
Happy Reading🥰
Sejak kejadian di rumah papanya, Ratna tidak lagi datang kesana. Meskipun ia harus kehilangan barang-barang berharganya, seperti foto keluarga bersama mama dan papanya saat mereka belum berpisah. Ratna merasakan sesak di dadanya ketika mengingat kehidupan yang dia jalani sangat berantakan.
Kedua orang tua Ratna bercerai setelah mamanya ketahuan berselingkuh, dan memilih pergi bersama dengan selingkuhannya. Sedangkan papanya menikah lagi dengan seorang janda anak satu. Reza adalah anak dari ibu tiri Ratna yang sering berbuat jahat terhadapnya. Bahkan hampir menodainya. Sejak papanya menikah lagi, ibu tiri serta kakak tiri Ratna ikut tinggal di rumah papanya.
Mereka selalu memperlakukan Ratna dengan buruk, bahkan tidak segan-segan akan memfitnah dan menjelekkan dirinya di depan sang papa. Hingga papanya sangat membenci Ratna sampai detik ini. Reza bukan hanya satu kali mencoba untuk melecehkan Ratna, tapi sudah berkali-kali. Beruntung Ratna selalu lolos dari perbuatan jahat si Reza.
"Ra, kamu kenapa?" tegur Elmira saat melihat Ratna ketahuan melamun.
"Ah, i-iya Bu, maaf." Ratna menundukkan kepala di hadapan Elmira. Dia takut Elmira akan memarahinya karena ketahuan melamun saat bekerja.
"Kamu sakit?" tanya Elmira penuh perhatian. Ia sangat menyayangi Ratna dan menganggapnya seperti saudaranya sendiri. Jadi, itulah alasannya kenapa Elmira begitu perduli kepada Ratna.
"Saya baik-baik saja, Bu."
"Tapi, wajah kamu terlihat pucat, Ra."
"Mungkin karena saya kurang istirahat saja, Bu."
"Lebih baik kamu pulang saja, Ra."
"Tidak usah, Bu. Saya sudah terlalu banyak izin, tidak enak sama karyawan yang lain. Nanti dikira Bu Elmira pilih kasih sama saya."
"Hem, ya sudah. Nanti kalau kamu merasa pusing bilang saja. Istirahat di ruangan khusus sebelah sana," tunjuk Elmira pada ruangan di sebelah ruang kerjanya.
__ADS_1
"Baik, Bu. Tapi saya tidak apa-apa," ucap Ratna menolak tawaran Elmira secara halus.
Elmira memasuki ruang kerjanya dengan begitu semangat. Sebab kemarin Elmira hanya menghabiskan waktunya di atas ranjang karena kurang sehat. Ia semakin mencintai Edgar, ketika melihat perhatiannya di saat merawat dirinya yang tengah sakit. Edgar seperti terus terjaga untuk memastikan apakah Elmira baik-baik saja atau lagi membutuhkan sesuatu.
Edgar adalah suami siaga, ia selalu mengutamakan Elmira dalam hal apapun. Karena sekarang Elmira lah prioritasnya. Edgar akan menebus semua kesalahannya di masa lalu dengan terus membahagiakan Elmira.
Wajah Elmira terlihat sangat ceria, bahkan auranya sangat bercahaya seperti habis berolahraga saja. Dibalik kebahagiaannya ada seseorang yang sedang marah besar karena sebuah insiden.
Tepatnya di sebuah rumah kontrakan yang jauh dari pemukiman, Alexa dan Jack tengah bersembunyi. Sebab sekarang ini mereka telah menjadi buronan. Karena kasus pencemaran nama baik dan menjadi tersangka atas pelecehan yang terjadi terhadap Elmira. Dari informasi yang di dapat, ternyata mereka lah dalang di balik kejadian itu. Sebab anak buah Elvaro sudah menangkap keempat pria yang sudah melecehkan sang adik.
Edgar juga tidak tinggal diam, ia melaporkan kasus pencemaran nama baik yang sudah menggemparkan dunia karena video syur itu.
"Bagaimana ini, Jack? Sampai kapan kita akan bersembunyi di sini?" bentak Alexa sambil mondar-mandir di ruangan itu.
"Sampai semuanya aman, Xa. Tidak ada pilihan lain kecuali bersembunyi di sini. Untuk sementara waktu keberadaan kita tidak akan terendus oleh anak buah Elvaro dan anak buah Edgar."
"Jangan hanya menyalahkan aku, kamu juga bersalah! Kenapa juga kamu setuju dengan ide yang aku berikan!"
"Tapi kamu yang memaksa. Awalnya aku sudah menolak, tapi kamu tetap bersikukuh ingin menjalankan rencana itu. Sekarang apa? Kita yang sial."
"Hah! Baiklah aku yang salah. Kamu tenang saja, kalaupun nanti kita tertangkap. Aku tidak akan membawa masuk ke dalam penjara. Aku akan menyelematkan mu."
Alexa menatap Jack dengan tatapan bingung. "Maksud kamu?" tanya Alexa sambil mengerutkan keningnya.
"Ya, aku akan mengakui kesalahan itu, tapi aku akan mengatakan bahwa kamu tidak bersalah dalam hal ini. Itu semua hanya atas paksaan ku saja."
__ADS_1
Mata Alexa berkaca-kaca, ia tidak menyangka bahwa Jack begitu mencintainya hingga rela mengorbankan dirinya. "Jack ...." Seru Alexa dengan suara parau.
"Aku sangat mencintaimu, Xa. Apapun yang terjadi aku akan melindungi mu." Jack menggenggam tangan Alexa dengan hangat. Ia memang sangat mencintai Alexa. Namun karena sebuah balas dendam, Jack mengorbankan Alexa agar berhubungan dengan Edgar. Sekarang ia menyesal sudah melakukan itu. Tapi, bukan berarti Jack akan pasrah dengan nasibnya.
Dalam hati dan pikirannya, Jack tengah merencanakan sesuatu. Ia akan membuat perhitungan kepada Edgar dan Elmira yang sudah berani menjadikannya seorang buronan.
Edgar dan Elvaro memang melaporkan kasus itu kepada polisi. Namun untuk pencariannya mereka melarang anggota polisi agar tidak ikut andil dalam hal itu. Sebab Edgar dan Elvaro sudah memerintahkan anak buahnya untuk mencari Alexa dan Jack. Karena sebelum mereka menjebloskan dua penjahat itu ke kantor polisi, mereka akan lebih dulu menyiksanya.
Hukuman dikurung dalam sel penjara terlalu nyaman dan terlalu baik untuk dua penjahat itu. Mereka harus merasakan penyiksaan dari Edgar dan Elvaro. Rasanya tangan mereka sudah gatal ingin segera menghajar dua penjahat yang tengah bersembunyi di lubang tikus.
"Bagaimana? Apakah kalian sudah menemukan keberadaan mereka?" tanya Edgar pada salah satu anak buahnya melalui panggilan telepon.
"Maaf, Tuan. Kami belum menemukan keberadaan mereka. Tapi kami akan terus mencarinya."
"Temukan sampai dapat. Ingat! Bawa mereka secara hidup-hidup."
"Baik, Tuan. Saya mengerti."
Edgar menghembuskan nafas kasar setelah panggilan itu berakhir. Moodnya jadi hancur gara-gara kehilangan jejak Alexa dan Jack. Ia memang curiga terhadap mereka berdua yang telah berusaha mencelakai Elmira dengan menyuruh orang untuk melecehkannya. Hanya saja Edgar waktu itu tidak memiliki bukti kuat. Namun sekarang akhirnya sudah terbukti kalau Alexa dan Jack lah tersangkanya.
Edgar tidak mau tahu, bagaimana pun caranya dia harus menemukan tersangka itu. Ia jadi teringat bagaimana tersiksanya Elmira saat melawan rasa traumanya itu yang di akibatkan oleh kejadian yang sangat mengerikan baginya.
Mengingat nama sang istri, jantung Edgar berdetak sangat kencang. Rasa rindu kembali menghampirinya. Bayangan saat bercinta dengan Elmira membuat Edgar senyum-senyum sendiri layaknya orang gila. Bahkan ia tidak menghiraukan panggilan Roy yang sejak tadi berada di sampingnya.
"Sepertinya Pak Edgar sudah tidak waras. Dari tadi aku memanggilnya, tapi dia hanya sibuk dengan pikirannya sambil tersenyum, dan itu membuat ku merinding. Iiiiih! Jangan-jangan dia kerasukan? Lebih baik aku pergi saja dari ruangan ini," gumam Roy dalam hati. Dengan langkah pelan, ia keluar dari ruangan sang bos. Bulu kuduk nya tiba-tiba meremang.
__ADS_1
...----------------...
Jangan lupa tekan like, dan tinggalkan jejak di kolom komentar 😘