakin mengeratkan pelukannya di tubuh sang istri. Rasanya Edgar ingin membawa Elmira kemanapun dirinya pergi. Agar hatinya tidak lagi merasa resah karena berjauhan. Saat berkedip pun Edgar ingin di gelapnya kedipan yang sangat singkat itu terisi dengan wajah Elmira.


Apa saja yang Edgar lakukan hanya ingin melakukannya dengan Elmira. Elmira si gadis cantik putih abu-abu. Nama panggilan kesayangan dari Edgar ketika mereka bertemu empat tahun yang lalu saat Elmira masih memakai seragam putih abu-abu.

__ADS_1


Hari ini Edgar terpaksa bolos lagi dari pekerjaannya di kantor. Ia serahkan semuanya kepada Roy. Asisten serbaguna, yang selalu bisa di andalkan. Jadi, Edgar bisa sepuasnya berduaan dengan Elmira di dalam rumah, lebih tepatnya di dalam kamar. Sebab Edgar akan mengurung Elmira seharian di dalam kamar.


Semoga saja besok pagi Elmira masih bisa berjalan setelah Edgar menggempurnya habis-habisan. Edgar mulai memberikan kode kepada sang istri agar mereka bisa bermain kuda-kudaan. Namun Edgar mengurungkan niatnya saat mendengar ucapan sang istri.


"Maafkan aku, Mas. Aku gak enak badan, kepalaku sedikit pusing. Kalau kita bermain itu aku takut tidak bisa memuaskan mu nanti," tutur Elmira dengan nada menyesal. Ia sangat ingin melayani Edgar, tapi kondisi badannya benar-benar kurang baik.


"Kamu sakit? Kita ke rumah sakit sekarang." Edgar dengan sigap menggendong sang istri untuk membawanya ke rumah sakit. Ia sangat cemas, takut terjadi sesuatu yang buruk terhadap istrinya. Namun dengan cepat Elmira mencegahnya agar tidak pergi ke rumah sakit.


"Tidak usah, Mas. Aku hanya pusing saja, di bawa istirahat juga sembuh kok."


"Tapi, Sayang ...."


"Aku mohon, Mas. Jangan bawa aku ke rumah sakit."


Edgar merasa tidak tega saat melihat tatapan memohon dari sang istri. Ia menuruti permintaan Elmira, dan membawanya masuk ke dalam kamar. Membaringkan tubuh Elmira di atas ranjang secara perlahan karena takut menyakitinya.


"Mas, maafk--"


"Shuut! Jangan banyak bicara lebih baik kamu istirahat ya," perintah Edgar dengan halus. Ia menyelimuti tubuh sang istri penuh perhatian.


Elmira merasa bersalah terhadap Edgar karena tubuhnya mendadak kurang sehat. Ia jadi tidak bisa membuat Edgar bahagia malam ini. Namun mau bagaimana lagi, jika di paksakan maka Edgar akan semakin kecewa karena dirinya tidak bisa mengimbangi permainan Edgar.


...----------------...

__ADS_1


Jangan lupa tekan like, dan tinggalkan jejak di kolom komentar😘


__ADS_2